Agar Penerapan IoT Sukses, Dua Syarat Ini Harus Dipenuhi

iotJAKARTA, PCplus – Di balik layar dari geliat IoT (Internet of Things) saat ini, setiap industri masih berfokus pada infrastruktur jaringan. Ini agar tersedia konektivitas yang aman dan lancar, serta responsif, antar aplikasi-aplikasi yang berjalan di dalam back-end yang mengelola, mengukur, memonitor, mengawasi, dan menjalankan interaksi antara sistem serta aplikasi dengan berbagai perangkat yang terhubung.

Untuk memungkinkan hal tersebut, organisasi perlu memenuhi dua kebutuhan dasar jaringan. Ini kalau organisasi mau menerapkan inisiatif IoT secara aman dan lancar. Dua kebutuhan tersebut, tulis Lori MacVittie (Principal Technical Evangelist F5 Networks),  adalah keamanan dan visibilitas.

Komunikasi yang aman menjadi sangat krusial, karena itulah SSL atau TSL perlu digunakan untuk mengamankan tunnel support. Agar optimal, sebaiknya organisasi memanfaatkan HTTP yang aman, bukan dengan plain text maupun hardcoding keys secara langsung ke berbagai perangkat pintar

Validasi juga memegang peranan penting di dalam keamanan IoT. Para pemain IoT memerlukan layanan yang dapat mengidentifikasi perangkat serta asosiasinya (pemilik, pengguna yang absah) secara cepat dan tepat. Bayangkan betapa mengerikannya jika orang lain memiliki akses ke perangkat/mobil pintarmu secara sengaja maupun tidak.

Hal penting lainnya tentang keamanan adalah analisis protokol, karena bermunculannya protokol baru yang sedang dipertimbangkan untuk menjadi standar dalam IoT ke depannya. Keamanan protokol bisa menjadi risiko keamanan yang besar dan menantang untuk diatasi dalam waktu yang singkat. Memiliki kemampuan dalam mendeteksi potensi penyalahgunaan protokol akan mengurangi risiko di masa depan.

Infrastruktur tentunya harus mampu mendukung visibilitas, yang artinya mampu mampu melihat apa saja hal yang terjadi di dalam sistem. Visibilitas ke dalam secure transactions (SSL inspection) memungkinkan sistem keamanan untuk mengidentifikasi anomali/aktivitas “jahat”, kemudian mengatasinya. Visibilitas juga berarti mengenali pola penggunaan, sehingga mampu mendorong terjadinya penyesuaian terhadap layanan secara otomatis.

Visibilitas tidak serta merta “big data”, yang menyediakan kemampuan analisis operasional yang baik, tetapi juga berhubungan dengan pelaporan dan logging. Penyelesaian masalah/isu yang muncul di arsitektur yang kompleks ini akan sangat menantang. Karena itu logging memegang peran yang penting dalam membantu alat dan juga orang untuk bisa menentukan sumber masalah yang terjadi.

Kebutuhan akan keamanan dan visibilitas di dalam infrastruktur memperlihatkan bahwa IoT tidak sebatas hanya perangkat/gadget semata. Ada begitu banyak hal yang terjadi di balik layar guna memungkinkan terjadinya komunikasi antar perangkat dan sistem yang lancar dan aman.

Untuk itulah keamanan dan visibilitas menjadi dua kebutuhan dasar yang perlu dipenuhi oleh organisasi ketika mulai mengintegrasikan IoT ke dalam sistemnya.

Tanggapan Kamu

komentar