Tag Archives: Intel

Geekom Mini IT11 Review, Mini PC Ringkas Buat Di Rumah

Jakarta, PCplus – Lab PCplus kedatangan Mini PC keren nih dari Taiwan. Serinya Mini IT11 besutan Geekom. Buat yang belum tahu, Geekom adalah perusahaan teknologi yang berpusat di Taiwan dan fokus membuat PC kecil untuk beragam kebutuhan. Eh, ini bukan perusahaan baru lho. Geekom memulai bisnisnya pada Oktober 2003. Jadi di tahun ini, perusahaan genap berusia 20 tahun. Bahkan untuk memperingati ulang tahunnya itu, Geekom punya promo khusus buat pelanggannya. Wah, selamat ulang tahun Geekom!

Dapatkan produk Geekom Mini IT11 di toko resminya di Tokopedia atau Shopee. Dapatkan potongan harga langsung sebensar 50 ribu rupiah dengan memasukkan kode kupon GEEK09201

Baca Juga: Review Logitech Bluetooth Multi-Device Keyboard K480

Gift box spesial yang diberikan Geekom untuk ulang tahunnya ke-20 (PCplus/Istimewa)

Geekom Mini IT11 sendiri cocok dipakai buat menghemat ruang di meja kamu. Kendati ukurannya kecil, perangkat ini tetap menawarkan efisiensi dan kinerja yang sangat baik. Ini berkat memori (RAM) 16GB yang bisa kamu upgrade, prosesor Intel generasi ke-11, penyimpanan SSD 512GB, dan grafis Intel Irix Xe terbaru. Dalam penamaan produk Geekom, angka angka di belakang IT di nama produk ini menunjukkan generasi prosesor Intel yang dipakai. Yang datang ke meja redaksi PCplus adalah Mini IT11, itu berarti ia menggunakan prosesor Intel Core generasi 11.

Desain mini dan kokoh

Mini IT11 ini masuk ke dalam produk kelas menengah atas. Desainnya dibentuk menggunakan konstruksi hibrida dari logam dan plastik. Kamu bisa meletakkannya di meja atau menggunakan rangka khusus (VESA) agar bisa disematkan ke belakang monitor. Dari pengalaman PCplus memakainya, mini PC ini cukup senyap saat bekerja. Suara kipas hampir tidak terdengar, meskipun sedang dibebani tugas berat. Kipas aktif ini diletakkan di belakang perangkat, menghisap udara dari samping dan membuangnya ke belakang. Ia juga dipasangkan dengan kisi heat sink, untuk membantu membuang panas dari komponen di dalam badan perangkat.

Desain dan ketersediaan port di Geekom Mini IT11 (PCplus/Istimewa)
Port ekspansi yang mewah

Tepat di bawah kisi pembuangan udara panas tadi terdapat deretan port eksternal yang menurut PCplus sangat lengkap. Ada 2 port USB 3.2 Gen 2, 1 port USB4, 1 port HDMI 2.0, 1 port RJ45 Gigabit ehternet, 1 port mini DisplayPort dan 1 port power DC. Tidak cuma di belakang, di begian depan sebelah tombol power juga tersedia port tambahan. Ada tambahan 1 port USB 3.2 Gen 2, 1 port USB4 dan port headphone 3.5mm. Oh ya, ada satu port pembaca kartu SD di sebelah kiri perangkat. Cocok buat kamu yang mau menambahkan storage lewat kartu SD.

Kalau dicermati dari port yang ada, tersedia 4 port yang bisa kamu hubungkan ke layar resolusi tinggi. Mereka adalah Mini display port, HDMI, dan dua port USB 4 yang semuanya mendukung display port. Dengan konfigurasi seperti ini, kalian yang sering bekerja dengan banyak monitor seperti editing audio dan video, cocok menggunakan mini PC ini.

Konfigurasi sampai 4 layar UHD di Geekom Mini IT11
Konfigurasi sampai 4 layar UHD di Geekom Mini IT11 (PCplus/Istimewa)
Disematkan prosesor Intel Core i7-11390H

Satu yang menarik perhatian kami saat membuka kemasan dari produk ini adalah spesifikasi prosesor yang bukan kaleng-kaleng. Ya, Geekom Mini IT11 yang hadir ke meja PCplus berbekal prosesor Intel Core i7 generasi ke-11 dengan seri 11390H. Huruf “H” di belakang prosesor merupakan kode bahwa ini adalah prosesor dengan kinerja tinggi (high performance) yang siap dipakan untuk beragam kebutuhan.

Sebagai informasi, prosesor Intel Core i7 11390H adalah prosesor quad-core kelas atas yang biasa dipakai di laptop gaming atau workstation mobile yang tipis dan ringan. Prosesor ini diproduksi oleh Intel sebagai bagian dari lini produk Tiger Lake generasi ke-11. Di dalamnya terdapat 4 inti dan 8 thread debgab arsitektur Willow Cove. Ia juga punya clock dasar 2,9 GHz dan dapat dipacu sampai 5 GHz dengan teknologi Turbo Boost. Prosesor ini memiliki cache L3 12 MB dan soket BGA-1449.

Intel Core i7 seri ini sudah mendukung memori DDR4 dual-channel. Kecepatan memori yang didukung secara resmi tertinggi adalah 3200 MHz. Prosesor ini juga dilengkapi dengan grafis Intel Iris Xe yang memiliki 96 unit eksekusi dan frekuensi dinamis maksimum 1,4 GHz. Grafis ini mendukung output eDP 1.4b, MIPI-DSI 2.0, DP 1.4, HDMI 2.0b, dan dapat menampilkan hingga 4 layar secara bersamaan.

Kinerja yang luar biasa

Penasaran dengan kinerjanya, PCplus pun melakukan uji coba komprehensif terhadap Geekom Mini IT 11 ini. Pengujian dilakukan dalam lingkungan terkontrol, menggunakan aplikasi pengujian standar laboratoriun PCplus seperti PCMark, 3D Mark, Cinebech R23 dan CrystalDisk Mark. Sekadar informasi, 3D Mark biasanya dipakai untuk melakukan pengukuran sistem yang dipakai untuk gaming. Berhubung perangkat ini bukan spesifik dibuat untuk gaming, maka nilai yang tertera dalam pegujian 3D Mark ini hanya bisa dijadikan rujukan umum. Bukan untuk dibandingkan dengan perangkat gaming lain.

PC Mark 10

Skor PC Mark 10 untuk Geekom MiniIT 11
Skor PC Mark 10 untuk Geekom MiniIT 11 (PCplus)

PCMark 10 mencatatkan nilai akhir sebesar 4,998. Ini adalah skor yang sangat baik untuk komputer dengan prosesor Intel Core i7-11390H. Biasanya skor sekitar 4,800 sampai 5,000 didapat PCplus pada laptop dengan spesifikasi tinggi seperti ROG atau sejenisnya saat diuji di mode silent. Geekom memang hanya menyediakan profil default untuk prosesornya. Alasannya jelas, ini adalah mini PC yang memang ditujukan untuk end user yang butuh kinerja PC untuk penggunaan sehari-hari.

3D Mark Time Spy
Skor 3D Mark Time Spy untuk Geekom MiniIT 11
Skor 3D Mark Time Spy untuk Geekom MiniIT 11 (PCplus)

Seperti yang PCplus kemukakan sebelumnya. 3D Mark yang dijalankan di Geekom versi ini hanya dipakai untuk melihat berapa skor grafik dan prosesor di perangkat ini. Karena perangkat hanya menggunakan grafis Intel Xe, maka skor yang ditampilkan di 3D Mark menurut kami cukup baik. Dengan skor ini kamu memang tidak bisa bermain game berat. Tapi, jika tetap ingin bermain game casual yang ringan, maka Geekom Mini IT 11 tetap bisa melakukannya.

Bagaimana dengan kinerja prosesor? Lagi-lagi PCplus cukup terkesan dengan pilihan Geekom di seri ini. Pasalnya 3D Mark mencatat skor yang cukup baik untuk prosesor Intel H series yang dibenamkan di sistem mini PC. Geekom berhasil melakukan manajemen yang baik di 3 faktor utama: kinerja prosesor, kinerja pendingin dan stabilitas sistem. Hampir tidak ditemukan kendala apapun saat pengujian berat menggunakan 3D Mark dengan setting default dari pabrikan.

CrystalDisk Mark
Hasil uji SSD Geekom Mini IT11 dengan CrystalDiskMark
Hasil uji SSD Geekom Mini IT11 dengan CrystalDiskMark (PCplus)

Geekom Mini IT 11 menggunakan media simpan jenis Solid State Drive (SSD) yang dibuat oleh Lexar. Jenisnya sendiri adalah SSD NVMe M.2 yang punya kapasitas 512GB. Dengan spesifikasi ini tidak heran kalau storage di perangkat ini bisa dibilang sangat gegas dan bisa diandalkan. Dari hasil pengujian PCplus, SSD di Geekom ini mampu mencatatkan hasil di kisaran 3,408 Mbps untuk sequential read dan 3,105Mbps untuk sequential write. Keceaptan ini termasuk dalam kategori baik, utamanya untuk perangkat-perangkat yang dipakai kerja sehari hari atau perangkat desain.

Dari pengalamaman PCplus menjajal mini PC ini dengan aplikasi Adobe Creative Suite 2020. Kami hampir tidak menemukan masalah saat mencoba menyunting beberapa gambar. Loading aplikasi yang cepat, serta perpindahan antar jendela yang nyaris tanpa jeda sepertinya menandakan bahwa unit ini memang pas dipakai untuk desain.

Cinebench R23
Hasil uji Geekom Mini IT11 dengan Cinebench R23
Hasil uji Geekom Mini IT11 dengan Cinebench R23 (PCplus)

Hampir mirip dengan 3D Mark dan PC Mark, Cinebench juga PCplus pakai untuk mengetahui seberapa optimal kinerja dari sebuah PC. Bedanya, Cinebench dipakai lebih untuk mengukur kinerja prosesor dengan melakukan test beban untuk melakukan render obyek tiga dimensi (3D). Hasilnya, di pengujian multi core, Geekom Mini IT11 mencatat nilai 2755 poin. Sementara di pengujian single core, perangkat ini mencatat hasil 1170 poin.

Dari hasil pengujian diketahui bahwa prosesor Intel Core i7 11390H memang sengaja dioptimalkan untuk bekerja baik di multi maupun single core. Namun, karena keterbatasan asupan daya yang bisa diambil oleh unit, maka kinerja single core menjadi lebih prioritas saat perangkat dipakai untuk melakukan render.

Kesimpulan PCplus

Geekom Mini IT11 merupakan pilihan terbaik buat kamu yang mau punya mini PC ringkas, hemat daya tapi powerful. PCplus sangat terkesan dengan ketersediaan port yang lengkap di perangkat ini. Bahkan kamu yang punya hobi editing dan butuh banyak monitor untuk kerja sudah bisa memanfaatkan perangkat untuk dihubungkan ke 4 monitor sekaligus. Saat bekerja, perangkat ini juga hening, bahkan ketika diberikan beban penuh kepada sistemnya.

Oh ya, kamu juga tidak perlu pusing soal instalasi sistem operasi. Sebab, Geekom Mini IT11 sudah memberikan Windows 11 Pro asli di dalam sistemnya. Menarik bukan?

Nah, buat kalian yang mau beli Geekom Mini IT 11 ini, kebetulan lagi ada promo menarik di Tokopedia dan Shopee. Khusus untuk pembelian produk Geekom di toko resminya di Tokopedia dan Shopee, kamu bisa mendapatkan potongan harga langsung sebesar 50 ribu rupiah dengan memasukkan kode kupon GEEK09201.

Promo ini berlaku sampai 30 Oktober 2023. Supaya nggak kehabisan, langsung aja sambangi produk Geekom Mini IT 11 di Geekom Official Store di Tokopedia atau Geekom Official Store di Shopee

Spesifikasi lengkap Geekom MiniIT 11

Main Spec.
Geekom MiniIT 11
CPU11th Gen Intel® Core™ i7 – 11390H @3.40GHz (4 Core, 8 Thread)
Operating SystemWindows 11 Pro 64-bit
MemoryDDR4 SODIMM 16GB (Upgradeable to 64GB)
Storage512GB M.2 NVMe™ SATA/PCIe® SSD
GraphicsIntel® Iris® Xe
Input/Output3 x USB 3.2 Gen 2, 2 x USB4, 1 x SD Card Reader, 1 x 3.5mm headphone jack, 1 x RJ45 Gigabit Ethernet, 1 x HDMI 2.0, 1 x Mini Display Port, 1 x DC jack
ConnectivityIntel® Wi-Fi 6, Bluetooth v5.2
Dimension11.7 x 11.2 x 4.56 cm
Weight564.9 gram
Package in the box1 x Mini IT11 Mini PC, 1 x VESA Mount, 1 x Power Adapter, 1 x HDMI Cable, 1 x User Guide,
PriceRp. 6,290,000 (Tokopedia) / Rp. 6,990,000 (Shopee)
Warranty1 Years Geekom Official Warranty

Review Asus Vivobook 14 A1402, Laptop Untuk Semua Orang

Saat memilih laptopp kerja, kebutuhan setiap pengguna pastinya akan bervariasi. Hal ini tentu sejalan dengan beragamnya pekerjaan yang diemban oleh masing-masing individu. Nah, buat kamu yang lagi memburu laptop ideal untuk pekerjaan, berikut PCplus sajikan review ASUS Vivobook 14 A1402 yang patut menjadi pertimbangan kamu.

Baca Juga: ASUS Vivobook Pro 14 OLED M3400 – Laptop Kaum Mendang-mending

Ini adalah laptop yang ditujukan untuk kebutuhan pekerjaan. Dan dipromosikan ASUS sebagai perangkat yang dapat digunakan oleh siapa saja, di mana saja, dan kapan saja. Lantas, apa yang menjadikan laptop ini begitu spesial? Kita akan membahas singkat beberapa alasan yang melatarbelakangi hal tersebut.

Namun, sebelum kita membahas lebih jauh tentang laptop ini, akan lebih baik jika terlebih paham fitur-fitur yang ditawarkan ASUS pada laptop ini. Dan apa saja faktor yang membedakannya dengan laptop-laptop mainstream lainnya dari ASUS?

Dengan merangkum semua fitur dan keunggulan yang disediakan ASUS, kita akan tahun apa saja yang membuat Asus Vivobook 14 A1402 ini berbeda. Dan nantinya bisa jadi pilihan utama kamu saat dipakai kerja.

Desain cover laptop ASUS Vivobook 14
Desain cover laptop ASUS Vivobook 14 (PCplus/Istimewa)

Dirancang untuk mereka yang berjiwa muda

Beranjak dari sudut desain, laptop ini secara khusus dirancang untuk memikat generasi muda. Melihat segmen pengguna yang menjadi target, ASUS harus berani menciptakan desain yang berbeda dari seri laptop mainstream mereka lainnya.

Sebagai contoh, berbeda dengan seri laptop Asus lainnya, khususnya Vivobook. Cover depan laptop ini tidak menonjolkan logo ASUS atau logo ASUS Vivobook secara eksplisit. Seolah menyimpan rahasia, logo ASUS Vivobook ditempatkan dalam bentuk litografi tersembunyi, mirip artifak dari era prasejarah.

Lalu ke bagian dalam laptop. Desain Vivobook 14 A1402 ini juga sangat mencerminkan nuansa generasi Z. Bingkai layar dipadu dengan warna hitam yang sama dengan tombol keyboard. Sedangkan area palm rest dan sekeliling keyboard didesain dengan warna yang sepadan dengan cover depan laptop.

Untuk semakin mempertegas nuansa muda yang dituju, tombol Enter diberikan aksen garis yang serupa dengan zebra cross. Sementara itu, penutup fisik webcam diberi warna oranye. Fokus utamanya, warna laptop ini tidak cuma warna monoton, sebagaimana model yang ditujukan untuk pengguna mainstream lainnya.

Beralih ke aspek material, laptop tipis yang satu ini belum memakai bahan aluminium premium, melainkan masih mengandalkan polikarbonat. Kendati demikian, finishing pada bodi laptop ini telah diproses dengan sangat baik sehingga tetap memberikan kesan elegan.

Mengingat Vivobook 14 A1402 ditujukan untuk segmen pengguna yang paling aktif dan penuh semangat, Asus menyediakan tiga opsi warna yang menarik untuk dipilih.

Sensor sidik jadi untuk meningkatkan pengamanan laptop
Sensor sidik jadi untuk meningkatkan pengamanan laptop (PCplus/Si ciplus)

Ada Quiet Blue yang mempesona, Icelight Silver yang menawan, dan Terra Cotta yang nyaman. Pilihan warna tersebut memberikan kebebasan bagi pengguna untuk menyesuaikan laptop dengan gaya dan preferensi mereka masing-masing.

Dengan berbagai opsi desain dan warna tadi, dipastikan bahwa Vivobook 14 A1402 cuma sebuah alat kerja. Tapi perwujudan dari karakter dan gaya hidup pengguna yang modern dan dinamis.

Fitur untuk Memudahkan Pekerjaan

Beralih ke aspek fitur, laptop ini dilengkapi dengan engsel 180 derajat yang memberikan kemudahan saat Anda ingin membagikan layar dengan orang lain di sekitar Anda. Selain itu, laptop ini juga menampilkan lampu latar keyboard, fitur yang sangat praktis untuk bekerja di lingkungan dengan pencahayaan yang kurang memadai.

Berkaitan dengan keyboard, Asus memilih untuk menggunakan ASUS ErgoSense. Keyboard ini memiliki ukuran tombol 19,05mm yang dirancang khusus untuk menyajikan pengalaman pengetikan yang memuaskan. Gerakan dan pantulan tombol yang optimal, yang dihitung dengan presisi, memberikan sensasi mengetik yang sangat nyaman pada laptop ini.

Ditambah lagi, bagian tengah tombol dirancang cekung hingga kedalaman 0,2mm. Desain ini memungkinkan pengguna untuk mengetik dengan lebih akurat dan nyaman.

Ketika tombol ditekan, ia akan bergerak ke dalam sejauh 1,4mm. Di bawah setiap tombol, tersedia kubah karet yang dirancang oleh para ahli keyboard dari Asus. Fungsi utamanya adalah untuk memastikan stabilitas tekanan ketik pengguna, sehingga mengetik bisa berlangsung dalam durasi yang lebih lama namun tetap nyaman.

Selain itu, fitur menarik lainnya yang ditawarkan oleh laptop ini adalah keberadaan lapisan Antibacterial Guard di area cover keyboard dan palm rest. Anda tidak perlu khawatir saat berinteraksi dengan laptop ini, karena lapisan tersebut diklaim mampu menghambat pertumbuhan bakteri hingga 99% dalam jangka waktu 24 jam.

Fitur ini memastikan bahwa permukaan laptop tetap bersih dan minim risiko penyebaran bakteri yang berpotensi berbahaya. Melalui inovasi ini, Asus berkomitmen untuk memberikan pengalaman penggunaan laptop yang nyaman, aman, dan sehat bagi penggunanya.

Ragam fitur unggulan Vivobook 14 A1402
Ragam fitur unggulan Vivobook 14 A1402 (PCplus/Istimewa)

Performa Tinggi dengan Prosesor Terkini

Dilihat dari segi performa, Asus Vivobook 14 dirancang untuk menjadi teman yang selalu siap membantu mempermudah pekerjaan. Baik tugas kantor atau pribadi, melakukan presentasi atau sekadar bersantai. Berbekal prosesor Intel® Core™ generasi ke-12, laptop ini menawarkan kecepatan yang lebih tinggi dibanding generasi sebelumnya, sehingga mampu mengakomodasi beban kerja berat.

Ia juga punya memori kecepatan tinggi berkapasitas 16GB dan penyimpanan SSD yang luas sampai 512GB. Dengan kapasitas tersebut, kamu dapat menyelesaikan banyak pekerjaan dengan efisiensi yang maksimal.

Dalam hal penanganan suhu, ASUS menyematkan sistem pendinginan yang dikenal dengan Aerodynamic IceBlades for accelerated cooling. Sistem pendingin baru ini memberikan pengeluaran panas yang sangat efektif melalui dua pipa yang ditingkatkan dan kipas IceBlades baru. Teknologi ini secara efisien mempercepat proses perpindahan panas.

Kipas dan impeller IceBlades terdiri dari 87 bilah yang terbuat dari polimer kristal cair. Ini membuat kipas menjadi lebih ringan dan lebih tipis dibanding kipas biasa. Selain itu, setiap bilah kipas IceBlades punya desain aerodinamis melengkung 3D yang memungkinkan kipas menyuplai aliran udara yang baik dengan tingkat kebisingan yang rendah.

Selain itu, kipas IceBlades juga menggunakan bantalan dinamika fluida. Fitur ini mampu menghasilkan penurunan getaran dan kebisingan yang lebih baik jika dibandingkan dengan kipas biasa.

Dengan performa tinggi dan sistem pendinginan yang canggih, ASUS Vivobook 14 A1402 siap menghadirkan kinerja maksimal dalam skenario. Ini adalah laptop yang mampu menjawab tantangan era digital yang memerlukan efisiensi dan mobilitas tinggi.

Engsel layar laptop yang bisa dibuka sampai 180 derajat
Engsel layar laptop yang bisa dibuka sampai 180 derajat (PCplus/Si ciplus)
Spesifikasi ASUS Vivobook 14 (A1402)

Berikut ini adalah spesifikasi Asus Vivobook 14 A1402 yang akan kita gunakan sebagai bahan evaluasi performa laptop ini:

Main Spec.ASUS Vivobook 14 (A1402)
CPUIntel®Core™ i5-1235U Processor 1.3 GHz (10M Cache, up to 4.4 GHz, 10 cores)
Operating SystemWindows 11 Home + Microsoft Office Home and Student 2021
Memory8GB DDR4-3200 onboard, upgradable to 24GB (1x SO-DIMM slot)
Storage512GB M.2 NVMe™ PCIe® 3.0 SSD
Display14.0-inch, FHD (1920 x 1080) 16:9 aspect ratio, IPS-level Panel, LED Backlit, 60Hz refresh rate, 100% sRGB color gamut, Anti-glare display, 82% Screen-to-body ratio
GraphicsIntel® UHD Graphics Intel® Iris® Xe Graphics (for Intel® Core™ i5/i7 with dual channel memory)
Input/Output1x USB 2.0 Type-A, 1x USB 3.2 Gen 1 Type-C, 2x USB 3.2 Gen 1 Type-A, 1x HDMI 1.4 1x 3.5mm Combo Audio Jack
ConnectivityWi-Fi 6 (802.11ax) (Dual band) 2*2 + Bluetooth® 5
Camera720p HD camera with privacy shutter
AudioSonicMaster built-in array microphone with Cortana voice-recognition support
Battery42WHrs, 3S1P, 3-cell Li-ion
Dimension32.49 x 21.39 x 1.99cm
Weight1.50kg
PriceRp9.699.000
Warranty2 tahun garansi global
Hasil pengujian

Berikut hasil pengukuran performa Asus Vivobook 14 (A1402) dengan spesifikasi di atas:

Cinebench R23 
CPU Multi Core8256
CPU Single Core1494
  
Geekbench 5 
Single-Core 1525
Multi-Core Score 4758
  
PCMark 10 
Score4882
Essentials9501
Productivity       6911
Digital Content4810
Battery (video loop) jam:menit6:53
  
3DMark 
Timespy865
Fire Strike1801
Night Raid7731
  
CrystalDiskMark 8.0.1 
Read (MB/s)2219.29
Write (MB/s)     1156.31

Kesimpulan

Hasil dari review ASUS Vivobook 14 A1402 ini kami berpendapat bahwa laptop ini menawarkan serangkaian fitur dan spesifikasi yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan generasi muda, baik untuk pekerjaan maupun hiburan. Laptop ini dirancang dengan fokus pada desain yang stylish dan menarik, serta fitur-fitur yang mampu meningkatkan produktivitas pengguna.

Desainnya yang modern dan beragam pilihan warna mencerminkan gaya hidup dinamis pengguna muda. Engsel 180 derajat, lampu latar keyboard, dan lapisan Antibacterial Guard adalah beberapa fitur yang menambah nilai fungsionalitas dari laptop ini.

Segi performa juga ciamik. ASUS Vivobook 14 A1402 dibekali dengan prosesor Intel® Core™ generasi ke-12 yang responsif. Tambahan memori 16GB serta penyimpanan SSD 512GB yang luas, memberikan kekuatan dan kapasitas yang cukup untuk menjalankan berbagai tugas secara multitasking. Sistem pendinginan Aerodynamic IceBlades yang diadopsi pada laptop ini memastikan bahwa suhu prosesor tetap sejuk dan performa optimal terjaga. Bahkan dalam penggunaan yang intens.

Kesimpulan akhir dari review ASUS Vivobook 14 A1402. Ia merupakan pilihan laptop yang menarik bagi pengguna muda yang membutuhkan perangkat yang bisa mengimbangi gaya hidup mereka yang dinamis. Desain modern dan menarik, fitur yang mendukung produktivitas, dan performa tinggi menjadi tiga pilar utama laptop ini. Asus berhasil menciptakan laptop yang bukan hanya sekadar alat kerja, tetapi juga perwujudan karakter dan gaya hidup penggunanya.

Tertarik untuk memiliki laptop yang satu ini, silakan kunjungi ASUS Official Store di link berikut ini.

ASUS Produksi NUC Intel

San Fransisco, PCplus – Intel secara mengejutkan mengumumkan penghentian divisi Next Unit of Compute (NUC) miliknya awal bulan ini. Sebagai pewarisnya, Intel menunjuk raja pabrikan PC awal Taiwan, ASUS, untuk melanjutkan produksi NUC miliknya. Meskipun pernyataan perusahaan masih memberi “harapan” untuk pengembangan NUC di masa depan, Intel menghentikan “investasi langsung” dan akan mengandalkan “mitra ekosistem untuk melanjutkan inovasi dan pertumbuhan NUC.

Baca Juga: NUC, PC Kecil Tapi Cabe Rawit

Asus mendapatkan “lisensi non-eksklusif” untuk desain NUC Intel. Lisensi ini sebenarnya yang memberi kesempatan bagi perusahaan lain untuk memproduksi produk yang sama. Lebih lanjut, Intel juga mengatakan bahwa Asus akan “memproduksi, menjual, dan mendukung” sistem NUC saat ini yang menggunakan prosesor Intel generasi ke-10, ke-11, ke-12, dan ke-13.

“Intel mendukung produk NUC Intel dan akan memungkinkan dukungan garansi dan teknis yang berkelanjutan untuk NUC Intel,” kata juru bicara Intel Brent Camara seerti dikutip PCplus dari Arstechnica. “Proses dukungan yang ada akan terus berlaku untuk sementara waktu. Ketika ini berubah, Intel akan memberi tahu pelanggan dan distributornya.” tambahnya.

Asus sendiri sudah menjual lini mini desktop mirip NUC-nya sendiri. Termasuk telah membuat desktop gaming kompak, semacam NUC tower kelas atas Intel. Saat ini ASUS berada dalam posisi yang baik untuk melanjutkan produksi pada semua faktor bentuk NUC Intel yang berbeda. Meskipun belum jelas apakah desain NUC ASUS saat ini benar-benar akan menggantikan atau justru mengembangkan, menjual, dan mendukung dua lini mini desktop yang sama sekali berbeda.

NUC generasi berikutnya bisa membawa peningkatan besar untuk lini produk NUC. Dengan asumsi, mereka menggunakan prosesor Meteor Lake generasi berikutnya dari Intel. Meteor Lake akan menjadi CPU Intel pertama yang tidak sepenuhnya diproduksi oleh Intel sendiri. Ada campuran chiplet “tiles” dari Intel dan TSMC. Salah satu tiles tersebut akan menjadi GPU baru yang menggunakan arsitektur yang sama dengan GPU Arc Intel.

Benchmark Performa Intel Iris Xe Max

Intel kembali memulai langkah pembuatan VGA discrete, alias VGA non onboard (bukan on chip atau on die). Langkah tersebut dilakukan bersamaan dengan peluncuran prosesor teranyar mereka Core generasi ke-11 TigerLake.

Sebagai awalan, mereka menghadirkan Intel Iris Xe Max graphics yang menggunakan 768 unified GPU core, memiliki kecepatan core GPU pada 1650MHz dan memory speed-nya di 2133MHz. Memorinya ini bukan shared dengan memori utama sistem, melainkan dedicated 4GB LPDDR4.

GPU baru tersebut punya teknologi yang disebut sebagai Deep Link yang memungkinkan integrated GPU dan dedicated GPU bekerjasama untuk menyelesaikan tugas-tugas tertentu. Sayangnya, sejauh ini belum banyak software yang mampu memaksimalkan fungsi baru yang ditawarkan Intel itu.

Meskipun lebih dari sekadar VGA onboard biasa, Intel sendiri memasarkan Xe Max sebagai GPU yang ditujukan untuk Artificial Intelligence dan machine learning accelator. Bukan untuk gaming. Tetapi, seperti apa performanya pada aplikasi 3D dan juga gaming?

Baca selengkapnya.

ASUS TUF Dash F15 (FX516), Laptop Terbaik untuk Belajar, Bermain, dan Berkarya

ASUS kembali menghadirkan jagoan barunya di kelas entry gaming, TUF Dash F15. Datang dengan semua kelebihan dan penyempurnaan dibanding pendahulunya. Dan khusus dibuat untuk mereka yang sangat produktif dan suka main game.

ASUS TUF Dash F15

Untuk berkreasi dan melakukan berbagai hal lainnya, dibutuhkan sebuah laptop yang juga memiliki spesifikasi lebih baik dari laptop standar untuk belajar. Laptop gaming adalah solusi yang praktis untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Namun karena tidak didesain sepenuhnya untuk mobilitas, laptop gaming dapat menjadi beban bagi para pelajar dan mahasiswa yang sering beraktivitas di lapangan. Di sanalah peran ASUS TUF Dash F15 (FX516) muncul.

Hadir sebagai laptop gaming powerful, TUF Dash F15 (FX516) juga mengedepankan mobilitas dengan mengusung desain ringkas, ringan, dan tangguh. TUF Dash F15 (FX516) bahkan dilengkapi dengan berbagai fitur yang membuatnya tampil bukan sekadar sebagai laptop gaming, tetapi juga laptop all-rounder terbaik di kelasnya.

Baca Juga: ASUS TUF Dash F15 (FX516), Laptop Gaming Pertama dengan 11th Gen Intel Core H Series di Indonesia

Mobile, Ringkas, dan Ringan

TUF Dash F15 (FX516) adalah salah satu laptop gaming yang mengusung desain bodi tipis dan ringan dari ASUS. Ketebalannya tidak lebih dari 1,99cm dan bobotnya tidak lebih dari 2Kg membuatnya mudah untuk dibawa bepergian. Untuk sebuah laptop gaming berlayar 15-inci, TUF Dash F15 (FX516) bahkan tergolong sangat ringkas. Hal tersebut dikarenakan penggunaan bezel yang sangat tipis yang memungkinkan dimensi keseluruhan bodinya dapat dipangkas.

Tampak depan ASUS TUF Dash F15

Ada dua varian warna yang dapat dipilih dari TUF Dash F15 (FX516). Moonlight White yang mencerminkan nuansa high tech, serta terdapat pula pilihan warna Eclipse Gray yang lebih elegan. Keduanya dilengkapi dengan ornamen berupa logo baru serta tulisan TUF yang bernuansa modern di bagian belakang layarnya.

Agar tampilannya lebih menarik, TUF Dash F15 (FX516) dilapisi oleh cat khusus bernama EcoShine Paint. Cat khusus tersebut merupakan alternatif yang lebih baik dari cat minyak yang biasa digunakan di laptop lainnya. Cat ini memiliki empat lapisan yang membuat warna pada bodi TUF Dash F15 (FX516) dapat bertahan lebih lama dan yang terpenting adalah EcoShine Paint lebih ramah lingkungan.

Mobilitas tidak akan berarti tanpa adanya durabilitas. Untuk itulah ASUS membawa durabilitas TUF Dash F15 (FX516) ke tingkat selanjutnya dengan membuat laptop gaming ini tahan banting. TUF Dash F15 (FX516) kali ini berhasil mengantongi sertifikasi uji ketahanan berstandar militer AS (MIL-STD 810H). Selain itu, laptop gaming ini juga telah lolos berbagai uji ketahanan ekstrim seperti uji jatuh dan pengoperasian pada suhu ekstrem. Durabilitas dan mobilitas TUF Dash F15 (FX516) membuatnya cocok digunakan di dalam dan luar ruangan seperti yang dibutuhkan oleh para pelajar dan mahasiswa.

All-Rounder

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, TUF Dash F15 (FX516) merupakan sebuah laptop gaming all-rounder yang dapat digunakan untuk berbagai kegiatan serta kebutuhan. Tidak hanya mengolah dokumen dan tugas dari kampus, browsing, serta menikmati konten multimedia, TUF Dash F15 (FX516) juga dapat digunakan sebagai mesin untuk berkreasi. Hal tersebut dikarenakan TUF Dash F15 (FX516) dilengkapi dengan fitur yang juga menunjang para content creator.

Keyboard ASUS TUF Dash F15 dengan tombol khusus untuk mereka yang suka gaming

TUF Dash F15 (FX516) mengusung layar dengan color reproduction warna tergolong baik untuk kegiatan content creation, yaitu memiliki hingga 100% color coverage pada color space sRGB. Memaksimalkan produktivitas on-the-go, TUF Dash F15 (FX516) juga menggunakan layar dengan screen-to-body ratio yang sangat luas yaitu hingga 81%. Hal tersebut dapat dicapai berkat penggunaan bezel yang sangat tipis, yaitu hanya 6,2mm.

Tentunya, TUF Dash F15 (FX516) masih tetap merupakan sebuah laptop gaming yang artinya laptop ini dapat mengakomodasi berbagai kebutuhan gaming. Layar TUF Dash F15 (FX516) sudah dibekali dengan fitur refresh rate hingga 240Hz dan response time 3ms, membuatnya cocok untuk gamer yang gemar memainkan game eSports. Agar bermain game menjadi lebih nyaman, layar TUF Dash F15 (FX516) dilengkapi dengan teknologi Adaptive Sync yang dapat menghilangkan efek stuttering dan tearing, sehingga membuat sesi bermain game menjadi lebih nyaman.

Lebih Produktif

TUF Dash F15 (FX516) juga merupakan laptop yang dirancang untuk produktivitas. Pertama, laptop ini hadir dengan port yang sangat lengkap mulai dari port standar seperti USB Type-A, HDMI, LAN, dan 3.5mm audio port, hingga port modern Thunderbolt 4 yang juga mendukung teknologi display output dan power delivery. Artinya, Anda bsia menghubungkan berbagai perangkat ke laptop gaming ini, mulai dari penyimpanan eksternal, network adapter, pen tablet, dan lain-lain. Bahkan untuk gamer yang suka menggunakan keyboard dan mouse tambahan, TUF Dash F15 (FX516) menyediakan 3 port USB Type-A sehingga Anda dapat mengubungkan mouse, keyboard, dan perangkat laninnya sekaligus.

Konektivitas menjadi faktor kedua yang membuat TUF Dash F15 (FX516) tampil sebagai mesin peunjang produktivitas. Menggunakan WiFi 6 yang lebih kencang dan stabil dari WiFi generasi sebelumnya, TUF Dash F15 (FX516) dapat memastikan penggunanya tetap terhubung ke internet. Bagi Anda yang masih suka menggunakan kabel, ASUS bahakan masih menyediakan port LAN di laptop gaming ini.

Produktivitas juga bukan hanya soal konektivitas dan jumlah port yang disediakan, tetapi juga soal daya tahan baterai. TUF Dash F15 (FX516) ditenagai oleh baterai berkapasitas 76Whrs yang bisa menemani berabagai kegiatan Anda seharian. Pada pengujian baterai menggunakan PCMark Battery Benchmark di mode Modern Office, TUF Dash F15 (FX516) mampu bertahan hingga hampir 10 jam penggunaan yang berarti sudah berada di atas rata-rata laptop gaming pada umumnya. Bahkan daya tahan baterainya menyaingi berbagai laptop non-gaming.

Hasil uji ASUS TUF Dash F15

Masih ingat dengan port Thunderbolt 4 yang ada di laptop gaming ini? Ya, port tersebut telah mendukung fitur USB Power Delivery sehingga Anda dapat mengisi daya baterai TUF Dash F15 (FX516) menggunakan adapter yang ukurannya lebih kecil. Tidak sampai disitu, TUF Dash F15 (FX516) juga dilengkapi fitur fast charging yang mampu mengisi daya baterai dari 0% hingga 50% hanya dalam 30 menit menggunakan adapter yang tersedia di paket penjualannya.

Bagi yang sering menggunakan mikrofon baik untuk conference call atau berkomunikasi di dalam game, ASUS sudah melengkapi TUF Dash F15 (FX516) dengan teknologi Two-Way AI Noise Cancelling. Teknologi ini memungkinkan suara bising di latar belakang penggunanya dihilangkan, sehingga suara pengguna dapat terdengar lebih jelas saat berkomunikasi. ASUS juga sudah mengintergasikan teknologi ini dengan Armoury Crate, yaitu aplikasi yang menjadi pusat kontrol untuk performa dan semua fitur di TUF Dash F15 (FX516).

Sebagai tambahan, TUF Dash F15 (FX516) dilengkapi dengan keyboard yang sudah didesain nyaman untuk digunakan mengetik dan bermain game. Dengan key travel sejauh 1,7mm dan tahan hingga 20 juta kali tekan, keyboard TUF Dash F15 (FX516) adalah yang terbaik di kelasnya. Menariknya lagi, keyboard di laptop gaming ini memiliki backlight berwarna Bolt Blue yang menambah kesan futuristik.

ASUS TUF Dash F15 cukup tipis dan ringan untuk dibawa-bawa

Lebih Dingin dan Mudah Di-Upgrade

Berbekal pengalaman yang panjang sebagai produsen laptop gaming, ASUS mengerti bahwa gamer sangat suka dengan opsi upgrade. Untuk itulah ASUS menyediakan opsi upgrade yang cukup luas di TUF Dash F15 (FX516), yaitu berupa upgrade terhadap penyimpanan menggunakan M.2 PCIe slot dan DDR4 3200 RAM. Upgrade juga lebih mudah berkat hadirnya pop-up screw yang memungkinkan panel bawah di laptop gaming ini dapat mudah untuk dibuka.

Selain soal upgrade, ASUS juga mengerti bahwa sebuah laptop gaming dengan performa tinggi butuh sistem pendingin yang mumpuni. TUF Dash F15 (FX516) menggunakan sistem pendingin Intelligent Cooling yang dilengkapi dengan berbagai teknologi terbaru. Beberapa teknologi tersebut di antaranya adalah kipas dengan 83 bilah yang dapat mengalirkan udara lebih baik serta memiliki tingkat kebisingan lebih rendah, Enhanced Self-Cleaning Cooling yang membuat debu dan partikel kecil agar tidak mudah tersangkut di sistem pendingin dan memberikan peningkatan performa hingga 15%, serta CoolZone Keyboard yang membuat zona di sekitar keyboard tetap dingin berkat desain khusus di sistem pendinginnya.

Sistem pendingin TUF Dash F15 (FX516) menggunakan kombinasi 5 heatpipe khusus untuk mendinginkan CPU dan GPU. Heatpipe tersebut terhubung dengan heatsink yang ditempatkan di empat jalur pembuangan udara. Heatsink di TUF Dash F15 (FX516) juga memiliki 205 fin sehingga panas dapat dilepas secara lebih efektif. Performa pendinginan laptop gaming ini terbukti pada stress test menggunakan 3DMark TimeSpy, dimana CPU TUF Dash F15 (FX516) dapat beroperasi pada rata-rata di bawah 70°C.

ASUS TUF Dash F15 lebih dingin saat beroperasi

Performa Kencang untuk Berbagai Kebutuhan

Baik bermain game ataupun berkreasi, semuanya tidak akan terpenuhi jika TUF Dash F15 (FX516) tidak dilengkapi dengan hardware dan spesifikasi terbaru dan terbaik. Sebelum membahas hardware apa saja yang diusung oleh laptop gaming terbaru ini, perlu diketahui bahwa TUF Dash F15 (FX516) telah hadir dengan teknologi GPU Boost yang memungkinkan GPU untuk berjalan di atas clockspeed standar sehingga dapat menghadirkan performa grafis yang lebih baik. GPU Boost dapat diaktifkan melalui mode Turbo di aplikasi Armoury Crate.

Beralih ke spesifikasi, TUF Dash F15 (FX516) merupakan salah satu laptop gaming yang telah menggunakan prosesor 11th Gen Intel Core H-Series, tepatnya Intel Core i7-11370H. Prosesor dengan konfigurasi 4 core dan 8 thread tersebut sudah sangat cukup untuk menunjang performa sebuah laptop all-rounder seperti TUF Dash F15 (FX516). Tentu saja prosesor tersebut sudah dilengkapi dengan GPU terintegrasi Intel Iris Xe yang memiliki performa cukup bagus dan hemat daya, atau cocok digunakan saat TUF Dash F15 (FX516) tidak terhubung dengan sumber listrik.

Jika ingin menggunakan seluruh potensi yang dimiliki TUF Dash F15 (FX516), Anda perlu menggunakan charger yang hadir di paket penjualannya. Charger tersebut usdah dirancang untuk menyuplai daya ke GPU NVIDIA GeForce RTX 3000 series terbaru yang hadir di TUF Dash F15 (FX516). Ada dua varian TUF Dash F15 (FX516), yaitu yang menggunakan GeForce RTX 3060 dan RTX 3070.

CPU dan GPU tentu bukan hanya satu-satunya kombinasi komponen yang membuat TUF Dash F15 (FX516) memiliki performa kencang. Penyimpanan berupa M.2 NVMe PCIe SSD berkapasitas hingga 1TB di laptop gaming ini jelas membuatnya semakin gesit. Ditambah dengan RAM DDR4 3200MHz berkapasitas hingga 16GB, TUF Dash F15 (FX516) juga merupakan mesin yang dapat diandalkan untuk kebutuhan multiasking.

Berikut adalah hasil benchmark TUF Dash F15 (FX516) dengan GPU NVIDIA GeForce RTX 3070, 1TB SSD dan RAM 16GB.

Hasil benchmark Cinebench ASUS TUF Dash F15
Tom Clancy’s: The Division 2 (Ultra High) Benchmark

Mesin Andalan Pelajar dan Mahasiswa

TUF Dash F15 (FX516) merupakan laptop gaming powerfull, all-rounder, dan cocok untuk pelajar serta mahasiswa. Selain memiliki desain bodi yang ringkas, ringan, serta kokoh, TUF Dash F15 (FX516) juga sangat powerful dari sisi performa, membuatnya dapat diandalkan untuk berbagai skenario penggunaan mulai dari belajar, bermain game, dan berkarya.

Baca juga: 5 Cara Memblokir Nomor HP Agar Tidak Mengganggu

Main Spec.ASUS TUF Gaming (FX516)
CPUIntel® Core™ i7-11370H Processor 3.3 GHz (12M Cache, up to 4.8GHz)
Operating SystemWindows 10 Home with Office Home & Student 2019 Pre-Installed
Memory2x8GB DDR4-3200 SO-DIMM 8GB DDR4-3200 SO-DIMM
Storage1TB M.2 NVMe™ PCIe® 3.0 SSD 512GB M.2 NVMe™ PCIe® 3.0 SSD
Display15.6″ (16:9) IPS-level FHD (1920 x 1080), up to 300 nits, up to 100% sRGB, up to 240Hz 3ms
GraphicsNVIDIA® GeForce RTX™ 3070 NVIDIA® GeForce RTX™ 3060 Integrated Intel® Iris® X Graphics
Input/Output3x USB 3.2 Gen 1 Type-A, 1x Type C USB 4 with Power Delivery, Display Port and Thunderbolt™ 4, 1x 3.5mm Combo Audio Jack, LAN
ConnectivityIntel Wi-Fi 6(Gig+)(802.11ax)+Bluetooth 5.1 (Dual band) 2*2
Audio2x 2W speaker with DTS Surround
Battery76WHrs, 4S1P, 4-cell Li-ion
Dimension36.0 x 25.2 x 1.99 ~ 1.99 cm
Weight2,00Kg
ColorsMoonlight White, Eclipse Gray
Warranty2 tahun garansi global
PriceRp21.999.000 (Core i7-11370H/RTX3060/8GB RAM/512GB PCIe SSD/144Hz)
Rp30.999.000 (Core i7-11370H/RTX3070/2x8GB RAM/1TB PCIe SSD/240Hz)
Websitewww.asus.com/id

Intel Core Generasi ke-11, Apa Saja Kelebihannya?

Sudah lebih dari setahun saat kami berkenalan dengan Intel Core Generasi ke-10 pada bulan September 2019. Istimewanya saat itu adalah Kota Semarang yang jadi salah satu tempatnya. Kini, generasi ke-11 sudah meluncur kembali. Seperti apakah performa yang ditunjukkan?

Sebagai bloger yang tidak terlalu fokus pada konten tekno, kami terus berusaha melihat sesuatu yang menarik untuk kami bawa. Halaman ini pun kami buat setelah mendapat inspirasi dari postingan Instagram ASUS Indonesia yang mengenalkan Ultrabook Pertamanya di Indonesia dengan Intel generasi ke-11 yang diposting tanggal 19 November 2020.

Bila generasi ke-10 banyak membawa dari rilis informasinya, maka kali ini kami mendapatkannya dari situs resminya intel Indonesia, intel.co.id. Bila Ice Lake adalah kode nama yang diberikan dari rangkaian prosesor Intel Core Generasi ke-10, maka untuk Intel Core Generasi ke-11 kode namanya adalah Tiger Lake.

Selengkapnya klik di sini.

Kenalan dengan Ultrabook Mewah untuk Milenial: ASUS ZenBook 14 UX425

ASUS ZenBook merupakan sebuah lini ultrabook kelas premium yang sudah berada di pasaran sejak tahun 7 tahun yang lalu. Ultrabook ini memiliki ciri khas tampilan yang mewah serta bodi yang ringkas. Selain unsur kosmetik yang berbeda, ZenBook juga membawa spesifikasi teknis terkini dengan sejumlah fitur canggih. Kali ini, perusahaan asal Taiwan tersebut memperkenalkan sebuah ZenBook dari lini ZenBook Classic, yakni ASUS ZenBook 14 UX425.

Kembali menghadirkan tampilan yang mewah serta bodi yang ringkas, ASUS ZenBook 14 UX425 mendapatkan upgrade di sisi “jeroan”, di mana sekarang ultrabook ini sudah menggunakan prosesor Intel Core i7 (dan i5) generasi ke-10. Seperti apakah kesan penulis terhadap ultrabook yang mengusung desain “Zen” pada bagian belakang layarnya ini?

Selengkapnya baca di sini.

Adu Performa Core i9 9th Gen vs Core i9 10th Gen

Core i9 merupakan prosesor terkencang yang pernah diluncurkan Intel di setiap iterasi peluncuran prosesor mereka. Ya, prosesor ini menawarkan performa yang lebih tinggi lagi dibandingkan dengan prosesor Intel Core i7 yang selama ini menjadi raja dari lini produk Intel.

Pertamakali dihadirkan di pertengahan 2017, prosesor Intel Core i9 pertama di lini desktop dimulai dari Core i9 untuk Intel 7th Gen. Adapun di industri laptop, Core i9 baru hadir di lini produk Intel Core 8th Gen.

Buat kamu-kamu yang penasaran seberapa kencang prosesor Intel Core i9 generasi ke-10 untuk laptop dibanding generasi ke-9, simak perbandingan hasil performa berikut.

Baca selanjutnya…

Intel Luncurkan Prosesor Mobile Tercepat di Dunia

Intel meluncurkan mobile processors Intel Core mobile H-series processors Generasi ke-9 terbaru yakni Intel Core i9-9980HK. Prosesor ini dirancang khusus untuk para gamers dan konten kreator yang ingin meningkatkan performa laptop mereka.

“Platform Generasi ke-9 kami dirancang khusus untuk para gamers, creators dan pengguna yang membutuhkan teknologi dengan performa tinggi untuk melakukan pekerjaan mereka,” sebut Fredrik Hamberger, Manajer Umum dari Segmen Premium dan Gaming Notebook di Intel. “Kami menghadirkan performa berkaliber desktop dengan kekuatan hingga 5GHz dan 8 cores dalam sebuah sistem yang berbentuk lebih tipis, berikut dengan konektivitas terbaru dengan teknologi Wi-Fi 6 (Gig+),” sebutnya.

Fredrik mengklaim, prosesor ini memungkinkan pengguna untuk bermain game atau berkreasi dimanapun mereka berada.

Dari sisi spesifikasi, Intel Core mobile processors Generasi ke-9 menghadirkan performa berkaliber desktop dalam bentuk yang lebih kecil dan menarik. Prosesor ini juga menawarkan koneksi nirkabel dengan Wi-Fi 6 AX200 (Gig+) paling cepat dan terpercaya, konektivitas kabel serbaguna yang dilengkapi dengan Thunderbolt 3, serta support untuk teknologi memori Intel Optane.


Prosesor Intel Core i9-9980HK merupakan mobile processor pertama yang menawarkan frekuensi turbo yang dapat mencapai 5GHz dengan Intel Thermal Velocity Boost. Prosesor ini pun memiliki 8 core dan 16 threads, dan mendukung smart cache sampai dengan 16MB. Intel Core mobile processors Generasi ke-9 ini dirancang untuk menangani beban kerja tinggi.

Intel Core mobile processor Generasi ke-9 menghadirkan pengalaman gaming AAA berkaliber desktop, bahkan selagi merekam dan streaming. Dengan performa baterai yang lebih optimal dan Intel Wi-Fi 6 AX200 yang mendukung kecepatan Wi-Fi multi-Gigabit standar terbaru yang menawarkan latensi rendah dan kecepatan koneksi ultra-cepat.

Prosesor Intel Core Generasi ke-9 membuat proses pengeditan video menjadi lebih cepat. Intel Optane memory H10 with solid-state storage yang terbaru pun memberikan responsiveness daripada memori Intel Optane dengan kapasitas dari sebuah QLC NAND SSD. Sehingga mempercepat proses mejalankan aplikasi dan proses pemuatan konten.

Per 23 April 2019, prosesor ini sudah disematkan di laptop Acer, ASUS, Dell, HP, Lenovo, dan MSI. Mengingat berbagai macam laptop tersebut telah diperkenalkan oleh mereka untuk mendukung gaming dan konten kreator.

Asus Perkenalkan ROG Berbasis Intel Core Generasi ke-9 dan GTX 1660Ti di Indonesia

Demi mengukuhkan posisi sebagai produsen laptop gaming terdepan di Indonesia, Asus memperkenalkan lini laptop gaming terbaru yang menggunakan prosesor Intel Core generasi ke-9 (Intel Core 9th Gen) dan chip grafis NVIDIA GeForce GTX 1660Ti. Produsen laptop gaming dengan market share terbesar di Indonesia tersebut menjadi yang pertama yang menghadirkan solusi dengan kombinasi CPU-GPU tersebut.

Intel Core 9th Gen adalah prosesor generasi terbaru yang tampil dengan performa lebih kencang dari generasi sebelumnya. Sementara GeForce GTX 1600 series merupakan chip grafis kelas menengah terbaru dari NVIDIA yang menggunakan GPU Tesla seperti pada chip grafis seri RTX.

“ASUS selalu menghadirkan produk dengan teknologi terbaru dan terbaik. Hal tersebut merupakan komitmen ASUS dalam menghadirkan produk yang berkualitas,” ujar Jimmy Lin, Country Manager ASUS Indonesia. “Seri laptop gaming ROG terbaru kali ini akan hadir dengan performa yang lebih kencang lagi berkat penggunaan prosesor Intel Core Generasi ke-9 dan GeForce GTX 1600 series yang dapat memastikan dominasi penggunanya di setiap sesi gaming,” jelas Jimmy menambahkan.


ROG Zephyrus S GX502GW, Laptop Untuk Gamer Hardcore sekaligus Kreator Konten
Sejak pertama kali dikenalkan, ROG Zephyrus sukses mendefinisikan ulang sebuah laptop gaming yang sebelumnya harus tampil tebal dan berat menjadi tipis dan ringan. Kali ini ASUS kembali menghadirkan inovasi melalui ROG Zephyrus S GX502GW, yaitu sebuah laptop gaming ultra-tipis dengan spesifikasi yang dirancang tidak hanya untuk bermain game, tetapi juga untuk para creator konten profesional yang juga membutuhkan laptop powerful dan bisa diandalkan.

Secara fisik ROG Zephyrus S GX502GW memiliki tampilan yang sedikit berbeda dari lini laptop Zephyrus lainnya. Laptop gaming ini menggunakan desain tradisional dengan posisi keyboard seperti laptop pada umumnya, sementara seri Zephyrus lainnya menggunakan keyboard dengan posisi berada di bawah. Desain ini memungkinkan ROG Zephyrus S GX502GW tetap nyaman digunakan di ruang sempit seperti saat di dalam pesawat.

Para kreator konten membutuhkan layar dengan reproduksi warna yang akurat. Untuk itulah ROG Zephyrus S GX502GW dilengkapi dengan layar yang sudah mengantongi sertifikasi kalibrasi warna dari PANTONE. Tidak hanya itu, layar ROG Zephyrus S GX502GW juga dirancang untuk bermain game dengan refresh rate 144Hz dan response time 3ms.

Soal performa, ROG Zephyrus S GX502GW hadir dengan spesifikasi premium. Ditenagai prosesor Intel Core 9th Gen yaitu Intel Core i7-9750H yang menggunakan konfigurasi 6 core dan 12 thread. Konfigurasi tersebut sangat cocok untuk berbagai kegiatan, mulai dari bermain game, menjalankan aplikasi profesional, bahkan melakukan multitasking. Sementara dari segi grafis, ROG Zephyrus S GX502GW didukung oleh chip grafis NVIDIA GeForce RTX 2070 dengan VRAM GDDR6 sebesar 8GB yang tentu saja dapat melibas semua judul game PC yang ada saat ini.

Menyokong hardware tersebut adalah sebuah sistem pendingin khusus yaitu Active Aerodynamic System (AAS) yang merupakan salah satu ciri khas dari laptop seri Zephyrus. AAS membuat bagian bawah bodi ROG Zephyrus S GX502GW terangkat dan menghadirkan ruang ekstra untuk aliran udara sehingga pendinginan dapat berjalan lebih optimal bahkan ketika digunakan di ruang yang terbatas.

ROG Zephyrus M GU502GU, Perkasa dengan Intel Core 9th Gen dan GTX 1660Ti
Meski sama-sama menggunakan nama Zephyrus, ROG Zephyrus M GU502GU berbeda dengan seri Zephyrus lainnya. Selain merupakan salah satu laptop gaming ASUS berbasis NVIDIA GeForce GTX 1660Ti yang pertama, laptop gaming ini juga tidak memiliki sistem pendingin Active Aerodynamic System (AAS). Meski demikian, teknisi ASUS berhasil menghadirkan sistem pendingin khusus yang dapat menjaga suhu komponen utama pada laptop gaming ini tetap optimal.


Sebagai bagian dari keluarga Zephyrus, ROG Zephyrus M GU502GU masih hadir dengan berbagai fitur eksklusif. Fitur seperti layar bersertifikasi PANTONE dengan refresh rate 144Hz dan response time 3ms, hingga teknologi USB Type-C power delivery agar dayanya bisa diisi ulang menggunakan adapter USB Type-C yang lebih mungil kembali hadir di laptop gaming ini.

ROG Zephyrus M GU502GU juga tetap menggunakan bodi berbahan magnesium alloy yang sangat kokoh. Desain bodi yang sangat simpel membuat ROG Zephyrus M GU502GU tidak terlalu mencolok ketika digunakan di tempat umum. Laptop gaming ini memang dirancang agar dapat menemani penggunanya sehari-hari di berbagai kegiatan dan telah diukung oleh fitur konektivitas yang lengkap.

Sama seperti ROG Zephyrus GX502GW, laptop gaming ini ditenagai oleh prosesor Intel Core 9th Gen yaitu Intel Core i7-9750H. Prosesor ini memastikan ROG Zephyrus M GU502GU dapat berjalan kencang di berbagai skenario penggunaan.

Di Indonesia, Hendra Wijaya, Product Marketing ASUS ROG menyebutkan, produk-produk laptop gaming berbasis Intel Core generasi ke-9 dan Nvidia GeForce GTX 1660Ti akan hadir di bulan Mei mendatang.

Dua Varian Baru Lenovo Yoga Bidik Segmen Berbeda

Jakarta, PCplus – International Labour Organization (ILO) tentang Ketenagakerjaan Indonesia 2017 mencatat setidaknya terdapat lebih dari 30 juta profesional muda di rentang usia 25-34 tahun. Angka ini menempati 70 persen lebih dari keseluruhan angkatan pekerja. Celah inilah yang kemudian menjadi alasan Lenovo untuk menawarkan laptop premiumnya, Yoga 730 bagi kaum millennial profesional.

Helmy Sutanto (Consumer Lead, Lenovo Indonesia) menyebut, Yoga 730 mampu memenuhi kebutuhan profesional muda yang tetap ingin berkarya dan bekerja di mana pun dan kapan pun. Mengusung layar 13 inci dan 15 inci, Yoga 730 memiliki bobot mulai dari 1,12 kg. Namun bobot tersebut bisa bertambah jika ada penambahan RAM. Seri yang dibanderol mulai dari Rp21.499.000 ini membenamkan prosesor Intel Core i7 generasi ke-8, 8550U.

Sementara itu pada kesempatan yang hampir berdekatan, Lenovo juga memperkenalkan seri lainnya, Yoga 530 yang mengusung prosesor AMD Ryzen 5 2500U yang memiliki 4 core dan 8 thread. Perangkat ini juga menggabungkan teknologi multi-threaded processing dengan grafis AMD Radeon Vega. Sehingga otomatis, laptop ini bisa diandalkan untuk kebutuhan edit video dan bermain game, seperti Dota 2, League of Legends, serta Fortnite.

Perangkat 2 in 1 yang menyasar pengguna mobile ini dapat dipakai dengan empat mode penggunaan. Selain sebagai laptop, perangkat ini juga bisa digunakan dalam mode tent, komputer tablet, dan stand. “Ini adalah laptop multifungsi, lebih tipis sehingga ringan dibawa ke mana-mana,” ujar Deddie Sionader (4P da T1 Tablet Manager, Lenovo Indonesia) saat konferensi pers di Jakarta awal Agustus lalu.

Untuk mode tablet, Yoga 530 juga dilengkapi dengan stylus Lenovo Active Pen 2 yang memudahkan pengguna melakukan beragam aktivitas bagai mencoret-coret di media kertas. Kinerjanya juga diklaim akurat dan sangat sensitif.

Laptop yang mengusung ketebalan 1,76 cm serta bobot 1,6 kg ini juga memiliki daya tahan baterai sampai 8 jam. Proses chargingnya pun sangat cepat, hanya membutuhkan waktu 15 menit untuk waktu 2 jam. Lebih dari itu, Yoga 530 juga bisa berfungsi layaknya power bank/mampu melakukan charging dengan kondisi laptop mati dengan minimal baterai 20%.

Hadir dalam beberapa varian dengan spesifikasi berbeda, Lenovo Yoga 530 dijual dengan harga mulai dari Rp11.799.000, termasuk Lenovo Exclusive Protection berupa garansi global selama dua tahun serta Premium Care (onsite service).

 

Intel Resmi Luncurkan Prosesor Mobile dengan Chip Grafis Radeon RX Vega

Jakarta, PCplus. Beberapa waktu yang lalu, Intel dikabarkan menggandeng AMD untuk merilis sebuah prosesor yang dilengkapi dengan chip grafis dari AMD. Dan kini, pada gelaran Consumer Electronics Show (CES) 2018, Intel secara resmi memperkenalkan prosesor tersebut yang diberi nama Intel with Radeon Graphics.

Intel with Radeon Graphics adalah sebuah paket chip yang berisi prosesor Intel dengan chip grafis Radeon RX Vega M dari AMD. Di dalam chip ini, Intel menggunakan prosesor Intel Core generasi kedelapan untuk perangkat mobile yang juga dikenal dengan sebutan Kaby Lake-R.

Saat ini lini prosesor mobile generasi kedelapan Intel dihuni oleh dua varian prosesor, yaitu Core i5 8250U dan Core i7 8550U. Nah, prosesor Intel with Radeon Graphics ini akan menggunakan prosesor dengan basis yang sama dengan dua prosesor tersebut. Kemudian chip grafis yang akan dipasangkan merupakan AMD Radeon RX Vega M yang akan terbagi menjadi dua varian. Secara total, Intel akan merilis lima varian prosesor Intel with Radeon Graphics ini dengan varian tertinggi akan mendukung overclock dengan multiplier yang tidak dikunci.

Walaupun telah memiliki chip grafis Radeon RX Vega M, namun Intel juga tetap menyematkan chip grafis buatannya sendiri yaitu Intel HD 630 GT2. Dengan tersedianya dua chip grafis di dalam satu paket prosesor ini, maka beban pekerjaan grafisnya bisa dibagi sesuai dengan kebutuhan. Misalnya chip grafis bawaan Intel akan mengambil pekerjaan yang lebih ringan dan hemat daya seperti untuk menonton video. Sedangkan tugas yang lebih berat seperti bermain game akan dikerjakan oleh chip Radeon RX Vega M.

Intel sendiri belum mengumumkan tanggal resmi peluncuran prosesor ini. Saat ini, Intel with Radeon Graphics sepertinya baru akan ditujukan untuk perangkat mobile seperti notebook. Belum ada informasi apakah prosesor ini juga akan tersedua dalam varian untuk komputer desktop.

Gandeng AMD, Intel Hadirkan Prosesor Generasi Kedelapan dengan Chip Grafis Radeon Vega

Jakarta, PCplus. Intel dan AMD merupakan dua produsen besar yang selama ini terus bersaing. Namun, siapa sangka kalau keduanya ternyata juga bisa bekerja sama.

Intel baru-baru ini dikabarkan menggandeng AMD dalam mendesain prosesor barunya untuk notebook. Dengan menggandeng AMD, Intel akan menghadirkan sebuah prosesor dengan CPU yang dibuat oleh Intel, serta dikombinasikan oleh chip grafis Radeon Vega dari AMD.

Selama ini, Intel sebenarnya telah memiliki chip grafis terintegrasi sendiri yang disematkan pada hampir seluruh varian prosesornya. Namun, kinerja grafisnya masih berada di bawah chip grafis terintegrasi Radeon Vega yang baru-baru ini diluncurkan bersamaan dengan hadirnya APU Ryzen dari AMD.

Dengan kombinasi keduanya, maka chip ini akan menghasilkan kinerja komputasi dan grafis yang sangat baik. Prosesor yang rencananya akan masuk ke lini Core generasi kedelapan ini kemungkinan besar akan diluncurkan sebagai varian prosesor Intel Core seri H. Di segmen notebook, prosesor Intel Core seri H merupakan varian prosesor kelas atas yang biasanya digunakan pada notebook gaming.

Ingin tahu bagaimana hasil kerjasama antara Intel dan AMD ini? Kemungkinan besar prosesor pertama dengan CPU dari Intel dan GPU dari AMD ini akan mulai diproduksi pada awal tahun 2018 mendatang. Jadi kemungkinan masih butuh waktu agak lama sebelum chip ini hadir secara resmi di pasaran.

G.SKILL Rilis Memori DDR4 untuk Intel Core Generasi Kedelapan

Jakarta, PCplus. Prosesor desktop Intel Core generasi kedelapan atau yang juga dikenal dengan sebutan Coffee Lake telah resmi diluncurkan Intel beberapa minggu yang lalu. Sejumlah produsen pun telah merilis komponen lain untuk mendukung prosesor tersebut.

Baru-baru ini, G.SKILL meluncurkan beberapa seri memori RAM terbaru untuk mendukung prosesor Intel Core generasi kedelapan. Memori DDR4 yang masuk ke lini Trident Z dan Trident Z RGB ini dijamin akan mampu berjalan pada kecepatan yang telah diatur, mulai dari 3.733 MHz hingga 4.600 MHz.

Tujuh varian memori G.SKILL Trident Z dan Trident Z RGB ini akan tersedia dalam pilihan kit yang berisi dua atau empat keping memori dengan kapasitas total mulai dari 16 GB hingga 64 GB.

Seluruh memori tersebut juga sudah mendukung Intel XMP 2.0 sehingga kamu tidak perlu repot-repot mengatur RAM ini agar dapat berjalan di kecepatan yang telah ditentukan. Kamu hanya perlu memilih profil Intel XMP 2.0 yang dimiliki oleh setiap tipe memori pada BIOS.

Bila diperhatikan, memori G.SKILL Trident Z dan Trident Z RGB untuk Intel Coffee Lake ini memiliki spesifikasi yang mirip dengan produk serupa yang ditujukan untuk Intel Kaby Lake-X yang menggunakan chipset Intel X299. Hanya saja, memori yang ditujukan untuk Intel Coffee Lake dan chipset Intel Z370 ini memiliki timing yang lebih longgar.

G.SKILL rencananya baru akan meluncurkan Trident Z dan Trident Z RGB untuk Intel Coffee Lake ini pada bulan November 2017 mendatang. Pihak G.SKILL masih belum mau mengungkapkan harga yang akan dipasang untuk memori ini, begitu juga dengan rencana jadwal kehadirannya di Indonesia.

Mantan CEO Intel, Paul Otellini, Meninggal Dunia di Usia 66 Tahun

Jakarta, PCplus. Paul Otellini, Mantan CEO Intel, meninggal dunia di usia 66 tahun pada hari Selasa (3/10) lalu. Ia meninggal dunia di San Francisco, California, Amerika Serikat.

Paul Otellini merupakan orang kelima yang menduduki posisi tertinggi di perusahaan pembuat chip prosesor terbesar di dunia tersebut. Ia memimpin Intel pada periode 2005 hingga 2013 sebelum akhirnya mundur dan digantikan oleh Brian Krzanich hingga saat ini.

Ia pertama kali bergabung ke Intel pada tahun 1974. Otellini pun termasuk salah satu orang penting di balik hadirnya prosesor Intel Pentium dan Core 2 Duo yang begitu terkenal. Sepanjang kepemimpinannya, pendapatan Intel meningkat dari US$38,8 miliar menjadi US$54 miliar. Bahkan,  pemasukan total yang berhasil didapatkan Intel sepanjang periode masa kepemimpinannya lebih besar jika dibandingkan pemasukan total sepanjang 45 tahun sebelumnya.

Meskipun begitu, Otellini pun sempat dikritik, terutama saat Intel pertama kali meluncurkan ultrabook yang dilengkapi dengan prosesor yang berkinerja kurang memuaskan, serta terlambatnya Intel untuk masuk ke pasar smartphone.

“Kami sangat berduka dengan meninggalnya Paul. Ia mewakili suara konsumen yang penting di tengah para engineer. Dia mengajarkan kami bahwa kami hanya bisa menang jika mengutamakan konsumen,” ujar Brian Krzanich (CEO Intel saat ini).