Tag Archives: amd

Ryzen 8000G Integrated GPU, Lebih Cepat Dari Grafis Diskrit?

Jakarta, PCplus – AMD Ryzen 8000G adalah prosesor desktop yang memiliki GPU terintegrasi yang sangat cepat dan CPU yang cukup mumpuni. GPU ini menggunakan arsitektur RDNA3 yang sama dengan kartu grafis Radeon RX 7000 series. Di atas kertas, ia bisa menghadirkan kinerja grafis yang luar biasa untuk PC kecil dan/atau murah, tanpa kartu grafis tambahan. Ryzen ini menggunakan arsitektur Zen 4 yang merupakan generasi terbaru dari AMD. Dan dapat menangani berbagai macam aplikasi serta game dengan baik.

Baca Juga: Mengulas Lebih Dalam ROG Ally, Sang Raja Konsol Portabel Di Dunia

Namun, prosesor ini juga memiliki beberapa kekurangan. Sepert, kurangnya cache L3, keterbatasan platform soket AM5, dan harga yang lumayan tinggi. Selain itu, prosesor ini mungkin tidak cocok untuk semua jenis PC. Utamanya yang membutuhkan kinerja CPU dan GPU yang berat. Itu dia mengapa kamu harus mempertimbangkan kebutuhan dan anggaran Anda sebelum membeli prosesor ini.

Dari laptop ke desktop

Prosesor 8000G menggunakan silikon laptop (dalam hal ini, seri Ryzen 7040/8040, yang diberi kode Phoenix dan Phoenix 2). Hanya saja ia dipaket ulang untuk bisa dipasang di soket prosesor desktop. Secara umum 8700G dan 8600G ini bakal punya kinerja seperti Zen 4 CPU lainnya dengan jumlah core yang sama. Jika pun ada perbedaan, silikon Phoenix punya kinerja sedikit lebih buruk, karena memiliki setengah cache L3.

Spesifikasi dan harga

Ada tiga prosesor baru yang dirilis pada 31 Januari ini. Yang paling tinggi adalah Ryzen 7 8700G seharga $329, CPU 8-core dengan GPU Radeon 780M. Seri yang lebih rendah dan mungkin kombinasi terbaik dari harga dan kinerja, adalah Ryzen 5 8600G seharga $229, CPU 6-core dengan GPU Radeon 760M. Kinerjanya sedikit lebih lambat. Seri terendah yang dipasarkan seharga $179 adalah Ryzen 5 8500G. Ia juga punya enam core CPU, tetapi dua diantaranya adalah core Zen 4 biasa. Sementara empat lainnya adalah core “Zen 4c” yang lebih kecil yang dioptimalkan untuk menghemat ruang daripada berjalan pada kecepatan clock tinggi. Zen 4c dapat melakukan hal yang sama persis dengan Zen 4, meskipun tidak lebih cepat. Sesuatu yang harus kamu tahu saat membandingkannya.

Radeon 780M menggunakan 12 Computing Unit (CU) AMD, berdasarkan arsitektur grafis RDNA3 yang sama dengan kartu grafis Radeon RX 7000 series. 760M hanya memiliki delapan CU aktif, sementara Radeon 740M punya empat. Semuanya dibekali TDP 65W, yang dapat disesuaikan kalau kamu punya motherboard soket AM5 dengan chipset B650 atau X670.

CPUHargaArsitektur CPU/GPUCore/threadGPU RadeonClock (Base/Boost)Total cache (L2+L3)
Ryzen 7 8700G$329Zen 4/RDNA38c/16t780M (12 CU)4.2/5.124MB
Ryzen 5 8600G$229Zen 4/RDNA36c/12t760M (8 CU)4.3/5.022MB
Ryzen 5 8500G$179Zen 4 dan Zen 4c/RDNA36c/12t740M (4 CU)3.5/5.022MB

Kinerja dan benchmark Ryzen 8000G

Untuk menguji kinerja prosesor 8000G, data yang PCplus kutip dari Arstechnica mencoba membandingkannya dengan beberapa prosesor lain. Termasuk Ryzen 5000G sebelumnya, Ryzen 7000, dan Intel Core i7-12700. Ada juga beberapa kartu grafis kelas bawah, seperti GeForce GT 1030 dan Radeon RX 550, untuk melihat seberapa baik GPU terintegrasi dapat bersaing.

Sebagai komponen uji, digunakan motherboard ASUS ROG Strix B650-A Gaming untuk prosesor 8000G, dengan RAM DDR5-4800 16GB. Untuk prosesor lain, digunakan motherboard yang sesuai dengan soket dan chipset mereka, dengan RAM DDR4-3200 16GB. SSD NVMe 1TB dan PSU 650W dipakai untuk semua sistem. Dan emua tes berjalan di resolusi 1080p, dengan pengaturan grafis yang berbeda, tergantung pada game dan GPU.

Berikut adalah hasil benchmarknya

CPU

TesRyzen 7 8700GRyzen 5 8600GRyzen 5 8500GRyzen 7 7700Ryzen 7 5700GRyzen 5 5600GCore i7-12700
Cinebench R23 Single1,6371,6121,5901,6841,4941,4711,758
Cinebench R23 Multi13,48710,1549,85714,01712,1749,35516,823
Geekbench 5 Single1,7151,6891,6671,7631,5831,5611,841
Geekbench 5 Multi10,9428,2468,02111,4739,7987,62213,456
PCMark 107,6217,4817,3987,6987,0827,0248,012

Dari hasil ini, kita dapat melihat bahwa prosesor Ryzen 8000G memiliki kinerja CPU yang cukup baik, tetapi tidak luar biasa. Mereka sedikit lebih lambat dari Ryzen 7000, terutama karena kurangnya cache L3. Mereka juga kalah dari Intel Core i7-12700, yang memiliki lebih banyak core dan thread. Namun, mereka masih lebih cepat dari Ryzen 5000G, yang menggunakan arsitektur Zen 3 yang lebih tua.

GPU

TesRyzen 7 8700GRyzen 5 8600GRyzen 5 8500GRyzen 7 5700GRyzen 5 5600GGT 1030RX 550
3DMark Time Spy3,4212,5711,4311,3121,1811,0381,241
3DMark Fire Strike9,8377,3894,1283,6213,2672,8943,462
Shadow of the Tomb Raider (Medium)52 fps39 fps22 fps19 fps17 fps15 fps18 fps
Shadow of the Tomb Raider (Low)63 fps47 fps27 fps23 fps21 fps18 fps22 fps
Doom Eternal (Medium)59 fps44 fps25 fps21 fps19 fps17 fps20 fps
Doom Eternal (Low)72 fps54 fps31 fps26 fps23 fps21 fps24 fps
GTA V (Normal)67 fps50 fps28 fps

Nah, setelah melihat hasil uji Ryzen 8000G integrated GPU ini, gimana nih menurut kamu? Layak dibeli kah? Tinggalkan pendapatmu di kolom komentar ya.

ASUS Zenbook 14 OLED UM3402, Laptop Portabel, Modern, dengan Daya Tahan Baterai Seharian!

Hadir dengan tampilan serta desain yang baru, lebih ringan, ringkas serta menunjukkan bentuk keseluruhan laptop yang lebih modern. ASUS Zenbook 14 OLED (UM3402) memang pantas dibilang laptop modern yang berkelas. Ditenagai oleh prosesor AMD Ryzen AMD Ryzen™ 5 5625U yang menggunakan konfigurasi 6 core dan 8 thread serta dibekali chip grafis terintegrasi AMD Radeon™ Graphics. Zenbook 14 OLED (UM3402) memantapkan dirinya untuk disebut laptop serba bisa dan mumpuni dalam penggunaan keperluan sehari – hari.

Baca Juga: Mengintip Laptop ASUS Buatan Indonesia

Evolusi Desain yang Revolusioner

Zenbook 14 OLED (UM3402) merupakan sebuah kultimasi dari perjalanan panjang desain – desain generasi sebelumnya. Sekarang laptop ini hadir dengan desain yang baru, tanpa mengurangi ciri khas konsep Zenbook yang mengutamakan bentuk yang elegan dan tidak lekang oleh waktu.

Bukan cuma tampilan yang berkelas nan mewah, Zenbook 14 OLED (UM3402) juga sudah mempunyai fitur – fitur yang dapat mempermudah penggunanya. Salah satunya 180° ErgoLift Hinge. Fitur tersebut sangat berguna untuk posisi pengetikan pengguna yang lebih nyaman. Selain itu, fitur NumberPad 2.0 dalam laptop ini dapat secara cepat membantu pengguna dalam meng-input angka – angka. Ketersediaan sensor sidik jari yang langsung terintegrasi dengan tombol daya menjadikan proses login pada laptop lebih mudah dan simpel.

Laptop ini juga sudah mempunyai fitur Teknologi 3DNR pada kameranya. Ini memungkinkan pengguna untuk melakukan video conference atau video call dalam kondisi yang minim cahaya dengan noise yang rendah.

Teknologi ASUS AI Noise-Cancelling adalah teknologi mutakhir yang dapat menghilangkan suara bising di sekitar pengguna saat melakukan conference call. Pengguna tidak perlu khawatir dengan suara luar yang ikut masuk saat sedang berbicara dengan rekan kerja melalui online call.

Fitur ASUS Zenbook 14 OLED UM3402
Fitur ASUS Zenbook 14 OLED UM3402

Selain itu, ASUS juga memperkenalkan teknologi ErgoSense Keyboard. Fitur ini hadir untuk pengalaman mengetik yang lebih baik di Zenbook 14 OLED (UM3402). ErgoSense Keyboard menggabungkan desain keyboard full-size dengan key pitch 19,05mm dan key travel sejauh 1,4mm. Desain ini menghadirkan pengalaman mengetik layaknya menggunakan keyboard PC desktop dengan tingkat akurasi dan kenyamanan yang tinggi. ErgoSense Keyboard juga ditemani dengan touchpad yang dilapisi oleh lapisan hydrophobic. Lapisan ini membuat sensasi sentuhan yang lebih halus dan memudahkan pengguna Zenbook 14 OLED (UM3402) untuk menggunakan berbagai gesture.

Kualitas Visual Terbaik berkat ASUS OLED

Sebagai produsen laptop dengan layar OLED nomor satu di dunia, ASUS berkomitmen menghadirkan teknologi layar ASUS OLED ke seluruh jajaran Zenbook di tahun 2022 ini. Layar ASUS OLED di Zenbook 14 OLED (UM3402) sudah menggunakan resolusi 2,8K (16:10). Dan telah dilengkapi dengan beragam fitur, sehingga menghasilkan layar yang bisa menampilkan warna yang sangat kaya, akurat, dan tidak merusak kesehatan mata. Ditambah lagi rasio layarnya terlihat lebih luas sehingga penggunanya dapat beraktivitas secara lebih produktif.

Setiap laptop yang menggunakan layar ASUS OLED telah dijamin mampu menghasilkan kualitas visual dengan warna yang sangat kaya dan akurat. Tidak tanggung-tanggung, ASUS OLED memiliki color gamut 100% DCI-P3 dan telah mengantongi sertifikasi PANTONE Validated Display. ASUS OLED juga mendukung teknologi HDR dan telah tersertifikasi VESA DisplayHDR True Black. Singkatnya, layar ASUS OLED diciptakan berdasarkan standar kebutuhan industri kreatif. Dengan demikian, semua konten yang ditampilkan oleh ASUS OLED dijamin akurat sesuai dengan apa yang ingin ditampilkan oleh sang pembuat konten.

ASUS Zenbook 14 OLED UM3402

ASUS OLED juga dibekali fitur bernama Eye Care. Fitur tersebut memungkinkan spektrum cahaya biru yang berbahaya untuk mata dikurangi secara drastis tanpa mengorbankan kualitas visual. Inovasi tersebut membuat ASUS OLED dapat mengurangi paparan radiasi sinar biru yang berbahaya untuk kesehatan mata dalam jangka panjang. ASUS OLED juga telah mengantongi sertifikasi dari TÜV Rheinland untuk low-blue light dan anti-flicker.

Performa Mumpuni Namun Tetap Ringkas!

Seperti yang terlihat dari hasil Benchmark di atas, Zenbook 14 OLED (UM3402) mampu menghasilkan performa komputasi yang dapat diandalkan. Ditenagai oleh prosesor AMD Ryzen AMD Ryzen™ 5 5625U yang menggunakan konfigurasi 6 core dan 8 thread serta dibekali chip grafis terintegrasi AMD Radeon™ Graphics. Zenbook 14 OLED (UM3402) dipastikan dapat memenuhi kebutuhan penggunanya sebagai mesin penunjang produktivitas sehari-hari yang sangat portabel. Tidak cuma itu, berkat efisiensi daya prosesor yang digunakan serta dukungan baterai 75Wh, Zenbook 14 OLED (UM3402) mampu bertahan hingga lebih dari 9 jam penggunaan berdasarkan uji baterai menggunakan PCMark 10 Battery Benchmark pada mode Modern Office.

Berikut hasil benchmark Zenbook 14 OLED (UM3402):

Keyboard ASUS Zenbook 14 OLED UM3402

ASUS Zenbook 14 OLED (UM3402) juga didesain sebagai laptop portable yang mumpuni dan mudah serta nyaman untuk dibawa bepergian. Hal tersebut dibuktikan langsung melalui bobotnya yang hanya 1,39Kg serta memiliki ketebalan hanya 16,9mm. Meski sangat ringkas dan ringan, Zenbook 14 OLED (UM3402) tetap tampil dengan port yang lengkap.

Port di laptop ini terdiri dari USB 3.2 Type-A, HDMI, 3.5mm combo audio jack, serta sebuah SD card reader. Selain itu, Zenbook 14 OLED (UM3402) juga dibekali dengan dua port USB 3.2 Type-C yang mendukung fitur DisplayPort serta power delivery sehingga penggunanya tidak lagi membutuhkan dongle.

Selain konektivitas melalui port, laptop ini punya konektivitas nirkabel berteknologi terbaru. Salah satunya adalah WiFi 6E yang memungkinkan laptop terhubung ke jaringan WiFi 6GHz yang lebih kencang. Sementara itu, masih ada koneksi Bluetooth 5 untuk memudahkan pengguna saat menghubungkan berbagai perangkat, mulai dari mouse hingga headphone nirkabel.

Laptop modern yang bisa kamu dapatkan sekarang

ASUS Zenbook 14 OLED (UM3402) merupakan cerminan laptop modern saat ini. Selain mengusung desain yang ringkas dan ringan, Zenbook 14 OLED (UM3402) tetap hadir dengan performa yang mumpuni. Fitur laptop ini pun lengkap. Dengan opsi konektivitas modern yang beragam, sampai fitur keamanan canggih yang dapat memudahkan sekaligus menjaga keamanan data penggunanya.

Layar ASUS OLED merupakan bintang utama di laptop ini. Panel OLED beresolusi 2,8K -nya telah mengantongi berbagai sertifikasi, mulai dari PANTONE Validated Display, VESA HDR TrueBlack, sampai low-blue light dari TÜV Rheinland. Ditambah kemampuan reproduksi warna yang tinggi dengan color gamut 100% DCI-P3. Layar ASUS OLED memastikan pengguna Zenbook 14 OLED (UM3402) selalu mendapatkan pengalaman visual terbaik.

ASUS Zenbook 14 OLED (UM3402) sudah tersedia di Indonesia dengan banderol harga Rp15.299.000. Cukup terjangkau untuk sebuah laptop kelas premium apalagi dengan daya tahan baterai seharian.


Main Spec.
Zenbook 14 OLED (UM3402)
CPUAMD Ryzen™ 5 5625U Mobile Processor (6-core/12-thread, 16MB cache, up to 4.3 GHz max boost)
Operating SystemWindows 11 Home
Memory8GB LPDDR5
Storage512GB M.2 NVMe™ PCIe® 4.0 Performance SSD
Display14-inch, 2.8K (2880 x 1800) 16:10, ASUS OLED, 90Hz 0.2ms, 550nits, DCI-P3 100%, Pantone Validated, VESA HDR True Black
GraphicsAMD Radeon™ Graphics
Input/Output1x USB 3.2 Gen 2 Type-A, 2x Thunderbolt™ 4 supports display + power delivery, 1x HDMI 2.0b, 1x 3.5mm Combo Audio Jack, Micro SD card reader
ConnectivityWi-Fi 6E (802.11ax) (Dual band) 2*2 + Bluetooth 5
CameraUp to 1080p FHD camera
AudioSmart Amp Technology, Built-in speaker, Built-in microphone, harman/kardon certified
Battery75Wh, 2S2P, 4-cell Li-ion
Dimension31.36 x 22.06 x 1.69 ~ 1.69 cm
Weight1.39 Kg
ColorsJade Black
PriceRp15.299.000
Warranty2 tahun garansi global dan 1 tahun ASUS VIP Perfect Warranty

Inilah Cara AMD Menetapkan Standar Baru untuk Notebook Bisnis Modern

Penggunaan perangkat PC mobile, yang biasa kita sebut dengan laptop ataupun notebook saat ini meningkat cukup tinggi. Hal ini tentunya diakibatkan oleh pandemi COVID-19 yang melanda dunia sehingga banyak pekerja kantoran harus menjalani aktivitas pekerjaan dari rumah atau biasa disebut dengan istilah work from home (WFH). Secara otomatis, permintaan akan notebook bisnis akan semakin meningkat, seiring semakin banyaknya pekerja yang tidak bekerja secara onsite di kantor.

AMD sebagai salah satu produsen prosesor terbesar di dunia melihat kesempatan dari momentum tersebut dengan menghadirkan platform Ryzen PRO 4000 Series. Platform prosesor yang dirancang berdasarkan arsitektur Zen 2 itu siap menetapkan standar baru untuk notebook bisnis modern. Selain membawa performa yang lebih baik dari Ryzen PRO generasi sebelumnya, prosesor ini juga membawa keamanan dan kestabilan yang baik untuk para pelaku usaha.

Artikel selengkapnya.

ASUS VivoBook S14 M433, Laptop Keren dan Powerful Pakai Ryzen 4000 Series

Setelah sukses dengan seri VivoBook S14 M433, yang membawa platfrom Intel Core generasi ke-10 di segmen mainstream, ASUS kembali menghadirkan gebrakan. Ya, kini gilran laptop mainstream dengan prosesor AMD mutakhir yang dihadirkan.

Model yang dirilis di kuartal kedua 2020 ini adalah VivoBook S14 M433. Sama seperti seri versi S433, ia adalah laptop generasi penerus VivoBook S S430 yang diperkenalkan tahun lalu. Dan di antara semua laptop VivoBook, seri VivoBook S merupakan produk premium dan hadir dengan fitur terbaik di kelasnya, tak terkecuali VivoBook S14 M433 kali ini.

Hadir dengan AMD Ryzen 7 4000 series, VivoBook S14 M433 tidak hanya lebih gesit dari pendahulunya tetapi juga lebih hemat baterai. Tidak hanya itu, VivoBook S14 M433 kini tampil dengan desain baru yang lebih elegan dengan aksen warna yang tajam serta minim dekorasi.

ASUS juga menghadirkan stiker eksklusif yang dapat ditempelkan pengguna ke VivoBook S14 M433 sehingga membuatnya lebih tekesan personal serta penuh kebebasan, sesuatu yang sangat lekat dengan jiwa para kawula muda.

A computer sitting on top of a wooden table

Description automatically generated

Untuk Generasi Muda

Sama seperti pendahulunya, VivoBook S14 M433 dirancang khusus untuk generasi muda. Untuk itulah laptop ini hadir dengan desain yang memungkinkan penggunanya untuk melakukan kustomasi sebebas-bebasnya.

Dimulai dari warna, ASUS memberikan opsi sebanyak empat pilihan warna untuk VivoBook S14 M433. Mereka yang memiliki kepribadian berwarna dan tegas dapat memilih warna Gaia Green atau Resolute Red. Sementara mereka yang suka dengan desain yang lebih elegan dapat memilih varian warna Dreamy White atau Indie Black.

Dengan banyaknya pilihan warna, pengguna dapat menyesuaikan seleranya dengan tampilan laptopnya sehingga VivoBook S14 M433 akan terasa lebih personal.

Sepintas VivoBook S14 M433 memang terlihat sangat sederhana. Di bagian belakang layarnya hanya terdapat tulisan “ASUS VivoBook” yang kini ditempatkan di samping dan membuat bagian belakang layarnya memiliki “ruang kosong” atau dalam istilah desain adalah “negative space”. Kehadiran negative space tersebut memang disengaja karena di sanalah VivoBook S14 dapat dipersonalisasi lebih jauh.

Negative space tersebut ternyata sengaja dihadirkan agar pengguna dapat menempelkan berbagai macam stiker di belakang layar laptop. Tidak tanggung-tanggung, ASUS pun memberikan beberapa stiker dengan desain eksklusif di paket penjualannya. Stiker tersebut tidak akan bisa didapatkan selain dengan membeli VivoBook S14 M433, atau varian saudaranya yakni S433.

A picture containing box, refrigerator

Description automatically generated

Modern

VivoBook S14 M433 memang tampil untuk generasi muda, namun bukan berarti aspek sebagai laptop modern diabaikan oleh ASUS. Ia memiliki bodi yang sanguat tipis dan ringan untuk laptop di kelasnya. Bobotnya hanya 1,4 kilogram dan ketebalannya hanya 15,9mm, membuat laptop ini dapat dengan mudah dibawa bepergian bahkan menggunakan tas berukuran kecil sekalipun.

An open computer sitting on top of a wooden table

Description automatically generated

Soal bodi, VivoBook S14 M433 juga memiliki ukuran yang ringkas. Jika dibandingkan dengan laptop berlayar 14 inci lainnya, bodi VivoBook S14 M433 memiliki ukuran lebih mungil. Hal tersebut salah satunya diakibatkan oleh penggunaan teknologi NanoEdge Display.

Teknologi layar eksklusif tersebut mampu menghadirkan bezel yang sangat tipis. Hasilnya adalah screen-to-body ratio hingga 85 persen dan ukuran keseluruhan bodi yang lebih kecil. NanoEdge Display juga membuat layar tampak lebih lega dan konten yang disajikan lebih immersive.

Layar VivoBook S14 M433 juga mengalami peningkatan di mana kali ini layar tersebut telah mampu mereproduksi warna pada color space sRGB hingga 100 persen. Dengan kata lain, VivoBook S14 M433 juga sangat cocok untuk para content creator seperti fotografer dan video editor. Selain itu, layar VivoBook S14 M433 juga memiliki sudut pandang lebar yaitu hingga 178 derajat.

An open computer sitting on top of a table

Description automatically generated

Fitur Premium

Sebagai laptop modern dan merupakan seri VivoBook tertinggi, VivoBook S14 M433 telah dilengkapi fitur terbaik di kelasnya. Dimulai dari fingerprint atau pembaca sidik jari, pengguna VivoBook S14 M433 tidak perlu lagi mengetikkan password untuk masuk ke dalam sistem Windows 10. Fingerprint yang terdapat di VivoBook S14 M433 telah terintegrasi dengan fitur Windows Hello di Windows 10.

A computer sitting on top of a keyboard

Description automatically generated

Windows Hello merupakan fitur yang memudahkan pengguna untuk masuk ke dalam sistem tanpa harus mengetikkan password. Selain dapat login lebih cepat dan praktis, Windows Hello juga membuat laptop menjadi lebih aman karena tidak sembarang orang dapat mengaksesnya.

Selain Windows Hello, VivoBook S14 M433 juga dilengkapi dengan fitur audio premium bersertifikasi harman/kardon. Fitur ini sangat penting dihadirkan mengingat VivoBook S14 M433 merupakan laptop yang menyasar generasi muda dan musik tidak bisa dipisahkan dari mereka. Melalui kualitas audio terbaik di kelasnya, VivoBook S14 M433 dapat menjadi teman setia untuk penggunanya yang aktif dan enerjik.

Konektivitas Terbaik

Berbeda dengan laptop sekelasnya, VivoBook S14 M433 telah dilengkapi dengan beragam konektivitas modern yang salah satunya adalah WiFi 6. Ya, VivoBook S14 M433 telah dilengkapi modul WiFi 802.11ax atau WiFi 6 yang merupakan teknologi komunikasi data nirkabel generasi terbaru.

Berbeda dengan WiFi generasi sebelumnya, WiFi 6 menjanjikan kecepatan transfer data yang lebih tinggi yaitu hingga tiga kali lipat, kapasitas jaringan hingga empat kali lipat lebih banyak, dan latency hingga 75 persen lebih rendah.

An open computer sitting on top of a keyboard

Description automatically generated

Sementara untuk konektivitas lainnya, VivoBook S14 M433 telah hadir dengan beragam port termasuk USB 3.2 (Gen 1) Type-C yang menjanjikan kecepatan transfer data lebih baik. Selain itu, port USB Type-C juga dapat dimanfaatkan untuk mengkoneksikan VivoBook S14 M433 dengan berbagai perangkat eksternal modern yang kini mulai banyak memanfaatkan USB Type-C sebagai interface-nya.

Performa Hebat

VivoBook S14 M433 ditenagai oleh prosesor AMD Ryzen 7 4000 series. Varian yang kami gunakan kali ini sendiri menggunakan prosesor AMD Ryzen 7-4700U yang memiliki konfigurasi empat core dan delapan thread.

A picture containing indoor, table, window, sitting

Description automatically generated

Prosesor generasi terbaru dari AMD tersebut tidak hanya powerful tetapi juga hemat daya. Berdasarkan hasil pengujian menggunakan Cinebench R20 dan PCMark 10, VivoBook S14 M433 berhasil meraih skor yang cukup tinggi dan terbukti cocok untuk menemani berbagai kegiatan sehari-hari penggunanya.

A screenshot of a social media post

Description automatically generated

Selain tangguh dalam hal performa prosesor, VivoBook S14 M433 juga memiliki performa grafis yang kencang untuk sebuah laptop berukuran ringkas. Hal tersebut dikarenakan VivoBook S14 M433 telah dilengkapi oleh chip grafis AMD Radeon RX Vega 7 yang memiliki performa cukup baik untuk bermain game-game first person shoot dan game kasual lainnya di resolusi FullHD dengan setting standar.

A picture containing building, photo, front, dark

Description automatically generated

Satu hal lain yang menarik dari VivoBook S14 M433 adalah laptop ini menggunakan PCIe SSD berkapasitas 512GB. Ini membuat performa Ryzen 7 yang sudah kencang, dan RAM DDR4 3200MHz dalam konfigurasi dual channel 8GB menjadi semakin maksimal.

A close up of a green screen

Description automatically generated
Main Spec.ASUS VivoBook S14 M433
CPUAMD Ryzen™ 7 4700U Processor (8C/8T, 12MB Cache, 4.1 GHz Max Boost)
Operating SystemWindows 10 64-bit + Microsoft Office Home & Student 2019
MemoryDual Channel 8GB DDR4 3200MHz RAM
Storage512GB M.2 NVMe™ PCIe® SSD
Display14.0″ (16:9) LED backlit FHD (1920×1080) NanoEdge Display, 100% sRGB
GraphicsAMD Radeon RX Vega 7
Input/Output1x USB 3.2 (Gen1) Type-C, 1x USB 3.2 (Gen1) Type-A, 2x USB 2.0 Type-A, HDMI, Audio Jack, MicroSD card reader
Camera720p HD camera
ConnectivityWi-Fi 6(Gig+) (802.11ax), Bluetooth 5.0 (Dual band) 2*2
AudioBuilt-in speaker, Built-in microphone, Audio by ICEpower®//harman/kardon (Mainstream)
Battery50WHrs, 3S1P, 3-cell Li-ion
Dimension32.40 x 21.30 x 1.59 ~ 1.59 cm
Weight1.4Kg with battery
ColorsGaia Green, Resolute Red, Dreamy White, Indie Black
PriceRp11.799.000
Warranty2 tahun garansi global

Namun dari semua kelebihan yang ditampilkan oleh VivoBook S14 M433, performa baterainya adalah yang terbaik. VivoBook S14 M433 mengadopsi baterai 50Whrs, lebih besar dibandingkan laptop sekelasnya.

A screenshot of a cell phone

Description automatically generated

Digabungkan dengan prosesor Intel Core 10th Gen yang hemat daya, VivoBook S14 M433 mampu bertahan hampir 10 jam saat diuji menggunakan PCMark 10 Battery pada mode Modern Office.

Kesimpulan

VivoBook S14 M433 tidak hanya sekadar laptop yang fokus ke tampilan dan gaya. Secara tampilan, laptop ini memang dirancang untuk kawula muda, mulai dari aksen warnanya, hingga keberadaan stiker eksklusif yang dapat dipasangkan ke bodinya.

Namun di sisi lain VivoBook S14 M433 merupakan laptop modern yang sangat powerful untuk beragam aktivitas sehari-hari. Apalagi mengingat bahwa laptop ini mampu bertahan hingga nyaris 10 jam saat bekerja menggunakan baterainya.

Review Asus ZenBook Flip 14 UM462DA

ZenBook Flip UM462DA merupakan laptop convertible pertama Asus yang diperkuat prosesor AMD Ryzen generasi terbaru. Prosesor tersebut memiliki kelebihan tersendiri, salah satunya adalah performa grafis yang baik dengan konsumsi daya yang lebih rendah.

Sesuai namanya, ZenBook Flip UM462DA adalah bagian dari keluarga ZenBook yang merupakan jajaran laptop premium. Untuk itulah, ZenBook Flip UM462DA masih mengusung filosofi desain yang sama, yaitu sebuah laptop yang ringkas, tipis, dan ringan.

Dilihat dari dimensinya, ZenBook Flip UM462DA memiliki ukuran bodi yang cukup ringkas untuk sebuah laptop yang menggunakan layar 14 inci. Dengan panjang 32,2cm dan lebar 21cm, ZenBook Flip UM462DA dapat dibawa bepergian dengan mudah dan dimasukkan ke dalam tas. Ketebalannya yang hanya 1,89cm dan bobot 1,6kg juga membuat laptop ini mudah digunakan di berbagai skenario, khususnya saat digunakan layaknya tablet.

Artikel lengkapnya.

Dua Varian Baru Lenovo Yoga Bidik Segmen Berbeda

Jakarta, PCplus – International Labour Organization (ILO) tentang Ketenagakerjaan Indonesia 2017 mencatat setidaknya terdapat lebih dari 30 juta profesional muda di rentang usia 25-34 tahun. Angka ini menempati 70 persen lebih dari keseluruhan angkatan pekerja. Celah inilah yang kemudian menjadi alasan Lenovo untuk menawarkan laptop premiumnya, Yoga 730 bagi kaum millennial profesional.

Helmy Sutanto (Consumer Lead, Lenovo Indonesia) menyebut, Yoga 730 mampu memenuhi kebutuhan profesional muda yang tetap ingin berkarya dan bekerja di mana pun dan kapan pun. Mengusung layar 13 inci dan 15 inci, Yoga 730 memiliki bobot mulai dari 1,12 kg. Namun bobot tersebut bisa bertambah jika ada penambahan RAM. Seri yang dibanderol mulai dari Rp21.499.000 ini membenamkan prosesor Intel Core i7 generasi ke-8, 8550U.

Sementara itu pada kesempatan yang hampir berdekatan, Lenovo juga memperkenalkan seri lainnya, Yoga 530 yang mengusung prosesor AMD Ryzen 5 2500U yang memiliki 4 core dan 8 thread. Perangkat ini juga menggabungkan teknologi multi-threaded processing dengan grafis AMD Radeon Vega. Sehingga otomatis, laptop ini bisa diandalkan untuk kebutuhan edit video dan bermain game, seperti Dota 2, League of Legends, serta Fortnite.

Perangkat 2 in 1 yang menyasar pengguna mobile ini dapat dipakai dengan empat mode penggunaan. Selain sebagai laptop, perangkat ini juga bisa digunakan dalam mode tent, komputer tablet, dan stand. “Ini adalah laptop multifungsi, lebih tipis sehingga ringan dibawa ke mana-mana,” ujar Deddie Sionader (4P da T1 Tablet Manager, Lenovo Indonesia) saat konferensi pers di Jakarta awal Agustus lalu.

Untuk mode tablet, Yoga 530 juga dilengkapi dengan stylus Lenovo Active Pen 2 yang memudahkan pengguna melakukan beragam aktivitas bagai mencoret-coret di media kertas. Kinerjanya juga diklaim akurat dan sangat sensitif.

Laptop yang mengusung ketebalan 1,76 cm serta bobot 1,6 kg ini juga memiliki daya tahan baterai sampai 8 jam. Proses chargingnya pun sangat cepat, hanya membutuhkan waktu 15 menit untuk waktu 2 jam. Lebih dari itu, Yoga 530 juga bisa berfungsi layaknya power bank/mampu melakukan charging dengan kondisi laptop mati dengan minimal baterai 20%.

Hadir dalam beberapa varian dengan spesifikasi berbeda, Lenovo Yoga 530 dijual dengan harga mulai dari Rp11.799.000, termasuk Lenovo Exclusive Protection berupa garansi global selama dua tahun serta Premium Care (onsite service).

 

Intel Resmi Luncurkan Prosesor Mobile dengan Chip Grafis Radeon RX Vega

Jakarta, PCplus. Beberapa waktu yang lalu, Intel dikabarkan menggandeng AMD untuk merilis sebuah prosesor yang dilengkapi dengan chip grafis dari AMD. Dan kini, pada gelaran Consumer Electronics Show (CES) 2018, Intel secara resmi memperkenalkan prosesor tersebut yang diberi nama Intel with Radeon Graphics.

Intel with Radeon Graphics adalah sebuah paket chip yang berisi prosesor Intel dengan chip grafis Radeon RX Vega M dari AMD. Di dalam chip ini, Intel menggunakan prosesor Intel Core generasi kedelapan untuk perangkat mobile yang juga dikenal dengan sebutan Kaby Lake-R.

Saat ini lini prosesor mobile generasi kedelapan Intel dihuni oleh dua varian prosesor, yaitu Core i5 8250U dan Core i7 8550U. Nah, prosesor Intel with Radeon Graphics ini akan menggunakan prosesor dengan basis yang sama dengan dua prosesor tersebut. Kemudian chip grafis yang akan dipasangkan merupakan AMD Radeon RX Vega M yang akan terbagi menjadi dua varian. Secara total, Intel akan merilis lima varian prosesor Intel with Radeon Graphics ini dengan varian tertinggi akan mendukung overclock dengan multiplier yang tidak dikunci.

Walaupun telah memiliki chip grafis Radeon RX Vega M, namun Intel juga tetap menyematkan chip grafis buatannya sendiri yaitu Intel HD 630 GT2. Dengan tersedianya dua chip grafis di dalam satu paket prosesor ini, maka beban pekerjaan grafisnya bisa dibagi sesuai dengan kebutuhan. Misalnya chip grafis bawaan Intel akan mengambil pekerjaan yang lebih ringan dan hemat daya seperti untuk menonton video. Sedangkan tugas yang lebih berat seperti bermain game akan dikerjakan oleh chip Radeon RX Vega M.

Intel sendiri belum mengumumkan tanggal resmi peluncuran prosesor ini. Saat ini, Intel with Radeon Graphics sepertinya baru akan ditujukan untuk perangkat mobile seperti notebook. Belum ada informasi apakah prosesor ini juga akan tersedua dalam varian untuk komputer desktop.

Rangkaian Notebook AMD Terbaru ASUS Hadir di Indonesia

Jakarta, PCplus. Jelang akhir tahun, ASUS memperkenalkan rangkaian laptop consumer terbarunya dari lini mainstream dan entry gaming, X Series. Dalam event bertajuk ASUS Laptop for Everyone, perusahaan teknologi terkemuka asal Taiwan tersebut merilis beberapa laptop antara lain ASUS X550IK, X555QG, X555QA dan X555B, yang disokong oleh APU baru seri terjangkau buatan AMD. Rangkaian laptop terbaru yang dirilis tersebut menjadi perangkat komputer jinjing kelas menengah yang ramah kantong, namun tetap diramu dengan spesifikasi mumpuni untuk menjalankan sistem komputasi memadai.

“Di kelas laptop consumer mainstream, ASUS sengaja merilis berbagai macam varian perangkat yang terjangkau agar pengguna di luar sana memiliki banyak pilihan,” ucap Galip Fu, Country Marketing Manager, ASUS Indonesia. “Khusus kali ini, bersama dengan AMD kami memiliki sejumlah laptop consumer terbaik untuk Anda jadikan patner bekerja, hiburan multimedia, sampai bermain game,” lanjutnya.

“Kami mendukung upaya Asus dalam menghadirkan notebook di kelas menengah namun tetap dengan performa yang memukau untuk pasar Indonesia. Kami terinspirasi untuk membuat penggunaan notebook menjadi semakin mendalam, produktif, dan hemat daya melalui dukungan seri AMD APU A-Series Generasi ke-7 pada keempat lini notebook terbaru yang Asus hadirkan hari ini,”  ujar Armawati, Consumer Business Development Manager AMD di Indonesia.


Bertenaga dengan APU Generasi ke-7 Hingga Radeon RX560
Salah satu laptop dari seri AMD series yang diperkenalkan pada hari ini adalah ASUS X550IK, yang dipercanggih ke dengan prosesor kelas tertinggi  generasi ke-7 dari AMD. Varian sini sendiri merupakan refresh dari seri sebelumnya yakni X550IU yang sangat digemari oleh pecinta laptop performa berbasis AMD yang diresmikan ASUS di awal tahun 2017 lalu.

Pada model terbaru ini, kombinasi antara prosesor dan chip grafisnya sudah semakin kuat yakni AMD FX-9830P serta GPU AMD Radeon RX 560 ber-video memori 4GB, menjadikan perangkat tersebut mampu mendulang performa gaming yang amat baik di kelasnya.

Untuk seri yang lebih terjangkau, disediakan ASUS X555QA dan X555BP dari jajaran laptop AMD Series. Dua perangkat tersebut memiliki banderol yang lebih terjangkau dari dua seri di atas. Mengandalkan seri prosesor AMD APU A10-9620P dan chip grafis Radeon R5 430, ASUS X555QA cukup gahar untuk menjadi laptop multimedia.

ASUS X555QA sudah mengadopsi sistem operasi Windows 10 secara langsung sehingga pengguna tidak perlu lagi menginstalasikan sistem operasi lebih dulu, apalagi sistem operasi tak resmi yang malah bisa membahayakan perangkat ataupun data-data pribadi Anda. Selain itu hal ini juga adalah bagian dari campaign ASUS untuk menghadirkan Windows 10 secara 100% untuk seluruh laptop terbaru ASUS.

Adapun ASUS X555BP diposisikan sebagai perangkat yang paling terjangkau di antara seluruh jajaran laptop-laptop di atas. Meski demikian, rumpun spesifikasi yang disediakan tidaklah bisa dipandang remeh, sebab terdapap prosesor AMD A9-9420P Dual Core APU dengan Radeon R5 M420. Kapasitas media penyimpanannya juga cukup luas untuk menampung data ataupun konten multimedia milik penggunanya, yakni mencapai 1TB.

Di Indonesia, ASUS X550IK dipasarkan di harga Rp10.299.000. Adapun varian X555QG A12 di harga Rp8.199.000 dan yang dengan AMD A10 di harga Rp7.649.000. Seri terjangkau, yakni X555QA diperkuat prosesor AMD A10 dipasarkan di harga Rp6.099.000. Adapun X555BP di kisaran mulai dari Rp5.599.000. Seluruhnya lengkap dengan garansi global selama 2 tahun serta mendapatkan free backpack seharga Rp299.000.

Sekilas Perjalanan AMD Menuju Ryzen

Pada bulan Februari 2017, AMD secara resmi meluncurkan prosesor generasi terbarunya dengan nama kode Ryzen. Hadirnya generasi terbaru ini seakan mempertegas posisi AMD sebagai pesaing berat Intel. Sebelum hadirnya Ryzen, AMD telah lama berkecimpung di dunia prosesor mikro dengan berbagai produk yang dihasilkannya. Apa saja produk-produk yang telah dihadirkannya? Inilah sekilas perjalanan AMD dalam menghadirkan produk sejak berdirinya perusahaan tersebut.

AMD K5 dan K6: Generasi Pertama dan Kedua

Di tahun 1995, AMD memperkenalkan microprocessor pertama yang diberi nama AMD-K5. K5 dilandasi oleh arsitektur 32-bit (x86) yang dikembangkan oleh Intel dan yang menjadi standar microprosesor saat itu. Dari sisi teknologi, K5 lebih maju dibanding kompetitornya yaitu Intel Pentium dengan menawarkan clock speed seratus megahertz. Dalam waktu dua tahun kemudian, AMD meluncurkan AMD-K6 yang diposisikan sebagai prosesor berkinerja tinggi yang lebih murah, untuk menyaingi prosesor Intel Pentium II. Hadirnya prosesor ini membuat harga PC menjadi lebih terjangkau.

AMD K6-II dan K6-III: Varian Seri K6

Selanjutnya, AMD menghadirkan K6-II yang merupakan perbaikan dari versi sebelumnya dengan penambahan fitur 3Dnow!. Berikutnya juga hadir AMD K6-III Sharptooth yang merupakan versi K6 dengan adanya tiga cache yang terdiri dari 64 KB L1, 256 KB L2, dan variasi hingga 2 MB pada L3.

AMD K7: Kelahiran Athlon

Prosesor generasi ketujuh ini menjadi prosesor berarsitektur 32-bit tercepat saat itu dengan clock speed mencapai satu gigahertz. Ini diluncurkan beberapa hari sebelum dirilisnya Intel Pentium III 1 GHz. Selanjutnya, berurutan hadir varian dari Athlon seperti Athlon Thunderbird, Athlon Duron, Athlon Palomino, Athlon Thoroughbred dan Barton, Athlon Thorton, dan The New Duron.

AMD K7: Sempron, Pesaing Intel Celeron

Sempron memiliki memori cache yang lebih rendah serta lambat dibanding Athlon. Prosesor ini dibuat sebagai pesaing dari Intel Celeron yang juga dirancang sebagai komponen PC berbiaya rendah.

AMD K8: Athlon 64!

Di tahun 2003, AMD memperkenalkan prosesor x86 pertama yang ditujukan untuk komputasi 64-bit. Dengan nama kode K8, prosesor ini merupakan variasi K7 yang dimodifikasi. Dengan menggunakan rancangan 64-bit, AMD mampu meningkatkan dukungan memori hingga satu terabyte (TB).

AMD K8: Sempron

AMD juga memperbarui jajaran Sempron dengan menggunakan arsitektur K8. Seperti Sempron generasi pertama, prosesor ini memiliki cache lebih kecil dan clock speed lebih rendah dibandingkan K8 Athlon.

AMD K8: Athlon 64 X2

AMD mulai memperkenalkan prosesor dual-core yang menyasar segmen konsumen berdasarkan arsitektur K8. Meskipun dua inti prosesor tersebut tidak mampu bekerja pada thread yang sama secara bersamaan, CPU ini bisa menangani tugas-tugas lain dan meningkatkan kinerja multitasking.

AMD K8: Turion dan Turion X2

Di tahun 2005, AMD memperkenalkan lini produk untuk perangkat mobile (notebook) dengan nama Turion. Produk ini menggunakan arsitektur yang sama dengan prosesor desktop tapi mampu bekerja dengan daya yang lebih rendah. Kemudian hadir varian lain yang diberi nama Turion X2.

AMD K10: Generasi Quad-Core Phenom

Di tahun 2007, AMD memperbarui jajaran prosesor di kelas high-end yang memiliki empat inti (quad-core) melalui Phenom yang menggantikan Athlon. Pada tahun 2009, berlanjut hadir Phenom II dengan fabrikasi 45 nm yang menggunakan konsumsi daya lebih rendah. Ini membuat AMD dapat meningkatkan clock speed tanpa menghasilkan panas yang berlebihan. Kemudian muncul pula Phenom II X2 d X3 yang masing-masing memiliki dua dan tiga die dalam satu prosesor.

AMD K10: Athlon II dan Sempron

AMD meluncurkan prosesor berbasis K10 yang menyasar segmen low-end melalui seri Athlon II. Agar biaya produksi rendah, prosesor tersebut menggunakan die CPU tanpa L3 cache. Selanjutnya Sempron kembali hadir melalui arsitektur K10. Kemudian dilanjutkan dengan Phenom II K6 yang memperkenalkan teknologi Turbo Core yang memungkinkan prosesor meningkatkan clock speed hingga 3,7 GHz.

AMD K10: Fusion/Llano

Seri pertama APU hadir dengan konsep menciptakan prosesor yang mampu menghasilkan kinerja CPU dan grafis yang bertenaga. Ini ditujukan bagi pengguna yang ingin bermain game dengan tampilan grafis minimal serta biaya rendah.

AMD Bulldozer: Zambezi

Pada Oktober 2011, AMD memperkenalkan penerus arsitektur K10 melalui Bulldozer. Hadir guna menyaingi Intel Sandy Bridge, nyatanya Bulldozer banyak dikritik karena rakus daya dan menghasilkan panas yang lebih tinggi. Kinerjanya pun jauh di bawah Sandy Bridge.

AMD Piledriver: Trinity, Richland, dan Vishera

Memperbaiki kesalahan dari Bulldozer, hadir arsitektur Piledriver yang berbarengan dengan Trinity, generasi kedua seri APU. Selanjutnya, Richland hadir sebagai peningkatan dari Piledriver dengan kinerja yang lebih baik dari Trinity. Richland juga mengonsumsi daya yang lebih sedikit serta menghasilkan panas yang lebih rendah. Di seri FX, AMD menghadirkan Vishera yang menggantikan Zambezi.

AMD Steamroller: GCN APU

Pada tahun 2014, AMD memperbarui lagi jajaran seri APU yang menggunakan arsitektur Steamroller. Beralih ke fabrikasi 28 nm serta arsitektur GCN (Graphics Core Next), kinerja grafis arsitektur ini meningkat drastis.

AMD Ryzen: Kembalinya AMD

Arsitektur Zen merupakan teknologi baru buatan AMD dan perdana digunakan dalam prosesor Ryzen. Untuk tahap awal, AMD merilis seri Ryzen 7 yang terdiri dari tipe 1800X, 1700X, dan 1700. Tipe terkuat yaitu Ryzen 7 1800x memiliki 8 core, 16 thread serta memiliki clock speed 3,6 GHz. Tipe ini diklaim jauh lebih unggul dibanding prosesor Intel Core i7 6900K.

Gandeng AMD, Intel Hadirkan Prosesor Generasi Kedelapan dengan Chip Grafis Radeon Vega

Jakarta, PCplus. Intel dan AMD merupakan dua produsen besar yang selama ini terus bersaing. Namun, siapa sangka kalau keduanya ternyata juga bisa bekerja sama.

Intel baru-baru ini dikabarkan menggandeng AMD dalam mendesain prosesor barunya untuk notebook. Dengan menggandeng AMD, Intel akan menghadirkan sebuah prosesor dengan CPU yang dibuat oleh Intel, serta dikombinasikan oleh chip grafis Radeon Vega dari AMD.

Selama ini, Intel sebenarnya telah memiliki chip grafis terintegrasi sendiri yang disematkan pada hampir seluruh varian prosesornya. Namun, kinerja grafisnya masih berada di bawah chip grafis terintegrasi Radeon Vega yang baru-baru ini diluncurkan bersamaan dengan hadirnya APU Ryzen dari AMD.

Dengan kombinasi keduanya, maka chip ini akan menghasilkan kinerja komputasi dan grafis yang sangat baik. Prosesor yang rencananya akan masuk ke lini Core generasi kedelapan ini kemungkinan besar akan diluncurkan sebagai varian prosesor Intel Core seri H. Di segmen notebook, prosesor Intel Core seri H merupakan varian prosesor kelas atas yang biasanya digunakan pada notebook gaming.

Ingin tahu bagaimana hasil kerjasama antara Intel dan AMD ini? Kemungkinan besar prosesor pertama dengan CPU dari Intel dan GPU dari AMD ini akan mulai diproduksi pada awal tahun 2018 mendatang. Jadi kemungkinan masih butuh waktu agak lama sebelum chip ini hadir secara resmi di pasaran.

AMD Resmikan Kehadiran APU Ryzen di Indonesia

Jakarta, PCplus. Tak mau berlama-lama, setelah diperkenalkan secara global pada akhir bulan Oktober 2017 silam, AMD Indonesia kemarin (6/11) secara resmi memperkenalkan APU (accelerated processing unit) Ryzen ke Indonesia.

APU AMD Ryzen merupakan pengembangan dari arsitektur Zen yang juga digunakan pada prosesor Ryzen versi desktop. Namun pada APU ini, AMD juga menyematkan chip grafis berbasis AMD Vega untuk menghasilkan kinerja tinggi untuk bekerja maupun bermain game.

APU AMD Ryzen ini juga didesain untuk dapat digunakan pada berbagai jenis notebook, mulai dari  mainstream notebook hingga 2-in-1 dan convertible sehingga pengguna dapat merasakan kinerja APU Ryzen yang kencang pada perangkat yang sangat portabel sekalipun. Kineja kombinasi Ryzen dan Vega tersebut juga diklaim lebih kencang hingga 44% dibandingkan solusi yang sama dari kompetitornya.

“Di awal tahun 2017, AMD sudah memenuhi komitmennya untuk membawa inovasi dan kompetisi kembali ke pasar PC. Dengan kesuksesan peluncuran prosesor Ryzen hingga saat ini di pasar desktop kelas atas, produk-produk komersial dan server, AMD sudah membangkitkan kembali bisnis PC global,” kata Peter Chambers (Consumer Sales Director for Asia Pacific and Japan, AMD).

“Untuk menguatkan posisi AMD di pasar PC, kami sangat antusias mengumumkan kehadiran prosesor Ryzen Mobile terbaru. Jajaran prosesor-prosesor baru ini akan memberlikan performa terdepan pada perangkat PC mobile dan ultrathin. Ryzen Mobile juga menawarkan form-factor baru pada notebook yang didukung oleh partner OEM kami sehingga AMD dapat menjawab tren utama kebutuhan untuk pasar notebook seperti tipis dan ringan, multiguna, dan hiburan ‘on the go‘. Tidak hanya menjawab kebutuhan desain-desain baru tersebut, Ryzen Mobile juga akan memberikan pengalaman superior dalam aktivitas sehari-hari, multi-tasking, maupun beban kerja tinggi, dan semua kelebihan tersebut juga didukung oleh ketahanan baterai yang menakjubkan,” ujarnya lagi.

AMD meluncurkan dua varian APU yaitu Ryzen 7 2700U dan Ryzen 5 2500U. Keduanya memiliki prosesor quad core dengan delapan thread, serta chip grafis Radeon Vega. Perbedaannya ada pada kecepatannya. AMD Ryzen 7 2700U memiliki base clock 2,2 GHz serta sepuluh compute unit pada Radeon Vega. Sementara AMD Ryzen 5 2500U memiliki base clock 2 GHz serta delapan compute unit pada Radeon Vega.

Kedua APU tersebut memiliki TDP sebesar 15 watt yang membuatnya cocok untuk digunakan pada notebook berdesain tipis. AMD menyatakan, TDP tersebut juga bisa disesuaikan melalui teknologi AMD SenseMi sehingga dapat menghadirkan konsumsi daya yang lebih hemat.

Sejumlah produsen notebook seperti HP, Asus, Acer, dan Lenovo pun kabarnya telah menyiapkan produk-produknya yang telah menggunakan APU Ryzen ini. Jajaran notebook tersebut diperkirakan mulai hadir di pasaran Indonesia pada bulan Desember 2017.

HP Luncurkan ENVY x360 15 dengan APU AMD Ryzen

Jakarta, PCplus. Setelah AMD meluncurkan APU Ryzen untuk perangkat notebook, sejumlah produsen pun telah menyiapkan notebook baru yang menggunakan APU berbasis arsitektur Zen tersebut.

Hewlett Packard (HP) memperkenalkan notebook HP ENVY x360 15 yang merupakan notebook pertama HP  yang menggunakan APU Ryzen. Notebook ini merupakan  convertible notebook dengan engsel yang bisa diputar hingga 360 derajat sehingga bisa digunakan pada berbagai posisi.

HP ENVY x360 15 menggunakan APU AMD Ryzen 5 2500U yang dilengkapi dengan prosesor Ryzen berkecepatan 2,0 GHz dan kartu grafis Radeon RX Vega. Kemudian notebook ini memiliki RAM yang berkapasitas sebesar 8 GB. Untuk penyimpanan, HP menyediakan dua pilhan untuk notebook ini. Yang pertama adalah SSD dengan pilihan kapasitas hingga 512 GB. Dan yang kedua menggunakan HDD konvensional dengan kapasitas hingga 1 TB.

Notebook ini memiliki layar dengan resolusi 1.920 x 1.080 dengan ukuran 15,6 inci. Layar ini juga memiliki kemampuan layar sentuh untuk mendukung penggunaannya sebagai komputer tablet. HP ENVY x360 15 juga dilengkapi dengan webcam yang mendukung fitur Windows Hello sebagai lapisan keamanan tambahan.

HP ENVY x360 15 rencananya akan mulai diluncurkan ke pasaran pada bulan November 2017 ini. Notebook ini akan dijual dengan harga mulai dari US$699 (Rp9,5 jutaan). Belum ada informasi mengenai rencana kehadiran notebook ini di Indonesia.

AMD Resmi Rilis APU Ryzen untuk Notebook

Jakarta, PCplus. Peluncuran lini prosesor Ryzen untuk kelas desktop pada awal tahun 2017 ini membawa kesuksesan yang cukup besar bagi AMD. Kali ini, AMD menghadirkan prosesor tersebut untuk segmen mobile dengan merilis APU (accelerated processing unit) Ryzen yang berbasis prosesor dengan arsitektur yang serupa.

APU AMD Ryzen ini menggunakan CPU berbasis arsitektur Zen yang sama dengan yang digunakan pada versi desktop-nya. Selain itu, prosesor Ryzen tersebut juga dikombinasikan dengan chip grafis AMD Vega di dalamnya untuk menghasilkan sebuah APU yang berkinerja tinggi baik untuk bekerja maupun untuk bermain game.

Untuk peluncuran pertamanya, AMD meluncurkan dua varian APU yaitu Ryzen 7 2700U dan Ryzen 5 2500U. Keduanya memiliki prosesor quad core dengan delapan thread, serta chip grafis Radeon Vega. Perbedaannya ada pada kecepatannya. AMD Ryzen 7 2700U memiliki base clock 2,2 GHz serta sepuluh compute unit pada Radeon Vega. Sementara AMD Ryzen 5 2500U memiliki base clock 2 GHz serta delapan compute unit pada Radeon Vega.

Kedua APU tersebut memiliki TDP sebesar 15 watt yang membuatnya cocok untuk digunakan pada notebook berdesain tipis. AMD menyatakan, TDP tersebut juga bisa disesuaikan melalui teknologi AMD SenseMi sehingga dapat menghadirkan konsumsi daya yang lebih hemat.

AMD Ryzen 7 2700U dan Ryzen 5 2500U ini akan mulai digunakan pada sejumlah notebook baru yang akan diluncurkan dalam beberapa waktu mendatang ini. Sejumlah produsen notebook seperti HP dan Lenovo pun menyatakan telah menyiapkan varian notebook baru yang akan ditenagai oleh APU Ryzen ini.

ASUS X555BP, Notebook Terbaru ASUS Berbasis AMD A9

Notebook terjangkau merupakan notebook yang sangat digemari pengguna. Tak pelak, alasannya adalah mayoritas di antara kita memiliki anggaran terbatas, namun punya kebutuhan untuk menggunakan bantuan notebook dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, ASUS menghadirkan notebook terjangkaunya yang diperkuat oleh prosesor AMD APU A9-9420 yang berbasis Stoney Ridge. Notebook ini sendiri dijual di harga kisaran Rp4,8 jutaan alias harga yang masih termasuk “murah” karena masih di bawah angka psikologis, 5 juta Rupiah.

Notebook ASUS X555BP ini menawarkan performa dan kinerja yang mampu bersaing dengan laptop lain di kelasnya. Ia telah dipersenjatai oleh AMD APU atau Accelerated Processing Unit A9-9420 yang merupakan APU dari generasi ketujuh yang mengusung dual core berarsitektur Excavator dengan kecepatan mencapai 3,0 GHz Turbo Boost maksimal sebesar 3,6GHz.

Dari sisi layar, ASUS membekali notebook ini dengan layar sebesar 15,6 inci dengan teknologi TFT LCD resolusi 1366×768 piksel dengan cakupan warna 45% NTSC. Dari sisi bobot, notebook ini beratnya 2,2Kg. Demi kenyamanan mengetik, ASUS X555BP ini sangat elegan dengan menghadirkan chiclet keyboard serta punya beberapa varian warna.Dari sisi konektivitas, ASUS juga menyediakan port yang lengkap mulai dari USB 2.0, USB 3.0, VGA, HDMI dan SD card reader. Tak lupa DVD drive juga disediakan bagi yang membutuhkan.

Selain itu, laptop ASUS X555BP ini juga telah dibekali RAM berkapasitas 4GB dari jenis DDR4 berkecepatan 2.133MHz. Pengguna dapat menambah kapasitas RAM tersebut sesuai dengan kebutuhan sampai kapasitas hingga sebesar 8GB.

Performa yang dimiliki oleh laptop Asus X555BP ini sebenarnya sudah mencukupi untuk kebutuhan komputasi sehari-hari, mulai dari browsing, Office, multimedia ringan, dan juga chatting dan media sosial. Namun begitu, laptop ASUS X555BP ini juga sangat cocok menangani aplikasi desain grafis. Kinerja kartu grafis yang dimiliki sudah mencukupi.


Sebagai gambaran, ASUS mengandalkan GPU atau Graphics Processing Unit yang telah terintegrasi dari AMD Radeon R5 yang mengandalkan 192 shader core dengan arsitektur GCN atau Graphics Core Next yang memiliki kecepatan mencapai 800MHz. Adapun interface memorinya selebar 64-bit yang telah dikolaborasikan dengan sharing VRAM sampai 512MB.

Selain keyboard chiclet yang empuk saat disentuh, ASUS juga memberikan touchpad berfitur multigesture yang sangat nyaman digunakan. Ukurannya juga relatif lebar, sehingga pengguna tidak wajib membawa mouse untuk bekerja.

Tak hanya itu, X555BP ini juga diperkuat dengan grafis diskrit dari AMD Radeon R5 M420 yang mengusung 320 shader core dengan arsitektur GCN atau Graphics Core Next dengan kecepatan 855MHz. Ia juga menggunakan interface memori 64-bit dengan VRAM yang berkapasitas sebear 2 GB jenis DDR 3.

Dari sisi penyimpanan, ASUS X555BP memiliki kapasitas yang relatif lega, yakni 500GB dengan kecepatan 5400 rpm yang sangat berguna untuk menyimpan berbagai file dan data.

AMD Ryzen Threadripper Resmi Tersedia di Pasaran

AMD Ryzen ThreadripperProsesor terbaru AMD di untuk kelas atas, Threadripper, akhirnya mulai tersedia di pasaran mulai hari ini (10/8). Sebelumnya, AMD mengadakan pre-order untuk Threadripper ini pada 31 Juli lalu.

Terdapat tiga prosesor Threadripper yang dilepas ke pasaran. Mulai dari AMD Ryzen Threadripper 1900X, 1920X, dan 1950X. Perbedaan spesifikasinya bisa kamu lihat pada tabel berikut.

Core Thread Base Clock (GHz) Boost Clock (GHz) XFR (GHz) TDP (Watt)
AMD Ryzen Threadripper 1900X 8 16 3,8 4,0 4,2 180
AMD Ryzen Threadripper 1920X 12 24 3,5 4,0 4,2 180
AMD Ryzen Threadripper 1950X 16 32 3,4 4,0 4,2 180

AMD Ryzen Threadripper ini menggunakan basis arsitektur Zen yang sama dengan Ryzen 7, Ryzen 5, dan Ryzen 3 yang telah meluncur lebih dulu. Jim Anderson (senior vice president and general manager, Computing and Graphics Group, AMD) mengatakan, “Tujuan kami dengan Ryzen selalu adalah untuk membawa inovasi dan kepuasan bagi setiap pelanggan kami. Dengan prosesor Ryzen 7, 5, dan 3, AMD merubah kompetisi yang ada dan memastikan pengguna dari setiap segmen pasar mendapatkan teknologi, harga, dan pengalaman menyeluruh yang paling baik. Untuk melengkapi keluarga Ryzen, kami menyimpan yang terbaik untuk saat terakhir. Ryzen Threadripper menempatkan AMD di tempat terdepan dalam pasar PC berperforma tinggi yang sangat menarik ini, menghasilkan sebuah tingkatan yang menawarkan formasi konsumer tertinggi — mulai dari ilmuan data hingga pembuat video dan gamers — performa yang lengkap dan tanpa kompromi.”

Prosesor AMD Ryzen Threadripper ini akan menggunakan motherboard dengan chipset X399. Sejumlah produsen motherboard seperti ASRock, Asus, Gigabyte, dan MSI telah menyediakan sejumlah pilihan motherboard untuk dipasangkan dengan Ryzen Threadripper ini.

Mengenai harga, prosesor ini akan dijual dengan harga mulai dari US$549 untuk 1900X, US$799 untuk 1920X, dan US$999 untuk 1900X. Di Indonesia sendiri, Ryzen Threadripper 1920X dan 1950X juga telah tersedia di pasaran dengan harga 11 jutaan dan 14 jutaan.