Telkomtelstra Ungkap Peran Teknologi Digital Bagi Masa Depan Perbankan

internet_map_1024

(ilustrasi: Wikipedia.org)

Indonesia telah menjadi salah satu negara berkembang dengan peningkatan industri digital yang sangat pesat dalam beberapa tahun terakhir ini, termasuk tren penggunaan perangkat digital. Hal ini tentu berpengaruh besar pada kehidupan masyarakat.

Hal ini tak hanya ditandai dengan meningkatnya kepemilikan perangkat seperti smartphone (43%), laptop dan komputer (15%), namun juga jenis perangkat digital lainnya yang makin bervariasi di masyarakat. Hal ini misalnya, perangkat tablet (4%), streaming TV (1%), e-reader (1%), hingga perangkat wearable (1%) yang kehadirannya mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat Indonesia (We Are Social, 2016).

Menurut Erik Meijer (Presiden Direktur Telkomtelstra) dalam siaran persnya, tren digital ini juga memengaruhi perilaku konsumen dalam bertransaksi dan dengan demikian mendorong pertumbuhan pasar e-commerce di dalam negeri.

Hal ini ditunjukkan dengan pertumbuhan peningkatan tahunan sebesar 20,7% dengan pendapatan total sebesar US$5,6 miliar pada 2016 (CAGR 2016-2021). Tingkat penetrasi belanja online sendiri mencapai angka 13,4 persen dan diperkirakan akan meningkat ke angka 21,2 persen pada 2021 (Statista, 2016).

Erik menambahkan juga bahwa seiring pertumbuhan bisnis e-commerce, dunia perbankan pun dituntut untuk bisa mengikuti tren transaksi digital, termasuk dalam menghadirkan cashless payment, branchless banking, sampai ke e-commuting, fintech, serta layanan perbankan keuangan berbasis internet yang jumlahnya kian meningkat di Indonesia. Menurut data Bank Indonesia (2016), transaksi total e-money saja pada tahun 2015 melonjak tajam ke angka Rp5,2 triliun dari Rp4,3 triliun pada tahun 2014.

Oleh karena itu, menurut Erik, industri perbankan menjadi salah satu sektor bisnis yang dituntut untuk melakukan transformasi digital untuk tetap berhasil dalam persaingan yang ketat. Tujuannya, memenuhi perilaku konsumen yang sudah berubah ke arah digital.

Menurut Accenture (2015), perbankan Indonesia bahkan berisiko kehilangan tiga puluh persen dari jumlah total nasabahnya apabila tidak memanfaatkan teknologi secara maksimal dengan segera.

Erik menyatakan bahwa pelaku industri di sektor perbankan pun tidak hanya dituntut untuk menerapkan teknologi digital, namun juga mampu dalam menangkap berbagai peluang dengan lebih memahami perubahan perilaku konsumen yang makin mengarah ke ranah digital yang dapat lebih memudahkan kebutuhan transaksi nasabahnya.

Dengan penggunaan teknologi digital yang kian meningkat, konsumen Indonesia telah terbiasa dan memilih layanan yang lebih cepat, transparan, luas, dan dapat dipersonalkan sesuai dengan kebutuhan nasabah.

Saat ini, menurut Bank Indonesia, sektor perbankan nasional menyumbang sekitar tiga puluh persen terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional. Angka kontribusi ini dinilai masih belum optimal dalam mendorong peningkatan ekonomi Indonesia, padahal peluangnya masih sangat besar untuk terus berkembang.

Dalam mendorong hal tersebut, dukungan pemerintah memegang peranan yang signifikan dalam mengembangkan ekosistem digital yang kondusif untuk industri perbankan nasional melalui kebijakan yang mendukung serta pembangunan akses teknologi yang diperluas ke berbagai wilayah di Indonesia.

Pada acara Danamon Sales Leader Conference 2016 yang berlangsung beberapa waktu lalu, Erik Meijer menyampaikan bahwa industri perbankan harus sigap dalam memanfaatkan momentum tren digital untuk melakukan transformasi bisnis. Berikut adalah tip dari Erik Meijer terkait strategi untuk tumbuh di era digital:

* Hilangkan gangguan yang menghambat kenyamanan nasabah di setiap perjalanannya.

* Gunakan wawasan serta analisisi berbasis data sebagai acuan dalam mengambil keputusan.

* Perluas layanan pembayaran digital, bangun kemampuan pemasaran digital yang setara dengan pelaku utama sektor e-commerce.

* Kembangkan kemampuan bisnis dengan penyederhanaan, digitalisasi serta peringkasan proses bisnis.

* Perluas dan manfaatkan teknologi terdepan secara cepat.

* Lindungi bisnis dengan memastikan keamanan data.

* Pastikan struktur organisasi mendukung lingkungan digital.

* Libatkan sumber daya manusia yang memiliki kemampuan digital guna mendukung lingkungan internal perusahaan

Tanggapan Kamu

komentar