Aneka Produk Serta Layanan yang Dihentikan Google

qz.com

Sebagai raksasa teknologi, Google memiliki strategi dan rencananya sendiri. Meskipun tidak semua produk dan layanannya “gagal” di pasar, nyatanya produk-produk dan layananannya ini tidak lagi dikembangkan Google. Kurangnya minat pengguna, munculnya aneka produk yang dianggap lebih menarik, serta perubahan kebijakan dan situasi, merupakan sebagian dari berbagai alasan yang membuat beberapa produk Google tidak lagi menghiasi dunia maya atau smartphone pengguna.

Nah, apa sajakah produk Google yang tidak lagi akan kita jumpai di masa-masa yang akan datang? Inilah beberapa di antaranya:

Picasa

techcrunch.com

Picasa merupakan aplikasi image organizer dan image viewer untuk mengelola aneka foto. Picasa memungkinkan pengguna melakukan penyuntingan foto dan berbagi foto tersebut dengan mudah. Picasa awalnya dibuat oleh Lifescape yang kemudian dibeli Google pada bulan Juli 2004. Nama Picasa sendiri memang mirip dengan nama pelukis kenamaan Spanyol (Pablo Picasso). Nama ini merupakan gabungan dari mi casa (bahasa Spanyol untuk “rumah saya”) dan “pic” untuk kata “picture.

Pada bulan Februari 2016, Google mengumumkan penghentian dukungan terhadap Picasa Desktop dan Web Albums yang mulai berlaku secara efektif mulai bulan Maret 2016. Sebagai gantinya, Google menyatakan akan berfokus kepada layanan foto berbasis cloud Google Photos. Hal ini disusul dengan dihentikannya layanan Picasa Web Albums pada bulan Mei 2016.

Project Ara

wikipedia.org

Project Ara merupakan proyek smartphone modular Google. Proyek ini awalnya dirintis oleh tim Advanced Technology and Projects (ATAP) Motorola Mobility saat masih menjadi bagian dari Google. Google mempertahankan kepemilikan terhadap ATAP saat menjual Motorola ke Lenovo. Sempat menjadi bagian dari divisi Android, Project Ara lalu dipisahkan menjadi unit tersendiri.

Project Ara dimaksudkan untuk memungkinkan sebuah ponsel dibangun berdasarkan modul-modul. Modul ini terdiri dari modul perangkat keras, seperti prosesor, display, baterai, serta kamera, dan modul komponen khusus ditambah rangka di mana semua modul ini disatukan. Rancangan ini diharapkan akan memungkinkan sebuah perangkat seluler di-upgrade sepanjang waktu untuk mendapatkan kemampuan baru tanpa harus menggantinya dengan membeli perangkat baru. Ini dengan sendirinya akan menyediakan siklus hidup perangkat yang lebih panjang sehingga akan mengurangi sampah elektronik demi pelestarian lingkungan.

Namun, di tahun 2016, konsep ini direvisi sehingga menghasilkan sebuah perangkat dasar dengan komponen inti yang tidak bisa di-upgrade ditambah modul yang menambahkan beberapa fitur. Google awalnya berencana meluncurkan Project Ara versi developer pada kuartal keempat 2016. Versi ini ditargetkan hanya membutuhkan biaya material sebesar US$50 untuk perangkat dasarnya, sebagai langkah awal diluncurkannya produk untuk konsumen di tahun 2017 nanti. Namun, pada awal September 2016, Google mengumumkan dihentikannya Project Ara. Googe dikabarkan akan melisensikan Project Ara ke vendor lain dan tidak akan merilis ponsel ini dengan mereknya sendiri.

Nexus

google.com

Nexus merupakan perangkat Google berbasis Android. Google merancang, mengembangkan, mendukung, dan memasarkan produk Nexus, namun menyerahkan proses pembuatan perangkat kerasnya ke beberapa vendor smartphone. Sampai bulan Augustus 2016, smartphone Nexus memiliki dua seri, masing-masing Nexus 6P (yang dibuat oleh Huawei) dan Nexus 5X (yang dibuat oleh LG). Produk Nexus juga mencakup komputer tablet and streaming media player, yakni komputer tablet Nexus 9 (yang dibuat oleh HTC) dan Nexus Player (streaming media player yang dibuat oleh Asus).

Perangkat Nexus dipandang sebagai perangkat Android sesungguhnya. Ini karena perangkat Nexus hanya mengalami sedikit (atau bahkan tanpa) modifikasi sistem operasi Android oleh pabrikan. Namun, seiring munculnya Google Pixel yang diluncurkan belum lama ini, Google menyatakan bahwa mereka tidak memiliki rencana untuk membuat produk Nexus lainnya. Memang belum ada kepastian bahwa Nexus akan dihentikan sama sekali. Akan tetapi, para pengamat menyatakan bahwa kedatangan Google Pixel dan perangkat berbasis Chrome OS merupakan pertanda bahwa jajaran Nexus telah mendekati titik nadirnya.

Hangouts on Air

exeo.com

Hangouts on Air sendiri awalnya dirilis pada tahun 2012 saat Google menambahkan fitur live-streaming dan community ke Hangouts-nya. Untuk mempromosikan produk ini, Google sempat mensponsori penggunaan Hangouts on Air oleh Presiden Barack Obama. Saat itu, dilakukan live broadcasts yang khususnya menangani sesi dialog berupa pertanyaan dan jawaban dari Obama ke para pemirsa. Selain Obama, layanan Hangouts on Air juga pernah dipakai oleh Paus Fransiskus untuk menyapa para pemirsanya.

Seiring dihentikannya Hangouts on Air, beberapa fitur di dalamnya juga tidak akan dilanjutkan. Contohnya, fitur Q&A.  Sebagai gantinya, Google menyarankan pengguna memakai media sosial atau fitur Q&A yang ada di Google Slides untuk berkomunikasi dengan pemirsa selama mereka melakukan proses live streaming. Fitur lainnya seperti Showcase dan Applause juga akan dihilangkan. Google menyarankan para pengguna Hangouts on Air untuk menggunakan YouTube Live sebagai wadah menyiarkan live-streaming-nya.

My Tracks

www.scarletfire.co.uk

Aplikasi My Tracks diluncurkan pertama kali pada tahun 2009. Aplikasi ini dimaksudkan untuk mencatat rute, kecepatan, dan jarak yang ditempuh pengguna selama berjalan, berlari, dan mengendarai kendaraan. Pengguna bisa melihat datanya, memberi catatan pada rute yang biasa dilewati, serta mendengarkan notifikasi tentang kemajuan perjalanan mereka. Aplikasi ini juga bisa bisa tersinkronkan dengan sejumlah perangkat pemantau aktivitas pihak ketiga seperti Zephyr dan Polar. Aplikasi ini juga terintegrasi dengan produk lainnya dari Google, untuk memungkinkan pengguna melihat datanya ini di Google Maps, Google Fusion Tables, serta Google Docs.

Namun, tanpa disangka, Google mengumumkan bahwa setelah tanggal 30 April, aplikasi My Tracks ini tidak akan lagi tersedia. Google menyatakan keputusan menghentikan aplikasi ini merupakan hal yang sulit. Saat mengumumkan penghentian aplikasi ini, Google menyarankan pengguna My Tracks untuk mencoba menggunakan aplikasi lain berdasarkan fitur yang paling banyak dipakai saat mereka menggunakan My Tracks.

Meskipun My Tracks sudah dihentikan, para pengguna masih bisa melakukan ekspor aktivitasnya ke Google Drive atau ke format lain seperti KML, GPX, CSV, dan TCX.

Panoramio

www.zdnet.de

Panoramio merupakan layanan berbagi foto berbasis geolocation yang dimulai sejakl 2005. Foto-foto yang diunggah (upload) ke Panoramio bisa diakses sebagai layer di Google Earth dan Google Maps. Di tahun 2014, Google pernah berencana menghentikan Panoramio. Namun, rencana penghentian ini ditunda Google setelah mendapatkan respons pengguna. Google saat itu menyatakan menambahkan fitur ke Maps untuk mendukung keterlibatan pengguna secara lebih baik dalam Panoramio.

Akan tetapi, Google akhirnya menyatakan menghentikan layanan Panoramio mulai tanggal 4 November 2016. Jika pengguna sudah mengkoneksikan profil Panoramionya dengan akun Google, Google menyatakan bahwa semua foto Panoramio akan bisa disalin ke Google Album Archive dengan resolusi penuh (tanpa kompresi) saat Panoramio dinonaktifkan. Google menyatakan bahwa foto hasil pindahan ini tidak akan memakan kuota pengguna di Google.

Google menyatakan bahwa pengguna masih bisa mengakses foto-fotonya di Panoramio selama setahun setelah 4 November 2016 tapi sudah tidak bisa menambahkan foto baru, memberi tanda like, atau memberi komentar.

Tanggapan Kamu

komentar