Jakarta, PCplus – Bisnis Kaspersky di Amerika Serikat (AS) akan segara dihentikan. Hal ini buntut dari keputusan Departemen Perdagangan pemerintah paman Sam itu pada Juni 2024 silam. Isinya mengharuskan Kaspersky menghentikan seluruh penjualan produk keamanannya di Amerika.
Baca Juga: Pusat Data Nasional Dibobol Ransomware, Ini Respon Kaspersky
Menurut Menteri Perdagangan AS, Gina Raimondo, pengaruh pemerintah Rusia terhadap perusahaan bisa berpotensi mencuri informasi sensitif atau memasang malware di sistem mereka. Akibat hal ini, perusahaan dilarang untuk menyediakan pembaruan tanda tangan (signature) anti virus. Termasuk basis kode kepada seluruh konsumen individu dan bisnis di Amerika.
Menanggapi hal ini, Kaspersky tidak tinggal diam. Menanggapi kekhawatiran dari otoritas Amerika Serikat, perusahaan yang dirintis Eugene Kaspersky ini mengusulkan penilaian komprehensif seluruh solusi miliknyaa. Termasuk kepada pembaruan basis data dan aturan deteksi oleh peninjau atau auditor independen.
“Kaspersky berkomitmen penuh terhadap transparansi dan memberikan perlindungan berkualitas tinggi terhadap segala jenis ancaman. Untuk menanggapi kekhawatiran otoritas Amerika Serikat, perusahaan telah mengusulkan kerangka penilaian komprehensif yang menyediakan verifikasi solusi, pembaruan basis data, aturan deteksi ancaman oleh peninjau independen dan tepercaya,” jelas Kaspersky dalam rilis media yang dikirim ke PCplus.
Terkait hal ini pula,perusahaan keamanan ini berpendapat jika keputusan pemerintah Amerika Serikat lebih condong pada iklim geopolitik saat ini antara Rusia dan Ukraina serta sekutu Amerika di NATO. “Bukan pada evaluasi integritas solusi perusahaan. Sehingga pengguna dan perusahaan di Amerika Serikat tidak mendapatkan perlindungan terbaik di kelasnya.”
Kendati bisnis keamanan IT-nya telah dihentikan di Amerika. Namun perusahaan anti virus ini masih menyediakan layanan informasi serta edukasi di Amerika. Layanan konsultasi keamanan data seperti Security Operation Center (SOC) Consulting, Security Consulting, Ask the Analyst, dan Incident Response tetap tersedia di Amerika.


