Category Archives: Tutorial Hardware

Bikin hardware PC mu lebih keren dengan tip dan trik di sini

Faktor yang Mempengaruhi Lama Rekaman CCTV

Jakarta, PCplus – CCTV telah dikenal sebagai alat keamanan efektif yang mampu melakukan proses rekaman kejadian selama 24 jam nonstop. Namun, CCTV memiliki kapasitas maksimum perekaman yang tersimpan dalam perangkat penyimpanan atau memori CCTV. Pengguna CCTV harus mengetahui kapasitas perekaman yang dimiliki paket CCTV terbaik yang dipasang pada gedung atau propertinya agar perangkat bisa digunakan secara optimal sesuai fungsinya.

Baca Juga: Hikvision Luncurkan Jajaran Kamera CCTV Berfitur PoE 300 Meter

Perangkat paling utama dalam paket CCTV terbaik adalah DVR/NVR (Digital/Network Video Recorder). Fungsi DVR sebagai perangkat pengolah rekaman dari kamera CCTV ke dalam bentuk dokumen digital untuk ditampilkan pada layar monitor atau smartphone Anda. DVR terkoneksi dengan perangkat penyimpanan atau memori CCTV sebagai ruang penyimpanan data rekaman atau video yang dihasilkan. Sebagaimana kamera CCTV yang bekerja selama 24 jam nonstop, maka DVR juga melakukan hal yang sama dalam mengolah hasil rekaman dan menyimpannya ke memori CCTV.

Perhatikan Faktor yang Mempengaruhi Lama Rekaman CCTV
Rekaman CCTV dari kamera HIKvision
Rekaman CCTV dari kamera HIKvision

Melakukan proses perekaman tanpa henti tentu menghasilkan data rekaman yang banyak dan memenuhi kapasitas yang tersemat dalam berbagai jenis-jenis kamera CCTV. Kapasitas perekaman yang telah mencapai batas maksimum perekaman akan menghapus otomatis data hasil rekaman yang ada di dalamnya. Padahal hasil rekaman merupakan barang bukti yang sangat penting keberadaannya. 

Jika hasil rekaman otomatis terhapus, maka Anda tidak lagi bisa mengakses data hasil rekaman yang paling lama ketika sewaktu-waktu dibutuhkan. Untuk mengantisipasi hal tersebut, Anda wajib menyimpan hasil rekaman pada perangkat lainnya. Berikut ini faktor-faktor yang perlu Anda perhatikan untuk mempengaruhi lama penyimpanan rekaman CCTV.

Ruang Penyimpanan Penuh

Setiap jenis-jenis kamera CCTV memiliki ruang penyimpanan atau memori yang berbeda-beda. Saat membeli, Anda harus mengetahui berapa besar kapasitas memori yang disediakan. Ketika ruang penyimpanan sudah penuh, maka sistem akan menghapus secara otomatis hasil rekaman yang paling lama. 

Dengan begitu, memori CCTV bisa menerima hasil rekaman yang baru. Pada unit kamera CCTV yang menyediakan kapasitas memori besar, hasil rekaman video bisa tersimpan rapi dalam jangka waktu lebih panjang.

Di pasaran, tersedia paket CCTV terbaik dengan pilihan kapasitas penyimpanan 64 GB hingga 4 TB dengan menggunakan hardisk atau microSD. Kapasitas penyimpanan tersebut tidak hanya untuk menentukan berapa lama hasil rekaman tersimpan dalam perangkat CCTV, tapi juga dipengaruhi oleh kualitas dan resolusi gambar hasil rekaman video yang tersimpan dalam perangkat. 

Semakin tinggi resolusi video yang tersimpan, maka semakin besar pula kebutuhan ruang penyimpanan yang akan digunakan. Ruang penyimpanan berupa hardisk atau microSD yang kecil tidak akan mampu menampung hasil rekaman dalam 24 jam penuh, sehingga hasil rekaman paling awal otomatis dihapus oleh sistem, jika Anda tidak segera melakukan pemindahan data.

Secara umum, jangka waktu penyimpanan juga tergantung pada jenis-jenis kamera CCTV yang Anda gunakan. Pasalnya, beberapa jenis CCTV hanya menyimpan hasil rekaman dalam DVR saja, sehingga proses penghapusan hasil rekaman otomatis dilakukan lebih cepat. Sedangkan ruang penyimpanan hardisk atau microSD akan menghapus hasil rekaman dalam jangka waktu lebih lama. Misalnya unit CCTV Anda memiliki kapasitas 512 GB yang mampu menyimpan hasil rekaman selama 7 hari untuk 4 kamera CCTV atau 4 channel sekaligus, maka ruang penyimpanan menampung hasil rekaman sebesar 128 GB selama 7 hari nonstop untuk setiap channel. Atau daya tampungnya sebesar 18,2 GB dalam 1 hari penuh (24 jam). Perhitungan tersebut bisa berubah menyesuaikan kualitas resolusi dan FPS (frame per second) yang tinggi pada setiap video yang dihasilkan.

Memori Penyimpanan Rusak

Faktor lain yang mempengaruhi hasil rekaman terhapus secara otomatis adalah ruang penyimpanan di beberapa jenis-jenis kamera CCTV mudah rusak. Kerusakan bisa terjadi pada SSD, microSD atau bahkan pada hardisknya. Umumnya, kerusakan terjadi akibat dua hal, yaitu kerusakan fisik atau kerusakan sistem. Kerusakan fisik terjadi karena ruang penyimpanan mengalami panas berlebih yang menyebabkan hasil rekaman rusak atau gosong. Bisa juga terjadi karena bengkok, lecet,atau terkena air hingga basah. 

Sedangkan kerusakan sistem umumnya terjadi karena virus/bug. Selain itu, kerusakan memori bisa diantisipasi dengan melakukan perawatan rutin ketika menggunakan paket CCTV terbaik. Anda juga harus melakukan backup atau penyimpanan cadangan pada perangkat lain dan jangan membiarkan hasil rekaman menumpuk dalam hardisk. Hardisk yang terlalu sering mengalami overload akan lebih mudah rusak. 

Gunakan perangkat tambahan yang khusus untuk menyimpan hasil rekaman CCTV. pasalnya, alat keamanan tersebut bekerja nonstop menjaga gedung atau properti Anda dan menghasilkan banyak video dengan kualitas resolusi tinggi. Koneksikan jenis-jenis kamera CCTV yang Anda gunakan dengan ruang penyimpanan terbaik yang tidak mudah panas meski digunakan setiap hari. Hindari penggunaan ruang penyimpanan untuk PC yang biasa digunakan sehari-hari untuk kebutuhan pekerjaan lainnya. Pasalnya, PC tidak dirancang untuk bekerja penuh selama 24 jam, mudah panas dan tidak mampu menyimpan rekaman video dalam jumlah besar. 

Pastikan Anda menggunakan perangkat cadangan dengan daya tampung yang lebih besar. Hal tersebut sangat penting mengingat dalam 1 minggu saja dibutuhkan kapasitas ruang penyimpanan minimal 512 GB. idealnya, Anda menggunakan perangkat hardisk backup sebesar 4 TB atau lebih. Meski begitu, Anda juga masih harus melakukan pembersihan ruang penyimpanan tambahan tersebut dengan cara membuang hasil rekaman yang tidak dibutuhkan.

Dapatkan Hasil Rekaman Terbaik dari CCTV Terpercaya

Kebutuhan ruang penyimpanan besar tersedia pada produk Hikvision ColorVu. Paket CCTV terbaik ini memiliki daya tampung penyimpanan yang cukup besar untuk hasil rekaman dengan resolusi tinggi hingga 4K. Anda tidak perlu khawatir dengan hasil rekaman yang akan terhapus secara otomatis akibat memori cepat panas, penuh atau mudah mengalami kerusakan sistem. Seluruh momen terekam jelas dalam gambar yang cerah, termasuk untuk kualitas tampilan zoom berkat teknologi kecerdasan ColorVu.

Kini Anda bisa mendapatkan paket CCTV terbaik untuk sistem keamanan yang menjaga gedung dan properti selama 24  jam nonstop. Dapatkan informasi produk Hikvision ColorVu selengkapnya di sini.

Cara Mengatasi Masalah Charging Baterai Samsung Galaxy

Sebagai produsen smartphone terbesar di Indonesia, Samsung memiliki banyak sekali varian produk untuk beraneka ragam segmen pasar dan berbagai jenjang harga. Namun demikian, beberapa di antara dari sekian banyak produk yang dirilis, memiliki keanehan yang sama. Misalnya masalah pada charging baterainya.

Contoh yang dulu sempat marak terjadi adalah pada seri Samsung Galaxy A7 seri 2017 yang sangat populer. Meski begitu, ternyata seri lebih baru ataupun terbaru pun, tak luput dari masalah charging yang cukup mengganggu tersebut.

Sejumlah pengguna seri Samsung Galaxy A50, ataupun seri M20 mengalami hambatan saat baterainya akan diisi. Mulai dari listrik yang mendadak tidak mengalir meski charger masih tersambung antara hape dan stop kontak, muncul notifikasi USB terputus, fast charging tidak bisa aktif, atau bahkan sistem mendeteksi bahwa port USB lembab. Padahal, kering kerontang. Kalau sudah begini, apa yang bisa kita perbuat?

Baca selanjutnya…

Kenali Charger yang Bagus untuk Smartphone

Pernahkan kamu merasakan pengisian baterai terasa lama? Atau saat charger asli tertinggal dan menggunakan charger lain, proses pengisian terasa lebih lama dibanding menggunakan charger bawaan?

Mirip dengan smartphone, ternyata tiap charger juga memiliki spesifikasi yang berbeda. Menggunakan jenis charger sembarangan memang akan menimbulkan berbagai masalah, diantaranya proses pengisian baterai yang lebih lama.

Hal yang perlu diperhatikan adalah adaptor dari charger itu sendiri. Begitu pula dengan kabel USB yang digunakan. Lalu bagaimana mengetahui bagus atau tidaknya suatu charger saat mengisi daya ke smartphone.

Gunakan aplikasi

Langkah pertama adalah dengan memasang aplikasi bernama Ampere. Aplikasi besutan Braintrapp yang berukuran 4,4 MB ini merupakan aplikasi Android yang dapat membantu dalam mengukur seberapa berkualitasnya charger yang digunakan. Aplikasi ini akan menampilkan berapa ampere dari suatu charger sehingga kamu bisa membandingkan, mana charger yang bagus dan charger yang jelek, atau mana charger yang bisa mengisi baterai dengan cepat.

Jalankan aplikasi

Setelah menjalankan aplikasi tersebut, tunggu beberapa saat hingga tampil hitungan ampere yang berhasil dideteksi oleh aplikasi. Disini akan terlihat secara real time berapa ampere yang digunakan oleh smartphone dalam kondisi baterai sedang digunakan. Pada mode ini aplikasi akan menampilkan informasi dengan font berwarna jingga (oranye). Hasil pendeteksian akan menampilkan daya yang digunakan smartphone tersebut.

Pasang charger

Selanjutnya, untuk memeriksa kemampuan charger, hubungkan smartphone dengan charger yang kamu miliki. Setelah terpasang, jalankan lagi aplikasi Ampere. Tunggu beberapa detik hingga aplikasi tersebut menampilkan daya yang dihasilkannya. Saat terhubung dengan charger, informasi daya akan ditampilkan dengan font berwana tosca (hijau muda). Angka yang tertera menunjukkan daya yang dihasilkan charger tersebut saat mengisi baterai smartphone.

Bandingkan charger

Jika memiliki lebih dari satu charger dan ingin melihat perbandingan kemampuannya, kamu bisa mencobanya dengan melakukan hal yang sama seperti sebelumnya. Ganti charger lain dan tancapkan ke smartphone. Jalankan kembali Ampere dan perhatikan daya yang dihasilkannya. Kamu bisa membandingkan dengan melihat informasi tersebut dan memilih mana daya yang lebih besar. Semakin tinggi daya ampere yang tertera, maka semakin cepat pengisian baterai yang dilakukan.

Tampilan informasi

Selain menampilkan daya yang dihasilkan, aplikasi Ampere juga memiliki informasi lain yang tidak kalah penting. Dari sini kamu bisa sekaligus memeriksa kondisi baterai, apakah masih bagus atau sudah saatnya diganti. Informasi lainnya juga menampilkan jenis baterai yang digunakan. Begitu pula dengan suhu yang sedang terjadi sehingga bisa memantau jika baterai dalam keadaan overheat.

Percepat pengisian

Jika ingin pengisian lebih cepat, kamu bisa bereksperimen dengan mematikan fitur-fitur di smartphone. Misalnya dengan mematikan Wi-Fi atau internet data. Bisa pula dengan mengaktifkan fitur Airplane mode, lalu lihat perubahan asupan ampere yang terjadi. Mematikan layar akan mempercepat proses pengisian bateri, namun tentu saja kamu tidak akan bisa melihat informasi dari aplikasi.

Perhatikan suhu

Jika menggunakan cover, case, atau pelindung pada smartphone, perhatikan suhu yang dihasilkan saat pengisian baterai. Ampere akan mendeteksi suhu saat hal itu dilakukan. Lalu kamu bisa membandingkan saat pengisian baterai ketika smartphone tidak menggunakan cover tersebut. Adakah penurunan suhu? Jika iya, memang sebaiknya lepas cover tersebut. Karena panas berlebih akan memendekkan umur dari suatu baterai. Bahkan dalam kondisi terparah akan menyebabkan kerusakan. Oleh karena itu perhatikan suhu saat pengisian baterai. Usahakan pula untuk tidak menggunakan smartphone saat pengisian baterai dengan aktivitas yang menguras daya, seperti menelepon atau berinternet.

Periksa keaslian charger

Ampere juga bisa digunakan untuk memeriksa apakah charger yang digunakan palsu atau asli. Lakukan pengisian baterai dengan charger yang ada dan jalankan Ampere. Perhatikan berapa tegangan dan arus yang masuk ke smartphone. Begitu hasilnya keluar, segera samakan dengan yang tertulis pada kepala adaptor charger. Jika ternyata angka voltase-nya beda jauh (di bawah setengah dari nilai voltase yang tertulis) maka bisa dicurigai bahwa itu palsu.

Periksa Kondisi Baterai Pada Ponsel Android Serta Cara Kalibrasi-nya

android-battery-maximize-featured

Baterai bermasalah merupakan hal yang terkadang terjadi pada smartphone. Baterai yang cepat habis dibanding biasanya, proses pengisian yang terlalu lama, sampai tidak terisinya baterai dengan sempurna, menjadi salah satu keluhan yang dijumpai. Jika kamu menyadari bahwa kinerja serta durasi baterai mulai menurun, mungkin inilah saatnya untuk melakukan kalibrasi pada baterai. Namun proses ini harus dilakukan dengan cara yang benar dan hati-hati agar hasilnya maksimal. Sebelumnya, ketahui terlebih dahulu permasalahan serta maksud dari proses kalibrasi yang akan dilakukan.

Cara mengetahui jika ada masalah pada baterai

Hal pertama yang perlu dilakukan adalah mengidentifikasi mengapa performa baterai jadi menurun. Apakah hal ini karena permasalahan pada baterai tersebut ataukah karena sistem kalibrasi pada sistem Android? Sebelum memeriksa permasalahan kedua, pastikan bahwa baterai tersebut berfungsi baik ataukah sudah mengalami kerusakan.

  • Jika smartphone menggunakan baterai yang bisa dilepas, matikan smartphone dan periksa baterai dengan mencabutnya. Perhatikan jika terdapat kebocoran atau baterai menjadi kembung.
  • Jika smartphone menggunakan baterai yang tertanam, perhatikan apakah kondisi cover tertutup rapat tanpa adanya celah yang menandakan baterai dalam kondisi kembung.
  • Jika terjadi salah satu dari dua hal diatas, maka sebaiknya langsung ganti baterai. Untuk hal yang kedua, bawa smartphone ke service center terpercaya untuk minta digantikan dengan yang baru.

Namun jika tidak ditemukan masalah secara fisik dan kondisi fisik baterai dirasa masih cukup baik, kamu bisa melangkah ke tahap kalibrasi.

Apa maksud kalibrasi?

Sistem operasi Android memiliki fitur yaitu Battery Stats. Fitur ini memantau kapasitas baterai, apakah dalam kondisi penuh atau kosong. Permasalahnya adalah terkadang fitur ini mengalami kegagalan dalam mendeteksi kondisi baterai dan menampilkan informasi yang tidak sesuai dengan kenyataannya. Misalnya, terkadang smartphone langsung mati meski sebelumnya terpampang kondisi baterai yang belum mencapai 0 persen. Dengan melakukan kalibrasi, sistem Android akan memperbaiki informasi yang salah tersebut dan menampilkan kembali informasi yang akurat seperti sedia kala.

Cara kalibrasi pada smartphone tanpa akses root

  1. Kuras baterai hingga smartphone mati dengan sendirinya.
  2. Nyalakan dengan menekan tombol Power dan biarkan mati kembali dengan sendirinya.
  3. Colokkan smartphone tanpa menyalakannya dan biarkan hingga baterai terisi hingga 100%.
  4. Cabut charger.
  5. Nyalakan smartphone, jika indikator baterai tidak menampilkan kondisi 100%, colok kembali hingga benar-benar terisi 100%.
  6. Cabut charger dan lakukan restart. Jika masih belum menampilkan kondisi 100%, lakukan lagi pengisian baterai hingga 100%.
  7. Lakukan hal ini terus hingga benar-benar tertera kondisinya 100%.
  8. Biarkan baterai hingga kondisi 0% hingga smartphone mati dengan sendirinya.
  9. Isi baterai sekali lagi hingga 100% dan proses ini akan mereset sistem persentase baterai pada Android.

Perlu diingat, jangan lakukan proses kalibrasi ini terlalu sering, bahkan meski baterai dalam kondisi mati meski sudah berkali-kali dinyalakan. Disarankan lakukan proses kalibrasi ini tiap 3 bulan sekali. Jika terlalu sering melakukan kalibrasi maka akan berdampak pada kerusakan baterai yang digunakan.

Cara kalibrasi pada smartphone dengan akses root

  1. Lakukan cara yang sama (langkah 1 hingga 7) pada kalibrasi tanpa akses root.
  2. Setelah langkah 1-7, pasang aplikasi Battery Calibration bikinan pengembang Nema. Dan sebelum menjalankannya, pastikan lagi bahwa kondisi baterai sudah 100%. Kemudian lakukan restart.
  3. Jalankan aplikasi tersebut dalam lakukan kalibrasi kembali menggunakannya.
  4. Setelah kalibrasi menggunakan aplikasi, habiskan baterai hingga 0% dan biarkan smartphone mati dengan sendirinya.
  5. Colok baterai hingga penuh dan seharusnya cara ini sudah menreset sistem baterai pada Android.

Atasi Perangkat Lumia Yang Ngadat Secara Hardware

ilustrasi

Ponsel (Nokia) Lumia kamu mengalami hang? Atau layar tidak merespon sentuhan sama sekali? Jangan panik dulu, ada cara yang bisa dilakukan sebelum kamu membawanya ke service center. Berikut ini akan PCplus tunjukkan mulai dari cara termudah hingga yang ‘agak ribet’. Siapa tau salah satu cara tersebut bisa menjadi solusi bagi masalah yang sedang kamu alami. Cara ini bisa diterapkan pada beberapa seri Lumia yang ada di pasaran saat ini. Berikut caranya:

Soft Reset

Cara paling mudah yaitu dengan mematikan perangkat dan menghidupkannya kembali.

  • Jika menggunakan ponsel dengan baterai yang bisa dilepas (seperti Nokia Lumia 520), buka cover belakang dan lepas baterai. Tunggu hingga beberapa saat sebelum dipasang kembali. SONY DSC
  • Jika menggunakan baterai yang menyatu dengan casing (seperti Nokia Lumia 920), kamu bisa menekan dan tahan tombol Volume Down serta tombol Home bersamaan selama beberapa detik hingga ponsel mati dengan sendirinya. dua-lumia

Jika ponsel masih bermasalah, bisa jadi sistem operasi mengalami kerusakan dan hanya bisa dilakukan dengan cara hard reset.

Factory/Hard Reset

Cara reset ini bisa dilakukan dengan dua cara yaitu melalui menu dan tombol fisik. Perlu diingat bahwa melakukan reset ini akan menghapus data dan aplikasi yang telah ada sebelumnya.

1. Melalui menu

Cara ini paling sederhana dan bisa dilakukan jika sistem masih berfungsi.

  • Masuk ke menu Setting>About>Reset Your Phone. Tunggu hingga proses selesai yang memakan waktu sekitar 5 menit. tiga

2. Menggunakan tombol fisik (cara satu)

Cara ini bisa dilakukan jika sistem mengalami ‘hang’ atau tidak bisa mengakses menu. Lakukan cara ini sesuai dengan tahapannya.

  • Matikan perangkat. Tekan dan tahan tombol Power, jangan dilepas hingga perangkat menimbulkan getar (vibrate). Setelah getaran aktif, langsung lepas tombol Power.
  • Tekan dan tahan tombol Volume Down, jangan dilepas hingga layar menampilkan tanda seru. Setelah tampil, lepas tombol Volume Down.
  • Selanjutnya tekan tombol Volume Up dan lepas.
  • Tekan tombol Volume Down dan lepas.
  • Tekan tombol Power dan lepas.
  • Tekan tombol Volume Down dan lepas.
  • Setelahnya, perangkat akan melakukan hard reset. Tunggu sekitar 3 sampai 5 menit hingga proses selesai dengan sendirinya.

3. Menggunakan tombol fisik (cara dua)

Cara alternatif yang bisa dilakukan yaitu dengan menekan dan tahan tombol Volume Down+Power+Camera secara bersamaan hingga ponsel menimbulkan getaran (vibrate), kemudian lepas tombol Power saja dengan tombol lainnya masih tertahan. Setelah 5 detik kemudian, barulah lepas semua tombol. empat

Tip Agar Kinerja SSD Optimal

ssd

Media simapn SSD (Solid State Drive) menggunakan komponen yang berbeda dengan HDD konvensional, oleh karena itu perawatan serta penggunaannya berbeda dengan HDD. Secara teori SSD memang jauh lebih cepat dibanding HDD, namun bukan berarti kamu bisa memperlakukannya sama dengan HDD.

Oleh karena itu ada beberapa tip yang mesti kamu ketahui dan lakukan agar kinerjanya tetap stabil dan tahan lama. Salah merawat atau menggunakan, bisa berakibat pada usia pakai yang pendek dan kinerja yang tidak optimal. Bahkan beberapa tip yang biasa digunakan pada HDD tidak berlaku pada SSD. Dari pada salah menanganinya, berikut beberapa hal yang bisa dilakukan agar SSD tetap dalam kondisi optimal.

1. Jangan Defrag

Berbeda dengan HDD, SSD tidak membutuhkan deframentasi. Malah proses tersebut akan memperpendek usia SSD. Pada HDD, defrag akan merapikan susunan file dan mengoptimalkan penempatannya pada cakram HDD. SSD tidak menggunakan cakram seperti HDD, dan proses defrag hanya akan membuat proses menulis menjadi lebih sering yang mana malah akan menurunkan kinerja SSD nantinya. Oleh karena itu secara default, Windows 7 telah menonaktifkan fitur defragmentasi jika kamu menggunakan SSD.

2. Jangan Sembarang Kloning

Selain defrag, hal lain yang tabu dilakukan pada SSD yaitu melakukan kloning. Biasanya kloning dilakukan jika kamu hendak memindahkan sistem operasi atau data secara menyeluruh dari media simpan satu ke yang lainnya. Proses kloning menggunakan utiliti biasa akan berdampak pada berkurangnya umur SSD. Namun jangan kuatir, kamu tetap bisa melakukan kloning, asalkan menggunakan utiliti yang tepat. Jika ingin membackup SSD, gunakan utiliti yang dikhususkan untuk SSD seperti O&O SSD Migration Kit atau Paragon Migrate OS to SSD.

3. Gunakan sistem operasi terbaru

Windows XP dan Vista hadir sebelum era kemunculan SSD sehingga sistem operasi tersebut tidak akan berjalan optimal dikarenakan tidak menyertakan fitur khusus untuk SSD. Sistem operasi yang direkomendasikan untuk SSD yaitu Windows 7, Mac OS X 10.6.6+ dan Linux Kernel 2.6.33+ keatas. Meski beberapa sistem operasi dibawah itu ada yang bisa ‘dioprek’ agar bisa memaksimalkan kinerja SSD, tetapi tidak akan semaksimal saat menggunakan sistem operasi yang lebih baru.

4. Aktifkan TRIM

empat

Alasan spesifik untuk nomor 4 yaitu dikarenakan sistem operasi anyar telah mendukung TRIM. TRIM merupakan fitur pada SSD yang akan berkomunikasi dengan sistem operasi dimana akan melaporkan blok mana yang dianggap tidak gunakan dan menghapus data yang tersisa secara internal sehingga SSD dapat bekerja dengan optimal per ruang disk. Untuk melihat informasi aktivasi TRIM bisa menggunakan aplikasi CrystalDiskInfo (Windows). Cara lain bisa dengan perintah melalui Command Prompt dengan mengetikkan fsutil behavior query disabledeletenotify. Jika hasilnya menampilkan “DisableDeleteNotify = 0” berarti TRIM sudah aktif.

5. Sisakan ruang kosong yang cukup

Periksa spesifikasi dari SSD yang kamu gunakan. Beberapa produsen menyarankan untuk menyisakan sekitar 10 sampai 20% ruang kosong. Ruang kosong ini akan membantu meratakan algoritma agar distribusi data di modul NAND seimbang. Semakin sedikit kapasitas ruang kosong, akan membuat kinerja SSD lebih keras dan akan memperpendek usia pakainya.

6. Jangan terlalu sering digunakan untuk menulis data

SSD lebih tepat digunakan untuk memasang sistem operasi dan bukan sebagai untuk menyimpan data, apalagi berukuran besar. Untuk mempertahankan masa pakai SSD usahakan untuk sejarang mungkin menulis data melaluinya. Apalagi kemampuan menulis pada SSD lebih lambat dibanding kemampuan membaca. Jadi gunakan SSD sebagai media simpan utama untuk sistem operasi saja, dan kamu mesti tetap menyertakan HDD konvensional untuk penyimpanan data, terutama berukuran besar.

7. Jangan simpan file atau data berukuran besar

tujuh

Mirip dengan nomor 7, SSD paling tepat digunakan untuk menjalankan sistem operasi saja. Semakin sering digunakan untuk menulis maka akan semakin pendek usia pakainya, apalagi untuk data berukuran besar. Gunakan HDD konvensional sebagai media simpan kedua untuk melakukan aktifitas penyimpanan data besar atau data yang sering disunting.

8. Besarkan kapasitas RAM

Hingga saat ini, harga SSD masih jauh lebih mahal dibanding RAM memori. Karena itu ada baiknya kamu menyediakan kapasitas RAM yang lebih besar. Besarnya kapasitas RAM akan membuat proses menulis pada SSD akan lebih sedikit karena beralih pada RAM. Jadi kesimpulannya semakin besar kapasitas RAM memori, maka SSD akan lebih tahan lama. Jangan lupa untuk menggunakan RAM berkualitas yang mampu menunjang kinerja SSD agar berjalan optimal.

9. Matikan atau hapus fitur OS yang tidak penting

sembilan

Sistem operasi memiliki beberapa fitur yang akan melakukan proses penulisan data disaat memori tidak mampu melakukannya. Biasanya fitur ini akan membantu mempercepat kinerja pada media HDD, tapi tidak berlaku pada SSD. Sesuai dengan petunjukan nomor 7, justru hal ini akan menjadi kendala pada SSD. Untuk itu kamu bisa menonaktifkan fitur seperti paging file dan memindahkannya ke HDD. Begitu pula dengan hibernation, superfetch, prefetch, ReadyBoost, ReadyDrive, Search Indexing, serta temporary files dan cache yang bisa dimatikan atau dipindahkan lokasinya.

Bikin PC Lebih Hemat Energi

Tahu nggak kamu bahwa sebagian besar komputer yang digunakan saat ini tidak dimanfaatkan secara optimal? Setidaknya, begitulah menurut laporan lembaga riset IDC. Hasil laporan itu termasuk penggunaan laptop dan desktop.

Hasil laporan itu tentu bukan berita bagus, apalagi di zaman sekarang ini ketika sedang rama-ramainya soal ramah lingkungan. Komputer yang sebetulnya berkemampuan tinggi digunakan secara tidak maksimal. Itu sama saja dengan buang-buang listrik. Buntutnya, yang mungkin lebih penting bagi kebanyakan orang, buang-buang duit. Continue reading Bikin PC Lebih Hemat Energi