Tag Archives: AI

Cara Ubah Wajah Menggunakan AI

Jakarta, PCplus – Dalam beberapa tahun terakhir, kemajuan dalam bidang kecerdasan buatan (AI) telah membuka pintu bagi berbagai inovasi yang mengubah paradigma dalam banyak aspek kehidupan manusia. Salah satu bidang di mana kemampuan AI telah menonjol adalah teknologi ubah wajah. Yang memungkinkan pengguna untuk mengubah aspek-aspek visual dari wajah manusia dengan cara yang mengesankan. Dari efek sederhana hingga transformasi yang luar biasa, AI telah membuka kemungkinan baru dalam kreativitas visual dan bahkan keamanan.

Baca Juga: Mengecek Kesehatan Kulit Wajah Pakai AI

Aplikasi yang memungkinkan orang melakukan ubah wajah atau face swap gratis secara online pun telah bermunculan

Keajaiban Teknologi Neural Network

Di balik kemampuan AI untuk merubah wajah terletak pada teknologi neural network yang kompleks. Jaringan saraf tiruan (neural network) adalah sistem yang meniru struktur dan fungsi otak manusia untuk mengenali pola kompleks dan mempelajari data. Dengan demikian, jaringan neural dapat dilatih untuk mengenali wajah manusia dan memanipulasinya sesuai keinginan.

Penggunaan dalam Kreativitas Visual

Salah satu aplikasi yang paling menarik dari transformasi wajah oleh AI adalah dalam bidang kreativitas visual. Artis dan desainer menggunakan algoritma AI untuk menciptakan karya seni yang unik dan menakjubkan. Dengan bantuan AI, mereka dapat dengan mudah mengubah ekspresi wajah. Termasuk mengganti fitur wajah, atau menciptakan wajah-wajah fiktif yang tampak sangat realistis.

Inovasi dalam Industri Hiburan

Industri hiburan juga telah merasakan dampak transformasi wajah oleh AI. Teknologi ini digunakan dalam produksi film dan TV untuk membuat efek khusus yang menakjubkan. Dengan menggunakan AI, pembuat film dapat mengubah penampilan aktor. Atau menciptakan karakter CGI yang tampak hidup dengan lebih mudah dan efisien.

Tools Ubah Wajah Remaker AI

Teknologi kecerdasan buatan telah memperkenalkan serangkaian alat yang memungkinkan pengguna untuk mengubah wajah dalam foto secara revolusioner. Salah satu contoh terkemuka dari ini adalah Remaker AI. Sebuah alat yang memungkinkan orang untuk mengganti wajah dalam foto dengan wajah mereka sendiri. Teknologi ini memberdayakan pengguna untuk mengambil kendali atas citra mereka dalam berbagai situasi. Baik itu foto yang diambil melalui kamera ataupun hasil dari teknologi AI itu sendiri.

Remaker AI menawarkan penggunaan yang intuitif dan mudah. Pengguna dapat mengaksesnya melalui platform online, dan dengan menggunakan 30 credit poin yang disediakan secara gratis. Mereka dapat mengubah wajah dalam foto dengan cepat dan tanpa biaya tambahan. Ini memungkinkan pengguna untuk menyesuaikan citra mereka tanpa memerlukan keterampilan teknis yang mendalam, membuatnya lebih mudah diakses oleh berbagai lapisan masyarakat.

Salah satu fitur menarik dari Remaker AI adalah kemampuannya untuk melakukan “multiple swap face” atau pertukaran wajah beberapa orang sekaligus. Ini berarti pengguna dapat memilih lebih dari satu wajah untuk diganti dalam satu foto. Sehingga memberikan fleksibilitas yang lebih besar dalam menciptakan hasil yang unik dan menarik. Fitur ini memungkinkan untuk mengubah dinamika grup dalam foto atau menciptakan kolase yang mengagumkan dengan mudah. Banyak orang yang menggunakannya untuk membuat foto keluarga sendiri tanpa melibatkan studio foto

Tidak hanya menawarkan kemudahan penggunaan dan fitur yang kaya, Remaker AI juga menekankan pada kualitas hasil akhir. Dengan menggunakan teknologi canggih, alat ini dapat menghasilkan hasil yang realistis dan berkualitas tinggi, sehingga memungkinkan pengguna untuk mendapatkan gambar yang mereka inginkan tanpa kehilangan aspek visual yang penting.

Keterbatasan Remaker AI adalah harus berlangganan jika free 30 coin yang diberikan pada pengguna baru telah habis digunakan. Untuk itu jika kalian ingin mengubah foto wajah secara gratis dalam jangka waktu lama, kalian bisa klik tutorial aplikasi faceswap gratis selamanya

Kaspersky Ungkap Eksperimen Kejahatan AI di Dark Web

Jakarta, PCplus – Layanan Kaspersky Digital Footprint Intelligence telah menemukan hampir 3000 posting terkait kejahatan AI di dark web. Sebagian besar membicarakan penggunaan ChatGPT dan LLM lainnya untuk kegiatan ilegal.

Baca Juga: Kaspersky Lab Perkenalkan Security Intelligence

Para penjahat siber ini sedang mencoba berbagai skema, mulai dari membuat chatbot berbahaya hingga membobol chatbot asli dan lain-lain. Akun dan layanan ChatGPT yang dicuri dan menawarkan pembuatan massal secara otomatis juga memenuhi saluran dark web dengan 3000 postingan lainnya.

Pada tahun 2023, layanan Kaspersky Digital Footprint Intelligence telah menemukan hampir 3000 postingan di dark web. Kebanyakan membahas penggunaan ChatGPT untuk tujuan ilegal atau mengenai alat yang berbasis teknologi AI. Walaupun pembicaraan mencapai puncaknya pada bulan Maret, diskusi ini masih berlangsung.

Dinamika diskusi dark web tentang penggunaan ChatGPT atau alat AI lainnya. Sumber: Kaspersky Digital Footprint Intelligence

“Aktor ancaman secara aktif mencari berbagai skema untuk menerapkan ChatGPT dan AI. Topiknya sering meliputi pengembangan malware dan jenis penggunaan model bahasa yang dilarang lainnya. Seperti mengolah data pengguna yang dicuri, mengekstrak file dari perangkat yang terinfeksi, dan sebagainya. Popularitas alat AI telah menyebabkan respons otomatis dari ChatGPT atau sejenisnya terintegrasi ke dalam beberapa forum penjahat siber. Selain itu, pelaku ancaman cenderung membagikan cara membobol melalui berbagai saluran dark web. Mereka membagi serangkaian perintah khusus yang dapat membuka fitur tambahan – dan merancang cara untuk menyalahgunakan alat yang sah, seperti alat untuk pentesting, berdasarkan model untuk tujuan berbahaya,” kata Alisa Kulishenko, Analis jejak digital di Kaspersky.

Selain chatbot dan kecerdasan buatan yang disebutkan, banyak perhatian juga tertuju pada proyek seperti XXXGPT, FraudGPT, dan lainnya. Model bahasa ini dipromosikan di dark web sebagai alternatif ChatGPT, dengan fitur tambahan dan tanpa batasan asli.

Akun ChatGPT curian dijual

Salah satu bahaya yang mengintai pengguna dan perusahaan adalah adanya pasar akun ChatGPT berbayar. Di tahun 2023, ditemukan 3000 postingan baru (selain yang sudah disebutkan sebelumnya) yang menawarkan akun ChatGPT di dark web dan saluran Telegram tersembunyi. Postingan-postingan ini menjual akun yang dicuri atau menawarkan layanan pembuatan akun massal sesuai permintaan. Beberapa postingan tertentu bahkan sering muncul di berbagai saluran dark web.

Perubahan postingan yang menandakan kejahatan ai di dark web
Perubahan postingan dark web yang menjajakan akun ChatGPT yang dicuri atau layanan pembuatan akun massal. Sumber: Kaspersky Digital Footprint Intelligence

“AI itu sendiri sebenarnya tidak berbahaya, namun penjahat dunia maya berusaha mencari cara yang efektif untuk memanfaatkan model bahasa, sehingga membuatnya menjadi kejahatan AI di dark web dan, dalam beberapa kasus, bisa meningkatkan frekuensi serangan siber. Namun, kemungkinan kecil bahwa AI generatif dan chatbot akan mengubah peta serangan – setidaknya sampai tahun 2024. Serangan siber yang otomatis biasanya berarti pertahanan yang otomatis juga. Meski begitu, tetap penting untuk mendapat informasi tentang aktivitas penyerang agar bisa unggul dalam keamanan siber perusahaan”, ujar Alisa Kulishenko, Analis jejak digital di Kaspersky.

Tips dari Kaspersky

Penelitian lengkap bisa dilihat di situs resmi Kaspersky Digital Footprint Intelligence. Untuk menghindari ancaman dari aktivitas penjahat dunia maya di bagian gelap internet, sebaiknya lakukan langkah-langkah keamanan berikut:

  • Gunakan Kaspersky Digital Footprint Intelligence untuk membantu analis keamanan. Termasuk mengeksplorasi pandangan musuh terhadap sumber daya perusahaan mereka, dan segera menemukan vektor serangan potensial yang tersedia bagi mereka. Hal ini juga membantu meningkatkan kesadaran tentang ancaman yang ada dari penjahat dunia maya untuk menyesuaikan pertahanan Anda.
  • Pilih solusi keamanan titik akhir yang andal. Seperti Kaspersky Endpoint Security for Business yang dilengkapi dengan kemampuan deteksi berbasis perilaku dan kontrol anomali. Ia efektif untuk melindungi ancaman yang diketahui dan tidak diketahui.
  • Layanan khusus dapat membantu memerangi serangan tingkat tinggi. Layanan Kaspersky Managed Detection and Response dapat membantu mengidentifikasi dan menghentikan intrusi pada tahap awal, sebelum pelaku mencapai tujuannya. Jika mengalami suatu insiden, layanan Kaspersky Incident Response akan membantu Anda merespons dan meminimalkan konsekuensinya, khususnya – mengidentifikasi node yang disusupi dan melindungi infrastruktur dari serangan serupa di masa mendatang.

Mengenal Neural Processing Unit (NPU), Chip Khusus AI

Jakarta, PCplus – Pembaca setia PCplus pasti kenal yang namanya Central Processing Unit (CPU) atau Graphic Processing Unit (GPU). Sekarang ada yang baru, namanya NPU, kira-kira sudahk kenal belum? Kalau yuk kita mengenal Neural Processing Unit atau NPU yang bakal bikin PC tambah pintar.

Baca Juga: Ada Nih, App Android dengan AI untuk Tangkal Ancaman Cyber

NPU adalah singkatan dari Neural Processing Unit, sebuah chip pengolah data yang bisa mempercepat algoritma Machine Learning alias artificial intelligence (AI). Chip ini dibuat khusus untuk bisa menjalankan model prediktif atau model yang menggunakan data saat ini untuk membuat prediksi di masa depaa. NPU juga dikenal sebagai neural processor dan dirancang khusus untuk kecerdasan buatan di perangkat yang terhubung ke internet (IoT) atau tidak. Ia bisa mempercepat operasi perhitungan model jaringan saraf dan memecahkan masalah ketidakefisienan chip tradisional dalam operasi jaringan saraf.

Contoh penggunaan NPU di dunia nyata

NPU banyak digunakan dalam berbagai aplikasi seperti pengenalan gambar, pengolahan bahasa alami, pengenalan suara, dan fungsi AI lainnya. Contoh penggunaan NPU adalah sebagai berikut:

  • NPU dapat membantu ponsel dalam melakukan tugas-tugas berbasis AI seperti mengambil foto dengan mode potret, menerjemahkan teks secara real-time, atau mengoptimalkan kinerja baterai.
  • NPU dapat membantu laptop dalam melakukan tugas-tugas berbasis AI seperti mengedit video, mengubah suara menjadi teks, atau mengenali wajah pengguna untuk login.
  • NPU dapat membantu perangkat IoT dalam melakukan tugas-tugas berbasis AI seperti mengontrol lampu pintar, mendeteksi gerakan, atau mengirim notifikasi ke pengguna.

NPU menggunakan arsitektur “data-driven parallel computing”. Iasangat baik dalam memproses data multimedia masif seperti video dan gambar. Selain itu, NPU juga mampu melakukan perhitungan matematika yang kompleks yang diperlukan untuk jaringan saraf buatan. Preosesnya juga lebih cepat dan hemat energi daripada CPU atau GPU tradisional. Di dalamnya ada modul khusus untuk operasi perkalian dan penambahan, fungsi aktivasi, operasi data 2D, dekompresi, dan lain-lain.

NPU banyak digunakan dalam berbagai aplikasi seperti pengenalan gambar, pengolahan bahasa alami, pengenalan suara, dan fungsi AI lainnya. Contoh, kalau di PC kamu ada NPU di dalam GPU, NPU bisa dioptimalkan untuk tugas tertentu seperti deteksi objek atau percepatan gambar.

Dibuat hybrid bersama GPU

Saat ini konsep GPNPU (GPU-NPU hybrid) juga muncul. Ia bertujuan untuk menggabungkan kekuatan GPU dan NPU. GPNPU memanfaatkan kemampuan pemrosesan paralel GPU sambil mengintegrasikan arsitektur NPU. Tujuannya untuk mempercepat tugas-tugas berbasis AI. Kombinasi ini bertujuan untuk mencapai keseimbangan antara fleksibilitas dan pemrosesan AI khusus. Termasuk melayani kebutuhan komputasi yang beragam dalam satu chip.

NPU adalah teknologi yang menjanjikan untuk masa depan AI. Dengan NPU, aplikasi AI dapat berjalan lebih cepat, lebih akurat, dan lebih hemat daya. NPU juga dapat membuka peluang baru untuk inovasi dan kreativitas dalam bidang AI. Makanya kamu harus mengenal NPU lebih jauh, karena ada masa depan keren di sana.

Optimus Gen 2, Robot Buatan Tesla yang Keren

Jakarta, PCplus – Tesla merilis video demo yang menunjukkan versi terbaru dari robot humanoid prototipenya, Optimus Gen 2. Setelah lebih dari setahun sejak demonstrasi publik pertama robot Optimus Tesla, yang menampilkan robot-robot yang goyah dan terkulai, tampaknya ada kemajuan yang cukup besar. Anggap saja kalau video tersebut mencerminkan teknologi yang sebenarnya.

Baca Juga: Adu Jotos Musk vs Zuckerberg Disiarkan Live di X

“Semua yang ada di video ini nyata, tidak ada CGI. Semua real time, tidak ada yang dipercepat. Peningkatan perangkat keras yang luar biasa dari tim,” tulis Julian Ibarz, Senior Staff Software Engineer Tesla di akun X miliknya.

Sebelumnya ada insiden di Google dimana ada orang yang memalsukan demonstrasi AI demi sensasi pemasaran. Itu sebabnya beberapa orang merasa ragu atas klaim Tesla ini. Sampai mereka diverifikasi secara independen dalam demonstrasi praktis di dunia nyata. Dengan keraguan itu banyak yang menantikan janji Tesla dalam robot prototipe non-produksi ini.

Lebih cepat, ringan dan pintar.

Video promosi dibuka dengan gambar “Bumblebee”, robot humanoid pertama Tesla dari September 2022. Lalu menunjukkan “Optimus – Gen 1” dari Maret 2023. Dan setelah beberapa gambar robot yang berbeda, video menampilkan teks di layar yang berbunyi, “Perkenalkan Optimus – Gen 2. Saat robot melakukan berbagai tugas, seperti berjalan pelan, jongkok, memegang telur tanpa memecahkannya, dan mengayunkan tangannya, video ini mencantumkan fitur-fitur Gen 2. Ia dikatakan 30% lebih cepat, 10 kg lebih ringan dan punya sensor di semua jarinya.

Optimus Gen 2 tidak dirancang untuk produksi atau dijual. Sebagai prototipe, ia mewakili titik potensial dalam perjalanan yang jauh lebih panjang menuju robot manusia yang lebih fungsional. Menurut CEO Tesla Elon Musk ia akan dapat melakukan apa pun yang tidak ingin dilakukan manusia. Ia dirancang untuk memiliki bentuk dan ukuran yang mirip dengan manusia. Itu membuatnya dapat menggantikan tenaga kerja manusia dengan cara yang mulus. Apapun aplikasinya, cukup tukar orang dengan Optimus.

Mengingat kesulitan dalam rekayasa, kapan dan apakah penggantian tenaga kerja manusia itu benar-benar akan terjadi masih belum jelas. Tetapi jika yang ditunjukkan dalam video itu benar, tampaknya Tesla sedang membuat proses yang signifikan menuju tujuannya.

Penasaran seperti apa Optimus Gen 2 ini? Simak videonya di sini: https://twitter.com/Tesla_Optimus/status/1734756150137225501

Ini Dia, Solusi Customer Analytics dengan AI

Jakarta, PCplus – 1datapipe, perusahaan AI Customer Analytics terkemuka di dunia yang berbasis di Amerika Serikat, secara resmi mengumumkan keberadaannya di Indonesia. Berinovasi di bidang keuangan, 1datapipe menawarkan serangkaian solusi AI Customer Analytics 360 derajat. Solusinya meliputi Verifikasi Identitas, Mitigasi Penipuan, Stabilitas Pendapatan, Penilaian Risiko Kredit, Perilaku Pembayaran, Tren Gaya Hidup, dan Inklusi Keuangan.

Baca Juga: Google Rilis Google Home Max, Smart Speaker dengan Teknologi AI

Sejalan dengan komitmen Indonesia untuk mencapai inklusi keuangan 90 persen pada 2024, peluncuran 1datapipe merupakan langkah penting menuju lanskap keuangan yang lebih berbasis teknologi dan inklusif di Indonesia dan negara-negara Asia Tenggara lainnya.

Melalui misi memajukan inklusi keuangan Terkait misi memajukan inklusi keuangan, CEO 1datapipe Carey Anderson mengatakan. “Kami sangat antusias dapat beroperasi dan berkontribusi untuk memajukan inklusi keuangan di Indonesia. Melalui keunggulan AI dan pemodelan data sains yang canggih, solusi analitik kami melebihi penilaian risiko konvensional. Solusi ini menjadi jembatan yang memberikan wawasan pelanggan mendalam. Yang dapat membantu bisnis untuk memperluas layanan keuangan ke segmen nasabah yang lebih luas. Pendekatan kami secara proaktif berkontribusi dalam mendorong inklusi keuangan di seluruh Indonesia, dengan memanfaatkan potensi transformasi dari data alternatif yang kaya dan AI yang canggih.”

Satu-satunya penyedia solusi ‘one-stop-shop’ yang menawarkan perjalanan pelanggan yang lengkap.

AI Customer Analytics 1datapipe adalah solusi terlengkap di industri. Ia mengintegrasikan lebih dari 500 atribut data yang dipersonalisasi, menawarkan solusi analitik menyeluruh yang memberikan wawasan mendalam tentang setiap pelanggan. Solusi canggih ini memiliki empat lapisan yang terhubung dan mampu mengidentifikasi individu dengan visibilitas biro kredit terbatas. Yang sebenarnya aman secara finansial dan layak untuk mendapatkan akses produk keuangan yang lebih luas. API terpadu, yang dirancang untuk upaya teknis yang rendah dan integrasi yang mulus, menawarkan empat skor AI Customer Analytics khusus yang merupakan bagian dari solusi inklusi keuangan inti 1datapipe. Klien 1datapipe dapat berintegrasi ke dalam platform keputusan atau alur kerja apa pun dalam waktu kurang dari dua jam.

Carey Anderson menekankan bahwa API terpadu sengaja dirancang untuk integrasi yang mulus. Menyediakan spektrum skor yang sesuai untuk berbagai alur kerja bisnis. 1datapipe adalah solusi ‘one-stop-shop’ yang menawarkan perjalanan pelanggan yang lengkap. Baik digunakan untuk proses penerimaan, pencegahan penipuan, analisis kredit, atau mempromosikan inklusi keuangan yang aman, API ini mencakup empat skor AI Customer Analytics yang berbeda yang penting untuk solusi perjalanan pelanggan yang lengkap dari 1datapipe.

Tren Belanja Online Jelang Akhir Tahun 2023

Jakarta, PCplus – Tahun 2023 bakal segera berakhir. Biasanya banyak produsen yang menggelar beragam promo akhir tahun untuk menarik lebih banyak konsumen. Nah ada yang menarik dari tren belanja online di akhir 2023 lho. Apa saja?

Baca Juga: Survei Rakuten: Orang Indonesia Suka Belanja Online via Gadget-nya

Menurut laporan Outbrain 2023, musim belanja akhir tahun, yang berlangsung dari November hingga Desember, akan meningkat sebesar 4,5% tahun ini menjadi $1,3 triliun. Dengan penjualan daring diperkirakan naik sebesar 11,9%. Sejalan dengan perubahan selera konsumen yang terus berlangsung, bisnis ditantang untuk mengikuti perkembangan tren terbaru untuk memanfaatkan antusiasme liburan akhir tahun.

Lantas, bagaimana ritel dapat memanfaatkan teknologi untuk menciptakan pengalaman belanja yang mengesankan bagi pelanggan serta menaikkan penjualan? Berikut adalah lima tren ritel untuk musim belanja akhir tahun 2023.

Personalisasi Berbasis AI

Personalisasi berbasis kecerdasan buatan (AI) yang semakin canggih akan menjadi tren yang berpengaruh bagi para peritel di momen belanja akhir tahun. Sebagai contoh, teknologi AI dapat memberikan beragam rekomendasi produk. Serta menciptakan perjalanan belanja yang personal sesuai dengan preferensi yang tersimpan pada data pelanggan.

AI juga dapat menganalisis perilaku dan keluhan konsumen untuk membantu peritel dalam menyediakan konten yang relevan dan terpersonalisasi. Adopsi teknologi ini bermanfaat dalam membantu peritel untuk meningkatkan peluang pembelian produk.

Virtual Try-On

Virtual try-on juga menjadi semakin populer di musim belanja akhir tahun ini. Teknologi tersebut memungkinkan pelanggan melihat tampilan riasan, aksesori, hingga pakaian. Dengan bantuan augmented reality (AR) dan AI, pelanggan dapat mencoba produk virtual secara real time dengan menggunakan kamera ponsel mereka.

Teknologi virtual try-on merupakan inovasi baru dalam ritel daring. Pelanggan dapat melihat tampilan penggunaan produk pada diri mereka, tanpa mencoba produk atau mengunjungi toko secara langsung. Mengatasi suasana belanja yang jenuh, merek dapat memasarkan produk mereka dengan fitur unik ini untuk menghadirkan keunggulan kompetitif. Virtual try-on dapat meningkatkan konversi pembelian, kepuasan pelanggan, serta mengurangi pengembalian produk — sebuah solusi menguntungkan bagi semua pihak.

Sustainability dan Teknologi Ramah Lingkungan

Pada 2023, 78% konsumen menyadari bahwa sustainability atau keberlanjutan adalah hal yang penting. Semakin banyak orang mencari produk dan merek ramah lingkungan dan bertanggung jawab secara sosial. Oleh sebab itu, semakin banyak peritel menerapkan teknologi ramah lingkungan. Seperti pencahayaan hemat energi, sistem tata udara HVAC, serta menyediakan produk eco-friendly atau menggunakan kemasan ramah lingkungan.

Teknologi seperti virtual try-on dapat membantu misi keberlanjutan merek dengan mengurangi kebutuhan sampel atau tester fisik yang berpotensi menghasilkan banyak sampah. Pelanggan dapat mencoba produk secara virtual tanpa membutuhkan kehadiran fisik produk tersebut. Ditambah lagi, penurunan tingkat pengembalian produk sebagai dampak dari adopsi teknologi virtual try-o. Ini dianggap bisa membantu peritel untuk mengurangi limbah yang dihasilkan oleh pengembalian produk.

Gamifikasi

Gamifikasi pengalaman belanja dengan poin loyalitas atau tantangan interaktif dapat meningkatkan keterlibatan pelanggan. Peritel dapat menggunakan gamifikasi untuk menciptakan pengalaman seru dan imersif. Hal ini untuk memotivasi pelanggan agar menjelajahi lebih banyak produk, menghabiskan lebih banyak waktu di platform mereka, dan membagikan saran. Tren gamifikasi memberikan ruang kreativitas untuk menciptakan pengalaman pelanggan yang menyenangkan.

Beberapa contoh gamifikasi di industri ritel saat ini adalah personality quiz. Aktivitas ini menawarkan rekomendasi produk atau virtual try-on game yang memungkinkan pemain memilih dan memadupadankan outfit.

Robot dan Otomasi

Hal terakhir dari tren belanja di akhir 2023 adalah penggunaan robot dan otomatisasi untuk menuntaskan pekerjaan. Otomatisasi mencakup pekerjaan manajemen inventaris, order fulfillment, hingga customer service. Robot dan otomatisasi dapat membantu menyederhanakan operasional dan meningkatkan pengalaman belanja secara keseluruhan. Otomatisasi yang didukung AI membantu bisnis mengelola inventaris secara efisien, memprediksi tren, dan menghemat biaya.

Beberapa peritel bahkan mungkin menggunakan robot di dalam toko untuk menghadirkan kebaruan yang menarik perhatian dan keingintahuan pelanggan. Misalnya, kehadiran robot pelayan atau barista, serta berbagai bentuk teknologi AI yang dapat menjawab pertanyaan, mengaudit stok barang, dan menawarkan fitur virtual try-on.

ChatGPT Voice Dirilis Untuk Android dan iOS

Jakarta, PCplus – ChatGPT Voice dikabarkan telah dirilis untuk pengguna gratis dari aplikasi ChatGPT. Dikutip PCplus dari Arstechnica, sebelumnya fitur ini telah diluncurkan untuk pengguna berbayar pada bulan September silam.

Baca Juga: Cara Mudah Mengerjakan PR Sekolah Pakai ChatGPT

Buat yang belum tahu, ini adalah asisten suara yang lengkap besutan ChatGPT. Fitur ini diluncurkan bertahap ke perangkat Android. Cara melihat apakah aplikasi ChatGPT kamu sudah dapat fitur ini. Coba buka dan cari “headphone” di aplikasi. Kalau ada, maka kamu berarti termasuk orang terpilih untuk mencobanya.

Saat memiliki fitur baru ini, kamu membuka aplikasi hanya dengan mengajukan pertanyaan. Nanti akan ada suara robot yang akan membacakan balasan. Ini sama seperti asisten suara dari Apple, Amazon, atau Google. Hanya saja yang ini mendukung model bahasa yang lebih luas.

Model suara ChatGPT murni adalah jenis asisten suara tanya-jawab. Biasanya, ini berguna untuk melakukan panggilan telepon, mengontrol rumah pintar, membuat catatan, atau membuat janji kalender. Google dan Amazon sedang merivisi asisten suara mereka untuk menggunakan model bahasa yang lebih besar. Bisa dibilang fungsionalitas suara ChatGPT ini adalah contoh untuk masa depan fitur serupa.

Respons ChatGPT juga lebih panjang daripada kebanyakan asisten suara. Ia bisa memberikan jawaban sebanyak 66 kata dalam 23 detik. Kalau kamu tertarik untuk mengobrol dengan ChatGPT Voice yang baru dirilis ini, silahkan cek di perangkat iOS dan Android kamu sekarang.

Model Rambut Pakai AI, Gak Perlu Ke Salon

Jakarta, PCplus – Mau mengubah model rambut tapi mager ke salon? Cobain fitur keren dari Perfect Corp, yang bisa mengubah model rambut pakai Artificial Intelligence (AI). Kalo sudah cocok, baru deh kamu pergi ke salon fisik. Asik kan?

Baca Juga: Mengecek Kesehatan Kulit Wajah Pakai AI

Ya, Perfect Corp, perusahaan yang mengembangkan solusi teknologi kecantikan dan fashion berbasis AI dan AR, menghadirkan inovasi teranyar berupa fitur coba gaya rambut virtual dengan Generative AI. Fitur ini sudah bisa dinikmati oleh pengguna aplikasi YouCam Makeup, baik untuk keperluan pribadi maupun bisnis di bidang tata rambut. Fitur ini merupakan fitur coba gaya rambut virtual yang paling mutakhir dan realistis di pasaran saat ini. Ia memberikan kesempatan bagi pengguna untuk mengeksplorasi gaya rambut yang paling sesuai dengan mereka.

Perfect Corp. memakai teknologi Generative AI yang canggih dan model difusi stabil untuk menghasilkan berbagai macam gaya rambut, warna, dan tekstur yang sangat realistis. Teknologi ini memastikan pengguna dapat mengeksplorasi gaya rambut untuk beragam situasi. Solusi Generative AI ini dirancang untuk mengatasi masalah utama dalam bidang tata rambut. Antara lain konsumen sering kali tidak merasa cocok dengan potongan rambut atau gaya rambut tertentu yang sesuai fitur wajah mereka. Inovasi Perfect Corp. ini memungkinkan pengguna untuk melihat tampilan gaya rambut populer secara real-time.

Lebih baik dari teknologi Generative Adversarial Network (GAN)

Solusi coba gaya rambut virtual terbaru dari Perfect Corp. menunjukkan kemajuan yang signifikan dalam pengembangan teknologi untuk industri tata rambut. Teknologi berbasis pemodelan Generative AI tersebut memberikan hasil yang lebih baik dan presisi dibandingkan dengan teknologi GAN (Generative Adversarial Network). GAN sendiri merupakan jenis generative modelling dengan metode deep learning yang banyak digunakan sebelumnya. Dengan memakai Generative AI, Perfect Corp tidak hanya mampu menciptakan filter gaya rambut biasa, tetapi juga mampu menciptakan filter gaya rambut baru.

“Dengan Generative AI, kami dapat mensimulasikan beragam gaya rambut secara real-time. Membantu konsumen untuk menemukan tampilan yang sempurna dengan mudah. Teknologi ini dirancang untuk merevolusi pengalaman konsumen. Sekaligus membantu penata rambut profesional dan brand produk perawatan rambut dalam memberikan konsultasi yang lebih mendalam,” kata Alice Chang, CEO dan Founder Perfect Corp. Alice menambahkan bahwa perusahaannya berkomitmen untuk melampaui batas teknologi kecantikan sekaligus mengeksplorasi batas-batas baru. “Kami telah bekerja keras untuk menciptakan inovasi revolusioner yang memberdayakan konsumen untuk bereksperimen dengan gaya rambut yang belum pernah ada sebelumnya,” jelas Alice

Nah untuk mencoba fitur mengubah model rambut pakai AI ini, kamu bisa mencobanya langsung di aplikasi YouCam

RELEX Solutions Hadirkan AI Untuk Minimarket

Jakarta, PCplus – Mini market seperti Indomaret, Alfamart atau sejenisnya dihadapkan dengan tantangan besar terkait kebiasaan konsumen. Sering kali mereka sulit “membaca” kebutuhan konsumen yang sering berubah-ubah. Nah, RELEX Solutions hadir membawa teknologi Artificial Intelligence (AI) untuk membantu mini market mengoptimalkan bisnisnya.

Baca Juga: Tingkatkan Operasional Ritel Dengan AI

Bagi pemilik mini market, sangat penting untuk mengantisipasi kebutuhan pelanggan yang berubah-ubah. Utamanya dengan memperhatikan faktor-faktor seperti musim, tren pasar yang sedang berkembang, pola pembelian, dan kemajuan teknologi. Menurut laporan Grocery Retail RELEX 2023, 43% peritel mengalami kesulitan untuk menjaga stok produk di rak penjualan. Alasannya karena terjadi hambatan pasokan ketika mereka tidak mampu menyesuaikan diri dengan tren musiman.


“Tingkat stok yang efisien sangat penting bagi convenience store. Karena mereka hadir dengan tujuan untuk memenuhi permintaan pelanggan sambil mengurangi pemborosan dan kerugian. Perencanaan terpadu membantu peritel convenience store menghapus silo dan meningkatkan visibilitas rantai pasokan mereka. Serta mengoptimalkan operasi format kecil di semua proses ritel utama,” kata Onni Rautio, Sales Director RELEX Solutions.

“Convenience store dapat memanfaatkan AI untuk membantu merencanakan berbagai jenis produk musiman, promosi, dan bahkan kegiatan lokal untuk memastikan bahwa tingkat persediaan dioptimalkan untuk mendapatkan keuntungan maksimal. Peritel convenience store memiliki ruang yang terbatas. Sehingga sangat penting untuk memaksimalkan pemanfaatan ruang yang sempit ini untuk meraih kesuksesan. Dengan adanya visibilitas data persediaan secara real-time, pemilik toko dapat membuat keputusan yang tepat terkait pembelian dan pengisian ulang barang. Sekaligus mengurangi kesalahan yang disebabkan oleh proses manual terkait dengan metode manajemen persediaan produk yang masih tradisional,” tambah Onni.

Ada beberapa kiat untuk meningkatkan operasi convenience store, berikut diantaranya:

Perencanaan Ruang dan Optimalisasi Planogram

Ukuran toko/tapak yang terbatas membuat convenience store harus pintar mengatur ruang. Dengan sistem analitik berbasis AI, planogram otomatis dapat menempatkan produk, rak, dan konter kasir secara optimal, sehingga ruang rak dimaksimalkan, penjualan produk sejenis meningkat, dan pengalaman pelanggan ditingkatkan. Planogram juga disesuaikan dengan kebutuhan tiap toko, agar tidak ada masalah kehabisan stok, kelebihan stok, atau biaya inventaris yang tinggi.


Perkiraan Permintaan yang Akurat

Teknologi AI dapat membantu convenience store memprediksi permintaan pelanggan dengan akurat dengan menggunakan algoritma canggih dan pembelajaran mesin untuk menganalisis data penjualan lalu, variasi musiman, dan faktor lainnya. Hal ini membuat convenience store dapat mengantisipasi permintaan dengan tepat, tanpa khawatir kehabisan atau kelebihan stok.


Manajemen Persediaan yang Efisien

Peritel bahan makanan dan produk segar perlu meningkatkan kolaborasi dengan pemasok dan mitra consumer packaged goods (CPG). Dengan proses pengisian ulang otomatis, convenience store dapat menyederhanakan proses pengisian ulang produk untuk memenuhi permintaan pelanggan. Dengan perkiraan permintaan yang akurat, convenience store dapat memastikan produk yang dibutuhkan tersedia dalam jumlah dan waktu yang tepat, sehingga mengurangi pemborosan, biaya penyimpanan produk, dan meningkatkan efisiensi operasional.


Optimalisasi Harga dan Promosi

Menentukan harga dan strategi promosi yang efektif bisa menjadi tantangan bagi convenience store. Dengan kemampuan menganalisis dinamika pasar, harga kompetitor, dan perilaku pelanggan, convenience store dapat mengoptimalkan strategi penetapan harga dan promosi, sehingga dapat meningkatkan penjualan, laba, dan traffic toko.

Ujicoba Laptop ROG sebagai AI Generator

Jakarta, PCplus – Hari ini (25/10) ASUS Indonesia mengundang beberapa media. ASUS melakukan demonstrasi penggunaan laptop ROG untuk dijadikan AI generator. Seperti yang telah diketahui bahwa laptop ASUS ROG selalu menghadirkan inovasi dan teknologi terkini dalam setiap lini produknya. Melihat perkembangan teknologi AI yang semakin marak belakangan ini, ASUS Indonesia pun berinisiatif mendemonstrasikan kemampuan laptop ROG yang difungsikan sebagai AI generator.

Baca Juga: Review Asus ROG Strix GT15, PC Gaming Intel Core 12th Gen

Ada dua laptop ASUS ROG yang digunakan untuk mendemonstrasikan teknologi AI Generator. ROG Flow X16 (GV601) dan ROG Zephyrus Duo 16 (GX650). Adapun aplikasi yang digunakan adalah Stable Diffusion, aplikasi AI Gaming Pokemon, serta Nvidia Canvas. Menarik ketika kita memberikan masukan/input/prompt pada aplikasi Stable Diffusion yang dijalankan pada laptop ROG Flow X16 (GV601). Di mana AI mampu menterjemahkan masukan yang diterima menjadi sebuah gambar/image yang menakjubkan.

ROG Flow X16, laptop yang dipakai ASUS untuk AI generator
ROG Flow X16, laptop yang dipakai ASUS untuk AI generator (PCplus/Maseko)

Bahkan, pada laptop ROG Zephyrus Duo 16, AI memainkan game Pokemon secara otomatis. Tanpa perlu dikendalikan oleh manusia/pengguna, meskipun kendali masih bisa dioverride.

Dibekali spesifikasi tinggi untuk dukung AI

Bukan tanpa alasan, laptop gaming ROG mampu menjadi sebuah mesin AI Generator yang kuat. Setiap laptop gaming ROG dibekali dengan teknologi perangkat keras generasi terbaru. Mulai dari pilihan CPU hingga 13th Gen Intel® Core™ dan AMD Ryzen™ 7000 Series, GPU NVIDIA GeForce RTX™ 40 Series. Laptop ROG telah siap digunakan untuk membantu peneliti dan pengguna AI untuk menjalankan, mengolah, dan melatih sistem kecerdasan buatannya secara lokal. Perlu diketahui, proses generate AI ini sangat menguras performa GPU.

Untuk mendapatkan performa yang stabil saat bereksperimen dengan teknologi AI, diperlukan sistem pendinginan yang canggih. Laptop ROG memiliki teknologi sistem pendingin ROG Intelligent Cooling yang komprehensif. Mulai dari penggunaan liquid metal, heatpipe tembaga atau vapor chamber, dust filter dan anti-dust tunnel. Bahkan untuk seri Zephyrus Duo, sudah menggunakan teknologi AAS Plus 2.0 yang meningkatkan ruang udara sebesar 30%.

Beberapa teknologi di laptop ROG (PCplus/Maseko)

Kehadiran teknologi MUX Switch pada laptop ROG mampu memaksimalkan proses eksperimen AI dengan memanfaatkan secara penuh GPU diskrit yang ada pada laptop ROG, dalam hal ini Nvidia RTX 30 atau RTX 40 series. Pengaturan manual juga bisa dilakukan melalui aplikasi Armoury Crate. Yang memudahkan pengguna untuk melakukan kustomisasi konfigurasi dan setting pada laptop ROG yang digunakannya.

Mengecek Kesehatan Kulit Wajah Pakai AI

Jakarta, PCplus – Perfect Corp., memengumumkan pembaruan fitur canggihnya, yaitu Live Skin Analysis Solution berbasis AI. Teknologi yang sudah memenuhi standar HIPAA ini dapat membantu pengguna mengecek kondisi kulit mereka pakai AI. Tidak cuma itu, aplikasi pintar ini juga bisa merekomendasikan perawatan kulit personal.

Baca Juga: 3D VTO, Mengubah Cara Belanja Perhiasan dan Kecantikan

Live Skin Analysis dilengkapi dengan fitur overlay AR yang dapat menunjukkan masalah kulit secara real-time. Fitur baru dari Live Skin Analysis dapat menganalisis 14 masalah kulit melalui mode live camera. Pengguna dapat melihat deteksi real-time masalah kulit di berbagai area wajah.

Ke-14 masalah kesehatan kulit yang bisa dideteksi antara lain: flek, kerutan, tekstur, kemerahan, kadar minyak, kelembapan, kantung mata, jerawat, kelopak mata atas dan bawah yang kendur, tingkat kekencangan kulit, radiance, lingkaran hitam, dan pori-pori. Fitur ini juga dipadukan dengan efek overlay AR untuk memperjelas area deteksi dan menunjukkan faktor kesehatan kulit secara instan. Ada pula teknologi deteksi wide angle 30 derajat untuk menampilkan wajah pengguna dan memberikan pengalaman analisis kulit real-time.

Uniknya, teknologi ini memungkinkan pengguna lebih terlibat dan terhubung dengan perjalanan perawatan kulit personal mereka. Dengan memberikan hasil yang cepat dan akurat, Live Skin Analysis memberikan pengalaman perawatan kulit yang lebih komprehensif dan terpercaya.

Teknologi ini diklaim juga lebih unggul daripada perangkat hardware analisis kulit konvensional. Karena bisa memberi pengguna pengalaman yang lebih personal dan cara yang nyaman untuk mengedukasi kesehatan kulit mereka secara mandiri. Selain itu, pengguna bisa mendapatkan panduan keputusan pembelian yang tepat sesuai dengan kebutuhan perawatan kulit mereka.

Teknologi AI Membuka Era Baru Analisis Kulit

“Teknologi Live Skin Analysis kami yang revolusioner memberikan cara yang sangat interaktif dan personal bagi pengguna untuk terlibat sambil mempelajari kesehatan kulit mereka lebih dalam,” kata Alice Chang, Founder dan CEO Perfect Corp. “Kemampuan deteksi secara real-time membuka jalan bagi pengalaman personalisasi yang tak tertandingi, mendorong pengguna untuk lebih aktif dalam perjalanan kesehatan kulit mereka. Hal ini membantu pengguna untuk mengambil keputusan lebih baik dengan informasi yang sesuai dengan kebutuhan perawatan kulit mereka.” Solusi Live Skin Analysis telah tersedia di seluruh browser dan mobile apps, memudahkan integrasi untuk brand dan retailer.

Nah, buat kalian yang mau coba mengecek kesehatan kulit wajah pakai AI dari Perfect Corp, langsung aja buka websitenya di sini.

Cara AI Bantu Keamanan Siber

Jakarta, PCplus – Tahun 2022 silan, kawasan Asia Pasifik kekurangan 2,2 juta tenaga keamanan siber. Para pakar pun mencari beragam solusi atas masalah ini. Salah satunya bagaimana agar kecerdasan buatan (AI) bisa bantu keamanan siber.

Baca Juga: Ancaman Online Incar Anak-Anak

Saurabh Sharma, Peneliti Keamanan Senior untuk Tim Riset dan Analisis Global (GReAT) Asia Pasifik di Kaspersky, mengatakan bahwa jika penjahat siber dapat memanfaatkan kekuatan AI, maka tim keamanan siber juga dapat memanfaatkan teknologi ini untuk kebaikan. “Pada tahun 2022, Asia Pasifik harus mengisi kesenjangan talenta keamanan siber sebesar 52,4% sejalan dengan penggerak ekonomi digitalnya. Kebutuhan mendesak ini dapat mendorong tim keamanan TI untuk mempertimbangkan penggunaan mesin pintar dalam meningkatkan pertahanan siber organisasi mereka. AI dapat membantu di bidang-bidang utama seperti intelijen ancaman, respon insiden, dan analisis ancaman,” ujar Sharma.

Threat Intelligence (intelijen ancaman) adalah aspek keamanan siber yang melibatkan pengumpulan informasi relevan tentang pelaku kejahatan siber. Sharma mengatakan algoritma AI dapat digunakan untuk mengakses dan menganalisis penelitian yang diterbitkan sebelumnya. Pakar Kaspersky juga mengungkapkan bahwa dari segi respon insiden dunia maya, AI dapat menyarankan anomali dalam kumpulan log yang disediakan. Termasuk memahami log peristiwa keamanan, menghasilkan tampilan log peristiwa keamanan tertentu. Kemudian ia dapat merekomendasikan langkah-langkah untuk mencari implan awal seperti shell web. Sharma mencatat bahwa teknologi seperti ChatGPT bahkan dapat membantu untuk mengidentifikasi komponen penting dalam kode malware.

Tetap memiliki keterbatasan

Namun, Sharma tetap menekankan adanya keterbatasan AI saat bantu menjaga keamanan siber. Ia mengimbau perusahaan dan organisasi di Asia Pasifik untuk memperhatikan hal berikut ini.

  • Meningkatkan tim dan alur kerja yang ada
  • Menjaga transparansi dalam eksplorasi dan penerapan AI Generatif, terutama jika memberikan informasi yang salah
  • Mencatat, meninjau, dan menyimpan semua interaksi dengan AI Generatif selama masa pakai produk yang diterapkan di perusahaan

“AI memberikan manfaat yang nyata bagi tim keamanan siber, terutama dalam mengotomatisasi pengumpulan data, mempercepat Mean Time To Repair (MTTR), dan mengurangi dampak dari setiap insiden. Jika dimanfaatkan secara efektif, teknologi ini juga dapat mengurangi kebutuhan keterampilan bagi analis keamanan. Tapi organisasi harus ingat bahwa mesin pintar dapat menambah dan melengkapi bakat manusia, bukan menggantikannya,” kata Sharma.

Kaspersky akan melanjutkan diskusi tentang masa depan keamanan siber di Kaspersky Security Analyst Summit (SAS) 2023 yang akan diselenggarakan di Phuket, Thailand, pada tanggal 25 hingga 28 Oktober. Acara ini akan menghadirkan peneliti anti-malware berkualitas tinggi, lembaga penegak hukum global, Tim Tanggap Darurat Komputer, dan eksekutif senior dari layanan keuangan, teknologi, layanan kesehatan, akademisi, dan lembaga pemerintah dari seluruh dunia.

Ketika Penjahat Siber Memanfaatkan AI

Jakarta, PCplus – Apa yang terjadi ketika penjahat siber memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI) untuk melancarkan aksinya. Jawabannya adalah bencana. Betapa tidak, saat ini AI mulai banyak diadopsi di berbagai bidang. Bayangkan kalau ia disalah gunakan untuk mencuri data. Wah, bisa gawat.

Baca Juga: Kaspersky Who Calls, Anti Telepon Spam

Adalah Kaspersky, raksasa keamanan siber dunia, yang berhasil mengungkap potensi bahaya AI bagi dunia maya. Noushin Shabab, Peneliti Keamanan Senior dari Tim Peneliti dan Analisis Global Asia Pasifik (GReAT), menjelaskan peran AI dalam membantu serangan online yang canggih. Serangan ini disebut dengan Advanced Persistent Threat (APT).

“AI bukan hanya alat untuk membuat malware, tapi juga senjata untuk melancarkan serangan siber di berbagai tahap. Aktor APT menggunakan teknik-teknik mutakhir untuk mengelabui sistem keamanan dan mempertahankan posisi mereka. AI terbaru dapat membantu mereka dari mulai mengintai target hingga mencuri data,” kata Shabab.

APT sendiri merupakan serangan siber yang dilakukan secara terus-menerus, rahasia, dan berbahaya. Tujuannya tidak lain untuk mendapatkan dan mempertahankan akses ke sistem. Untuk mencapai hal ini, cracker melakukan beberapa tahap serangan, seperti mengintai (mengumpulkan data tentang target, sistem, dan kerentanan), mengembangkan sumber daya, mengeksekusi, dan menyelundupkan data.

Penjahat membentuk grup

Shabab mengatakan bahwa ada 14 grup APT yang aktif di Asia Pasifik saat ini. Salah satunya adalah Origami Elephant, yang membeli domain dan virtual private server untuk mengembangkan sumber dayanya. Grup ini (juga dikenal sebagai tim DoNot, APT-C-35, SECTOR02) menargetkan Asia Selatan dengan fokus pada entitas pemerintah dan militer di Pakistan, Bangladesh, Nepal, dan Sri Lanka sejak awal tahun 2020.

Ada lagi Lazarus. Grup APT yang terkenal karena spionase siber dan sabotase siber, menggunakan media sosial dan aplikasi perpesanan seperti LinkedIn, WhatsApp, dan Telegram. Grup ini juga menyusup ke layanan web, seperti WordPress, untuk mengunggah skrip jahatnya. “Di tahap pengintaian, AI dapat membantu cracker menemukan target potensial dengan cara yang lebih cepat dan mudah. AI dapat mengotomatiskan analisis data dari berbagai sumber online dan media sosial dan mengumpulkan data tentang personel, sistem, dan aplikasi target. AI juga dapat menemukan celah keamanan dengan menilai detail karyawan perusahaan, hubungan pihak ketiga, dan arsitektur jaringan,” jelasnya.

Tips dari Kaspersky

Nah, kalau kamu mau melindungi diri dan perusahaan dari penjahat siber yang memanfaatkan AI ini, ada beberapa tips dari Kaspersky yang bisa diikuti:

  • Menggunakan solusi keamanan lanjutan yang dapat mengawasi perilaku pengguna dan sistem kamu. Dengan cara ini, kita dapat mendeteksi aktivitas mencurigakan yang mungkin menunjukkan adanya ancaman.
  • Memperbarui semua perangkat lunak, aplikasi, dan sistem operasi secara teratur. Ini akan membantu kamu mengatasi kerentanan yang bisa dimanfaatkan oleh penyerang.
  • Memberikan pelatihan dan kesadaran pengguna tentang cara menjaga keamanan siber. Ini termasuk mengajarkan mereka bagaimana mengenali dan menghindari serangan rekayasa sosial dan phishing.
  • Menerapkan otentikasi multi-faktor (MFA) untuk mengakses sistem dan aplikasi penting. Ini akan mengurangi risiko akses tidak sah bahkan jika kredensial kamu telah dicuri.

Cyber Security Weekend: Menaklukkan Penjahat AI

Jakarta, PCplus – Untuk menggali lebih dalam tentang hubungan antara AI dan masa depan keamanan siber, Kaspersky menggelar Cyber Security Weekend Asia Pasifik (APAC) pada 25 Agustus lalu. Konferensi dengan tema “Deus Ex Machina: Menetapkan Petunjuk Aman untuk Mesin Cerdas”. Ini bertujuan untuk membuat peta aman seiring dunia memanfaatkan kekuatan AI.

Baca Juga: AI Youtube Untuk Ringkasan Video yang Pintar

Perusahaan keamanan siber global ini telah melakukan banyak inovasi dengan menemukan cara untuk membuat sistem TI dengan perlindungan “bawaan” atau yang dikenal sebagai Imunitas Siber. Salah satu topik yang dibahas adalah bagaimana penjahat siber dapat memanfaatkan AI untuk meningkatkan serangan phishing dan malware. Konsep Imunitas Siber Kaspersky mengimplikasikan bahwa sebagian besar jenis serangan siber tidak efektif dan tidak dapat mengganggu fungsi penting sistem. Tentunya ini terjadi dalam skenario penggunaan yang ditetapkan pada tahap perancangan.

“Kaspersky Cyber Immunity adalah pendekatan yang baru-baru ini kami usulkan di Amerika Serikat dan Uni Eropa. Ini mewujudkan sistem yang aman sesuai perancangan yang memungkinkan terciptanya solusi yang hampir tidak mungkin untuk dieksploitasi. Di zaman di mana teknologi dapat digunakan baik oleh orang baik maupun orang jahat, keamanan siber tradisional tidak lagi cukup. Kita perlu merevolusi pertahanan kita untuk memastikan kita menciptakan dunia digital yang lebih aman,” kata Eugene Kaspersky, CEO Kaspersky.

Penggunaan AI di Asia Pasifik Meningkat

Sebuah studi terbaru dari IDC menunjukkan bahwa pengeluaran untuk AI di kawasan Asia Pasifik akan meningkat dua kali lipat dalam tiga tahun. Dari $9,8 miliar pada tahun 2023 menjadi $18,6 miliar pada tahun 2026. Sebagian besar perusahaan lokal juga akan mengimplementasikan AI di semua kategori. Ini dilakukan untuk meningkatkan efisiensi dan mengurangi ketergantungan pada kemampuan teknis. Saat ini, pasar AI di Asia Pasifik mencapai $22,1 miliar dan diperkirakan akan tumbuh hampir empat kali lipat pada tahun 2028, yaitu menjadi $87,6 miliar.

“Perusahaan menyadari cara memanfaatkan AI untuk meningkatkan efisiensi aset mereka, kualitas produk mereka, dan juga untuk menyederhanakan rantai pasokan. Laporan IDC menyoroti bahwa Tiongkok, Australia, dan India adalah tiga negara terdepan dalam pengeluaran untuk AI. Dan saya yakin banyak negara lain yang akan mengikuti jejak mereka. Hal ini membuat kami siap untuk menyusun peta jalan yang aman terkait dengan penerapan dan adopsi AI di APAC. Ini untuk memastikan bahwa kami memanfaatkan keunggulannya tanpa mengorbankan keamanan siber,” kata Adrian Hia, Managing Director untuk Asia Pasifik di Kaspersky.

Untuk mengetahui lebih lanjut tentang Kaspersky Cyber Immunity, kunjungi https://os.kaspersky.com/technologies/cyber-immunity/.

Selain di Cyber Security Weekend, Kaspersky akan melanjutkan diskusi tentang masa depan keamanan siber di Kaspersky Security Analyst Summit (SAS) 2023 yang akan diadakan di Phuket, Thailand, pada tanggal 25 hingga 28 Oktober. Acara ini menghadirkan banyak peneliti anti-malware berkualitas tinggi. Seperti lembaga penegak hukum global, Tim Tanggap Darurat Komputer, dan eksekutif senior dari layanan keuangan. Termasuk juga di layanan teknologi, layanan kesehatan, akademisi, dan lembaga pemerintah dari seluruh dunia.

Apakah ada hal lain yang bisa saya bantu?

AI Youtube Untuk Ringkasan Video yang Pintar

Jakarta, PCplus – Google sedang mencoba menggunakan AI untuk membuat ringkasan video YouTube secara otomatis. Demikian menurut informasi di halaman dukungan Youtube tertanggal 31 Juli. Di halaman yang dirangkum oleh Android Police disebutkan bahwa ringkasan ini baru akan muncul terbatas di video berbahasa Inggris. Dan hanya bisa dilihat oleh pengguna yang terbatas. Ringkasan ini akan muncul di halaman tonton dan cari YouTube. Dan bertujuan untuk memberikan gambaran singkat tentang isi video tanpa menggantikan deskripsi yang ditulis oleh manusia.

Baca Juga: AudioCraft, AI Pembuat Musik dari Meta

“Kami mulai menguji ringkasan otomatis AI di YouTube, agar Anda bisa membaca ringkasan singkat tentang sebuah video dan memutuskan apakah cocok untuk Anda,” tulis halaman dukungan tersebut. Android Police mencatat. Pengguna biasanya mendaftar untuk berpartisipasi dalam eksperimen YouTube di YouTube.com/new, meskipun beberapa tes mungkin memerlukan langganan YouTube Premium.

Menanggapi hal ini, juru bicara Google Jen Jamie mengatakan: “Kami sedang menguji fitur baru untuk penonton yang menggunakan AI generatif untuk membuat ringkasan untuk video YouTube. Kami sering menguji fitur baru sebelum mereka resmi diluncurkan. Sehingga kami bisa membangun dan menyempurnakan pengalaman terbaik untuk penonton dan kreator kami.” Masih menurut Jamie, penonton YouTube mungkin akan melihat ringkasan otomatis AI saat menonton vlog, belanja, dan video cara berbahasa Inggris di perangkat seluler.

Salah satu experimen AI Google

Eksperimen YouTube ini merupakan salah satu dari banyak inisiatif AI generatif yang sedang dilakukan oleh Google. Ini sejalan dengan upaya perusahaan untuk menemukan manfaat dari teknologi yang sedang berkembang. Pada konferensi pengembangnya di bulan Mei, perusahaan mengumumkan fitur baru di Play Store. Fitur ini bertujuan untuk menggunakan AI generatif untuk merangkum ulasan pengguna aplikasi. Namun tentu saja, itu hanya sebagian kecil dari usaha Google dalam bidang AI yang mencakup Search Generative Experience baru.

Perusahaan lain juga telah mencoba menggunakan AI untuk membuat ringkasan konten online secara otomatis. Artifact, misalnya, baru-baru ini meluncurkan fitur ringkasan untuk artikel berita.

JJika berhasil, ringkasan AI ini bakal berpengaruh pada cara kreator YouTube menyusun video mereka. Setiap perubahan kebijakan dan fitur baru yang diperkenalkan oleh platform video ini dapat memiliki dampak yang luas pada ekosistem kontennya. Karena kreator berusaha untuk memuaskan algoritma rekomendasi yang serba tahu. Siapa tahu apa yang akan terjadi ketika kreator harus membuat video untuk manusia dan AI Google sekaligus?