Tag Archives: Google

Android 15 Developer Preview Dirilis, Apa Saja yang Baru?

Jakarta, PCplus – Android 15 Developer Preview sudah dirilis untuk Pixel 6, 7, dan 8, Pixel Fold, dan Pixel Tablet. Ini adalah awal dari proses beta yang akan berlangsung selama sekitar 8 bulan sebelum versi OS utama yang baru diluncurkan. Rilis ini juga menandakan berakhirnya dukungan OS utama untuk Pixel 5 dan 5a.

Baca Juga: 6 Langkah Setting DNS Google di Android: Solusi Stabil dan Cepat

Fitur baru Android 15

Lantas, apa saja fitur-fitur baru yang ditawarkan oleh Android 15? Berikut adalah beberapa fitur yang PCplus rangkum dari Blog Android Developer.

  • Partial screen sharing. Fitur ini memungkinkan kamu untuk berbagi atau merekam bagian tertentu dari layar, bukan seluruhnya. Fitur ini berguna untuk menghindari notifikasi yang mengganggu saat sedang berbagi layar. Fitur ini juga cocok untuk tablet yang memiliki layar lebih besar.
  • API fs-verity. Fitur ini memanfaatkan kemampuan kernel Linux untuk menyimpan berkas yang hanya bisa dibaca dan ditandatangani secara kriptografis. Fitur ini meningkatkan keamanan aplikasi dari ancaman malware atau perubahan berkas yang tidak diinginkan.
  • Kontrol kamera dan kinerja yang lebih baik. Android 15 memberikan kontrol yang lebih baik untuk aplikasi kamera, seperti zoom, fokus, dan eksposur. Android 15 juga memberikan kontrol kinerja yang lebih dinamis, yang bisa mendeteksi suhu ponsel kamu dan menyesuaikan aplikasi sesuai dengan kondisi tersebut.

Ini adalah rilis pertama dari enam rilis pengembang yang direncanakan. Beta pertama akan dirilis pada bulan April, dan platform stability, yang menandai finalisasi API, akan dirilis pada bulan Juni. Rilis akhir akan dilakukan setelah bulan Juli, tergantung pada perkembangan yang terjadi.

Perlu diingat, rilis Developer Preview ini hanya berisi fitur-fitur tingkat rendah untuk pengembang aplikasi. Fitur-fitur yang ditujukan untuk pengguna akan datang di rilis-rilis selanjutnya. Harapannya, Android 15 akan membawa perbaikan yang lebih signifikan daripada Android 14, yang merupakan salah satu rilis terkecil dalam sejarah.

Valuasi NVidia Kalahkan Google

Jakarta, PCplus – Nvidia yang dulunya merupakan perusahaan grafis untuk gaming, kini punya nilai valuasi yang tinggi, bahkan mampu kalahkan Google. Hal tersebut berkat gairah AI dan keunggulan kartu grafis dalam mempercepat pekerjaan AI. Beberapa chip khusus kemudian, seperti H100 Tensor Core GPU dan A100, membuat saham Nvidia naik 50 persen tahun ini.

Baca Juga: ASUS Perkenalkan Jajaran Laptop ROG Terbaru 2024

Seperti dikutip PCplus dari Arstechnica, nilai perusahaan Nvidia kini mencapai $1,8 triliun, berhasil kalahkan Amazon ($1,76 triliun) dan induk perusahaan Google, Alphabet ($1,77 triliun). Angka ini menjadikan Nvidia perusahaan paling berharga keempat di dunia. Selanjutnya di daftar ‘nilai pasar tertinggi’ adalah Saudi Aramco, perusahaan minyak nasional Arab Saudi, dengan $2,0 triliun. Diikuti Apple, dengan $2,8 triliun dan Microsoft, dengan $3 triliun.

Laporan pendapatan Nvidia selanjutnya adalah pada 21 Februari. Laporan terakhir menunjukkan bahwa perusahaan ini pada dasarnya bisa menjual setiap chip AI yang diproduksinya. Pendapatan naik 206 persen dari kuartal yang sama tahun lalu. Dan dari pendapatan perusahaan sebesar $18,12 miliar, $14,51 miliar dihasilkan oleh divisi AI/data center.

Kuartal 4 2023 kemungkinan akan menjadi kuartal rekor bagi perusahaan ini. Dan di kuartal 2 2024, Nvidia akan meluncurkan chip AI generasi berikutnya, HGX H200 Tensor Core GPU. Perkiraan TrendForce menempatkan pangsa pasar server AI Nvidia di 60–70 persen. Satu hal yang berpotensi menakutkan bagi Nvidia adalah banyak perusahaan AI yang berencana membuat chip mereka sendiri.

Berlomba dalam teknologi AI

CEO OpenAI Sam Altman ingin melihat triliunan dolar lebih banyak diinvestasikan dalam infrastruktur chip AI. Ini akan mengalahkan industri chip saat ini yang berada di sekitar angka 500 miliar dolar. Altman dan CEO Nvidia Jensen Huang sebenarnya berbeda pendapat tentang bagaimana produksi chip AI di masa depan harus berskala.

Altman baru-baru ini men-tweet bahwa pihaknya percaya dunia membutuhkan lebih banyak infrastruktur AI, kapasitas fabrikasi, energi, data center, dll—daripada yang saat ini direncanakan orang untuk dibangun. “Membangun infrastruktur AI berskala besar, dan rantai pasokan yang tangguh, sangat penting untuk daya saing ekonomi”, jelas Altman.

Passkey Akan Jadi Metode Login Default di Google

Jakarta, PCplus – Google telah mengumumkan bahwa passkey akan jadi menjadi metode login default untuk semua pengguna. Passkey dianggap Google sebagai alternatif yang lebig tahan terhadap phishing. Metode ini memungkinkan pengguna untuk masuk ke akun menggunakan biometrik atau PIN. Metode serupa yang dipakai untuk membuka perangkat mereka dengan kunci keamanan fisik.

Baca Juga: Deteksi dan Solusi Crash Pada Google Chrome

Ini menghilangkan kebutuhan bagi pengguna untuk mengandalkan kombinasi kata sandi tradisional. Perlu diketahui metode kata sandi sangat rentan terhadap phishing, serangan perekam kredensial atau keylogger. Teknologi keamanan seperti passkey multifaktor mampu menambah lapisan keamanan ekstra untuk akun yang masih menggunakan kata sandi.

Kode otentikasi yang dikirim melalui pesan teks bisa saja dicegat oleh penyerang. Tapi dengan passkey, akun bisa dilindungi dengan baik. Itu karena passkey bekerja dalam dua bagian: satu bagian berada di server, dan bagian lainnya disimpan di perangkat kamu. Ini juga membuatnya hampir tidak bisa diakses oleh cracker dari jarak jauh. Mengingat akses fisik ke perangkat pengguna diperlukan, bahkan dalam hal terjadinya pelanggaran server.

Jadi pengagas passkey

Google telah menjadi pendukung awal dari passkey. Raksasa teknologi ini pertama kali menyatakan dukungannya untuk menjadikan passkey login default Google pada Mei 2022, dan mengumumkan dukungan passkey di Android dan Chrome. Pada Mei, Google mengumumkan bahwa dukungan untuk teknologi tanpa kata sandi sedang digulirkan ke pemilik akun Google secara global. Lalu pada Selasa, perusahaan melangkah lebih dekat menuju penghapusan kata sandi. Dengan pengumuman bahwa passkey menjadi metode otentikasi default untuk semua pemilik akun Google.

“Artinya, setiap kali kamu masuk ke akun Google, kamu akan mulai melihat petunjuk untuk membuat dan menggunakan passkey, menyederhanakan masuk di masa depan,” kata manajer produk Google Christiaan Brand dan Sriram Karra. “Tujuan kami tetap sama seperti sebelumnya. Memberi kamu teknologi yang aman secara default, sehingga kamu memiliki keamanan terkuat tanpa beban.” tambahnya seperti dikutip PCplus dari Techcrunch

Google mengatakan, sejak peluncuran passkey untuk akun Google, 64% pengguna merasakan login yang lebih mudah dibandingkan metode tradisional seperti kata sandi dan verifikasi dua langkah. Google juga mendorong semua pengguna untuk mulai menggunakan passkey sebagai opsi masuk utama mereka. TechCrunch juga merekomendasikan hal ini, karena meskipun menyiapkan passkey mungkin terasa merepotkan, ini adalah investasi yang dapat menyelamatkan kamu dari bencana keamanan potensial di masa depan. Ini juga dapat menghemat waktu, karena Google mengklaim bahwa masuk melalui passkey akan 40% lebih cepat daripada menggunakan kata sandi.

AI Youtube Untuk Ringkasan Video yang Pintar

Jakarta, PCplus – Google sedang mencoba menggunakan AI untuk membuat ringkasan video YouTube secara otomatis. Demikian menurut informasi di halaman dukungan Youtube tertanggal 31 Juli. Di halaman yang dirangkum oleh Android Police disebutkan bahwa ringkasan ini baru akan muncul terbatas di video berbahasa Inggris. Dan hanya bisa dilihat oleh pengguna yang terbatas. Ringkasan ini akan muncul di halaman tonton dan cari YouTube. Dan bertujuan untuk memberikan gambaran singkat tentang isi video tanpa menggantikan deskripsi yang ditulis oleh manusia.

Baca Juga: AudioCraft, AI Pembuat Musik dari Meta

“Kami mulai menguji ringkasan otomatis AI di YouTube, agar Anda bisa membaca ringkasan singkat tentang sebuah video dan memutuskan apakah cocok untuk Anda,” tulis halaman dukungan tersebut. Android Police mencatat. Pengguna biasanya mendaftar untuk berpartisipasi dalam eksperimen YouTube di YouTube.com/new, meskipun beberapa tes mungkin memerlukan langganan YouTube Premium.

Menanggapi hal ini, juru bicara Google Jen Jamie mengatakan: “Kami sedang menguji fitur baru untuk penonton yang menggunakan AI generatif untuk membuat ringkasan untuk video YouTube. Kami sering menguji fitur baru sebelum mereka resmi diluncurkan. Sehingga kami bisa membangun dan menyempurnakan pengalaman terbaik untuk penonton dan kreator kami.” Masih menurut Jamie, penonton YouTube mungkin akan melihat ringkasan otomatis AI saat menonton vlog, belanja, dan video cara berbahasa Inggris di perangkat seluler.

Salah satu experimen AI Google

Eksperimen YouTube ini merupakan salah satu dari banyak inisiatif AI generatif yang sedang dilakukan oleh Google. Ini sejalan dengan upaya perusahaan untuk menemukan manfaat dari teknologi yang sedang berkembang. Pada konferensi pengembangnya di bulan Mei, perusahaan mengumumkan fitur baru di Play Store. Fitur ini bertujuan untuk menggunakan AI generatif untuk merangkum ulasan pengguna aplikasi. Namun tentu saja, itu hanya sebagian kecil dari usaha Google dalam bidang AI yang mencakup Search Generative Experience baru.

Perusahaan lain juga telah mencoba menggunakan AI untuk membuat ringkasan konten online secara otomatis. Artifact, misalnya, baru-baru ini meluncurkan fitur ringkasan untuk artikel berita.

JJika berhasil, ringkasan AI ini bakal berpengaruh pada cara kreator YouTube menyusun video mereka. Setiap perubahan kebijakan dan fitur baru yang diperkenalkan oleh platform video ini dapat memiliki dampak yang luas pada ekosistem kontennya. Karena kreator berusaha untuk memuaskan algoritma rekomendasi yang serba tahu. Siapa tahu apa yang akan terjadi ketika kreator harus membuat video untuk manusia dan AI Google sekaligus?

Tingkatkan SDM SEO, SearchMarketers Gelar The SEO Show

Berangkat dari kebutuhan sumber daya manusia di bidang SEO, Komunitas Search Marketers Indonesia, bakal menggelar gelaran The SEO Show Main Event. Acara yang berkonsep seperti Seocon baru-baru ini akan dilaksanakan secara online pada tanggal 16-17 Juli 2022.

Salah satu tujuan digelarnya acara ini adalah untuk mengedukasi para pegiat SEO di Indonesia agar lebih dalam memahami permasalahan SEO, yang tidak hanya berhenti pada peringkat pencarian. Tujuan utama search engine optimization adalah untuk mengoptimalkan sebuah website dalam hasil pencarian search engine, baik itu Google, Bing, maupun jenis search engine lain.

Banyak praktisi SEO yang berhenti melakukan optimasi setelah mereka mendapatkan peringkat pertama di hasil pencarian, padahal tujuan SEO sendiri adalah untuk membantu industri mendapatkan return of investment dari investasi yang mereka lakukan, baik itu menggunakan SEO, advertising, maupun channel lainnya.

Di sinilah SearchMarketers.id ingin menyumbangkan pengetahuan, hal apa yang harus seorang praktisi SEO lakukan selain mendapatkan peringkat pencarian di internet?

the seo show main event searchmarketers Indonesia

Saat ini, pendaftaran untuk calon peserta The SEO Show Main Event telah dibuka dan berhasil menyedot minat lebih dari 500 calon peserta. Acara yang didukung oleh Dewaweb dan Content Collision ini harapannya dapat memberikan insight baru pada pelaku SEO di Indonesia. Info pendaftaran The SEO Show Main Event dapat diakses di website SearchMarketers.id

Selain menggelar The SEO Show Main Event, Searchmarketers.id juga rutin menggelar berbagai webinar dan pelatihan melalui Google Classrom untuk para pegiat SEO di Indonesia. Info lebih lanjut bisa menuju instagram @Searchmarketers.id

Google Kormo Hadirkan Lowongan Kerja untuk Pengguna

Google ingin membantu para pengguna khususnya para fresh graduate untuk mendapatkan pekerjaan dengan jenjang karier sesuai dengan minat dan ketertarikan mereka. Alasannya, Google berpendapat, saat ini ada banyak anak muda yang baru lulus dan bingung mau kerja di mana.

Dengan bantuan AI, Kormo, aplikasi lowongan kerja yang mereka hadirkan, akan melakukan analisis berdasarkan keahlian dan kompetensi yang dimiliki seseorang, kemudian merekomendasikan pekerjaan yang tepat.

Tentunya hal ini merupakan suatu inovasi yang sangat bermanfaat bagi para peluang pencari kerja. Harapannya, dengan aplikasi-aplikasi semacam ini, angka pengangguran di Indonesia paling tidak akan semakin berkurang. Apa yang membedakan Kormo dengan LinkedIn?

Artikel lengkapnya.

Daftar Smartphone yang Mendapat Android Q beta 3

Kabar gembira datang dari event Google I/O 2019 yang berlangsung di Mountain View, California AS. Pada sesi keynote speech, Android Q merupakan topik yang banyak dibahas. Ya, sistem operasi yang akan datang dari Google tersebut menghadirkan sejumlah fitur-fitur baru.

Tak hanya membeberkan secara lengkap apa yang akan mereka tawarkan, Google pun menyebutkan daftar smartphone yang akan dapat mencicipi versi beta dari sistem operasi tersebut. Ini dia daftar smartphone yang mendapatkan Android Q beta 3 yang dirilis Google.

Secara total, ada 21 smartphone dari berbagai produsen yang akan mendapatkan Google Android Q beta 3. Ini dia daftarnya:

–    Asus Zenfone 5z
–    Essential PH-1
–    HMD Global Nokia 8.1
–    Huawei Mate 20 Pro
–    LG G8
–    OnePlus OP 6T
–    Oppo Reno
–    Google Pixel, Pixel XL, Pixel 2, Pixel 2 XL, Pixel 3, Pixel 3 XL
–    Realme 3 Pro
–    Sony Xperia XZ3
–    Tecno Spark 3 Pro
–    Vivo X27, NEX S, NEX A
–    Xiaomi Mi Mix 3 5G, Mi 9

Selain akan mendukung penuh smartphone berlayar lipat dan berteknologi 5G, Android Q akan memiliki Dark Mode atau tampilan gelap. Ketika mode ini diaktifkan, akan membuat ponsel hemat konsumsi baterai.

Android Q juga punya fitur Live Captions. Fitur tersebut mampu menerjemahkan audio dan video secara realtime. Jadi, ketika pengguna memutar video di YouTube, Instagram atau Facebook, ia secara otomatis mampu menampilkan subtitle.

Menariknya lagi, fitur ini kabarnya akan bisa digunakan pada aplikasi percakapan, seperti Skype dan Google Duo, serta tanpa terhubung internet. Kemampuan tersebut tentu tidak hanya membantu bagi mereka yang terkendala bahasa asing, tetapi juga akan membantu mereka yang punya keterbatasan pada pendengaran.

Menarik bukan?

YouTube FanFest 2017 Kembali Digelar di Jakarta

Jakarta, PCplus. Youtube kembali menggelar acara tahunan YouTube FanFest 2017 pada tanggal 10-12 November di Sheraton Grand Ballroom & Atrium Mall Gandaria City, Jakarta. Lebih dari 20 bintang YouTube dari Indonesia dan dunia akan berkumpul di atas panggung YouTube FanFest Jakarta untuk kembali menghibur para penggemarnya di Indonesia.

Bintang YouTube dunia ternama seperti 1Million Dance Studio, Matt Steffanina, Ranz Kyle, dan Niana Guerrero akan datang ke Jakarta untuk bertemu ribuan penggemar mereka bersama sederet nama kreator populer bangsa yang tak kalah menariknya seperti Raditya Dika, Weird Genius, SkinnyIndonesian24, Ria Ricis, Young Lex, Agung Hapsah, Arief Muhammad & Tiara Pangestika, Aulion, Bayu Skak, Eka Gustiwana, Gen Halilintar, Hanin Dhiya. Serta yang beda di tahun ini, YouTube FanFest turut dimeriahkan oleh artis musik ternama seperti Tulus, Virgoun, Armada, Kunto Aji, dan Anji.

Ini adalah kali ketiga YouTube FanFest digelar di Jakarta. Namun yang berbeda di tahun ini, YouTube FanFest memperluas jangkauannya ke wilayah luar Jakarta lewat YouTube Showcase yang telah sukses diselenggarakan di Yogyakarta, Surabaya, dan Bandung untuk memberikan kesempatan bagi kreator lokal dari luar Jakarta untuk mendapat pengalaman serupa dengan kreator di Jakarta, yakni menunjukkan talenta di atas panggung dan kesempatan berkolaborasi dengan top kreator.

Dalam rangkaian YouTube FanFest ini hadir pula YouTube Festival selama 3 hari di Atrium Gandaria City Mall yang gratis dan terbuka untuk umum. Akan ada penampilan spesial dari kreator lokal yang mendapat kesempatan lebih banyak lagi untuk untuk menunjukkan bakat mereka, melakukan talk-show bersama penggemar, sekaligus memberikan pengunjung berbagai macam aktivitas seru lainnya untuk mendapatkan inspirasi terkini tentang kultur populer yang terus berkembang.

Bantu UKM, Google Tambah Beragam Fitur Gratis

Jakarta, PCplus. Google baru-baru ini meluncurkan beberapa fitur gratis baru untuk membantu pelaku usaha di Indonesia mengembangkan bisnis. Aneka fitur ini menurut Google adalah Uji Situs Saya, Postingan di Google Bisnisku, dan sebuah cara baru untuk mengelola halaman Google Bisnisku dari peramban (browser) apa pun.

“Kami percaya fitur gratis ini akan memudahkan pemilik usaha dalam mengelola bisnis secara online dan menarik pelanggan baru,” kata Tony Keusgen (Managing Director Google Indonesia).

“Uji Situs Saya dapat memberikan informasi berharga tentang cara mempercepat pemuatan dan penampilan situs web bisnis. Keduanya sangat penting di zaman perangkat seluler seperti sekarang ini, saat orang dapat mengukur penurunan atau kenaikan bisnis dalam hitungan detik,” katanya lagi.

Untuk bisnis yang sudah mulai beriklan online, Google menyatakan bahwa pembayaran AdWords sekarang dapat dilakukan melalui ATM. “Kami berusaha menyediakan sebanyak mungkin opsi pembayaran selain dengan kartu kredit dan transfer bank bagi UKM,” tambah Keusgen.

Sebagai bagian dari inisiatif Womenwill untuk memberdayakan perempuan dengan berbisnis online, Google menyatakan juga merilis sebuah penelitian baru yang menunjukkan adanya keinginan berwirausaha yang kuat di Indonesia seiring perempuan saat ini menginginkan jam kerja yang lebih fleksibel.

“Minat perempuan untuk berwirausaha ini tinggi karena adanya kebutuhan keluarga, tetapi banyak dari mereka belum memanfaatkan konten online yang melimpah untuk mengembangkan bisnis. Google berkomitmen untuk membantu mereka berkembang dengan memberikan akses yang diperlukan dan konten yang bermanfaat,” jelas Veronica Utami (Head of Marketing Google Indonesia).

“Kami percaya dengan semakin banyak pelatihan online, perempuan bisa lebih mudah meningkatkan kemampuan dan kepercayaan diri tanpa harus meninggalkan kewajiban keluarga atau rumah tangganya,” ujar Veronica.

Menrut Google, dalam program pelatihan pelaku usaha yang diadakan Google di sepuluh kota, hampir 20 ribu orang telah mengikuti kursus peningkatan kemampuan digital melalui Gapura Digital. Sementara 15 ribu orang lagi menurut Google sudah mendaftar hingga akhir tahun.

Di acara #GoogleUntukUKM pertama di Menteng, Jakarta Pusat, Keusgen mengatakan bahwa aplikasi gratis Primer telah diunduh lebih dari 400 ribu. Aplikasi ini diluncurkan pada bulan Agustus dan berisi 24 kursus bisnis dengan durasi masing-masing lima menit.

“Keinginan belajar di sini jelas sangat besar,” kata Keusgen. Ia menambahkan bahwa Google pun telah memasukkan 850 ribu bisnis Indonesia ke Maps dan Penelusuran.

“Kami berkomitmen untuk membantu mengoptimalkan potensi internet di Indonesia melalui inovasi dan pendidikan. Kami akan terus merilis produk baru bagi UKM dan berencana menyediakan lebih banyak fitur guna membantu bisnis di Indonesia memasuki dan berkembang di dunia digital,” tutup Veronica.

Basmi Software Berbahaya, Google Gandeng ESET Luncurkan Chrome Cleanup

Jakarta, PCplus. ESET belum lama ini menyatakan menjadi mitra Chrome dengan meluncurkan Chrome Cleanup, sebuah pemindai dan pembersih baru untuk Google Chrome.

Chrome Cleanup ini menurut ESET dirancang untuk membantu pengguna menjelajahi web dengan aman dan tanpa gangguan. Chrome Cleanup ini menurut ESET akan tersedia untuk semua pengguna Google Chrome yang berjalan di Windows.

ESET menyatakan bahwa Chrome Cleanup akan mengingatkan pengguna Google Chrome terhadap ancaman potensial saat mendeteksi perangkat lunak yang tidak diinginkan. Google Chrome kemudian akan memberi pengguna pilihan untuk menghapus perangkat lunak.

ESET menyatakan bahwa Chrome Cleanup beroperasi dari balik layar tanpa terlihat atau mengganggu pengguna. Chrome Cleanup menurut ESET akan menghapus perangkat lunak dan memberitahukan pengguna setelah pembersihan berhasil diselesaikan.

Untuk melengkapi sistem keamanan Google ini, ESET menyatakan meluncurkan tiga perubahan guna membantu Chrome untuk Windows pulih dari infeksi perangkat lunak yang tidak diinginkan, yakni:

  1. Hijacked Settings Detection

Ekstensi menurut ESET dapat membantu membuat Chrome lebih bermanfaat, seperti penyesuaian pengelolaan tab. Tapi beberapa ekstensi menurut ESET bisa mengubah setting tanpa disadari pengguna.

Sekarang, saat Chrome mendeteksi bahwa setelan pengguna telah diubah tanpa persetujuan, ia akan menawarkan pengguna untuk mengembalikan setelan yang dimodifikasi. Pada bulan lalu, fitur ini menurut ESET telah membantu jutaan orang pulih dari pengaturan yang tidak diinginkan.

ESET menyatakan bahwa pengguna juga dapat mengatur ulang pengaturan profil kapan saja dengan membuka chrome://settings/resetProfileSettings

  1. Chrome Cleanup yang Lebih Simpel

ESET menambahkan bahwa saat pengguna mengunduh perangkat lunak atau konten lainnya, terkadang perangkat lunak yang tidak diinginkan menjadi bagian dari proses penginstalan tanpa disadari.

Itulah sebabnya di Chrome untuk Windows, fitur Chrome Cleanup memperingatkan orang-orang saat mendeteksi perangkat lunak yang tidak diinginkan dan menawarkan cara cepat untuk menghapus perangkat lunak dan mengembalikan Chrome ke setting aslinya.

ESET menyatakan baru saja menyelesaikan desain ulang Chrome Cleanup, dengan antarmuka baru lebih sederhana dan memudahkan pengguna untuk melihat perangkat lunak apa yang akan dihapus.

  1. Mesin Cleanup yang lebih bertenaga

ESET menyatakan bahwa Google meningkatkan teknologi yang digunakan di Chrome Cleanup untuk mendeteksi dan menghapus perangkat lunak yang tidak diinginkan dengan bekerja sama dengan ESET.

Tujuannya menurut ESET adalah untuk menggabungkan mesin pendeteksi ESET dengan teknologi sandbox Chrome. Dengan begitu, ESET menyatakan bahwa Chrome kini dapat mendeteksi dan menghapus lebih banyak perangkat lunak yang tidak diinginkan daripada sebelumnya, yang berarti lebih banyak orang bisa mendapatkan keuntungan dari Chrome Cleanup.

Namun, ESET menyatakan bahwa mesin sandboxed baru ini bukanlah antivirus. Tujuan umumnya hanya menghapus perangkat lunak yang tidak sesuai dengan kebijakan perangkat lunak yang tidak diinginkan.

ESET menyatakan bahwa Chrome Cleanup sudah mulai diluncurkan kepada pengguna Chrome untuk Windows. Selama beberapa hari mendatang, peluncuran ini menurut ESET akan membantu puluhan juta pengguna Chrome kembali ke web yang bersih dan aman.

ESET menambahkan bahwa pengguna Google Chrome bisa mengunduh Google Chrome Cleanup secara gratis di alamat ini https://www.google.com/chrome/cleanup-tool/index.html

Inilah Fitur-Fitur yang Hadir di Android Oreo

Pada tanggal 21 Agustus 2017 yang bertepatan dengan gerhana matahari total (GMT) yang terjadi di wilayah Amerika Serikat, Google secara resmi mengumumkan nama baru sistem operasi Android generasi berikutnya yaitu Android 8.0 Oreo.

Memiliki tagline Open Wonder, saat perkenalannya, Android Oreo masih dalam tahap developer preview dan masih diuji coba sebelum masuk ke tahap berikutnya. Meski demikian, Google telah mengumumkan fitur-fitur yang disematkan pada sistem operasi tersebut. Berikut beberapa di antaranya:

Background Limits

Android akan membatasi aktivitas aplikasi yang bekerja di latar belakang (background) agar penggunaan daya menjadi lebih irit.

Dua kali lebih cepat

Proses booting di Android 8.0 akan memiliki kecepatan yang dua kali lebih cepat. Untuk kecepatan yang dimaksud, Google menggunakan patokan dari Google Pixel.

Fitur Autofill

Dengan izin pengguna, Android akan mengingat password yang digunakan saat login untuk mempercepat akses ke aplikasi tertentu.

Mode Picture-in-Picture

Mode ini memungkinkan pengguna membuka aplikasi lain sambil tetap menonton YouTube atau Netflix. Aplikasi yang digunakan harus sudah mendukung video PiP seperti Chrome, YouTube dan VLC.

Notifications Dots

Android Oreo kini dilengkapi dengan fitur notification dots seperti iOS, yang akan muncul saat ada pemberitahuan yang belum Anda buka dari aplikasi.

Keamanan yang lebih baik

Dilengkapi dengan Google Play Protect, aplikasi ini akan berusaha melindungi data dari malware dan memberi notifikasi jika ada aplikasi yang mencurigakan.

Instant Apps

Fitur ini memungkinkan pengguna untuk menjalankan aplikasi tanpa perlu memasangnya terlebih dahulu, cukup langsung jalankan dari peramban Chrome.

Emoji baru

Google menambahkan sekitar 60 emoji baru khusus bagi pengguna aplikasi chatting.

Smart Text Selection

Ini akan memudahkan proses copy paste dengan cara yang lebih praktis karena Google secara otomatis akan langsung mengenali kata atau frasa tersebut.

Dukungan audio bluetooth kualitas tinggi

Android ini mendukung fitur Hi-Fi Bluetooth Audio sehingga memungkinkan pengguna mendengarkan musik lewat perangkat Bluetooth dengan kualitas tinggi (highbitrate). (PCplus)

Google Pixel 2 Punya Kamera Terbaik, Geser iPhone 8 Plus

Jakarta, PCplus. Beberapa waktu yang lalu iPhone 8 dan iPhone 8 Plus dinobatkan sebagai smartphone dengan kamera terbaik berdasarkan hasil pengujian oleh DxOMark. Namun sayang, sepertinya kedua smartphone tersebut tidak bertahan lama memegang gelar tersebut.

Seiring dengan peluncuran Pixel 2 dan Pixel 2 XL baru-baru ini, DxOMark juga langsung menguji kualitas kamera kedua smartphone buatan Google tersebut. Dan hasilnya, Pixel 2 kini menduduki posisi puncak sebagai smartphone dengan kamera terbaik. Pixel 2 memecahkan rekor baru dengan skor total 98, menggeser iPhone 8, iPhone 8 Plus, dan Samsung Galaxy Note 8 yang sebelumnya disebut memiliki kamera dengan kualitas paling baik.

Padahal, Pixel 2 masih menggunakan konfigurasi kamera belakang tunggal dengan sensor 12 mega pixel dan lensa f/1,8. Berbeda dengan iPhone 8 Plus maupun Galaxy Note 8 yang telah menggunakan kamera ganda. Kamera pada Pixel 2 ini memiliki teknologi dual pixel autofocus serta lensanya dilengkapi dengan optical image stabilization. Kedua teknologi tersebut absen pada kamera Pixel generasi pertama.

DxOMark menyatakan, kamera miliki Pixel 2 mampu menghasilkan foto dengan kualitas yang sangat baik. Pada kondisi terang, Pixel 2 dapat menghasilkan foto dengan tingkat ketajaman yang sangat baik dengan akurasi warna yang tinggi dan tingkat dynamic range yang baik. Begitu pula dengan kondisi cahaya minim, Pixel 2 dapat menghasilkan foto dengan noise minim dengan detail yang masih terjaga.

Begitu pula dengan efek portrait atau bokeh yang makin populer belakangan ini. Walaupun hanya dibekali dengan satu kamera saja, Pixel 2 dapat menciptakan efek bokeh yang bagus dengan menggunakan pemrosesan software.

Google Rilis Google Home Max, Smart Speaker dengan Teknologi AI

Jakarta, PCplus. Pada acara yang diadakan dua hari yang lalu, Google merilis cukup banyak produk baru di samping smartphone Pixel 2 dan Pixel 2 XL. Salah satu di antaranya adalah speaker Google Home Max. Bukan cuma sekadar speaker biasa, tapi Google Home Max ini adalah sebuah smart speaker yang memiliki kemampuan kecerdasan buatan (AI).

Google menyematkan kemampuan kecerdasan buatan (AI) pada Google Home Max ini. Melalui teknologi Smart Sound, speaker ini bisa mengatur volume suara secara otomatis saat diposisikan di tempat tertentu. Misalnya, jika kamu memasang speaker ini di meja yang kosong,  speaker ini akan menyesuaikan volume dan equalizer-nya agar suara yang dihasilkan menjadi optimal. Begitu speaker ini kamu pindahkan ke tempat lain, ke kolong meja atau menghadap dinding misalnya, Google Home Max akan menyesuaikan kembali volume dan equalizer-nya.

Selain itu, Google Home Max juga bisa menyesuaikan volume secara otomatis menyesuaikan kondisi di sekitarnya. Jadi jika misalnya kamu sedang mendengarkan musik dengan speaker ini pada kondisi hening, lalu tiba-tiba terdapat suara berisik yang muncul, speaker ini akan menyesuaikan volumenya agar suaranya tetap dapat terdengar dengan baik.

Tak hanya untuk mendengarkan musik, Google Home Max juga dibekali dengan Google Assistant. Jadi, kamu bisa bertanya ke speaker ini mengenai banyak hal seperti cuaca hari ini, jadwal, atau memintanya untuk memutar musik. Google Home Max juga mendukung layanan streaming seperti YouTube Music maupun Spotify.

Google Home Max rencananya akan mulai tersedia di pasaran pada bulan Desember 2017 nanti dengan harga US$399. Sayangnya kemungkinan besar smart speaker ini tidak akan hadir secara resmi di Indonesia.

Pixel Buds, Earphone yang Bisa Terjemahkan Hingga 40 Bahasa

kredit: The Verge

Jakarta, PCplus. Selain menghadirkan dua smartphone flagship andalanya, Pixel 2 dan Pixel 2 XL, Google memperkenalkan jajaran perangkat pintar lainnya seperti Google Home Mini dan Google Home Max, Google Clips, Google Pixelbook, Google Daydream View 2.

Tidak hanya itu, Google juga meluncurkan aksesori bagi kedua smartphone-nya tersebut berupa earphone nirkabel yang diberi nama Pixel Buds. Seperti diketahui, Pixel 2 dan Pixel 2 XL menghilangkan port audio 3,5 mm dan mengandalkan port USB type-C sebagai konektor penggantinya.

kredit: The Verge

Nah khusus untuk ssaluran audio, Google menghadirkan earphone nirkabel tersebut yang sekilas mirip dengan Air Pods milik Apple. Pixel Buds ini hanya bisa berfungsi saat dipasangkan dengan dua smartphone dari Google tersebut.

Namun Pixel Buds bukan sekadar berfungsi  sebagai earphone nirkabel biasa. Google telah menyematkan banyak fitur keren di dalamnya, di antaranya dengan mengintegrasikan Google Assistant serta fitur penerjemahan.

Saat terpasang ke smartphone, pengguna bisa langsung menekan earpiece sebelah kanan dan memberikan perintah langsung ke Google Assistant. Fungsi yang bisa dilakukannya mencakup memutar musik, panduan arah, panggilan telepon, sampai menerjemahkan bahasa asing.

Khusus untuk fitur penerjemahan, pengguna tinggal memerintahkan untuk menerjemahkan suatu bahasa dan hasilnya akan langsung diperdengarkan ke telinga pengguna secara real time. Jadi seakan-akan pengguna memiliki penerjemah pribadi yang siap menerjemahkan bahasa yang diperintahkan. Mendukung empat puluh bahasa di dunia, pengguna membutuhkan koneksi Wi-Fi guna terhubung ke internet untuk menjalankan fungsi ini.

Dijual secara terpisah, Pixel Buds baru bisa dipesan secara pre-order pada November 2017 untuk wilayah Amerika Serikat dengan harga US$159. Hadir dalam tiga warna yaitu hitam, putih, dan biru, dalam paket penjualannya disertakan pula aksesori casing charger untuk mengisi baterai perangkat.

Google Resmikan Pixel 2 dan Pixel 2 XL

Jakarta, PCplus. Setelah berbagai rumor dan bocoran yang beredar mengenai smartphone terbarunya, Google akhirnya meresmikan kehadiran dua smartphone terbarunya yaitu Pixel 2 dan Pixel 2 XL pada sebuah acara yang digelar Rabu (4/10) waktu setempat atau Kamis (5/10) dini hari tadi WIB. Sama seperti generasi sebelumnya, kedua smartphone ini memiliki ukuran layar yang berbeda.

Google Pixel 2 memiliki layar berukuran 5 inci dengan resolusi 1.080 x 1.920 pixel. Sementara Pixel 2 XL menggunakan layar 6 inci dengan aspect ratio 9:18 dan resolusi 1.440 x 2.880 pixel. Keduanya menggunakan panel P-OLED dan sudah dilindungi dengan Gorilla Glass 5. Material kaca juga ada di bagian belakangnya di bagian atas. Sementara sisanya menggunakan bahan aluminium. Yang menarik, Pixel 2 XL menggunakan desain yang memiliki bezel tipis. Sementara Pixel 2 masih menggunakan desain biasa dengan bezel yang lebih tebal.

Bodi Pixel 2 dan Pixel 2 XL juga dibekali dengan sertifikasi IP67 yang membuatnya tahan air dan debu. Lalu terdapat fitur always on display yang akan menampilkan jam serta beberapa notifikasi lainnya secara konstan pada saat layar dimatikan.

Google Pixel 2

Google Pixel 2 dan Pixel 2 XL memiliki spesifikasi yang mirip. Keduanya menggunakan chip Qualcomm Snapdragon 835 dengan RAM 4 GB. Sementara memori penyimpanannya tersedia antara 64 GB dan 128 GB. Keduanya juga memiliki pemindai sidik jari di bagian belakang, dan tidak dilengkapi dengan jack audio 3,5 mm.

Untuk menggunakan headset, Google menyediakan kabel adaptor dari USB Type-C ke jack audio 3,5 mm. Perbedaannya terdapat pada kapasitas baterainya. Pixel 2 memiliki baterai sebesar 2.700 mAh, sedangkan Pixel 2 XL sebesar 3.520 mAh.

Berbeda dengan sejumlah smartphone lainnya yang mulai menghadirkan konfigurasi kamera ganda, Pixel 2 dan Pixel 2 XL masih menggunakan satu kamera saja di depan dan di belakangnya. Kamera belakang memiliki sensor 12 mega pixel dan dilengkapi dengan fitur Portrait Mode untuk menciptakan efek bokeh atau latar belakang yang kabur (blur). Sementara kamera depannya memiliki resolusi 8 mega pixel dan juga memiliki fitur Portrait Mode.

Google Pixel 2 XL

Pixel 2 dan Pixel 2 XL menggunakan sistem operasi Android 8.0 Oreo. Terdapat fitur Google Assistant yang kini bisa diakses dengan lebih mudah, dan fitur music recognition. Mirip seperti Track ID atau Shazam, fitur ini akan membantu kamu untuk mengenali musik yang sedang kamu dengarkan.

Google Pixel 2 tersedia dalam tiga pilihan warna yaitu Just Black, Clearly White, dan Kinda Blue. Smartphone ini dijual mulai dari US$649 untuk kapasitas 64 GB dan US$749 untuk kapasitas 128 GB. Pixel 2 akan mulai tersedia di sejumlah negara mulai 19 Oktober 2017 mendatang. Sementara Pixel 2 XL tersedia dalam dua pilihan warna yaitu Just Black dan Black & White. Pixel 2 XL dijual dengan harga mulai dari US$849 untuk kapasitas 64 GB, dan US$949 untuk kapasitas 128 GB. Smartphone ini akan tersedia pada 15 November 2017.