Grab Indonesia Janjikan Cetak Lima Juta Wirausahawan Mikro

(ki-ka) John Riady, Director Lippo Group, Ridzki Kramadibrata, Managing Director Grab Indonesia, Albert Lucius, CEO & Co-founder Kudo, Rudiantara, Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, Anthony Tan, Group CEO & Co-founder Grab, dan Agung Nugroho, COO & Co-founder Kudo berfoto bersama di konferensi pers Grab 4 Indonesia.

JAKARTA, PCplus – Visi Digital Economy 2020 sebagai kekuatan Indonesia di masa depan yang dicetuskan presiden Joko Widodo tentu bukanlah angan-angan belaka. Guna mewujudkan visi tersebut, menurut menteri komunikasi dan informatika Rudiantara, masyarakat dan sektor swasta harus bekerjasama.

Salah satunya dilakukan oleh Grab Indonesia. Menggandeng (baca: akuisisi) perusahaan startup lokal Kudo, Grab menargetkan bisa melahirkan lima juta wirausahawan mikro di tanah air pada 2018 nanti.

“Kami memiliki tanggung jawab untuk membangun sumberdaya manusia dan membantu lebih  banyak lagi masyarakat Indonesia menikmati manfaat dari ekonomi digital,” kata Anthony Tan (Group CEO & Co-founder, Grab). “Kami akan menciptakan periuk nasi baru bagi sekitar 5 juta orang di Indonesia,” janjinya dalam jumpa pers di Jakarta (18/5/2017). Grab, tuturnya, menginvestasikan US$ 100 juta untuk teknologi yang dipakai di tanah air.

Eh, siapa sih Kudo sampai bisa diakuisisi oleh Grab? Kudo adalah perusahaan startup lokal yang membesut aplikasi kios untuk  dagang online. Beroperasi di  seluruh Indonesia, Albert Lucius (CEO & Co-founder, Kudo) menyebutkan Kudo memiliki 400.000 agen resmi dengan kategori UKM (usaha kecil mikro) yang bertransaksi secara tunai. 

Lalu apa peran Kudo dalam visi Grab untuk melahirkan 5 juta wirausahawan pada tahun 2018 nanti? Begini, setelah Kudo resmi diakuisisi Grab Indonsia, ke-400 ribu agen resmi Kudo juga menjadi bagian dari Grab di Indonesia. Menggunakan modul onboarding di aplikasi Kudo, mereka akan menjadi penyambung tangan Grab dalam merekrut mitra pengemudinya di daerah-daerah.

“Dengan Kudo, Grab hadir di lebih dari 500 kota di Indonesia, karena jumlah agen Kudo sangat masif,” jelas Ridzki Kramadibrata (Managing Director, Grab Indonesia) dalam jumpa pers di Jakarta (18/5/2017). Cara ini disebutkan menjadi ekspansi massal basis mitra pengemudi Grab di seluruh Indonesia.

Kerjasama Grab dengan Kudo, kata Rudiantara, memang diharapkan juga bisa mendorong kemajuan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja bagi masyarakat Indonesia. Apalagi, tambah Albert, mitra pengemudi Grab juga dapat menjadi agen Kudo dan berjualan barang secara online melalui aplikasi Kudo.

Saat ini, Grab yang beroperasi di 11 kota di Indonesia mengklaim sudah memiliki 870 ribu mitra pengemudi. Sementara Kudo memiliki 400 ribu agen resmi.

Kudo juga memiliki nyaris 150 engineer lokal, yang sekarang menjadi bagian dari pusat R&D Grab Jakarta. Pusat R&D Grab yang diakuisisinya dari Kudo disebutkan akan mengembangkan inovasi-inovasi untuk membuat ekonomi digital lebih nyaman, terjangkau dan aman digunakan. 

Tanggapan Kamu

komentar