Targetkan Pengembang Aplikasi, Biznet Luncurkan NEO Cloud

Dondy Bappedyanto (kiri, CEO PT Biznet Gio Nusantara), Adi Kusma (tengah, President Director Biznet), dan Izak Jenie (kanan, CEO JAS Kapital) sedang memberi penjelasan tentang layanan NEO Cloud.

Jakarta, PCplus. PT Biznet Gio Nusantara baru saja meluncurkan NEO Cloud, platform komputasi awan terbaru dengan teknologi berbasis open access di Indonesia. Menurut PT Biznet Gio Nusantara, NEO Cloud dibangun dengan teknologi OpenStack dan merupakan layanan komputasi awan pertama di Indonesia yang menawarkan layanan Multiple Availability Zone dan Multiple Region.

Layanan ini hadir menurut PT Biznet Gio Nusantara ditujukan bagi para pengembang aplikasi yang bekerja di segmen UKM (Usaha Kecil Menengah), perusahaan rintisan (startup) hingga korporasi agar dapat mengadopsi layanan komputasi awan secara lebih aman dan terpercaya.

NEO Cloud menurut PT Biznet Gio Nusantara menawarkan berbagai fitur dan layanan, yaitu Virtual Compute, Flex Storage, Networks, dan Domain. Virtual Compute (sebagai layanan utama), menurut PT Biznet Gio Nusantara merupakan Infrastructure-as-a-Service (IaaS) yang memberikan kemudahan bagi pelanggan untuk dapat mengatur kebutuhan skala komputasinya dengan spesifikasi mulai dari 1 – 32 core vCPU dengan RAM hingga 64 GB.

PT Biznet Gio Nusantara menyatakan bahwa layanan NEO Virtual Compute juga dilengkapi pilihan memory-optimized untuk memenuhi kebutuhan industri dengan skala komputasi besar. Desain UI/UX dari layanan NEO Cloud yang nyaman dan ringkas diklaim akan memudahkan pelanggan merancang, menjelajah, dan membangun berbagai topologi infrastruktur yang diinginkan dalam waktu singkat.

Untuk kebutuhan penyimpanan data, PT Biznet Gio Nusantara menyatakan bahwa NEO Cloud menawarkan layanan NEO Flex Storage yang mencakup layanan Block Storage dan Object Storage. Layanan Block Storage terdiri dari Standard Performance yang mampu

memberikan performa kecepatan hingga 10.000 IOPS (I/O per second) serta High Performance yang memberikan pilihan performa kecepatan 30.000 IOPS, 50.000 IOPS, dan 100.000 IOPS.

Sementara untuk layanan Object Storage, PT Biznet Gio Nusantara menyatakan NEO Cloud diklaim memiliki kompatibilitas dengan standar industri S3 dari Amazon Web Service.

PT Biznet Gio Nusantara menyatakan bahwa Multiple Regions dari NEO Cloud sendiri dibangun di dua pusat data yang dimiliki oleh Biznet Data Center yang berlokasi di Technovillage, Cimanggis, Jawa Barat, dan Midplaza, Jakarta. Pada setiap region PT Biznet Gio Nusantara menyatakan terdapat tiga Availability Zone.

PT Biznet Gio Nusantara menyatakan bahwa layanan komputasi awan NEO Cloud menawarkan harga yang sangat kompetitif dibandingkan dengan kompetitor, baik dari luar maupun dalam negeri. Dengan mengusung skema pay-as-you-go, PT Biznet Gio Nusantara menyatakan bahwa pelanggan dapat memilih skema billing per jam atau per bulan.

Contohnya, untuk layanan server virtual NEO Virtual Compute dengan spesifikasi RAM 2 GB, 1 vCPU dan 20 GB storage, harga yang ditawarkan adalah mulai dari Rp337,- per jam atau Rp170.000 per bulan. Layanan NEO Cloud menurut PT Biznet Gio Nusantara sendiri telah diuji coba oleh lebih dari seribu pengembang aplikasi sejak 1 Oktober 2017.

Tanggapan Kamu

komentar