Tag Archives: keamanan

Cara Belanja Online yang Aman dan Hemat di Akhir Tahun 2023

Jakarta, PCplus – Belanja online menjadi salah satu aktivitas yang semakin populer di era digital ini. Apalagi di era sekarang internet, belanja online menjadi pilihan yang lebih aman dan praktis. Namun, belanja online juga memiliki risiko dan tantangan tersendiri, seperti penipuan, barang palsu, atau pembayaran yang tidak aman. Oleh karena itu, kamu perlu mengetahui cara belanja online yang aman dan hemat di tahun 2023.

Baca Juga: Tiga Tips Aman Belanja Online

Salah satu cara belanja online yang aman dan hemat adalah dengan memanfaatkan momen penjualan besar seperti Black Friday atau Cyber Monday. Momen ini biasanya menawarkan berbagai diskon dan promo menarik yang bisa membuat kamu hemat biaya. Namun, kamu juga harus berhati-hati dengan penawaran yang terlalu bagus untuk menjadi kenyataan. Jangan mudah tergiur dengan barang-barang yang dijual dengan harga murah, tetapi tidak jelas kualitas dan asal-usulnya. Pastikan kamu memeriksa reputasi dan ulasan penjual, serta detail dan deskripsi produk sebelum membeli.

Pilih metode pembayaran yang aman

Selain itu, kamu juga harus memperhatikan metode pembayaran yang kamu gunakan saat belanja online. Hindari menggunakan metode pembayaran yang tidak resmi atau tidak terpercaya, seperti transfer langsung ke rekening penjual atau menggunakan aplikasi pembayaran yang tidak dikenal. Sebaiknya, gunakan metode pembayaran yang disediakan oleh platform e-commerce yang kamu gunakan, seperti e-wallet, kartu kredit, atau COD (cash on delivery). Dengan begitu, kamu bisa mendapatkan jaminan keamanan dan perlindungan dari platform e-commerce tersebut.

Selain metode pembayaran, kamu juga harus memperhatikan keamanan data pribadi kamu saat belanja online. Jangan sembarangan memberikan informasi pribadi seperti nomor telepon, alamat, atau nomor kartu kredit kepada penjual atau situs web yang tidak terpercaya. Pastikan kamu menggunakan koneksi internet yang aman dan terenkripsi, serta antivirus yang terbaru dan terpercaya. Jangan lupa untuk mengubah password kamu secara berkala dan tidak menggunakan password yang sama untuk akun-akun berbeda.

Belanja online memang bisa menjadi cara yang menyenangkan dan mudah untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan kamu. Namun, kamu juga harus tetap waspada dan berhati-hati dengan risiko dan ancaman yang ada. Dengan mengikuti tips belanja online yang aman dan hemat di tahun 2023 ini, kamu bisa menikmati pengalaman belanja online yang lebih aman dan nyaman. Selamat berbelanja!

Ini Dia Prediksi Keamanan Finansial 2024

Jakarta, PCplus – Kaspersky merilis studi tentang prediksi keamanan finansial 2024. Laporan ini berisi hal-hal yang mungkin akan menjadi trend keamanan siber di 2024 mendatang. Termasuk jenis serangan yang akan bikin repot para manajer IT di tahun depan.

Baca Juga: Terungkap, Teknik Serangan Khas APT

Ancaman yang menggunakan kecerdasan buatan (AI) kemungkinan akan semakin banyak dan canggih, serta otomatisasi akan menjadi tren utama. Perusahaan keamanan siber ini memprediksi adanya lonjakan serangan siber, penyalahgunaan sistem pembayaran instan, munculnya trojan perbankan asal Brasil, dan pertumbuhan backdoor sumber terbuka.

Laporan ini juga memberikan tinjauan menyeluruh tentang tingkat keakuratan prediksi tahun sebelumnya. Yang menyoroti tren seperti meningkatnya ancaman Web3 dan permintaan pemuat malware (malware loader). Untuk menghadapi perubahan lanskap yang terus berlangsung, tahun 2024 menuntut strategi keamanan siber yang proaktif, kerjasama lintas sektor, dan pertahanan yang inovatif.

Pada tahun lalu, para ahli Kaspersky dengan tepat mengantisipasi peningkatan ancaman Web3, permintaan pemuat malware, dan perubahan motif kelompok ransomware menjadi lebih merusak. Namun, prediksi tentang kerangka kerja “Red Team” dan peralihan pembayaran Bitcoin belum sepenuhnya terwujud.

Serangan siber dengan AI

Pada tahun 2024 mendatang, diperkirakan akan terjadi peningkatan serangan siber yang menggunakan AI dan meniru saluran komunikasi yang sah. Ini akan menyebabkan banyaknya kampanye berkualitas rendah. Selain itu, para ahli Kaspersky juga memperkirakan para penjahat siber akan memanfaatkan popularitas sistem pembayaran instan. Yang akan berdampak pada munculnya malware clipboard dan penyalahgunaan trojan perbankan mobile. Sebagai contoh, kelompok penjahat siber seperti Grandoreiro telah mengembangkan operasi mereka ke luar negeri. Dengan target lebih dari 900 bank di 40 negara.

Salah satu tren yang mengkhawatirkan pada tahun 2024 adalah pertumbuhan backdoor sumber terbuka. Para penjahat siber akan mencari celah keamanan dalam perangkat lunak sumber terbuka yang banyak digunakan. Otomatis ini dapat membahayakan keamanan dan berpotensi menyebabkan pelanggaran data dan kerugian finansial.

Selain itu, para ahli juga melakukan prediksi keamanan finansial 2024 terkait struktur kelompok afiliasi dalam ekosistem penjahat siber. Disebut Kaspersky, struktur ini akan menjadi lebih fleksibel di tahun mendatang. Dengan anggota yang sering berpindah atau bekerja untuk beberapa kelompok secara bersamaan. Kemampuan adaptasi ini akan membuat mereka sulit dilacak dan ditangani oleh penegak hukum dalam memerangi kejahatan siber secara efektif.

“Dalam lanskap keamanan siber finansial yang terus berkembang pada tahun 2024, kami mengantisipasi terjadinya lonjakan ancaman, peningkatan otomatisasi, dan kegigihan para pelakukejahatan siber. Untuk tetap menjadi yang terdepan, lembaga dan organisasi keuangan harus secara proaktif menyesuaikan strategi keamanan siber. Termasuk memperkuat pertahanan untuk melindungi aset dan data sensitif mereka. Kunci keberhasilannya terletak pada membina kolaborasi antara sektor publik dan swasta, membentuk garda depan persatuan untuk melawan risiko ancaman yang berkembang. Hal ini dapat membentuk medan keamanan siber yang kokoh bagi sektor keuangan di tahun mendatang,” kata Marc Rivero, peneliti keamanan utama di GReAT.

Ancaman Online Incar Anak-Anak

Jakarta, PCplus – Kaspersky mengimbau orang tua di Indonesia agar waspada terhadap ancaman online yang incar anak-anak usia sekolah, terutama saat semester baru dimulai. Anak-anak yang sering menggunakan internet sangat rentan terhadap bahaya tersebut. Nah, Kaspersky merangkum 3 yang paling utama dan berbaha. Apa saja?

Baca Juga: Kasus Kejahatan yang Tak Terpecahkan di Dunia TI

  1. Orang asing: predator seksual, sextortion, penipuan
  2. Temancyberbullying, prank, sextortion, contoh buruk; Dan 
  3. Diri sendiri: berbagi berlebihan, sexting, intimidasi, mengunduh/membagikan konten ilegal 

Berdasarkan data Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia (Kemenppa). Anak-anak Indonesia usia 12-17 tahun menjadi sasaran utama pelecehan dan eksploitasi seksual di internet. Selain itu, penelitian Center for Digital Society (CfDS) pada Agustus 2021 berjudul Teenager-Related Cyberbullying Case in Indonesia yang melibatkan pelajar usia 13-18 tahun, menunjukkan bahwa 1.895 siswa (45,35%) mengalami cyberbullying, sementara 1.182 siswa (38,41%) menjadi pelakunya.

Platform yang sering digunakan untuk cyberbullying antara lain WhatsApp, Instagram, dan Facebook. Laporan Kaspersky juga menunukkan data yang menghawatirkan. Generasi Z atau mereka yang berusia 11-26 tahun adalah kelompok yang sering berbagi informasi pribadi secara berlebihan. Mereka banyak sekali berbagi secara berlebihan(oversharing) di media sosial seperti nama, tanggal lahir, dan lokasi. Mereka memiliki pengetahuan tentang keamanan online tetapi mudah tertipu. Sekitar 55% dari responden mengaku telah memberikan data pribadi mereka di media sosial, mayoritas (72%) tidak bisa mengenali penipuan phishing dan 26% mengaku pernah menjadi korban phishing.

Beda cara asuh

“Jaman dulu, orang tua hanya cemas dengan nilai dan prestasi anak di sekolah. Sekarang, situasinya berubah. Orang tua Indonesia, harus mengasuh anak-anak yang sangat terkoneksi dan waspada terhadap ancaman online yang incar anak-anak. Mereka tidak bisa disalahkan, karena anak-anak saat ini mudah tergoda oleh orang asing, dilecehkan secara online. Bahkan data pribadi mereka dicuri di sekolah,” kata Yeo Siang Tiong, General Manager untuk Asia Tenggara di Kaspersky.

“Dari sudut pandang keamanan, usia tidak menjadi masalah, baik 6 atau 56 tahun. Kita hidup di dunia di mana jejak digital kita terus bertambah setiap hari. Jika orang dewasa saja masih sering tertipu oleh penjahat siber, bagaimana dengan anak-anak yang belum tahu cara menghindari bahaya online? Oleh karena itu, melindungi mereka harus menjadi prioritas kita sebagai orang tua,” tambah Yeo.

Kaspersky sendiri punya tips untuk melindungi anak-anak dari kejahatan internet tersebut. Ini dia:

Jalin komunikasi rutin dengan anak-anak

Kaspersky melakukan studi global terhadap 8.793 orang tua yang memiliki anak berusia 7-12 tahun. Hasilnya, 58% orang tua hanya menghabiskan kurang dari 30 menit selama masa kecil anak-anak mereka untuk membahas keamanan internet. Hanya 11% yang menghabiskan lebih dari dua jam untuk hal ini. Psikolog Emma Kenny menyarankan agar kamu mengalokasikan sepuluh menit setiap hari sebelum tidur untuk membicarakan hari-hari anak, termasuk kegiatan online mereka. Ajak anak-anak berbagi tentang pengalaman positif dan negatif yang mereka dapatkan secara online. Ini akan membantu mereka terbiasa berbicara tentang perlindungan internet dan meningkatkan kecerdasan siber mereka.

Edukasi diri dan anak-anak

Kamu akan lebih percaya diri berbicara dengan anak-anak tentang dunia maya jika kita mengerti tentangnya. Luangkan waktu untuk mempelajari tren, game, dan media sosial yang populer di kalangan anak-anak. Diskusikan dengan mereka tentang teknologi dan risikonya. Ajak mereka bermain bersama dan buat akun media sosial bersama.

Tunjukkan bahwa kita menghargai mereka sebagai guru. Ini akan memperkuat rasa saling percaya antara kamu dan anak-anak. Berikan mereka informasi tentang ancaman siber atau pelanggaran keamanan yang kamu ketahui atau lihat.

Ciptakan suasana yang terbuka dan nyaman

Kamu harus bisa mengetahui jika ada hal yang membuat anak-anak tidak senang, takut, atau sedih. Tangani cyberbullying seperti halnya perundungan di dunia nyata. Ajak mereka untuk berani dan bicara dengan orang dewasa yang bisa dipercaya (sebaiknya orang tua) jika mereka mendapat pesan yang mengintimidasi atau tidak sopan.

Buat batasan

Buat aturan dasar yang jelas dan sesuai usia tentang apa yang boleh dan tidak boleh mereka lakukan secara online. Jelaskan alasan dan dampak dari aturan tersebut, misalnya pergi ke situs yang tidak pantas atau menggunakan teknologi secara berlebihan. Contohnya adalah berbagi foto secara online yang akan tersimpan selamanya di internet dan bisa berpengaruh saat mereka dewasa dan meniti karier. Bantu mereka memahami tindakan dan akibatnya. Pastikan kamu menyesuaikan aturan ini sesuai perkembangan anak.

Manfaatkan sumber daya yang ada

Orang tua tidak mungkin mengawasi anak-anak 24/7 untuk mengontrol aktivitas mereka secara online. Langkah pintar adalah menggunakan perangkat lunak kontrol orang tua yang terpercaya. Berapa lama (dan kapan) mereka bisa online, konten apa yang harus diblokir, atau aktivitas apa yang harus dibatasi. Filter kontrol orang tua bisa disesuaikan untuk profil komputer yang berbeda, sehingga kamu bisa mengatur filter untuk anak yang berbeda.

Jangan ragu untuk minta tolong.

Mengasuh anak tidak ada petunjuknya. Kita belajar dari pengalaman dan pasti ada kesalahan yang terjadi. Setiap orang tua punya cara sendiri dalam mendidik anak dan itu sah-sah saja. Pilih yang cocok untuk kamu dan keluarga. Jika situasi sudah tidak terkendali, ingat bahwa kamu bisa meminta bantuan dari pihak berwenang untuk melindungi diri Anda.

Demikian beberapa tips yang bisa Anda gunakan untuk menghindari ancaman online yang incar anak-anak. Semoga bermanfaat.

30 Ribu Dollar Aset Kripto Dicuri, Duh!

Jakarta, PCplus Live – Penjahat dunia maya berhasil membuat cara canggih untuk mencuri aset kripto. Modusnya dengan membobol dompet perangkat keras yang biasa dipakai untuk menyimpan aset. Padahal, dompet perangkat keras ini termasuk yang paling aman untuk menyimpan aset, karena tidak melulu harus terkoneksi ke Internet.

Dompet perangkat keras, juga dikenal sebagai cold wallet, menyimpan kunci aset kripto pada perangkat seukuran stik USB, yang harus dicolokkan ke komputer untuk mengirim kripto atau berinteraksi dengan protokol keuangan terdesentralisasi. Akibatnya, perangkat ini secara umum dianggap lebih aman daripada yang terhubung ke internet setiap saat.

Baca Juga: Trading Crypto Aman untuk Pemula

Namun, penyelidikan baru-baru ini oleh Kaspersky mengungkapkan kasus pencurian aset yang jarang terjadi dari dompet perangkat keras. Padahal, korban tidak melakukan transaksi apa pun pada hari itu, dan cold wallet tidak terhubung ke komputer. Dengan demikian, korban tidak segera mengetahui pencurian tersebut, dan penipu mentransfer sebesar 1,33 BTC (setara $29.585) tanpa sepengetahuan korban.

Ternyata, apa yang dilakukan oleh si pencuri cukup sederhana. Mereka membuat perangkat keras/dompet tiruan yang isinya telah dimodifikasi. Selain itu, dompet memiliki mikrokontroler yang berbeda dengan mekanisme perlindungan baca dan memori flash dinonaktifkan sepenuhnya, jika dibandingkan dengan yang asli. Hal ini membuat para peneliti menyimpulkan bahwa korban telah membeli dompet perangkat keras yang telah terinfeksi.

Penyerang hanya membuat tiga perubahan pada firmware asli bootloader dan dompet itu sendiri. Mereka menghapus kontrol mekanisme perlindungan, mengganti seed frase yang dibuat secara acak dengan salah satu dari 20 frase yang telah ditetapkan, dan hanya menggunakan karakter pertama dari kata sandi tambahan. Ini memberi penyerang total 1.280 opsi untuk mengambil kunci ke satu dompet palsu.

Dengan demikian, penyerang dapat melakukan operasi sementara dompet kripto yang dinonaktifkan diam-diam tergeletak di brankas pemiliknya. Dompet kripto mungkin tampak berfungsi seperti biasa, tetapi sejak awal, para scammer memiliki kendali penuh atas perangkat tersebut.


‘Dompet perangkat keras telah lama dianggap sebagai salah satu cara teraman untuk menyimpan aset uang kripto, tetapi penjahat dunia maya telah menemukan cara baru untuk mendapatkan keuntungan dengan menjual perangkat yang palsu atau terinfeksi kepada korban yang tidak waspada. Serangan seperti itu benar-benar dapat dicegah. Oleh karena itu, kami sangat menyarankan pengguna untuk hanya membeli dompet perangkat keras dari sumber resmi dan tepercaya untuk meminimalkan risiko,” komentar Stanislav Golovanov, Pakar Investigasi Insiden Dunia Maya.

So, buat kalian yang kebetulan menggunakan model keamanan yang sama, harus berhati-hati ya. Pastikan saat kamu membeli perangkat seperti ini, keadaannya harus baik dan tidak terlihat sudah dimodifikasi.

Baca lebih lengkap tentang insiden ini di Kaspersky Daily

7 Tips Mengamankan PC Kamu

Jakarta, PCplus Live – Makin canggih komputer, makin rentan juga keamanannya. Apalagi kalau kamu termasuk yang sering terkoneksi ke jaringan internet. Makin perlu deh mengamankan PC kamu. Nah, PCplus punya 7 tips untuk mengamankan PC kamu supaya nggak gampang disusupi oleh penjahat cyber. Simak ya.

  1. Selalu Perbarui Sistem Operasi dan Software Kamu

Salah satu cara termudah untuk menjaga keamanan PC adalah dengan memastikan bahwa sistem operasi dan software yang kamu pakai selalu baru. Pengembang software secara teratur merilis pembaruan untuk mengatasi kerentanan keamanan, jadi pastikan untuk mengaktifkan pembaruan otomatis di komputer kamu ya.

Cek pembaruan Windows kamu di sini

  1. Gunakan Software Antivirus

Antivirus dirancang untuk mendeteksi dan menghapus software berbahaya dari komputer kamu. Sangat penting untuk menginstal antivirus di PC kamu dan selalu memperbaruinya. Kalau malas beli yang berbayar, Windows 10 punya fitur bernama Windows Defender, aktifkan dan pastikan terupdate. Fitur ini memang memberikan perlindungan dasar, tapi lebih baik daripada tidak samasekali. Kalau ada modal sedikit pertimbangkan untuk menginstal program antivirus pihak ketiga untuk keamanan tambahan.

  1. Buat Password yang Kuat

Passsword yang kuat sangat penting untuk melindungi akun kamu dari hacker. Password yang kuat setidaknya memiliki 12 karakter dan terdiri dari gabungan huruf besar dan kecil, angka, dan karakter khusus. Hindari menggunakan password yang umum seperti kata “password”, “123456”, atau tanggal lahir kamu. Dan jangan gunakan kata sandi yang sama di beberapa akun.

  1. Aktifkan Autentikasi Dua Faktor

Autentikasi dua faktor (2FA) memberikan lapisan keamanan tambahan di akunmu dengan meminta bentuk identifikasi kedua selain kata sandi. Banyak situs web dan layanan yang menawarkan 2FA, dan ini merupakan cara yang sederhana dan efektif untuk melindungi akun kamu dari akses yang tidak sah.

  1. Berhati-hatilah Saat Mengeklik Tautan dan Membuka Lampiran Email

Serangan phishing adalah taktik umum yang digunakan oleh para hacker untuk mendapatkan akses ke akun kamu. Berhati-hatilah saat mengklik tautan dalam email atau membuka lampiran email, terutama jika email tersebut berasal dari pengirim yang tidak dikenal. Selalu verifikasi keabsahan email sebelum mengklik tautan apa pun atau mengunduh lampiran apa pun.

Baca Juga: Adakah Sistem yang Mampu Menjamin Keamanan Cloud?

  1. Gunakan Firewall

Firewall adalah program perangkat lunak atau perangkat keras yang memonitor dan mengontrol lalu lintas jaringan yang masuk dan keluar. Firewall dapat membantu melindungi komputer kamu dari akses yang tidak sah dan mencegah perangkat lunak berbahaya untuk berkomunikasi dengan perangkat lain di jaringan. Windows Defender yang tadi disebutkan di atas sebenarnya sudah memiliki fitur ini. Jadi, pastikan ia aktif ya.

  1. Cadangkan Data Kamu

Mencadangkan data sangat penting jika terjadi pelanggaran keamanan atau kegagalan hardware. Cadangkan file penting secara teratur ke hard drive eksternal atau layanan penyimpanan berbasis cloud untuk memastikan bahwa kamu dapat dengan cepat memulihkan data jika diperlukan.

Demikian tips untuk mengamankan PC kamu. Mengamankan PC membutuhkan kombinasi akal sehat dan penggunaan perangkat lunak keamanan serta praktik terbaik. Dengan mengikuti tips-tips penting ini, kamu dapat secara signifikan mengurangi risiko menjadi korban malware, peretasan, atau pencurian identitas. Ingatlah untuk tetap waspada dan selalu mengikuti perkembangan ancaman terbaru dan praktik terbaik keamanan.

Tips Mengamankan WhatsApp

Beberapa waktu belakangan ini kita sering mendengar berita adanya peretasan terhadap akun WhatsApp, misalnya berita ditangkapnya seorang aktivis politik, sehubungan dengan adanya posting provokasi dari akun WhatsApp sang aktivis. Sang aktivis sendiri mengaku WhatsApp-nya telah diretas.

Apakah semudah itu WhatsApp diretas? Sebenarnya tidak juga, tapi kadangkala cara kita “memperlakukan” WhatsApp turut memberi andil dalam ketidakamanan WhatsApp.

Agar kamu yakin WhatsApp kamu relatif aman, berikut kami berikan tips mengamankan WhatsApp supaya terhindar dari tangan-tangan jahil.

Artikel selengkapnya.

Perlindungan Tambahan Guna Melindungi Ponsel Android dari Hacking

ilustrasi

Sesuai namanya, smartphone atau telepon pintar memiliki banyak fungsi dan tidak hanya sekedar untuk melakukan telepon atau SMS saja. Dengan banyak fungsi tersebut, ditambah dengan koneksi internet yang terhubung ke dunia luar, semakin banyak ancaman yang mengintai, salah satunya ancaman para hacker.

Jika kamu termasuk orang yang peduli akan keamanan data di Android dan sering melakukan aktivitas terbuka saat terkoneksi dengan internet, sebaiknya memperhatikan hal-hal yang PCplus tunjukkan berikut ini guna meminimalisir dari kemungkinan ponsel terkena hack.

Hindari Free WiFi

Mungkin hal ini cukup sulit karena tiap orang menyukai akses internet gratis dari tempat yang menyediakan WiFi di area publik. Sayangnya, WiFi di area publik bisa sangat berbahaya, apalagi jika akan mengakses hal-hal yang bersifat rahasia, seperti masuk ke akun bank, memasukkan password email, nomor pin, atau data kartu kredit. Jika hendak menggunakan WiFi di tempat umum, hati-hatilah akan hal ini.

Matikan bluetooth

Hacking pada Android juga bisa dilakukan memanfaatkan koneksi bluetooth yang sedang aktif. Oleh karena itu, lebih aman jika mematikan fitur ini saat tidak digunakan.

Jangan simpan password

Menyimpan password pada peramban bukan merupakan cara yang aman dilakukan pada smartphone Android. Menyimpan password memang memudahkan saat hendak mengakses kembali akun yang dimiliki. Namun meski bisa menghemat waktu, hal ini sebaiknya dihindari karena hacker bisa dengan mudah mencuri password yang tersimpan tersebut. Apalagi jika password tersebut digunakan untuk akun penting seperti akun bank atau email kantor.

Gunakan security lock

Android memiliki beberapa pilihan pengaman pada lock-screen. Manfaatkan fitur ini agar perlindungan menjadi lebih ketat. Jika belum memanfaatkan fitur ini, sebaiknya aktifkan sekarang juga sebelum terlambat.

Proteksi aplikasi

Mungkin kamu cukup malas untuk melakukan login dan logout tiap kali memeriksa email karena alasan lebih cepat dan praktis. Langsung menutup aplikasi tersebut tanpa melakukan proses logout membuat orang jahat lebih mudah mencuri data. Namun kamu bisa melindungi hal tersebut dengan menggunakan aplikasi pengunci agar lebih aman. Aplikasi ini akan memberikan password tambahan sehingga perlindungan menjadi lebih berlapis. Salah satu aplikasi yang direkomendasikan untuk ini adalah AppLock.

App Permissions

Jangan salah, tidak semua aplikasi yang ada di Google Play Store aman digunakan. Jika tidak teliti, aplikasi berbahaya ini bisa mengintai dan melakukan hacking pada ponsel. Oleh karena itu yang perlu diperhatikan adalah baca dengan teliti app permissions yang ada sebelum proses instalasi dimulai. Jika aplikasi tersebut meminta terlalu banyak permissions yang tidak diperlukan, lebih baik hindari dan cari aplikasi alternatif lain yang lebih aman.

Baca user review sebelum memasang aplikasi

Banyak pengguna yang mengabaikan review atau komentar pengguna lain sebelum memasang aplikasi dari Google Play Store. Padahal hal ini bisa menjadi salah satu acuan dalam memasang suatu aplikasi.

Lakukan backup

Melakukan backup pada ponsel menjadi hal yang wajib dilakukan. Banyaknya ancaman dari berbagai kondisi menyebabkan data yang dimiliki menjadi rentan hilang, terhapus, atau mengalami gangguan lainnya. Lakukan backup dengan mencadangkannya secara cloud sehingga bisa diambil dengan lebih mudah dan aman. Jika ponsel Android telah di-root, ada baiknya menggunakan aplikasi pihak ketiga seperti Nandroid Backups yang memiliki kemampuan recovery yang bagus.

Gunakan VPN

VPN merupakan pilihan yang cukup bagus, tidak hanya mampu memblokir akses ke suatu situs, tetapi juga melindungi ponsel saat sedang menggunakan WiFi di tempat umum. Banyak aplikasi VPN di Google Play Store seperti Hideninja VPN atau SuperVPN. Tanpa VPN, Anda dapat mengunjungi website kami casino bonus.

 Hindari menyimpan file penting di ponsel

Sebaiknya menghindari hal tersebut mengingat ponsel yang sangat rentan dari segala permasalahan yang mengakibatkan data tersebut hilang atau di-hack. Jika hal ini tidak bisa dihindari, gunakan aplikasi perlindungan pihak ketiga untuk mengunci file atau folder penting tersebut. Salah satu aplikasi yang cukup populer dalam menangani masalah ini adalah Folder Lock.

Hapus internet history

Pastikan untuk secara rutin menghapus internet history serta membersihkan cookies dan cache yang tersimpan setelah melakukan aktivitas browsing. Jika tidak menghapusnya, hal-hal tersebut membuat proses pengintaian oleh pihak yang tidak bertanggungjawab menjadi lebih mudah.

Tambahkan aplikasi proteksi

Menambahkan aplikasi keamanan atau antivirus bisa menjadi salah satu cara untuk menghindari hacking. Ada beberapa aplikasi gratis yang cukup bagus di Google Play Store. Jangan lupa perhatikan rating yang dimilikinya guna menghindari hal-hal yang dikuatirkan tadi. Jika dirasa kurang, pasang pula aplikasi proteksi lain seperti WiFi Protector. Namun perhatikan pula, jangan memasang aplikasi tersebut terlalu banyak karena bisa jadi akan memperlambat kinerja Android. Lakukan hal ini jika kamu tergolong orang yang paranoid atau memang memiliki data penting.

Cara Mengamankan dan Mencegah Peramban Dari Serangan Berbahaya

ilustrasi

Sadar atau tidak, setiap menjelajah internet menggunakan peramban, bahaya selalu mengintai. Dengan pengamanan yang minim, kamu bisa dengan mudah terserang berbagai ancaman yang dapat membuat sistem menjadi kacau, mengalami error, sampai pencurian data. Salah satu ancaman terbesar memang datang dari peramban yang digunakan. Oleh karena itu lindungi peramban dengan berbagai tip yang PCplus tunjukkan berikut ini.

Update peramban

Pastikan bahwa peramban yang digunakan selalu menggunakan versi terbaru. Beri tanda centang pada fungsi automatic update agar selalu mendapat pembaruan secara berkala. Dengan update, segala kekurangan pada versi terdahulu akan diperbaiki sehingga peramban tersebut menjadi lebih stabil dan aman dari segala macam ancaman.

Aktifkan plugin ‘Click-to-Play’

Dengan mengaktifkan feature ini nantinya akan selalu ditanyakan apakah ingin menjalankan plugin yang terdapat pada suatu situs atau tidak. Hal ini akan membuat proses loading suatu situs akan lebih cepat dan menghemat penggunaan daya baterai (bagi pengguna notebook). Ini juga untuk menghindari agar peramban tidak langsung menjalankan suatu plugin yang terdapat pada situs tertentu, yang mana hal ini dapat membuat peramban bekerja lebih berat dan lama. Selain alasan tersebut, masalah keamanan juga menjadi pertimbangan lain karena banyak pula spyware yang menyusup ke plugin secara tersembunyi. Cara pada masing-masing peramban berbeda, berikut pengaturannya:

  • Firefox

Masuk ke Menu>Addons>Plugins dan ubah pengaturan masing-masing plugin yang ada ke pilihan Ask to Activate.

  • Chrome

Masuk ke Menu>Settings, klik Show advanced settings>Content settings yang terdapat pada kategori Privacy. Geser ke bawah dan cari Plug-ins dan pilih Click to play.

  • Internet Explorer

Klik ikon gear (Menu) dan pilih Manage Add-ons>Toolbars and Extensions. Di bagian bawah terdapat kolom Show dan piilh All add-ons. Arahkan ke Shockwave Flash Object, klik kanan dan pilih More Information. Di bagian bawah klik Remove all sites.

  • Opera

Klik tombol menu, pilih Settings>Websites, pada jendela di sebelah kanan, cari Plug-ins dan pilih Click to play.

Hapus plugin yang tidak perlu 

Untuk keamanan, hapus plugin yang tidak dipakai atau tidak perlu. Arahkan peramban ke pengaturan yang menampilkan daftar plugin yang terpasang di peramban. Pilih dan hapus plugin yang di rasa mengganggu. Plugin seperti Java sering disusupi spyware maupun ancaman lainnya. Plugin Silverlight bawaan Microsoft juga bisa dihapus jika tidak digunakan. Jika  salah menghapus jangan kuatir, pasang lagi plugin tersebut jika memang perlu.

Update plugin 

Jika menggunakan plugin, lakukan update secara rutin. Beri tanda centang atau aktifkan feature auto update sehingga kamu tidak perlu memeriksanya setiap saat.

Gunakan peramban 64-bit 

Aplikasi berbasis 64-bit memiliki perlindungan yang lebih baik dalam hal mengatasi ancaman. Pada peramban versi tersebut, ASLR atau Adress Space Layout Randomization akan bekerja lebih efektif. ASLR sendiri merupakan feature keamanan yang membuat data program menjadi tidak bisa diprediksi. Beberapa peramban memang belum menghadirkan versi 64-bit, oleh karena itu beralih dan gunakan peramban yang sudah menyediakan versi tersebut. Hingga saat ini peramban untuk sistem Windows yang sudah meluncurkan versi 64-bit diantaranya Google Chrome, Microsoft Edge, Internet Explorer . Sedangkan untuk Mac adn Linux, semua peramban populer sudah menggunakan mode 64-bit.

Gunakan extension dengan hati-hati 

Extension pada peramban memang memudahkan dan membantu saat menjelajah suatu situs, namun di saat yang sama mereka bisa berbahaya karena berbagai ancaman bisa dengan mudah menyusup di sana. Extension yang buruk bisa membuat peramban terkena adware, capture keystrokes, melacak aktivitas browsing, serta hal buruk lainnya. Cobalah untuk menggunakan extension seefisien mungkin, karena hal ini juga tidak akan membuat peramban menjadi lambat.

Solusi Canggih KABA ini Bisa Deteksi Narkoba Sampai Bom

Contoh implementasi Orthos Personal Interlock System dari KABA (dok. KABA)
Contoh implementasi Orthos Personal Interlock System dari KABA (dok. KABA)

Jakarta, PCplus – Pernah nggak kamu diperiksa saat mau masuk ke pusat perbelanjaan, hotel atau tempat ramai lain. Rasanya pasti nggak nyaman ya. Nah, ketidaknyamanan tadi sebenarnya bisa dijawab dengan solusi yang lebih canggih tapi tetap aman. Salah satunya dengan produk milik KABA yang baru saja didatangkan oleh PT. Datascrip ini. Continue reading Solusi Canggih KABA ini Bisa Deteksi Narkoba Sampai Bom

Maksimalkan Keamanan Data di Android

ilustrasiSebagai alat komunikasi dan penyimpan data, ponsel memiliki banyak celah yang bisa dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu melalui berbagai cara. Oleh karena itu, jangan biarkan hal tersebut menjadi kendala yang bisa merugikan diri sendiri. Untungnya Android telah menyertakan feature keamanan bawaan yang cukup handal sehingga kamu tidak perlu repot-repot memasang aplikasi tambahan keamanan pihak ketiga, manfaatkan saja feature-feature yang ada. Meski beberapa tip ini dirasa merepotkan dan kurang nyaman, namun semua ini demi keamanan data dari berbagai ancaman yang mengintai.

Unduh aplikasi hanya dari Google Play Store

Bukan berarti selain mengunduh dari Google Play Store, perangkat kamu menjadi tidak aman dan rentan dari serangan malware. Namun dengan menghindari mengunduh aplikasi dari store ataupun sumber pihak ketiga, hal ini lebih meminimalisir sistem terkena malware yang bisa menyusup dari berbagai aplikasi tersebut. Selain itu, untuk melindungi perangkat dari terpasangnya aplikasi yang tidak diinginkan, kamu mesti mengatur konfigurasi Settings>Security dan hilangkan tanda centang pada kolom Unknown Sources. Kemudian beri tanda centang pada Verify Apps.

Perhatikan aplikasi yang hendak dipasang

Agar benar-benar aman, pertama, unduhlah aplikasi yang dibuat oleh pengembang ternama atau berdasarkan rekomendasi dari Google. Kedua, periksa ijin (permission) dari aplikasi yang hendak dipasang dengan membacanya secara cermat. Terkadang beberapa aplikasi meminta ijin untuk mengakses akun, SMS, lokasi, atau koneksi internet. Hindari jika terlalu banyak ‘permintaan’ dari aplikasi tersebut jika dirasa merugikan.

dua

Guna password yang sukar

Jangan anggap remeh penggunaan password. Menggunakan password yang mudah ditebak ataupun memiliki kata yang sederhana bisa memudahkan aplikasi jahat untuk meretas dan memanfaatkan untuk kepentingan pihak tertentu. Untuk proteksi tingkat lanjut, usahakan jangan menggunakan PIN atau kode yang lebih mudah ditebak. Selain itu, ada beberapa hal yang mesti dilakukan dengan masuk ke Settings>Security>Screen Lock dan pilih Password. Selain itu hilangkan tanda centang pada pilihan Make password visible.

Enkripsi data

Jika data di ponsel dienkripsi, maka tidak ada orang lain yang dengan mudah bisa mengakses data, meski ponsel tersebut telah hilang atau dicuri. Lakukan hal ini untuk berjaga-jaga jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan pada ponsel kamu. Untuk itu lakukan dengan cara masuk ke Settings>Security>Encrypt Phone, dan lakukan pula pada pilihan Encrypt SD Card (jika ada).

Hati-hati dengan koneksi Wi-Fi

Jangan terburu senang jika Android kamu langsung mendeteksi adanya Wi-Fi gratis yang tidak diberi password. Meski tidak selamanya berbahaya, namun harus tetap waspada dari potensi adanya malware yang memanfaatkan jaringan Wi-Fi. Apalagi jika kamu menggunakan koneksi tersebut untuk melakukan transaksi atau yang berhubungan dengan penyampaian data penting seperti kartu kredit, alamat, nomor PIN, serta lainnya.

enam

Selalu gunakan VPN

Jika memang ingin memanfaatkan akses Wi-Fi untuk keperluan yang penting dan mendesak, usahakan untuk memasang aplikasi VPN (Virtual Private Network). Amankan internet dengan mengaktifkan feature VPN (Virtual Private Network) yang terdapat di Settings>Wireless & Networks>More>VPN. VPN berfungsi untuk mengenkripsi jaringan nirkabel yang sifatnya beresiko sehingga menjadi lebih aman.

Matikan notifikasi

Jika ponsel dalam kondisi terkunci, notifikasi tetap akan tampil di status bar. Bisa jadi notifikasi yang masuk tersebut merupakan kode konfirmasi setelah kamu melakukan transaksi atau data sensitif lainnya. Sayangnya Android tidak menyediakan pilihan untuk mematikan notifikasi secara menyeluruh. Karenanya, kamu mesti mematikan satu-persatu aplikasi yang selalu menampilkan ini. Masuk ke Settings>Apps dan pilihan aplikasi yang dituju, kemudian hilangkan tanda centang pada Show notifications.

Gunakan Two-factor authentication

Two-factor authentication merupakan metode terbaik guna meningkatkan keamanan dengan memberikan satu lapisan lagi pada sistem. Metode ini bisa diterapkan pada akun Google atau aplikasi lainnya. Dengan sistem ini, selain mengisi password, kamu nantinya akan diminta konfirmasi untuk mengisi kode tambahan. Hal ini untuk memberikan perlindungan ganda jika password utama telah berhasil dibobol. Untuk mengaktifkan Two-factor authentication pada akun Google, kamu bisa mengunjungi tautan http://accounts.google.com/AmsAuthConfig.

delapan

10 Tip Keamanan Bagi Pengguna Windows XP

End of support for Windows XP , image photo, at JT Office on April 9, 2014. YOSHIAKI MIURA PHOTO.Tepat 8 April lalu, Windows XP telah mendapatkan pembaruan (update) serta beberapa tambalan keamanan (security patches) untuk terakhir kalinya yang juga ditandai dengan berakhirnya dukungan Microsoft terhadap sistem operasi tersebut. Berakhirnya dukungan ini menyebabkan Windows XP kedepannya menjadi rentan dari berbagai ancaman keamanan.

Namun tidak bisa dipungkiri bahwa hingga kini masih banyak pengguna Windows XP yang masih menggunakannya dengan berbagai alasan. Bahkan menurut Microsoft, hingga April ini, sekitar 20 hingga 30 % pengguna PC di seluruh dunia masih menggunakannya. Jika kamu termasuk pengguna setia Windows XP dan masih merasa enggan beralih ke sistem operasi lain, masih bisa melakukan beberapa hal guna meminimalisir berbagai ancaman dengan memperketat keamanan melalui cara-cara berikut ini:

1.Lakukan pembaruan terkini
Pastikan bahwa versi teranyar dari update dan patches Windows XP telah kamu lakukan. Masuk ke menu Start>All Programs>Windows Update, selanjutnya pilih Updates dan pasang semua pilihan yang memiliki keterangan sebagai Important. Pada pilihan Change Settings, atur Windows Update ke pilihan Install Updates Automatically.

2. Jangan gunakan Internet Explorer
Seperti Windows XP, Internet Explorer 6 mencapai akhir masa pakainya pada 8 April 2014. Dan untuk Internet Explorer 7 atau 8 untuk Windows XP, keduanya juga sudah tidak mendapatkan pembaruan lagi. Untuk menghindari ancaman lebih jauh, gunakan peramban lain bagi Windows XP seperti Google Chrome, Mozilla Firefox. atau Opera. Ketiga peramban ini masih mendapatkan dukungan pembaruan dan tambalan keamanan hingga beberapa tahun ke depan.

3. Gunakan Webmail
Setelah 8 April 2014, lebih aman membuka email melalui web dibanding menggunakan Outlook Express. Sebaiknya kamu menggunakan layanan email gratis seperti GMail atau Yahoo dan membukanya melalui peramban.

4. Cari alternatif Microsoft Office
Microsoft juga mengakhiri dukungan terhadap Office 2003. Dan bagi pengguna versi tersebut jangan lakukan upgrade ke Office 2007 (terutama jika kamu sering mengakses internet). Sebab Microsoft juga tidak akan memberikan pembaruan khusus bagi pengguna Windows XP. Sebaiknya gunakan aplikasi alternatif seperti LibreOffice atau OpenOffice yang sudah cukup terkenal dan mampu menangani segala dokumen layaknya Microsoft Office. Apalagi dua aplikasi Office tersebut bisa digunakan secara gratis.

5. Pasang antivirus
Antivirus merupakan salah satu aplikasi yang wajib terpasang jika ingin keamanan sistem terjaga dengan baik. Namun untuk perlindungan yang lebih ketat, sebaiknya gunakan antivirus berbayar yang memiliki fitur lebih lengkap dibanding versi gratis, mengingat tidak adanya jaminan keamanan lebih jauh dari Microsoft membuat pelindungan ekstra ketat mutlak dibutuhkan. Perhatikan pula bahwa sebagian besar antivirus yang mendukung Windows XP memiliki dukungan hingga April 2016.

6. Gunakan akun terpisah
Windows memiliki dua jenis akun yaitu administrator dan pengguna (user). Gunakan akun sebagai administrator hanya pada saat memasang, menghapus, atau melakukan update aplikasi. Dan gunakan akun pengguna (user) untuk melakukan kegiatan lainnya. Hal ini akan membuat kerusakan yang ditimbulkan virus atau trojan menjadi lebih sedikit dibanding saat kamu menggunakan akun sebagai administrator.

7. Aktifkan firewall
Selain antivirus, firewall juga akan menghambat ancaman yang hendak menyerang sistem kita. Aktifkan dengan cara masuk ke Control Panel>Windows Firewall>Turn Windows Firewall On or Off, dan aktifkan pilihan Turn on Windows Firewall.

8. Matikan autorun
Flashdisk USB merupakan salah satu media yang sering memberikan andil dalam penyebaran virus ataupun malware, terutama pada Windows XP yang akan langsung membuka file autorun begitu flashdisk ditancapkan. Matikan autorun dengan masuk ke Group Policy Editor. Caranya, dari menu Start>Run dan ketik gpedit.msc lalu tekan enter. Akan terbuka jendela dengan dua panel, di bagian kiri pilih Computer Configuration>Adminstrative Templates, dan pada panel bagian kanan, klik ganda pada System. Geser ke bawah dan klik ganda Turn Off Autoplay dan pilih Enabled, pilih All Drives pada menu tersebut, dan tutup jendela.

9.Maksimalkan Data Execution Prevention (DEP)
DEP melindungi sistem dari serangan malware pada memori. Secara default telah aktif pada Windows XP SP2 dan SP3 namun kamu bisa mengaturnya sendiri. Masuk ke Control Panel>System>Advanced. Pada seksi Performance, klik Settings. Klik Data Execution Prevention dan pilih Turn on DEP for all programs and services except for those i select. Klik Apply dan OK, lalu restart komputer.

10. Pasang Microsoft Enhanced Mitigation Experience Toolkit (EMET)
EMET berfungsi sebagai filter saat aplikasi hendak dipasang. Sebagai perlindungan tambahan, gunakan EMET. Microsoft telah menyediakannya melalui tautan Microsoft Download Center yang didalamnya telah disertai dengan panduan yang lengkap.

Cara Efektif Memindai Virus: Whitelist

whitelistJakarta – Teknologi Dynamic Whitelist Kaspersky Lab meraih sertifikat “Approved Whitelisting Service” menyusul pengujian independen yang dilakukan oleh lab riset AV-TEST. Terintegrasi ke dalam sejumlah solusi keamanan Kaspersky Lab, teknologi ini dirancang untuk melindungi komputer dengan bantuan database dari software terpercaya.

Whitelist adalah salah satu metode yang digunakan oleh perusahaan pembuat perangkat lunak keamanan untuk memeriksa keamanan mesin dari penggunanya. Selain whitelist, terdapat beberapa cara lain seperti blacklist, dan behaviour. Tiap vendor biasanya mengandalkan salah satu dari metode ini, bahkan mengombinasikannya.

Nah, untuk metode whitelist, seperti namanya adalah menyusun daftar file-file yang telah diverifikasi keamanannya. Lebih dari 200 ribu sampel baru software berbahaya muncul setiap harinya di Internet, seperti disebutkan Kaspersky Lab dalam rilisnya. Daftar dari program berbahaya ini disebut blacklist. Dari sekian banyak program jahat yang lahir perharinya, lebih mudah mengecek keamanan komputer lewat daftar program yang bersih ketimbang mencocokannya dengan blacklist.

Soalnya, tentu program jahat akan selalu ada lebih banyak dibanding program biasa, jadi database antivirus dengan blacklist mesti lebih sering mendaftar program jahat yang jutaan jumlahnya itu. Hanya program yang masuk dalam whitelist yang boleh berjalan, lainnya di blok. Ini berlawanan dengan blacklist, dimana program yang masuk dalam blacklist akan dilarang bekerja.

Nah, serupa dengan blacklist, kualitas kerja dan tingkat kepercayaan menggunakan whitelisting bergantung pada jumlah database file yang diketahui, kecepatan operasi, dan parameter penting lainnya. Lingkungan whitelist diklaim lebih nyaman sebab whitelist hanya mengecek file ketika ada pemicu untuk memulai pengecekan. Ketika file-file yang ada di mesin telah diperiksa dan lolos pengecekan, tidak memerlukan pengecekan berikutnya, seperti dikutip dari cryptzone.

Ini berbeda dari teknologi blacklisting yang harus melakukan pemindaian secara berkala untuk mengecek apakan ada kode-kode berbahaya. Dengan cara ini, proses pemindaian bisa berlangsung cepat dan tidak membebani sistem karena harus berulangkali menggunakan sumber dayanya untuk melakukan pemindaian di mesin. Kelemahan teknologi ini tentu adalah adanya false positif atau kesalahan pemindaian dimana program yang legal diidentifikasi sebagai program jahat karena tidak terdaftar.

“Para pakar telah lama menyadari bahwa melindungi komputer dengan menggunakan software whitelist merupakan metode yang andal dan menjanjikan. Namun, implementasi pendekatan Whitelisting bisa jadi berbeda antara satu vendor dengan vendor lainnya. Oleh karena itu kami sangat gembira menerima sertifikat AV-TEST karena ini artinya reliabilitas dan efisiensi solusi kami telah dipastikan oleh pakar independen. Evaluasi ini adalah rekomendasi bagus bagi klien mengingat apa yang ada di pasar,” terang Vladimir Zapolyansky, Director of Global Product and Technology Intelligence, Kaspersky Lab.

Norton 2013 Beta Sudah Bisa Diunduh Gratis, Nih!

(Jakarta, PCplus) Norton hari ini merilis versi beta dari produk Norton 2013. Rilis beta yang sudah tersedia untuk publik ini terdiri dari Norton Internet Security, Norton AntiVirus, dan Norton 360. Kamu bisa mengunduhnya secara gratis di Norton beta website (http://www.symantec.com/norton/beta/). Produk-produk ini kompatibel dengan Windows 8 Consumer Preview, selain Windows 7, Windows Vista dan Windows XP.

Lewat Norton 2013 versi Beta ini kamu sudah bisa menikmati fitur cloud yang sudah diperbarui. Fitur cloud yang ditawarkan digunakanuntuk mengamankan informasi pribadi menggunakan Norton Management, Norton Identity Safe dan online backup. Selain itu, versi baru ini juga telah disesuaikan dengan aplikasi Metro dari Windows 8. Perlindungan Next Generation Firewall-nya juga ditingkatkan dengan kemampuan mendeteksi aktivitas botnet yang bersarang di komputer kamu dan mencoba mencuri informasi pribadi. Menariknya lagi, sekarang Norton juga menyertakan Bandwidth Monitoring untuk mengawasi jumlh pemakaian bandwith internet kamu. Terintegrasi dengan sistem operasi, fitur ini akan menghindari kelebihan biaya dari penggunaan data kamu. Caranya adalah dengan membatasi update non-kritis pada jaringanmu yang kuotanya terbatas.

 

Norton Mobile Security, Selamatkan Data Smartphonemu

Tahukah kamu kalau virus bukanlah ancaman terbesar pada sebuah smartphone? Hal ini diungkap oleh Effendy Ibrahim, Norton Internet Safety Advocate&Director, Asia, Consumer Business. Sebab, menurutnya saat ini ancaman virus smartphne tergolong masih sangat sedikit. Pertumbuhannya sekitar 300 virus pertahun. Beda dengan ancaman virus untuk PC yang mencapai 8 virus perdetik. Bayangkan saja berapa banyaknya dalam setahun. Data ini diperolehnya dari Norton Community Watch yang tiap tahun mengumpulkan data virus yang beredar di berbagai benua dan mengumpulkannya dalam sebuah laporan.

Serangan malware yang patut dikhawatirkan para pengguna smartphone menurutnya adalah ancaman pencurian data. Baik melalui aplikasi yang disusupi ataupun ketika ponsel hilang. Untuk membantu mengamankan smartphone kamu, Norton membantu dengan Norton Mobile Security. Perangkat lunak ini akan membantu memindai tiap halaman web yang kamu telusuri dan tiap aplikasi yang kamu unduh. Apakah link dari aplikasi dan laman web yang kamu akses itu membahayakan data pribadimu atau tidak. Apakah akan mencuri uang kamu atau tidak. Jika ada kontak yang tak diinginkan menelepon atau mengsmsmu, Norton bisa mengebloknya.

Jika terjadi kehilangan, kamu bisa mengirimkan pesan kepada yang menemukan, kemana harus mengembalikan ponsel. Ketika pesan ini dikirim, ponsel otomatis terkunci. Kamu juga bisa melakukan pilihan untuk menghapus data dan tidak memperbolehkan simcard lain digunakan di ponsel kamu. Ketika kamu lupa dimana menaruh ponsel, ada fitur untuk membuat ponsel menjerit. Fitur ini cukup asyik, soalnya kadang kita suka lupa kan dimana menaruh ponsel? Ingin fitur pelacakan yang lebih komprehensif? Kamu bisa gunakan pelacak GPS. Kamu bahkan bisa mengendalikan kameranya dari jarak jauh dan mangambil gambar orang yang tengah menggunakan ponsel kamu. Semua fungsi ini bisa dikendalikan dengan login ke akun Symantecmu di website Symantec.

Versi Lite yang terdapat di Google Play Store

Nah, semua ini bisa didapat dalam paket keamanan yang ditawarkan Norton Mobile Security. Aplikasi ini bisa kamu unduh di http://norton.mobi/nms-download/. Setelah mengunduh dan tengah melakukan prosedur indtalasi, kamu akan diminta untuk memasukkan Kode Aktivasi. Nah, untuk mendapatkan kode ini, kamu mesti membelinya seharga Rp150.000,00. kamu bisa menemukan versi litenya di Google Play Market. Oiya, saat ini Norton Mobile memang baru tersedia untuk Android, namun Effendy menyatakan pihaknya tengah menyiapkan solusi serupa untuk iOS.

Tiga-R dari Trend Micro agar Anak Aman di Internet

Jakarta, Selasa – Internet saat ini sudah begitu akrab dengan kehidupan anak-anak. Sebuah riset yang dilakukan Synovate menunjukkan bahwa 1 dari 3 anak-anak berkata bahwa mereka tidak dapat hidup tanpa internet. Di Taiwan, sekitar 26 persen dari anak-anak menggunakan internet selama lebih dari tiga jam per hari dan rasio ini secara signifikan tumbuh menjadi 50,2 persen selama akhir pekan. Sementara di Amerika Serikat, 90 persen remajanya selalu online. Di Filipina, 19 persen dari anak-anak berumur 13 hingga 17 menggunakan Facebook. Di Korea Selatan, 15 persen dari anak-anak dan remaja ketagihan internet/video game.

Padahal internet bukanlah dunia yang ramah dan aman bagi anak-anak yang gemar internetan ini. Anak-anak ini  menjadi sasaran empuk bagi beberapa jenis kegiatan kriminal, seperti cyber-bullying dan online grooming. Begitupula dengan materi-materi yang tidak tepat bagi anak-anak seperti pornografi, kekerasan, merusak diri sendiri (seperti disorder makan, penyalahgunaan zat, dsb). Sebagai bukti, di Korea Selatan, 90 persen dari anak-anaknya terekspos pada materi-materi cabul sejak umur 12 tahun dan di Taiwan, 25 persen dari anak-anak telah terekspos pada pornografi di internet.

Orangtua juga harus berhati-hati dengan komersialisme yang agresif atau tidak diinginkan, secara terus-menerus memonitor garis antara berbagi informasi dan promo, dan permohonan untuk berbagi informasi personal. Mereka juga harus lebih berhati-hati terhadap ancaman web seperti spyware, hack attacks, viruses, dan software malicious lainnya.Anak-anak juga biasanya kurang sensitif dengan arti kata “privasi”. Sehingga mereka dengan mudah berbagi alamat email, nomor telepon selular, dan nama-nama sekolah pada orang lain.

Dari sisi orang tua, studi yang dilakukan oleh Trend Micro menunjukkan bahwa 83 persen orangtua prihatin dengan kegiatan-kegiatan online yang dilakukan anak-anak mereka. Tapi, tetapi hanya 30 persen yang benar-benar mengecek Social Networks anak-anaknya untuk mengetahui apa yang mereka lakukan. Untuk itu, Trend Micro sebagai perusahaan keamanan cloud global, memberikan tips bagi para orang tua untuk meyakinkan bahwa internet aman dan sehat bagi anak-anak mereka.

Relate. Orangtua harus menjalin komunikasi secara konstan dengan anak-anak agar mereka lebih terbuka dengan kegiatan onlinenya. Trend Micro baru-baru ini merilis sebuah eGuide Gratis mengenai bagaimana orang tua dapat “berbicara” dengan anak-anak mengenai proteksi online.
Re-learn. Agar tidak ketinggalan dengan anak-anak yang lebih banyak tahu mengenai komputer dan internet, orangtua harus terus belajar dengan teknologi-teknologi terkini.Pengetahuan soal parental
controls dan web filtering akan membantu orang tua memproteksi anak-anak.
Regulate. Buat perjanjian antara orangtua dan anak-anak situs dan aplikasi mana saja yang dapat mereka akses. Begitupula dengan batasan waktu mengakses internet dan perangkat sosial lainnya. Taruh komputer di area umum dan membatasi akses pada perangkat-perangkat mobile juga akan membantu.