Pangkas Harga Prosesor, Strategi Intel Hadapi Kemunculan Ryzen

(kredit: www.quora.com)

Harga prosesor Intel di segmen desktop dan laptop sempat naik pada kuartal pertama tahun ini. Ini membantu mendongkrak pendapatan per kuartal bagi Client Computing Group–yang menangani chip untuk PC–sebesar US$8 miliar. Pendapatan ini meningkat sebanyak enam persen dibandingkan pendapatan pada kuartal yang sama di tahun lalu.

Namun, prosesor Intel kini menghadapi tantangan serius dari kehadiran prosesor Ryzen buatan AMD. Prosesor Ryzen memiliki kinerja kompetitif dan dijual dengan harga yang jauh lebih rendah.

Hal ini terlihat misalnya pada prosesor Ryzen kelas tertinggi, yakni seri 1800X. Produk yang ditargetkan untuk para gamer dan memiliki delapan inti ini hanya dijual dengan harga US$499. Sementara prosesor sekelas ini dari Intel yakni Core i7-6900K, dijual dengan harga US$1.089. Prosesor tercepat Intel yang ditujukan untuk gaming, yakni Core i7-6950X Extreme Edition, dijual dengan harga yang lebih mahal lagi, yakni US$1.723.

Namun, Brian Krzanich (CEO Intel) menampik kehadiran Ryzen sebagai penyebab rencana dipangkasnya harga aneka prosesor Intel ini. Menurut Brian, dinamika pasar yang ada saat ini merupakan penyebab utama pemangkasan harga tersebut.

Para pengamat menyatakan bahwa selama lebih dari satu dekade, prosesor AMD yang dipasarkan dengan harga lebih murah, dianggap berkinerja lebih rendah dibandingkan prosesor Intel. Para pengamat menambahkan bahwa para vendor PC yang dulunya mengesampingkan prosesor AMD untuk membuat sistem game, kini mulai menjalin kerja sama dengan AMD untuk membangun sistem game yang lebih terjangkau.

Hal ini menurut para pengamat merupakan akibat dari kinerja Ryzen yang cukup bersaing dengan harga yang lebih murah dibandingkan prosesor Intel. Kelebihan Ryzen ini tentunya akan menguntungkan para pembuat PC yang ingin meningkatkan margin keuntungannya melalui penjualan PC yang lebih terjangkau.

Meskipun demikian, para pengamat menyatakan masih terlalu dini untuk memprediksi dampak kehadiran Ryzen terhadap penentuan harga prosesor Intel. Namun, menurut beberapa pengamat, di beberapa toko komputer di Amerika Serikat, harga prosesor Intel telah diturunkan setelah Ryzen muncul di pasaran.

Persaingan Makin Ketat

Para pengamat menambahkan bahwa mulai saat ini, tekanan harga akan berperan penting terhadap penjualan prosesor PC kelas atas. Di akhir tahun nanti, AMD juga akan merilis prosesor untuk laptop dan mainstream desktop yang membuat perang harga akan makin menarik untuk dicermati. Menurut para pengamat, Intel kini sedang mengalami tekanan yang besar oleh AMD.

Untuk menghadapi Ryzen, selain memangkas harga sebagai solusi jangka pendek, Intel harus merilis chip yang lebih baru dan lebih cepat dengan harga yang tidak terlalu jauh berbeda dengan yang ditawarkan AMD. Intel sendiri berencana akan merilis prosesor Core generasi kedelapan pada akhir tahun ini. Prosesor ini diklaim akan memiliki kinerja sepuluh persen lebih cepat daripada prosesor generasi ketujuh saat ini, atau yang lebih dikenal sebagai Kaby Lake.

Tanggapan Kamu

komentar