Alasan Anak Muda Sebaiknya Bekerja di Startup

Jika kamu sedang sibuk membuat resume untuk melamar pekerjaan, pertimbangkan untuk melamar pekerjaan di sebuah startup. Di masa sekarang ini, dengan semakin bermunculan perusahaan startup baik yang bergerak di bidang teknologi informasi maupun di bidang financial technology. Tentunya ini adalah sebuah peluang untuk generasi muda yang ingin mencoba mendapatkan pengalaman dengan bergabung dalam team startup.

Sebagai perusahaan rintisan, startup cukup menarik minat generasi muda untuk mengolah softskill dan hardskill mereka dalam mengatasi berbagai permasalahan yang terjadi dalam perusahaan. Berbeda dengan corporate yang biasanya lebih stabil, startup masih melakukan penyesuaian untuk mendapatkan bentuk terbaik mereka.

Alasan Anak Muda Bekerja di Startup

Ada alasan mengapa anak muda sebaiknya memilih bekerja di startup, atau setidaknya memulai perjalanan karir mereka di perusahaan startup

Kepuasan pada Kontribusi Kamu

Di banding bekerja di corporate atau di manufaktur, bekerja di startup akan membuatmu terbiasa memberikan dampak pada perusahaan tempatmu bekerja. Mengingat jumlah pekerja di startup tidak sebanyak corporate maupun manufacture, maka keputusan yang diambil oleh tim-tim kecil dalam startup akan terasa memberikan perubahan. Kamu akan lebih mudah mendapatkan kepuasan dan kepercayaan diri bahwa kamu sudah bekerja dengan baik, dengan melihat bagaimana perusahaan berkembang perlahanke arah yang diharapkan.

Busana Kerja Casual

Di masa muda orang tua kita, mungkin saat itu, pekerja berseragam dengan tampilan rapi dan necis menjadi pilihan utama. Sebut saja, menjadi PNS, tentara, pegawai bank atau bahkan sekedar menjadi buruh pabrik. Hampir semuanya dikenali dari seragam kerja yang mereka gunakan sesuai dengan peraturan perusahaan tempat mereka bekerja.

Di startup, kamu bisa mengenakan busana kerja yang lebih casual, kamu tidak akan nampak seperti pegawai yang bolos kantor dan menikmati secangkir kopi di kafe, kamu juga tidak perlu merasa canggung memasuki mall dengan baju keki. Kamu bisa tampil casual dan nyaman seperti kebiasaan kamu. Dengan penampilan yang tidak jauh berbeda antara sedang bekerja atau sedang dolan, kamu akan merasa lebih nyaman dan santai saat menghadapi pekerjaan.

Shortcut Manajerial

Terkadang dengan jumlah project yang cukup banyak dengan jumlah staff terbatas, para pekerja di startup tidak jarang lebih bersifat fleksibel dalam mengerjakan pekerjaan. Kamu sangat mungkin harus terlibat dalam divisi lain yang bukan tanggung jawab utama kamu untuk menyelesaikan pekerjaan klien.

Disinilah kamu perlu memastikan bahwa kamu dapat mensupport divisi lain dengan tidak meninggalkan tugas utama kamu sebagai seorang staf pada divisimu sendiri. Terkadang, ketidakteraturan sistem yang terasa di startup mengharuskan kamu untuk belajar memiliki kemampuan manajerial dan pembagian waktu agar semua pekerjaan dapat diselesaikan tepat pada waktunya.

Lebih Mudah Berinovasi

Bekerja di perusahaan besar akan membuatmu sulit untuk melakukan inovasi, keteraturan sistem yang sudah dibangun sejak lama, mungkin akan sangat sulit kamu terobos. Bisa saja ide kamu cemerlang, tetapi atasanmu tidak mengijinkan dengan alasan khawatir mempengaruhi sistem kerja perusahaan yang sudah terbangun sekian lama.

alasan anak muda perlu bekerja di startup

Bekerja di startup, lebih memudahkan kamu dalam berinovasi, bahkan bisa dibilang inovasi inilah yang membedakan perusahaan startup dengan perusahaan lain yang lebih besar.

Kesempatan Menerapkan Ilmu Startup saat Berwirausaha

Dalam perusahaan startup, kamu bisa melihat bagaimana perusahaan berkembang dari kecil menjadi besar, bagaimana cara para CEO memberikan lingkungan kerja yang nyaman untuk para pekerja, dan cara mereka mengembangkan perusahaan rintisan ini ke level berikutnya.

Dengan lebih leluasa melihat dinamika pengelolaan usaha yang ada di startup, ilmu ini nantinya bisa kamu jadikan sebagai acuan saat kamu memutuskan untuk berwirausaha nantinya.

Namun sebelum kamu bermimpi bekerja di perusahaan startup, tentunya kamu harus mengenali terlebih dahulu perusahaan startup tujuan kamu, apa line bisnis utama mereka, dan bagaimana keahlian kamu dapat berguna seandainya kamu bergabung di startup tersebut. Kamu harus bisa membuat resume dan lamaran pekerjaan yang kreatif, agar para HRD di startup tertarik untuk mengundang kamu menghadiri sesi wawancara kerja dengan mereka.

Tertarik untuk mencoba?

Priyo Harjiyono

Blogger Jogja yang suka melanglang buana di dunia maya. Temukan cerita menariknya di anotherorion.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: