Review: Dell Inspiron 15 7000 Gaming (7567)

Sebelumnya, Dell cukup terkenal dengan notebook gaming-nya melalui seri Alienware. Seri tersebut menyasar para gamer yang butuh notebook gaming tangguh dengan spesifikasi terdepan. Namun salah satu kendala yang dimilikinya yaitu harga yang cukup tinggi.

Guna memperluas segmen, Dell pun menghadirkan notebook gaming dengan harga yang lebih terjangkau namun tetap menggunakan spesifikasi terbaru melalui seri Inspiron 15 7000 Gaming. Dell memang memperluas jajaran seri Inspiron-nya dengan menghadirkan notebook gaming karena sebelumnya seri Inspiron biasa ditujukan bagi penggunaan nongaming. Seperti apa notebook yang diluncurkan di tanah air sejak awal April 2017 ini?. Berikut ulasannya.

Spesifikasi

Dell Inspiron 15 7000 Gaming hadir dalam empat varian yang dibedakan menurut spesifikasi yang digunakan. Berdasarkan spesifikasinya, seri 7567 yang PCplus uji kali ini merupakan seri tertinggi diantara varian Inspiron 15 seri 7000 lainnya.

Prosesornya menggunakan Intel Core generasi ke-7, Kaby Lake, yaitu Intel Core i7-7700HQ yang memiliki base clock 2,8 GHz dan bisa berjalan hingga 3,8 GHz saat Turbo Boost aktif. Seri HQ biasa digunakan pada notebook berkinerja tinggi sehingga tidak heran jika biasa digunakan pada notebook gaming. Meski salah satu kendala penggunaan prosesor ini adalah konsumsi daya yang lebih rakus dibanding seri lainnya.

Prosesor Intel Core Kaby Lake sendiri sudah mendukung memori RAM DDR4 dan notebook ini menggunakan RAM dengan kapasitas 16 GB. Secara maksimal, pengguna bisa menambahkannya hingga kapasitas 32 GB. Sedangkan chip grafis bawaannya yaitu Intel HD Graphics 630 memiliki memori 1 GB dengan meminjam memori RAM. Inspiron 7567 menambahkan chip grafis NVIDIA GeForce GTX 1050 Ti GDDR5 dengan kapasitas memori 4 GB. Chip grafis yang meluncur di awal tahun 2017 ini, menjadi pilihan untuk notebook gaming yang lebih terjangkau.

Kedua chip grafis bekerja bergantian secara otomatis sesuai dengan peruntukannya. Saat berada dalam lingkungan desktop ataupun menjalankan aplikasi berbasis non-grafis, chip Intel HD Graphics 630 yang bekerja. Ini berguna agar pengunaan daya lebih irit mengingat chip GeForce GTX 1050 Ti menggunakan konsumsi daya yang lebih besar. Sedangkan saat menjalankan game 3D, chip NVIDIA yang bekerja.

Inspiron 7567 menggunakan layar dengan ukuran 15,6 inci yang memiliki resolusi 1920 x 1080 pixels (full HD). Layarnya sendiri masih menggunakan jenis TN panel yang tidak sebagus jenis IPS. Salah satu kelemahan TN panel adalah viewing angle yang lebih terbatas dibanding IPS. Tampilan akan memudar saat dilihat dari sisi kiri, kanan, atau dari atas. Namun sebagai notebook gaming, hal ini memang tidak terlalu mengganggu mengingat pengguna lebih fokus memainkan game dengan memandang dari depan. Dan lagi penggunaan TN panel lebih murah dibanding menggunakan layar jenis IPS yang lebih mahal.

Notebook ini menggunakan dua media storage yang terdiri dari SSD berkapasitas 256 GB dan HDD 1 TB. Storage pertama lebih ditujukan untuk penggunaan sistem operasi guna mendapatkan kinerja yang lebih kencang, sedangkan storage kedua lebih diperuntukkan bagi penyimpanan data atau file berukuran besar lainnya.

Desain

Meski tidak semewah desain seri Alienware, Inspiron 7567 tetap meninggalkan ciri khas sebuah notebook gaming yang terkesan tangguh. Bagian atas (cover) dan samping menggunakan lapisan kesat yang terlihat keren. Sayangnya, lapisan ini mudah kotor oleh sidik jari.

Hadir dengan pilihan dua warna pada cover-nya yaitu merah dan hitam, PCplus berkesempatan mencoba versi warna hitam. Meski menurut kami, warna merah terlihat lebih keren dan cocok dengan nuansa gaming yang diusungnya.

Tiap sudutnya dibuat agak melengkung sehingga tidak terkesan kaku dan lebih menarik. Sisi bagian depan yang dibuat bermotif unik dengan warna dasar merah. Yang unik, Inspiron 7567 memiliki dua lubang ventilasi di sisi belakang pada bagian kiri dan kanan. Ini membantu notebook agar tidak terlalu panas saat dalam kondisi beban kerja yang tinggi.

Di bagian bawah sisi kiri dan kanan terdapat dua lubang ventilasi untuk buangan udara panas. Di sebalah atas terdapat satu lubang yang ternyata adalah lubang subwoofer untuk keluaran suara 2.1 channel. Yang menarik, bagian bawah terdapat satu baut yang dapat langsung membuka penutup. Ini memudahkan pengguna yang ingin melihat komponen internal atau jika ingin melakukan upgrade sendiri.

Kinerja

Sebagai notebook gaming, kinerja tinggi menjadi ekspektasi penggunanya, terutama dalam menjalankan game-game anyar. Namun sebelumnya, PCplus coba menjalankan beberapa aplikasi benchmark yang biasa dijadikan referensi untuk pengujian notebook. Hasilnya bisa kamu lihat melalui gambar di bawah ini.

Untuk pengujian berbasis game, PCplus coba menjalankan salah satu game populer yaitu Rise of The Tomb Raider. Saat pertama menjalankan, otomatis grafis terdeteksi pada pilihan preset high dengan resolusi full HD. Hasilnya, game ini mampu meraih skor keseluruhan 49,81 fps. PCplus coba mengatur graphics preset ke pilihan very high dan hasilnya skor keseluruhan mencapai 38,54 fps. Angka ini sudah cukup membuktikan bahwa game tersebut mampu berjalan dengan lancar.

Selain kinerja, PCplus juga menguji daya tahan baterai. Pertama menggunakan PCMark 8 pada mode Work accelerated untuk melihat daya tahan baterai dalam kondisi chip grafis Intel aktif. Dan kondisi layar diatur dalam posisi Balanced. Hasilnya baterai mampu bertahan hingga 6 jam 19 menit.

Sedangkan cara kedua yaitu dengan cara menjalankan video dengan format full HD secara nonstop dan layar diatur dalam kondisi High performance. Pada pengujian ini baterai mampu bertahan hingga 4 jam 3 menit. Dari kedua pengujian ini terlihat bahwa daya tahan baterai cukup baik dan mampu bertahan lebih lama dibanding pengujian notebook gaming yang pernah PCplus lakukan.

Kesimpulan

Dell Inspiron 15 7000 Gaming (7567) menggunakan prosesor generasi teranyar Intel Kaby Lake. Ini menjadi daya tarik bagi pengguna yang ingin mendapatkan komponen terbaru dengan kinerja terbaik. Sedangkan dari sisi grafis, Dell menggunakan NVIDIA GeForce 1050 Ti yang merupakan chip kelas menengah. Ini menjadi pilihan guna menekan harga jual yang tidak terlalu tinggi tanpa mengindahkan kinerja.

Secara keseluruhan, notebook ini sudah mumpuni untuk kebutuhan gaming dengan pilihan resolusi serta detail tinggi. Kombinasi kinerja prosesor Intel Kaby Lake dengan grafis NVIDIA GeForce 1050 Ti terbukti mampu menjalankan game terbaru dengan mulus. Dengan spesifikasi ini, Inspiron 7567 masih mampu bersaing dengan notebook gaming kelas menengah lainnya.

Hal menarik lainnya, kinerja baterainya terbilang tangguh. Salah satu kendala notebook gaming adalah cepat habisnya daya baterai karena kinerja gaming memang cukup menguras daya. Dan berdasarkan pengujian, daya tahan baterai mampu bertahan lebih lama dibanding notebook gaming kebanyakan.

Hanya saja, Inspiron 7567 terlihat lebih minimalis dalam hal ketersediaan fitur. Desain yang tidak semewah notebook gaming kebanyakan, tidak terdapat lampu backlit warna-warni pada keyboard. Tidak terdapat pula fitur pendukung yang terkadang disematkan pada notebook gaming, seperti aplikasi untuk mengoptimalkan kinerja game ataupun untuk melakukan overclock secara instan. Namun itu semua masih bisa dimaklumi mengingat hal tersebut hanya sebagai pelengkap tambahan saja.

Dengan harga kisaran Rp17.999.000 (sudah termasuk sistem operasi Windows 10), tentu ini menjadi daya tarik tersendiri mengingat notebook gaming yang memiliki kinerja tidak terlalu jauh, masih banyak yang dibanderol dengan harga diatas 20 juta rupiah.

Plus: Desain keren, kinerja tangguh, daya tahan baterai lama, ventilasi unik, tata suara 2.1 channel, harga menarik.

Minus: Minim fitur tambahan, layar masih TN panel, lapisan cover mudah kotor oleh jari.

Tanggapan Kamu

komentar