Tuesday, March 5, 2024
Berita Teknologi

Pendidikan Formal Tidak Penting Di Profesi IT?

Jakarta, PCplus – Di tengah kekurangan tenaga profesional di bidang keamanan siber, para ahli keamanan informasi (InfoSec) mempertanyakan relevansi pendidikan formal yang mereka terima untuk profesi it. Wah kok bisa?

Baca Juga: Cari Beasiswa IT? Coba Program Dicoding Ini

Menurut penelitian global baru dari Kaspersky, survei menunjukkan bahwa satu dari dua profesional keamanan siber tidak dapat memastikan manfaat dari masa akademis yang mereka jalani. Utamanya dalam membantu mereka menjalankan profesinya. Akibatnya, para ahli ini harus menginvestasikan sumber daya mereka dalam pelatihan lebih lanjut. Hal tersebut dilakukan untuk mengatasi lanskap ancaman yang terus berkembang dan mengikuti perkembangan industri.

Tenaga kerja ahli keamanan siber harus tumbuh pesat

Menurut ISC2, organisasi profesional keamanan siber terkemuka di dunia, tenaga kerja keamanan siber yang ada perlu tumbuh hampir dua kali lipat. Hal ini dibutuhkan agar dapat beroperasi dengan kapasitas penuh dan mendukung perekonomian global. Untuk mengeksplorasi akar penyebab kekurangan keterampilan keamanan siber saat ini dan kurangnya profesional InfoSec, Kaspersky melakukan penelitian global. Penelitian dilakukan untuk melihat lebih dekat aspek pendidikan dari masalah ini dan pengaruhnya terhadap jalur karir para ahli tersebut.

Banyak pakar InfoSec menyatakan bahwa sistem pendidikan tidak berhubungan dengan realitas keamanan siber. Hal itu mengakibatkan kurangnya penerapan dalam pengalaman kerja di kehidupan nyata. Hampir semua profesional berpendapat bahwa pengetahuan yang diajarkan di pendidikan formal agak (14%), sedikit (13%), atau bahkan tidak berguna sama sekali (24%) dalam menjalankan profesinya.

Dalam menghadapi tantangan ini, penting bagi para profesional keamanan siber untuk terus mengembangkan keterampilan. Baik melalui pendidikan lanjutan dan pelatihan yang relevan. Pendidikan profesi di bidang IT menjadi kunci untuk memahami secara mendalam tentang keamanan siber dan menghadapi ancaman yang terus berkembang di dunia digital.

Hasil survey para profesional it

Untuk memahami faktor-faktor yang mungkin menghambat bidang pendidikan, pertanyaan yang diajukan kepada responden adalah sebagai berikut:

  • Apakah staf pelatihan di perguruan tinggi atau universitas memiliki pengalaman dalam bidang keamanan siber?
  • Apakah mereka memiliki akses terhadap teknologi dan peralatan terkini?
  • Apakah mereka memiliki pengalaman dalam menghadapi insiden keamanan siber di kehidupan nyata?
  • Apakah mereka ditawari kesempatan magang dengan pengalaman kerja nyata?

Hasil surveinya menarik. Kurang dari separuh responden menyatakan bahwa program perguruan tinggi atau universitas memberikan pengalaman langsung dalam skenario keamanan siber di kehidupan nyata. Sebanyak 23 persen responden ‘sangat setuju’ dengan pernyataan ini, sementara 26 persen ‘agak setuju’ .

hasil survey terkait pendidikan profesi it
Hasil survey profesional IT

Terdapat perbedaan gambaran regional tergantung pada pandangan responden mengenai kualitas pendidikan formal yang mereka terima. Wilayah META (Middle East, Turkey, and Africa) ternyata memiliki kualitas pendidikan keamanan siber yang paling rendah menurut penilaian responden. Karena skornya kurang dari 3 poin pada semua kriteria penilaian. Sementara itu, LATAM (Latin America) memiliki skor tertinggi dalam pembelajaran keamanan siber, dengan rata-rata skor lebih dari 3,7 poin.

Masalah lain ketersediaan tenaga kerja

Meskipun salah satu permasalahan yang dihadapi adalah kualitas dan relevansi program pendidikan, ada juga masalah lain terkait ketersediaan keamanan siber dan pelatihan InfoSec. Sebagai contoh, sekitar separuh pakar keamanan siber saat ini berpendapat bahwa ketersediaan kursus keamanan siber atau keamanan informasi di perguruan tinggi formal tergolong ‘buruk’ atau ‘sangat buruk’. Di kalangan profesional dengan pengalaman 2-5 tahun, angka ini bahkan melonjak hingga lebih dari 80 persen.

Evgeniya Russkikh, Kepala Pendidikan Keamanan Siber di Kaspersky, mengomentari tantangan yang dihadapi oleh pendidikan keamanan siber. “Sifat ancaman siber yang berkembang pesat berarti bahwa program pendidikan sering kali kesulitan memastikan kontennya selalu mutakhir. Sehingga menimbulkan kesenjangan pengetahuan bagi para profesional keamanan siber. Di Kaspersky, kami membantu universitas mengatasi tantangan ini dan memastikan pembelajaran serta adaptasi berkelanjutan bagi para profesional muda. Salah satunya dengan mengintegrasikan keahlian terkemuka para pakar industri kami ke dalam kurikulum pendidikan, sehingga mereka dapat menggabungkan pengalaman praktis dengan pengetahuan teoritis.”

Tips dari Kaspersky untuk pendidikan profesi it

Untuk mengatasi kekurangan keterampilan di bidang keamanan siber, Kaspersky menyarankan pendekatan yang berfokus pada beberapa aspek, yaitu akademik, tenaga kerja InfoSec, dan bisnis:

  1. Peningkatan Kurikulum di Perguruan Tinggi
    Institusi pendidikan tinggi dapat memperkaya kurikulum mereka dengan berkolaborasi bersama para pakar keamanan siber. Integrasi pengetahuan industri terkini ke dalam program pelatihan akan membekali mahasiswa dengan pemahaman yang relevan dan up-to-date. Kaspersky memiliki program khusus untuk universitas melalui Kaspersky Academy Alliance, yang memberikan akses peserta program ke pengetahuan tentang ancaman siber, perkuliahan, dan sesi pelatihan dari para ahli, serta teknologi terbaru.
  2. Magang dan Pengalaman Kerja
    Profesional muda dapat melengkapi pendidikan akademis mereka dengan pengalaman praktis melalui magang di departemen keamanan informasi atau penelitian dan pengembangan (R&D). Mengikuti berita di halaman LinkedIn Kaspersky akan membantu mereka mengetahui kesempatan program magang.
  3. Kompetisi Internasional
    Berbagai perusahaan dan organisasi menyelenggarakan kompetisi internasional yang memungkinkan para profesional keamanan siber mengasah keterampilan mereka dengan memecahkan tantangan keamanan. Kaspersky sendiri mengadakan Secur’IT Cup, sebuah kompetisi global untuk pelajar dari berbagai latar belakang akademis di seluruh dunia. Peserta tidak hanya berkesempatan memenangkan penghargaan, tetapi juga memperoleh wawasan tentang pengalaman kerja di industri ini.
  4. Pendidikan Lanjutan dan Sertifikasi Untuk: Para profesional keamanan siber dapat terus belajar melalui kursus pelatihan tambahan dan mendapatkan sertifikasi. Kaspersky menyediakan berbagai pengetahuan tentang keamanan informasi bagi para profesional TI, termasuk pendidikan profesional untuk individu maupun pelatihan khusus profesi it perusahaan.

Komentar kamu