Berbagai Mitos di Dunia TI

kredit: www.trushieldinc.com

kredit: www.trushieldinc.com

Seiring dengan berkembangnya teknologi, ternyata banyak pula pemahaman yang keliru maupun mitos-mitos yang juga terjadi di dunia teknologi. Hal-hal yang sebenarnya belum diketahui kebenarannya namun informasi tersebut sudah terlanjur tersebar luas sehingga banyak yang mempercayainya meski hal tersebut tidak diketahui kebenarannya. Berikut beberapa diantara mitos yang sudah berkembang di dunia teknologi beserta penjelasannya:

Semakin tinggi resolusi kamera, makin bagus hasil fotonya.

kredit: blog.blackberry.com

kredit: blog.blackberry.com

Fakta: Banyak orang yang salah mengerti bahwa semakin besar ukuran resolusi atau megapixels dari suatu kamera, maka akan semakin bagus pula gambar yang akan didapat. Anggapan ini salah kaprah. Bagus atau tidaknya suatu gambar ditentukan oleh banyak hal, salah satunya bisa karena lensa yang digunakan. Dan besarnya resolusi hanya berpengaruh pada kemampuan gambar tersebut dicetak pada ukuran kertas. Semakin besar megapixels maka hasil fotonya bisa dicetak pada ukuran kertas yang lebih besar. Sedangkan kualitas tangkapan gambar suatu kamera bukan ditentukan oleh besarnya dukungan resolusi pada kamera. Hal ini juga berlaku pada kamera smartphone. Jadi tidak heran jika smartphone kelas bawah yang memiliki resolusi sampai 13 MP bisa kalah jauh dengan smartphone kelas atas yang memiliki resolusi 8 MP saja.

Menggunakan smartphone di SPBU bisa menyebabkan kebakaran

kredit: www.pctechmag.com

kredit: www.pctechmag.com

Fakta: Mitos ini memang terdengar mengerikan. Bahkan larangan untuk tidak menyalakan smartphone saat mengisi bensin, tercantum di area SPBU. Namun smartphone jaman sekarang sudah memiliki sistem perlindungan dan keamanan yang membuat potensi adanya listrik statis pemicu ledakan sangat kecil. Dinas pemadam kebakaran di Amerika Serikat hanya sekali menemui kasus sebuah SPBU yang terbakar dimana di dalam ledakan tersebut terlihat adanya penggunaan smartphone yang kemudian kedua hal itu dikaitkan. Namun penelitian yang dilakukan tidak dapat membuktikan bahwa smartphone tersebut yang menjadi pemicunya. Bisa jadi mitos ini digunakan hanya untuk pencegahan agar selalu waspada.

Jangan mengisi baterai smartphone atau notebook sebelum habis.

kredit:www.speedtest.net

kredit:www.speedtest.net

Fakta: Hal ini memang sempat dipercaya ketika baterai masih menggunakan teknologi lama. Semenjak digunakannya baterai berjenis lithium, Anda bisa melakukan pengisian baterai kapan saja tanpa harus menunggu kondisi baterai habis. Bahkan jika terlalu sering mengisi baterai ketika kondisi baterai sudah benar-benar kosong, hal ini malah akan membuat baterai bekerja keras untuk kembali ke kondisi normal. Terlalu sering melakukan ini justru akan membuat daya tahan baterai menjadi turun dan lebih rentan rusak.

Magnet bisa menghapus data

kredit: www.wikipedia.org

kredit: www.wikipedia.org

Fakta: Hal ini memang bisa saja terjadi asalkan daya magnet tersebut mesti sangat besar. Seorang pakar teknologi mengatakan dibutuhkan magnet yang cukup besar dan kuat untuk menghapus semua data pada komputer modern. Ini pun hanya berlaku pada media simpan seperti hard disk yang memiliki piringan ataupun komponen berbahan logam, sedangkan media simpan seperti SSD atau flashdisk tidak berpengaruh dan aman terhadap magnet.

Smartphone bisa menjadi pemicu kanker

kredit: www.motherjones.com

kredit: www.motherjones.com

Fakta: Isu radiasi sinyal smartphone dapat menyebabkan kanker otak sudah lama berhembus. Tapi sejatinya hal tersebut belumlah terbukti. Smartphone memang memancarkan radiasi yang dapat diserap oleh jaringan manusia, namun untuk menyebabkan kanker sampai saat ini belum ada pembuktian ilmiah tentang hal tersebut. Hal tersebut diperkuat oleh pernyataan National Cencer Institute yang mengatakan tidak ada pengaruh dari energi frekuensi smartphone sebagai penyebab kanker. Hal tersebut telah mereka buktikan pada sel, hewan hingga manusia.

Windows lebih rentan dibanding Mac atau Linux

kredit: www.elementscommunity.org

kredit: www.elementscommunity.org

Fakta: Salah satu alasan mengapa Windows lebih rentan mengalami serangan  karena Windows merupakan sistem operasi yang paling banyak digunakan sehingga para pembuat virus maupun penjahat dunia maya memang lebih menginginkan target pasar yang lebih besar. Mac OS sendiri sering mendapatkan tambalan keamanan karena sudah mulai banyak virus maupun malware yang menyerangnya. Linux juga tidak jauh beda, hanya saja di Linux yang berbasiskan komunitas maka setiap ada masalah keamanan akan ada banyak orang yang cepat bereaksi untuk mengatasinya.

Sinyal smartphone penuh berarti koneksi kencang/lancar

kredit: www.lifehacker.co.in

kredit: www.lifehacker.co.in

Fakta: Sinyal penuh pada smartphone hanya menandakan bahwa posisi smartphone dekat dengan pemancar. Semakin penuh pada bar sinyal berarti posisi smartphone semakin dekat dengan pemancarnya. Sedangkan untuk kencang atau lambatnya koneksi dipengaruhi oleh beberapa hal, salah satunya yaitu berapa banyak orang yang sedang menggunakan jaringan tersebut. Contohnya mirip saat mengakses internet dari Wi-Fi. Saat sinyal penuh namun banyak orang yang sedang mengakses secara bersamaan bisa membuat koneksi yang didapat menjadi lambat.

Hacker adalah penjahat yang mencuri data

kredit: www.wired.com

kredit: www.wired.com

Fakta: Hingga saat ini masih banyak yang salah kaprah mengenai hacker. Banyak yang beranggapan bahwa hacker adalah penjahat yang menyebarkan virus, mencuri data, atau bentuk kejahatan dunia maya lainnya. Padahal hacker adalah orang-orang yang bertugas mencari kelalaian sebuah sistem dan memperbaikinya. Untuk mereka yang melakukan kejahatan dunia maya tadi disebut dengan cracker. Disinilah orang banyak salah membedakannya. Namun karena kata hacker telah lebih dahulu dikenal dan sulit untuk mengubah persepsi tersebut, maka istilah hacker-lah yang lebih sering digunakan.

Tanggapan Kamu

komentar