Kasus Kejahatan yang Tak Terpecahkan di Dunia TI

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kejahatan selalu ada di mana saja. Bukan hanya di dunia nyata, kejahatan pun juga muncul di dunia maya. Layaknya film-film Holywood, para penjahat siber ini melakukan aksinya dilandasi oleh berbagai macam hal seperti ingin terkenal, merasa sakit hati, atau hanya melaksanakan tugas yang dibebankankepadanya.

Di antara sekian banyak kejahatan di dunia teknologi informasi, kami rangkum beberapa yang dianggap paling terkenal. Pasalnya, sampai saat ini, kasus-kasus kejahatan ini tidak pernah terselesaikan. Artinya, kita tidak pernah tahu siapa pelaku utama kejahatan tersebut, apa motivasinya, dan apakah kejahatan ini dilakukan oleh negara atau hanya sekelompok orang yang ingin menunjukkan eksistensinya.

Nah, inilah beberapa kasus di antaranya:

Serangan terhadap NASA

Pada bulan Oktober 1989, ada serangan terhadap NASA via jaringan komputernya. Serangan yang bernama Worms Against Nuclear Killers (WANK) ini digolongkan banyak pengamat sebagai aktivitas hacking pertama di dunia. Di bulan itu, sekelompok penjahat TI menyerang jaringan komputer NASA di Greenbelt, Maryland, AS dengan menggunakan worm yang mereka sebut WANK.

Komputer-komputer NASA yang terkena serangan ini akan menampilkan sebuah banner. Banner ini menampilkan protes untuk menentang peluncuran wahana antariksa berbahan bakar plutonium yang bernama Galileo. Galileo sendiri direncanakan akan mengorbit planet Jupiter untuk meneliti planet tersebut.

Menurut laporan NASA, kerugian akibat serangan WANK ini ditaksir mencapai sekitar setengah juta dolar AS. Sampai saat ini, baik NASA maupun Pemerintah AS tidak mampu mengungkap pelaku serangan ini dan karena itu tidak menahan seorang pun sebagai tersangka. Namun para pakar sekuriti memiliki asumsi bahwa penyerang dari Melbourne, Australia berada di balik serangan ini.

Pembobolan Sistem Satelit Departemen Pertahanan AS

wikipedia.org

Pada bulan Februari 1999, sekelompok penjahat dunia maya mengambil alih kendali sistem satelit Skynet yang berada di bawah komando Departemen Pertahanan Amerika Serikat. Para pengamat sekuriti saat itu menyatakan bahwa pengambil-alihan ini merupakan salah satu bentuk “peperangan informasi”. Pasalnya, pihak luar AS (“musuh”) berupaya mengganggu atau melumpuhkan sistem komunikasi militer AS.

Untuk menghadapi serangan ini, pihak Angkatan Bersenjata AS bersama dengan Unit Kejahatan Komputer Scotland Yard melakukan upaya untuk melacak jejak penjahat ini dan mencoba melakukan identifikasi untuk mengetahui pelakunya. Hasil investigasi kedua lembaga ini menghasilkan kesimpulan bahwa serangan ini berasal dari suatu tempat di Inggris Selatan. Namun, keduanya tidak berhasil menemukan lokasi pasti tempat serangan ini dilancarkan. Penyelidikan ini juga tidak menghasilkan nama orang atau kelompok yang menjadi tersangka pengambil-alihan sistem satelit ini.

Sampai kini, tidak ada pernyataan apa pun yang bisa menjelaskan pelaku dan motivasi serangan ini. Juga, tidak ada seorang pun yang mengklaim bertanggung jawab terhadap serangan ini. Kasus ini pun tetap menjadi misteri hingga saat ini.

Pencurian Kode-Kode Pemandu Satelit

cyberscoop.com

Apa yang akan terjadi jika senjata rahasia sebuah negara diambil alih dan dikuasai oleh orang yang tidak berhak? Jawabnya, tidak ada orang yang bisa membayangkan akibatnya. Boleh jadi yang akan terjadi adalah Perang Dunia Ketiga, kerusuhan regional, atau kekacauan lainnya. Singkatnya, malapetaka akan bisa menimpa umat manusia.

Itulah yang terjadi di bulan Desember tahun 2000. Layaknya film-film Hollywood, seorang penjahat dunia maya membobol jaringan komputer Exigent Software Technology, sebuah perusahaan teknologi, dan mencuri kode-kode pemrograman dari perusahaan ini. Namun bukan sebarang kode yang diambil, melainkan kode-kode untuk mengendalikan rudal dan satelit.

Exigent Software Technology sendiri merupakan rekanan Pemerintah AS yang mengelola setidaknya dua pertiga kode pemrograman perangkat lunak OS/COMET. Perangkat lunak ini dipakai oleh pihak militer AS untuk mengendalikan peluru kendali maupun satelitnya. Untuk mengungkap kasus ini, pakar sekuriti di Lab Riset Angkatan Laut AS di Washington, D.C pun melakukan investigasi. Pelaku diketahui berasal dari Universitas Kaiserslautern di Jerman. Namun, para penyidik tidak mampu melacak lebih jauh lagi berhubung tidak ada jejak yang tersisa untuk dianalisis.

Kasus Dennis Kucinich di CBSNews.com

wikipedia.org

Saat musim gugur tahun 2003, anggota DPR AS Dennis Kucinich yang kala itu mencalonkan diri sebagai Presiden AS mengalami perjuangan berat untuk menghadapi para pesaingnya.

Namun, tidak disangka, Dennis mendapat bantuan dari pihak yang tidak diketahui asalnya. Bantuan ini berbentuk sebuah serangan dari penjahat dunia maya. Serangan ini berhasil membobol situs web CBSNews.com dan mengganti halaman di situs tersebut dengan logo kampanye Dennis.

Akibat serangan ini, semua pengunjung ke situs CBSNews.com akan diarahkan ke sebuah situs lain. Situs lain ini berisikan video berdurasi setengah jam yang berjudul “Inilah Saatnya”. Di dalam video ini, Dennis berpidato mengungkap pandangan politiknya. Meskipun upaya ini seolah merupakan dukungan terhadap kampanyenya, Dennis menolak semua tuduhan bahwa ia terlibat dalam serangan ini. Sampai saat ini, pelaku serangan ini tidak berhasil diungkap oleh aparat.

Pembobolan Supermarket

wikipedia.org

Di tahun 2008, jaringan toserba Hannaford and Sweetbay yang beroperasi di kawasan Amerika Timur Laut (meliputi antara lain Pennsylvania, New York, Vermont, New Jersey, dan Massachusetts) dan Florida mengalami pencurian nomor kartu kredit dan kartu debit sebanyak 4,2 juta buah. Humas toserba dan para pakar sekuriti dibuat bingung oleh aksi pencurian ini dan tidak mampu menjelaskan mengapa penjahat bisa masuk ke dalam sistem komputer toserba ini.

Memang hanya nomor kartu kredit atau debit saja yang diambil penjahat. Penjahat ini tidak mengambil data lainnya seperti nama atau alamat pemegang kartu kredit. Namun demikian, setelah pembobolan ini, tercatat ada sekitar 1.800 kasus transaksi ilegal yang menggunakan nomor-nomor kartu kredit yang dicuri ini.

Kasus ini tidak pernah bisa diungkap hingga kini karena para penegak hukum tidak mampu melacak jejak sang pencuri. (PCplus.co.id)

Tanggapan Kamu

komentar