Produk dan Teknologi yang Tiada Lagi di Tahun 2017

Di dunia ini tidak ada yang abadi. Jika ada yang datang, pasti akan ada yang pergi. Hal ini berlaku pula di dunia teknologi informasi. Seiring munculnya aneka produk dan teknologi baru, teknologi dan produk yang dianggap tidak lagi sesuai dengan perkembangan zaman perlahan akan berlalu.

Samsung Galaxy Note 7

Setelah mengalami masalah karena meledaknya baterai sehingga banyak dilarang dalam penerbangan,

Galaxy Note 7 akhirnya tidak lagi diproduksi untuk selamanya. Pada bulan September, Samsung telah menarik kembali sebanyak 2,5 juta Galaxy Note 7 yang telah beredar di pasar. Para pemilik Galaxy Note 7 diminta mengembalikan produk ini untuk menerima pengembalian uangnya atau menukarnya dengan produk smartphone lainnya dari Samsung.

Para pengamat memperkirakan bahwa peristiwa meledaknya baterai Galaxy Note 7 ini menurunkan penjualan total bagi Samsung sebesar US$9,5 miliar serta mengakibatkan hilangnya pendapatan sebesar US$5 miliar. Para pengamat juga menyatakan bahwa peristiwa meledaknya baterai Galaxy Note 7 juga telah merusak reputasi merek Samsung.

“Samsung bisa kehilangan pelanggan setianya karena peristiwa ini,” ujar Greg Roh (analis di HMC Investment Securities). Ia menyatakan bahwa banyak orang yang membeli produk Samsung atau Apple karena menganggap bahwa kedua merek ini menghasilkan produk yang andal. “Jadi dalam kasus ini, ‘rusaknya’ reputasi merek Samsung tidak bisa dihindari dan Samsung harus membayar mahal untuk mengembalikannya lagi,” ujarnya.

BlackBerry Classic

BlackBerry Classic merupakan seri terakhir smartphone BlackBerry yang memiliki keyboard dan trackpad fisik ciri khas produk BlackBerry. Namun, produk ini tidak lagi diproduksi terhitung mulai bulan Juli 2016. BlackBerry Classic sendiri diluncurkan pada akhir tahun 2014. Produk ini ditujukan untuk para pengguna yang lebih menyukai adanya keyboard fisik dibandingkan keyboard virtual berbasis sentuhan pada layar.

 

“Kami merasa begitu berat melakukan hal ini. Bagi BlackBerry, dan lebih penting bagi konsumen kami, hal tersulit adalah menerima kenyataan bahwa perubahan ini akan memberi jalan bagi pengalaman baru yang lebih baik dibandingkan sebelumnya,” ujar Ralph Pini (Chief Operating Officer dan General Manager for Devices BlackBerry) seperti dimuat dalam blog resmi BlackBerry.

BlackBerry juga dikabarkan tidak lagi membuat smartphone sendiri seperti sebelumnya. Berdasarkan pengumuman resmi pada bulan September 2016, BlackBerry menyatakan akan merangkul mitra untuk membuat smartphone, dengan bentuk dan ciri seperti BlackBerry sebelumnya. Dengan pengumuman ini, BlackBerry menegaskan akan berfokus kepada pengembangan perangkat lunak. BlackBerry memang telah mulai merambah pengembangan perangkat lunak semenjak penjualan produk smartphone-nya mengalami penurunan mulai beberapa tahun lalu.

Merek Motorola

Merek Motorola di smartphone tidak akan ditemui lagi. Ini karena merek ini akan diganti menjadi Moto by Lenovo. Menurut para pengamat, hilangnya merek ini dianggap mengakhiri masa kejayaan Motorola dalam bidang teknologi seluler karena Motorola merupakan perintis mobile phone.

Meskipun demikian, Lenovo dikabarkan akan tetap menggunakan nama Motorola Mobility untuk divisi ponselnya. Sementara produk smartphone dan wearable-nya akan menggunakan merek Moto atau Vibe. Logo M dikabarkan juga akan tetap ada.

Di tahun 2011, Motorola dipecah menjadi dua perusahaan berbeda menyusul kerugian yang diderita perusahaan ini. Di tahun itu, muncul dua perusahaan baru yang tidak berkaitan satu sama lain, yakni Motorola Mobility (yang berfokus kepada pembuatan dan pengembangan perangkat mobile) dan Motorola Solutions (yang berfokus kepada perangkat komunikasi dan radio dua arah).

Google membeli Motorola Mobility pada tahun 2012 dengan nilai sebesar US$12,5 miliar. Lalu dalam waktu dua tahun kemudian, Lenovo membeli Motorola Mobility dari Google dengan nilai hampir US$3 miliar. Meskipun demikian, pada bulan Agustus, Lenovo mengumumkan akan merumahkan sebanyak 3.200 karyawannya di seluruh dunia, termasuk sebanyak 198 karyawan Motorola Mobility.

Kickass Torrents

Kickass Torrents merupakan situs terbesar penyedia torrent, mulai dari film-film Hollywood, file musik, game, e-book, sampai perangkat lunak gratis. Situs ini merupakan “surga” bagi para penggemar dan pemburu barang gratis di internet. Namun, mulai bulan Juli tahun lalu, situs ini dinonaktifkan menyusul ditahannya Artem Vaulin (pemilik Kickass Torrent) oleh penegak hukum di Polandia.

Penahanan terhadap Artem Vaulin dilakukan Polandia setelah menerima permintaan dari Departemen Kehakiman AS. Artem Vaulin yang berasal dari Ukraina (tapi telah tinggal lama di Polandia selama bertahun-tahun), dituduh telah melakukan pelanggaran hak cipta oleh industri film Hollywood. Sebagai akibat penangkapan ini, situs KickAssTorrent dinonaktifkan dan semua domain yang berada di bawahnya ikut disita aparat penegak hukum.

Meskipun merupakan kabar yang menggembirakan bagi industri perfilman Hollywood khususnya dan industri film dunia umumnya, ditutupnya KickAssTorrent dianggap merupakan kerugian besar bagi para penggemar setianya. Para penggemarnya telah telanjur menikmati aneka hal yang gratis (meskipun ilegal) dari Kickass Torrent. Namun, para penegak hukum tampaknya harus bekerja lebih keras karena kini muncul aneka situs reinkarnasi Kickass Torrent dengan berbagai nama.

Facebook Paper

Facebook Paper merupakan sebuah aplikasi mobile yang dibuat oleh Facebook khusus untuk iOS. Produk ini dimaksudkan sebagai aplikasi koran atau majalah. Aplikasi ini diklaim akan memudahkan pengguna perangkat iOS untuk membaca NewsFeed dan berita di Facebook secara nyaman layaknya membaca koran atau majalah.

Diumumkan pada bulan Januari 2014 dan dirilis pada bulan Februari di tahun yang sama, aplikasi ini tampil di App Store sebagai “Paper – stories from Facebook”. Namun, aplikasi ini tidak tersedia bagi iPad. Banyak pengamat yang menganggap Facebook Paper sebagai aplikasi pembaca berita yang menarik, cocok bagi penerapan di masa depan.

Aplikasi ini memiliki fitur Instant Articles, yang memungkinkan pengguna menjelajahi dan mengunduh artikel dari berbagai situs berita secara mudah. Aplikasi ini juga dianggap merupakan perkakas yang menyamankan pengguna untuk melihat pesan-pesan pada Facebook dan pada timeline pengguna tanpa harus berpindah aplikasi.

Sayangnya, pada bulan Juli 2016, Facebook menghentikan Facebook Paper. Facebook beralasan bahwa fitur Instant Article dalam Facebook Paper sudah tersedia dalam aplikasi Facebook for iOS. (PCplus)

Tanggapan Kamu

komentar