Bikin Ngiler, Potensi Pasar Gaming Indonesia

JAKARTA, PCplus – Main game secara serius itu butuh duit banyak. Bagaimana tidak.  Agar game berjalan mulus dan komputer (PC atau notebook) tidak panas, jeroannya haruslah yang terbaik. Prosesor kalau bisa yang tercepat, memori besar, storage lega, sistem pendingin oke, speaker bagus. Mouse pun spesial. Pokoknya semua kalau bisa papan atas.

Pasar gaming terlihat terbatas, tapi potensi bisnisnya ternyata menggiurkan loh. “Pasar gaming dunia tumbuh eksponensial. Akan tembus 35 mliar dollar (AS) pada tahun 2018. Yang butuh gaming, butuh spesifikasi tinggi”, papar Martin Wibisono (Consumer Country Director, PT Dell Indonesia) saat memperkenalkan notebook gaming terbaru Dell Inspiron 15 Gaming di Jakarta (4/4/2017).  

Martin menyebutkan bahwa Asia Pasifik merupakan pasar gaming yang paling besar. Kalau Indonesia? Dari daftar 20 negara di dunia, Indonesia yang populasi online-nya 56,7 juta itu duduk di peringkat 17 untuk revenue game. Nilai revenue totalnya US$ 704,4 juta.  Di urutan pertama adalah Tiongkok (US$ 24.368,8 juta) dengan populasi online 788,8 juta.  

Namun di kawasan Asia Pasifik, tahun lalu Indonesia menjadi nomor satu. Malaysia ada di urutan 18 dengan revenue US$ 539,5 juta dan populasi online 22,8 juta. Sedangkan Thailand yang memiliki populasi online 28,7 juta berada di nomor 20.

Pasar gaming di Indonesia, kata Martin, besar. “Terbesar kedua di Asia Tenggara dengan total revenue di tahun 2017 untuk hardware, software gaming di Indonesia diperkirakan mencapai 841,8 juta. Untuk mobile, revenue-nya 524,4 juta dengan CAGR 40%. Cukup signifikan,” tambahnya menyitir laporan newzoo.

Menurut newzoo, tahun ini nilai pasar gaming di Indonesia diproyeksikan mencapai US$ 465 juta. Atau kedua terbesar di Asia Tenggara setelah Thailand.

“Indonesia banyak event gaming,” terang Martin. Apalagi pemerintah juga mulai menggenjot sektor game, antara lain dengan mencanangkan Hari Game Indonesia setiap 8 Agustus. Tahun 2020, pemerintah mentargetkan pengembang game lokal akan mendominasi 40% – 50% industri game di Indonesia. Pengembangan game pun dijadikan salah satu dari tiga subsektor prioritas (selain film dan aplikasi) oleh Bekraf.

Besarnya pasar gaming inilah yang juga membuat Dell tak ragu-ragu memasarkan notebook gaming terbarunya, Inspiron 15 Gaming, di tanah air tahun ini. Notebook tersebut dibandrol dengan harga kisaran mulai Rp 12 juta – Rp 18 juta.

Tanggapan Kamu

komentar