Tag Archives: review

Uji Smartphone Flagship Sharp AQUOS R8s Pro

Jakarta, PCPlus – Setelah resmi diluncurkan secara resmi beberapa waktu lalu, akhirnya PCplus berkesempatan melakukan uji smartphone flagship yang mengusung sensor kamera berukuran 1 inci sebagai salah satu teknologi yang diunggulkan pada smartphone Sharp AQUOS R8s Pro ini.

Unboxing
Sharp AQUOS R8s Pro - Unboxing

Seperti biasa, hal pertama yang kita lakukan dalam melakukan review adalah unboxing, alias bongkar paket penjualan. Berikut ini adalah yang kita dapatkan setelah membeli smartphone flagship Sharp AQUOS R8s Pro secara resmi.

  • Unit smartphone Sharp AQUOS R8s Pro
  • Kabel charger USB tipe C to C
  • Adapter/Kepala Charger
  • Converter USB OTG
  • SIM Tray Ejector
  • Earphone
  • Kertas Instruksi

Untuk adapter/kepala charger yang didapatkan pada paket penjualan smartphone ini memiliki parameter daya sebesar 30W. Adapter ini dapat mengisi daya baterai berkapasitas 5000mAh yang dibenamkan di dalam smartphone Sharp AQUOS R8s Pro dengan cepat.

Untuk dimensinya, Sharp AQUOS R8s Pro memiliki ukuran layar 6,6 inci dengan panel display IGZO OLED dengan refresh rate variabel antara 1Hz hingga 240Hz.

Untuk spesifikasi lebih lengkap, bisa disimak pada foto berikut ini :

Benchmark

Selanjutnya, untuk mendapatkan gambaran sekilas mengenai performanya, kami menggunakan aplikasi benchmark Antutu sebagai alat bantu dalam mendapatkan gambaran informasi mengenai performanya. Proses benchmark bisa disimak pada video berikut ini :

Sharp AQUOS R8s Pro - Antutu Benchmark

Setelah menjalankan proses benchmarking, kita dapat mengetahui skor Antutu yang didapatkan serta kondisi thermal pada perangkat smartphone Sharp AQUOS R8s Pro ini.

Sharp AQUOS R8s Pro - Antutu Score and Temp

Meski smartphone ini menawarkan keunggulan di sektor kamera, dengan kehadiran sensor kamera berukuran 1 inci, terbesar di kelas smartphone, namun secara umum, konfigurasi perangkat kerasnya juga mendukung untuk aktivitas hiburan seperti bermain game. Kami melakukan tes main game Asphalt 9 dengan setting default, performanya bisa disimak pada video berikut ini :

Sharp AQUOS R8s Pro - Play Asphalt 9 Game - Default Setting

Selain setting default, game ini juga menawarkan setting grafis High Quality. Ketika kami coba ubah setting dari default ke High Quality, game sempat crash, dan harus di-reload dari awal. Setelah dipastikan setting grafis sudah berubah ke High Quality, kami coba bermain kembali dengan setting tersebut dan performanya bisa disimak pada video berikut ini :

Sharp AQUOS R8s Pro - Play Asphalt 9 Game - High Quality

Tak hanya gaming saja, smartphone ini juga sangat nyaman untuk digunakan beraktivitas hiburan seperti menonton film atau video hasil rekaman dalam resolusi tinggi. Layar IGZO OLED-nya bukan gimmick belaka. Video berikut ini menunjukkan kualitas layar dan performa smartphone saat digunakan untuk memutar film dengan resolusi FullHD 1080p.

Sharp AQUOS R8s Pro - Play 1080FHD Movie

Proses mempercepat adegan atau berpindah time-code dapat dilakukan secara instan. Audio yang diperdengarkan melalui speaker bawaannya pun terdengar cukup lantang.

Durasi pemakaian baterai smartphone Sharp AQUOS R8s Pro ini tergolong wajar dan normal. Kurang lebih seharian lebih, barulah smartphone ini minta diisi ulang. Untuk pengisian dayanya sendiri, smartphone ini juga termasuk ngebut, berkat daya charger 30W yang dimilikinya.

Uji Kamera

Hal yang paling kami sukai dari smartphone ini adalah kameranya. Pada kesempatan kali ini, kami mencobanya dengan memotret diorama yang sudah kami siapkan sebelumnya. Dan hasilnya bisa disimak pada slide berikut ini :

Untuk kebutuhan fotografi mainan atau benda-benda kecil, Sharp AQUOS R8s Pro mampu menangkap setiap obyek dengan sangat detil. Meski obyek berada di dalam ruangan sekalipun, Sharp AQUOS R8s Pro masih sanggup menghasilkan foto yang jernih dan tajam. Demikian pula dengan kemampuan kamera depannya, di mana kami melakukan pengujian dengan mode normal dan mode portrait, yang hasilnya bisa disimak pada foto berikut ini :

Efek blur atau bokeh yang dihasilkan tergolong halus dan terlihat natural. Demikian pula ketika foto diambil di lokasi yang semi-outdoor, di mana latar belakangnya memberikan efek backlight yang cukup kuat akibat pantulan cahaya matahari, Sharp AQUOS R8s Pro masih bisa mengatasi tantangan tersebut dengan sangat baik.

Smartphone ini juga sangat sesuai untuk kebutuhan foto produk. Teknologi AI yang diusungnya mampu menjadikan foto produk tampil menonjol dan menarik perhatian.

Sejauh ini, kemampuan fotografi dari smartphone Sharp AQUOS R8s Pro ini mampu memenuhi ekspektasi sebagai smartphone flagship dengan sensor kamera 1 inci.

Tes Rekam Video

Selanjutnya, kami melakukan tes perekaman video dengan menggunakan smartphone Sharp AQUOS R8s Pro, menggunakan konfigurasi resolusi Full HD 1080 dan 60 FPS. Fitur stabilizer-nya berfungsi dengan sangat baik, sehingga hasil rekaman video yang diambil secara bergerak tetap terlihat smooth. Hasil rekaman videonya bisa disimak pada video berikut ini :

Sharp AQUOS R8s Pro - Rekaman Video FHD 60FPS

Kami juga sempat mencoba mode perekaman slow-motion dalam resolusi 4K, namun menurut kami, gerak lambatnya terlihat lebih baik ketika menggunakan resolusi Full HD.

Sharp AQUOS R8s Pro - Rekaman Video Slomo 4K

Bandingkan video di atas dengan video di bawah ini, mana yang lebih lambat?

Sharp AQUOS R8s Pro - Rekaman Video SuperSlomo FHD

Demikianlah uji terhadap smartphone flagship Sharp AQUOS R8s Pro yang hadir secara resmi di Indonesia. Untuk informasi mengenai ketersediaan dan promosi, silakan kunjungi artikel kami yang bertajuk Sharp AQUOS R8s Pro Resmi Hadir di Indonesia.

8 Laptop untuk Pelajar Terbaik 2023

Jakarta, PCplus – Tahun ajaran baru, sering kali dimanfaatkan para orang tua untuk berburu laptop pelajar yang terbaik. Produsen laptop pun berlomba-lomba untuk menghadirkan laptop dengan teknologi terkininya khusus untuk para pelajar dan mahasiswa. Bahkan tak jarang mereka menggelontorkan promosi menarik pada paket penjualan laptop untuk pelajar.

Baca Juga: 8 Laptop Gaming Terbaik 2023

Tapi, tidak semua laptop dibuat dan cocok untuk pelajar. Ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan saat memilih laptop, seperti spesifikasi, harga, desain, bobot, daya tahan baterai, dan fitur tambahan. Nah, PCplus mencoba merangkum 8 laptop pelajar terbaik yang direkomendasikan untuk mereka yang duduk di bangku sekolah atau kuliah. Ini Dia mereka:

Asus Vivobook Go 14


Asus Vivobook Go 14 adalah laptop keren yang sepertinya memang khusus dibuat untuk pelajar. Keunggulan laptop ini bukan cuma di spesifikanya yang oke, tapi juga kemampuannya untuk dipakai dalam berbagai skenario penggunaan. Ya, engsel Asus Vivobook Go 14 Go bisa dibuka hingga 180 derajat untuk memudahkan para pelajar bekerja kelompok. Beratnya hanya 1,4 kg dan ketebalannya 1,79 cm. Layarnya berukuran 14 inci dengan resolusi Full HD anti-glare dengan tingkat kecerahan 250 nits. Laptop ini bisa menjalankan berbagai aplikasi dan game ringan dengan lancar. Untuk keamanan, ia menyediakan webcam privacy shield dan fingerprint sensor. Belajar hingga larut malam? Nggak masalah. Ada backlit keyboard hingga Anda tidak akan salah pencet.

Laptop ASUS Vivobook Go 14 hadir dengan dilengkapi dengan Windows 11 Home. Ketika pekerjaan menumpuk, laptop ASUS dengan Windows 11 siap membantu Anda menyelesaikannya. Laptop ASUS dengan Windows 11 yang lebih nyaman di mata, memungkinkan Anda mengekspresikan diri dan cara kerja terbaik Anda. Dan tidak hanya Windows 11 asli, tersedia juga genuine Microsoft Office 2021 untuk menunjang aktivitas kamu sepanjang hari.

Dilengkapi Office Pre-Installed

Nikmati semua manfaat dengan PC yang lengkap – PC sudah termasuk Office Home & Student 2021. Aplikasi Office versi lengkap (Word, Excel dan PowerPoint) memberikan semua fungsi yang dibutuhkan dan diharapkan oleh penggunanya. Penggunaan aplikasi Office seumur hidup dapat memastikan Anda untuk selalu memiliki akses ke fitur yang Anda kenal dan sukai. Dilengkapi dengan 100% aplikasi Office asli, software juga akan terus mendapatkan pembaruan keamanan yang rutin untuk melindungi perangkat, program dan data Anda.

Manfaatkan diskon spesial untuk pembelian ASUS Vivobook Go 14 di Tokopedia. Klik link berikut ini: https://tokopedia.link/AitjMHwdOEb

Asus Vivobook S14 OLED
ASUS Vivobook S14 OLED, laptop pelajar terbaik 2023
Laptop ASUS Vivobook S14 OLED

Asus Vivobook S14 adalah laptop yang ringan, tipis, dan elegan. Laptop ini punya bobot cuma 1,4 kg dan ketebalan 15,9 mm, sehingga mudah dibawa kemana-mana. Layarnya berukuran 14 inci dengan teknologi OLED resolusi Full HD dan bezel tipis, untuk memberikan pengalaman visual yang luas dan tajam.

Laptop ini juga dilengkapi prosesor Intel Core i5 generasi ke-11, RAM 8 GB, SSD 512 GB, dan kartu grafis Intel Iris Xe, yang mampu menjalankan berbagai aplikasi dan game ringan dengan lancar. Ada juga fitur unik seperti keyboard backlit, fingerprint reader, webcam HD, speaker Harman Kardon, dan port USB-C. Baterainya juga cukup tahan lama, sekitar 12 jam dalam pemakaian normal. Laptop ini dijual di dikisaran harga Rp 13.799.000.

Manfaatkan diskon spesial untuk pembelian ASUS Vivobook S14 OLED di Tokopedia. Klik link berikut ini: https://tokopedia.link/TF6Jr5aDfCb

Acer Swift 3
Acer Swift 3 laptop pelajar terbaik
Laptop Acer Swift 3

Acer Swift 3 adalah laptop yang tangguh, cepat, dan hemat energi. Laptop ini memiliki desain badan yang terbuat dari logam magnesium-aluminium alloy, yang membuatnya kuat dan ringan. Beratnya hanya 1,2 kg dan ketebalannya 15,95 mm. Layarnya berukuran 14 inci dengan resolusi Full HD dan teknologi IPS, yang memberikan sudut pandang yang lebar dan warna yang akurat.

Sebagai dapur pacunya, disematkan prosesor AMD Ryzen 7 4700U, RAM 8 GB, SSD 512 GB, dan kartu grafis AMD Radeon Graphics, yang bisa menangani multitasking dan gaming ringan dengan mudah. Laptop ini juga memiliki fitur keren seperti keyboard backlit, fingerprint reader, webcam HD, speaker Acer TrueHarmony, dan port USB-C. Baterainya juga sangat awet, sekitar 16 jam dalam pemakaian normal. Laptop ini dijual di kisaran harga Rp 11.499.000.

Manfaatkan diskon spesial untuk pembelian Acer Swift 3 di Tokopedia. Klik link berikut ini: https://tokopedia.link/tfst7PMDfCb

Lenovo IdeaPad Flex 5
Lenovo IdeaPad Flex 5
Laptop Lenovo IdeaPad Flex 5

Lenovo IdeaPad Flex 5 adalah laptop yang fleksibel, kreatif, dan produktif. Laptop ini memiliki desain yang bisa dilipat hingga 360 derajat, sehingga bisa digunakan dalam berbagai mode, seperti laptop, tablet, tenda, atau berdiri. Layarnya berukuran 14 inci dengan resolusi Full HD dan teknologi IPS touchscreen, yang mendukung penggunaan stylus pen (dijual terpisah).

Laptop ini didukung oleh prosesor Intel Core i5 generasi ke-11, RAM 8 GB, SSD 256 GB, dan kartu grafis Intel Iris Xe, yang bisa menjalankan berbagai aplikasi dengan cepat dan mulus. Fitur menarik lain seperti keyboard backlit, fingerprint reader, webcam HD dengan privacy shutter,
speaker Dolby Audio, dan port USB-C juga tersemat kepadanya. Baterainya juga cukup tahan lama, yaitu sekitar 10 jam dalam penggunaan normal. Laptop ini dijual di kisaran harga Rp 10.299.000.

Manfaatkan diskon spesial untuk pembelian Lenovo IdeaPad Flex 5 di Tokopedia. Klik link berikut ini: https://tokopedia.link/dOVYDZwEfCb

HP Pavilion x360
HP Pavilion x360
Laptop HP Pavilion x360

HP Pavilion x360 adalah laptop yang serbaguna, inovatif, dan menyenangkan. Laptop ini memiliki desain yang bisa dilipat hingga 360 derajat,
sehingga bisa digunakan dalam berbagai mode, seperti laptop, tablet, tenda, atau berdiri. Layarnya berukuran 14 inci dengan resolusi Full HD dan teknologi IPS touchscreen, yang mendukung penggunaan stylus pen (termasuk dalam paket penjualan).

Laptop ini juga diperkuat oleh prosesor Intel Core i3 generasi ke-11, RAM 4 GB, SSD 256 GB, dan kartu grafis Intel UHD Graphics, yang bisa menangani hampir semua pekerjaan sehari-hari dengan baik. Ada juga fitur tambahan seperti keyboard backlit, fingerprint reader, webcam HD dengan privacy shutter, speaker B&O, dan port USB-C. Baterainya juga cukup tahan lama, yaitu sekitar 9 jam dalam penggunaan normal. Laptop ini dijual dengan harga kisaran Rp 14,999,000.

Manfaatkan diskon spesial untuk pembelian HP Pavilion x360 di Tokopedia. Klik link berikut ini: https://tokopedia.link/nqgIRSUEfCb

Dell Inspiron 14 5406
DELL INSPIRON 5430
Laptop DELL INSPIRON 5430


Dell Inspiron 5430 adalah laptop yang praktis, modern, dan bergaya. Layarnya berukuran 14 inci dengan resolusi Full HD dan teknologi WVA dengan fitur anti backlit supaya layar tidak memantulkan cahaya lampu.

Laptop pelajar terbaik ini juga dilengkapi dengan prosesor Intel Core i5 generasi ke-13, RAM 8 GB, SSD 512 GB, dan kartu grafis Intel Iris Xe, yang bisa menjalankan berbagai aplikasi dan game dengan lancar. Laptop ini juga memiliki fitur seperti keyboard backlit, fingerprint reader, webcam HD dengan privacy shutter, speaker MaxxAudio Pro, dan port USB-C. Baterainya juga cukup tahan lama, yaitu sekitar 8 jam dalam penggunaan normal. Saat ini Dell Inspiron dipasarkan di kisaran harga Rp 12.899.000.

Manfaatkan diskon spesial untuk pembelian Dell Inspiron 5430 di Tokopedia. Klik link berikut ini: https://tokopedia.link/Id9zEyAFfCb

MSI Modern 14
MSI Modern 14 laptop pelajar terbaik
Laptop MSI Modern 14


MSI Modern 14 adalah laptop yang elegan, kompak, dan powerful. Laptop ini memiliki bodi yang terbuat dari aluminium sandblasted carbon gray,
yang membuatnya terlihat mewah dan ringan. Beratnya hanya 1,3 kg dan ketebalannya 16,9 mm. Layarnya berukuran 14 inci dengan resolusi Full HD dan bezel tipis, yang memberikan pengalaman visual yang luas dan tajam.

Laptop ini juga ditenagai oleh prosesor AMD Ryzen 7 5825U, RAM 8 GB, SSD 512 GB, dan kartu grafis AMD Radeon Graphics, yang bisa menangani berbagai tugas dan game ringan dengan mudah. Laptop ini juga memiliki fitur seperti keyboard backlit berwarna putih, webcam HD, speaker Nahimic 3 Audio Enhancer, dan port USB-C. Baterainya juga cukup tahan lama, sekitar 10 jam saat dipakai normal. Laptop ini dijual di kisaran Rp 11.499.000.

Dapatkan diskon spesial untuk pembelian MSI Modern 14 di Tokopedia. Klik link berikut ini: https://tokopedia.link/yE7ECtlGfCb

Acer Aspire 5
Laptop Acer Aspire 5 Slim laptop pelajar terbaik


Acer Aspire 5 adalah laptop yang terjangkau, andal, dan fungsional. Laptop ini memiliki bodi yang terbuat dari plastik matte silver, yang membuatnya terlihat sederhana dan ringan. Beratnya hanya 1,65 kg dan ketebalannya 17,95 mm. Layarnya berukuran 15,6 inci dengan resolusi Full HD dan teknologi IPS, yang memberikan sudut pandang yang lebar dan warna yang akurat.

Laptop ini juga didukung oleh prosesor Intel Core i3 generasi ke-11, RAM 4 GB, SSD 256 GB, dan kartu grafis Intel UHD Graphics, yang bisa menangani pekerjaan sehari-hari dengan baik. Laptop ini juga memiliki fitur seperti keyboard backlit, webcam HD, speaker Acer TrueHarmony, dan port USB Type-C. Baterainya cukup tahan lama, sekitar 8 jam saat dipakai normal. Laptop ini dijual di kisaran Rp. 8,099,000

Dapatkan diskon spesial untuk pembelian Acer Aspire 5 di Tokopedia. Klik link berikut ini: https://tokopedia.link/2PdSxNLKfCb

Demikian ulasan PCplus untuk 8 laptop pelajar terbaik 2023. Kira-kira yang mana yang paling cocok buat kamu?

8 Laptop Murah Terbaik 2023

Laptop adalah salah satu alat yang sangat dibutuhkan oleh banyak orang, baik untuk bekerja, belajar, bermain game, atau hiburan lainnya. Namun, tidak semua orang memiliki budget yang cukup untuk membeli laptop dengan spesifikasi tinggi dan harga mahal. Nah, PCplus punya rekomendasi laptop murah terbaik buat kamu pertimbangkan nih. Simak ya

Baca Juga: 8 Laptop Pelajar Terbaik 2023

Asus Vivobook Go E410
laptop murah terbaik asus vivobook go e410


Laptop ASUS ini punya layar 14 inci beresolusi Full HD, prosesor Intel Pentium Silver N6000, RAM 4 GB, dan SSD 256 GB M2 NVMe. Laptop ini cocok untuk kamu yang membutuhkan laptop ringan dan tipis dengan performa yang cukup baik untuk kegiatan sehari-hari. Harga laptop ini sekitar Rp 4 jutaan. Produk sejenis dengan prosesor AMD bisa dibeli di Tokopedia

Acer Aspire 3 A315-23
Laptop murah terbaik Acer Aspire 3


Laptop ini memiliki layar 15,6 inci dengan resolusi HD, prosesor AMD Ryzen 3 3250U, RAM 4 GB, dan HDD 1 TB. Laptop ini cocok untuk Anda yang membutuhkan laptop dengan kapasitas penyimpanan yang besar dan performa yang mumpuni untuk multitasking. Harga laptop ini sekitar Rp 5 jutaan.

Lenovo IdeaPad Slim 3i
Laptop murah terbaik Lenovo IdeaPad Slim 3i


Laptop ini memiliki layar 14 inci dengan resolusi Full HD, prosesor Intel Core i3-1005G1, RAM 4 GB, dan SSD 256 GB. Laptop ini cocok untuk Anda yang membutuhkan laptop dengan desain elegan dan performa yang handal untuk kegiatan produktif. Harga laptop ini sekitar Rp 6 jutaan.

HP 14s-dq2007TU


Laptop HP ini punya layar 14 inci beresolusi Full HD, prosesor Intel Core i3-1115G4, RAM 8 GB, dan SSD 256 GB. Perangkat keren ini cocok buat kamu yang butuh laptop dengan spesifikasi tinggi dan harga terjangkau. Laptop ini juga dilengkapi dengan fitur fingerprint reader untuk keamanan data. Harga laptop ini sekitar Rp 7 jutaan.

Dell Inspiron 15 3501
Dell Inspiron 15


Dell Inspiron hadir dengan layar 15,6 inci dengan resolusi Full HD, prosesor Intel Core i5-1135G7, RAM 8 GB, dan SSD 512 GB. Laptop ini cocok untuk kamu yang membutuhkan laptop dengan performa yang tangguh dan kapasitas penyimpanan yang besar. Ia juga memiliki baterai yang tahan lama dan speaker yang berkualitas. Harga laptop ini sekitar Rp 8 jutaan.

Asus TUF Gaming FX505DT
Laptop terbaik ASUS TUF Gaming F15


Laptop yang masuk ke seri gaming ini hadir dengan layar 15,6 inci resolusi Full HD dan refresh rate 120 Hz. Tersemat prosesor AMD Ryzen 5 3550H, RAM 8 GB, dan SSD 512 GB. Laptop ini cocok buat kamu yang butuh laptop gaming dengan harga terjangkau. ASUS TUF Gaming FX505DT juga memiliki fitur anti-dust cooling system dan keyboard RGB backlit. Harga laptop ini sekitar Rp 9 jutaan.

Acer Swift 3 SF314-59
Laptop terbaik Acer Swift 3


Pilihan laptop 14 inci dengan resolusi Full HD dan teknologi IPS, prosesor Intel Core i5-1135G7, RAM 8 GB, dan SSD 512 GB. Laptop ini cocok untuk kalian yang butuh laptop premium dengan desain tipis dan ringan serta performa yang luar biasa. Laptop ini juga memiliki fitur fast charging dan backlit keyboard. Harga laptop ini sekitar Rp 10 jutaan.

Lenovo Legion Y540
Lenovo Legion Y540


Laptop gaming dari Lenovo ini punya layar 15,6 inci dengan resolusi Full HD dan refresh rate 144 Hz. Dapur pacunya didukung Intel Core i7-9750H, RAM 16 GB, dan SSD 512 GB + HDD 1 TB. Laptop ini cocok untuk kamu yang membutuhkan laptop gaming dengan spesifikasi tinggi dan harga bersaing. Ada juga fitur thermal cooling system dan Harman Kardon speaker. Harga laptop ini sekitar Rp 11 jutaan.

Itu dia 8 rekomendasi laptop murah terbaik 2023. Kira-kira yang mana pilihan kamu?

ASUS ROG Strix G17, Laptop Gaming Kencang Banget!

Sekarang ini, banyak banget pilihan laptop gaming yang bisa dipilih. Tren terbarunya, laptop gaming udah banyak yang hadir dengan layar 18 inci. Tapi tentu aja nggak semua orang butuh laptop gaming dengan layar sebesar itu. Banyak juga yang masih suka laptop gaming dengan layar 17 atau 15 inci. Salah satu model yang sudah ada di pasaran Indonesia adalah ROG Strix G15 dan ROG Strix G17. Dari dua varian itu, yang menurut kita paling menarik adalah model dengan layar 17 inci, yaitu ASUS ROG Strix G17.

Baca Juga: Review Asus ROG Strix GT15, PC Gaming Intel Core 12th Gen

Ya, buat main game secara puas, tentu aja kita bakal lebih nikmat kalau main di perangkat dengan layar lebar. Apalagi, kita bakal makin puas kalau laptop yang kita pake punya kinerja yang gahar alias buas. Oke deh, nggak usah lama-lama lagi, yuk kita lihat apa aja yang ditawarkan sama ASUS ROG Strix G17 G713RM yang kita coba kali ini.

Lampu Aura RGB di ROG Strix G17 menambah kesan keren.

Seperti yang kita tau, produk ASUS ROG itu banyak banget. Ada buat gamer casual sampai professional player, content creator yang kerja di industri kreatif sampai game developer. ROG Strix G17 ini adalah model yang ditujukan buat gamer casual atau content creator yang butuh laptop dengan performa kelas atas.

Ditenagai Prosesor AMD Ryzen™ 6000 Series Mobile

Seperti yang udah disebutin sebelumny. Laptop ini adalah salah satu laptop gaming terbaik yang udah diperkuat sama prosesor AMD Ryzen™ 6000 Series Mobile. Prosesor generasi terbaru yang dibangun dengan arsitektur Zen 3+ itu nggak cuma ngebuat performa lebih baik dari generasi sebelumnya. Tapi juga efisiensi daya yang lebih baik.

Nanti di bagian pengujian kita bakal lihat efisiensi energi yang ditawarkan dan performa baterai laptop ini saat dipakai buat kerja atau main game tanpa charger.

Balik lagi ke CPU-nya. Peningkatan dibandingin generasi sebelumnya itu bikin laptop gaming yang ditenagai prosesor AMD Ryzen™ 6000 Series Mobile ini punya performance-per-watt yang lebih baik. Ia secara otomatis dan berpengaruh langsung dengan daya tahan baterainya.

Keunggulan lain dari prosesor AMD Ryzen™ 6000 Series Mobile juga terdapat pada chip grafis terintegrasinya. Kali ini AMD menghadirkan chip grafis terintegrasi AMD Radeon™ yang menggunakan arsitektur RDNA2 yang lebih powerful dan efisien.

Chip grafis terbaru tersebut memungkinkan pengguna laptop gaming ini untuk tetap dapat mengakses performa grafis yang mumpuni. Tanpa harus menguras daya baterai berlebih.

Sebagai prosesor modern, AMD Ryzen™ 6000 Series Mobile juga telah dilengkapi fitur serta teknologi modern. Fitur seperti dukungan PCIe 4.0 telah tersedia di prosesor ini dan akan hadir di seluruh jajaran laptop gaming ASUS ROG terbaru di tahun 2022. Selain itu, prosesor AMD Ryzen™ 6000 Series Mobile juga telah mendukung penggunaan port USB 4.0. Generasi terbaru dari port USB tersebut menawarkan kecepatan transfer yang jauh lebih tinggi hingga 40Gbps.

Konektivitas Terbaik

Seluruh laptop gaming ASUS ROG terbaru yang ditenagai prosesor AMD Ryzen™ 6000 Series Mobile telah dilengkapi dengan fitur konektivitas yang sangat lengkap. Port seperti USB 3.2 Type-C dan Type-A, HDMI 2.1, hingga 3.5mm combo audio jack.

Port USB 3.2 Type-C yang ada di jajaran laptop gaming ASUS terbaru juga telah mendukung fitur DisplayPort 1.2 serta USB Power Delivery. Keduanya memungkinkan port USB Type-C tersebut dapat digunakan sebagai display output serta fasilitas pengisian daya melalui adapter USB Type-C atau bahkan power bank.

Tidak hanya dalam hal kelengkapan port, laptop gaming ROG terbaru juga telah dibekali dengan teknologi WiFi 6E terbaru. Berbeda dengan pendahulunya yaitu WiFi 6, teknologi WiFi 6E hadir dengan tambahan frekuensi koneksi 6GHz selain frekuensi standar 2,4GHz dan 5GHz.

Full keyboard di ROG Strix G17 untuk mendukung main game dan kerja

Melalui frekuensi 6GHz, WiFi 6E mampu menghadirkan konektivitas dengan kecepatan lebih tinggi serta stabil, dan sejalur dengan kebutuhan para gamer.

Dilengkapi MUX Switch

Keseluruhan jajaran laptop gaming ASUS ROG ini juga telah dilengkapi dengan berbagai fitur. Salah satunya MUX Switch, yaitu chip khusus yang dapat mengatur jalur data visual yang ditampilkan di layar laptop. Melalui MUX Switch, jalur data visual dari discrete chip grafis bisa dialihkan langsung ke layar laptop tanpa harus melalui prosesor dan integrated chip grafis-nya.

MUX Switch sangat berguna saat laptop gaming ROG bekerja menggunakan discrete chip grafis yang tertanam di dalamnya, seperti halnya saat bermain game. Karena data visual kini dapat ditampilkan langsung dari discrete chip grafis, performa dalam game pun dapat ditampilkan secara lebih baik. Peningkatan performa pada game dengan menggunakan MUX Switch dapat mencapai 10-30%.

Powerful Gamer eSports dan Enthusiast

Varian ASUS ROG Strix G15 dan G17 didesain khusus untuk pemain profesional di dunia esports dan para pecinta game kompetitif sebagai laptop gaming andalan dengan performa powerful dan fitur lengkap. ROG Strix G17 kali ini tampil dengan peningkatan dari sisi performa serta efisiensi berkat kehadiran prosesor AMD Ryzen™ 6000 Series Mobile.

Selain itu, ROG Strix G17 juga dibekali dengan chip grafis NVIDIA® GeForce RTX™ generasi terbaru, dilengkapi RAM DDR5 4800MHz, serta telah menggunakan penyimpanan PCIe 4.0 SSD.

Kecepatan sangat diperlukan saat bermain game, untuk itulah ROG Strix G17 dibekali dengan opsi layar hingga Full HD 360Hz. Laptop andalan para gamer juga dibekali dengan teknologi dari Dolby Vision HDR™ serta dilengkapi Adaptive Sync agar gamer terhindar dari efek screen tearing dan stuttering.

Sementara itu, response time yang cepat 3ms memastikan pengguna ROG Strix G15 dan G17 selalu unggul di medan pertempuran. Gamer juga dapat menikmati fitur konektivitas terbaru WiFi 6E serta baterai 90Whr yang tidak hanya berkapasitas lebih besar dari pendahulunya, tetapi juga dapat diisi dayanya melalui fitur USB power delivery menggunakan adapter USB Type-C.

Spesifikasi

Berikut ini spesifikasi lengkap ASUS ROG Strix G17 G713 berbasis AMD Ryzen™ 6000 series:


Main Spec.
ROG Strix G17 G713
CPUAMD Ryzen™ 7 6800H 3.2GHz Boost Clock up to 4.7GHz, 8 Core 16 Thread with 16MB L3 Cache
Operating SystemWindows 11 Home + Office Home and Student
Memory2x 8GB DDR5-4800MHz
Storage512GB M.2 NVMe™ PCIe® SSD
Display17.3-inch IPS-level FHD (1920 x 1080) 16:9 anti-glare display, 100% sRGB, 360Hz / 3ms with Dolby Vision HDR support
GraphicsNVIDIA GeForce RTX 3060 6GB GDDR6
Input/Output1x 3.5mm Combo Audio Jack, 1x HDMI 2.0b, 1x USB 3.2 Gen 2 Type-C, 2x USB 3.2 Gen 1 Type-A, 1x USB 3.2 Gen 2 Type-C support DisplayPort™ / power delivery / G-SYNC, 1x RJ45 LAN port
CameraFHD 1080p @60fps External Camera
ConnectivityWi-Fi 6E (802.11ax) + Bluetooth 5.2 (Dual band)
AudioBuilt-in array microphone 2-speaker system with Smart Amplifier Technology, Smart Amp Technology, Dolby Atmos, AI noise-canceling technology, Hi-Res certification
Battery90WHrs, 4S1P, 4-cell Li-ion
Dimension39.5 x 28.2 x 2.34 ~ 2.83 cm
Weight2.90 Kg
ColorsEclipse Gray
PriceTBD
Warranty2 Years Global with 1 year ASUS VIP Perfect Warranty

Benchmark kinerja

Lalu bagaimana dengan performanya? Berikut ini beberapa hasil pengujian atau benchmark ASUS ROG Strix G17 G713:

Benchmark dengan aplikasi pengujian Cinebench serta Geekbench menunjukkan sedikit peningkatan performa dibandingkan dengan seri pendahulunya. Adapun pada aplikasi Geekbench 5, peningkatannya sedikit lebih tinggi jika dibandingkan dengan prosesor AMD Ryzen 7 5800H.

Saat digunakan untuk menjalankan aplikasi PCMark 10 yang mensimulasikan performanya saat bekerja menggunakan aplikasi produktivitas, web dan content creation. AMD Ryzen™ 7 6800H menawarkan performa sekitar 10 persen lebih baik disbanding generasi sebelumnya.

Yang menarik adalah daya tahan baterai platform AMD Ryzen™ Rembrandt yang digunakan. Saat menjalankan PCMark Battery pada skenario Modern Office. Dengan kondisi brightness layar diset di 50% dan laptop terhubung ke Wifi, baterai yang tertanam di dalamnya sanggup memasok daya hingga 12 jam. Angka ini merupakan masa aktif yang luar biasa untuk ukuran sebuah laptop gaming full performance.

Meski demikian. Saat menjalankan PCMark 10 Battery dengan skenario Gaming yang mensimulasikan kondisi ketika laptop ini dipakai untuk bermain game. Baterainya hanya bertahan hingga 1 jam 3 menit.

Laptop gaming ini menawarkan kinerja yang stabil saat menjalankan aplikasi 3D. Anda tidak perlu khawatir terjadi frame drop yang mengganggu saat sedang asyik bermain karena performanya relatif konstan.

Hasil pengujian 3D Mark di ROG Strix G17

Anda juga tidak perlu khawatir untuk memainkan game-game 3D triple A yang memiliki ukuran puluhan bahkan ratusan GB. Dari uji yang kami lakukan terhadap SSD yang terpasang, kecepatan baca tulisnya pun sangat tinggi.

Hasil pengujian storage ROG Strix G17

Dari uji sederhana yang kami lakukan. Tampak kombinasi AMD Ryzen™ Rembrandt 6000 series dengan GeForce RTX 3060 yang disediakan menawarkan kombinasi sebuah laptop yang kencang banget!

Review Gunakan Layanan Maxim Cleaning

Untuk memesan jasa bersih-bersih rumah, pengguna hanya perlu membuka aplikasi Maxim. masih satu aplikasi, berbeda dengan Gojek dulu. Pilih ‘LIFE’, maka akan muncul pilihan 3 pilihan seperti di bawah ini

  1. Cleaning
  2. Massage & Spa
  3. Laundry

Untuk tarif Maxim cleaning satu jamnya adalah 38 ribu rupiah. Murah, kan? Tunggu dulu. Tarif ini tidak termasuk tarif seperti peralatan pembersih dan Disinfektan. Yang memiliki harga tambahan sendiri. 

Selengkapnya

Review HP EliteBook 735 G6: Laptop Bisnis Berbasis AMD dengan Bodi Elegan

Berniat untuk memperbesar segmen di Indonesia, HP saat ini mulai merambah pasar kelas bisnis. Perusahaan asal Amerika Serikat ini sudah menyiapkan tiga jagoan, yakni ProBook yang memadukan antara gaya dan kecanggihan, EliteBook yang diklaim sebagai laptop bisnis teraman dan mudah untuk dikelola, serta zBook yang memiliki ketebalan yang sangat tipis namun tetap memiliki performa yang dapat diandalkan. Dari ketiga lini tersebut, EliteBook berada di kelas menengah atas yang siap menawarkan performa dan keamanan terbaik bagi para pengguna profesional.

HP EliteBook 735 G6 ini ditenagai oleh prosesor AMD Ryzen 3000 series, tepatnya Ryzen 3700 PRO. Prosesor ini siap menjadi dapur pacu yang bisa diandalkan untuk memenuhi kebutuhan bisnis penggunanya. Selama lebih kurang dua pekan, penulis mencoba untuk menggunakan sang EliteBook untuk bekerja . Seperti apakah rasanya bekerja bersama perangkat yang terlihat elegan, tipis, dan ringkas ini?

Artikel selengkapnya.

Review Choetech C0027, Charger Kompak Buat 3 Perangkat

Kamu yang suka traveling pasti tau, nyawa utama untuk perangkat komunikasi adalah charger. Bawa charger buat 3 perangkat bisa jadi bikin ribet. Tapi kalau punya charger seperti milik Choetech ini, urusan isi ulang perangkat mobile jadi beres.

PCplus juga punya masalah yang sama dengan traveler tadi. Buat jurnalis, kerja di luar sudah mesti membekali diri dengan charger yang andal dan bisa bekerja untuk mengisi ulang baterai dengan cepat. Itulah kenapa, uji kali ini, PCplus mencoba perangkat charger baru milik Choetech.

Baca Juga: Kenali Charger yang Bagus Untuk Smartphone

Mungkin sebagian besar dari kamu baru dengar merek Choetech ya. Buat perkenalan aja, Choetech adalah perusahaan elektronik asal China yang punya spesialisasi di bidang komputerisasi, komunikasi dan perangkat elektronuk konsumen (consumer electronic). Produknya beragam, mulai dari charger nirkabel, kabel, pelindung ponsel (casing, cover), audio sampai gadget rumahan. Kalau mau tahu produk apa yang dijual di Indonesia, kamu bisa mampir ke toko online resmi mereka di Shopee atau Tokopedia

Chaotech charger 3 perangkat
Desain Choetech kompak dan mewah. Gak bikin malu saat dibawa-bawa.
Spesifikasi yang oke

Kebetulan yang PCplus coba kali ini adalah CHOETECH 3-Ports USB Wall Charger LED display seri C0027. di Shopee dijual seharga Rp. 133.794, diskon 49% dari harga awal Rp. 259.803. Ada 2 pilihan warna yang tersedia di sana, Putih dan Hitam. PCplus punya yang warna putih, elegan, cantik, mirip gebetan PCplus dulu deh. Dan yang paling penting, ukurannya kompak, gak terlalu besar untuk ukuran charger untuk 3 perangkat. Ini perbandingannya dengan ponsel 6 inci.

Perbandingan Choetech dengan ponsel 6 inci
Ukuran Choetech dibandingkan ponsel 6 inci.

Dari spesifikasinya tertulis, ia punya arus maksimal 3 ampere, serta daya total 5 volt. Ada 3 port USB tersedia di sana, dan masing-masing port itu bisa mengalirkan arus maksimal 2,4 ampere. Nah biar tidak salah paham, PCplus jelaskan sedikit buat yang bingung dengan spesifikasi tadi ya.

Arus maksimal 3 ampere adalah arus total yang bisa dialirkan perangkat ini. Andaikata kamu cuma memakai salah satu dari ketiga port itu, dan perangkat kamu bisa menarik arus sampai (misalkan) 3 ampere, maka Choetech akan menyuplai 2,4 ampere ke perangkat kamu. Nilai ampere ini akan berubah sesuai kebutuhan perangkat ya. Yang pasti dia tidak akan melebihi 2,4 ampere per portnya.

Sekarang kalau kamu pakai 2 port untuk mengisi ulang perangkat yang mampu menarik arus sampai 3,4 ampere, maka Choetech akan menyuplai arus sekitar 1,5 ampere di masing-masing port tadi. Demikian pula jika kamu mau melakukan charger 3 perangkat, maka setiap port akan mendapat jatah masing-masing 1 ampere. Jadi, makin banyak perangkat yang kamu colok, makin kecil pembagian arus antar port.

Bingung? Jangan!. Sebab ia menyediakan LED status untuk menampilkan voltase dan arus yang saat ini sedang dipakainya. Jika saat menyambungkan charger ke ponsel dan kamu melihat LED biru dengan angka 5V (misalnya), itu berarti Chaotech sedang bekerja di voltase 5 volt. Lalu LED akan berubah menjadi warna hijau dengan angka tertentu pada petunjuk. Nah angka itu adalah arus listrik yang sedang dipakai Chaotech. Mudah kan.

LED penunjuk arus dan tegangan di Choetech charger
Lampu indikator dan layar LED digital untuk menunukkan Tegangan dan Arus.

Oh ya, kebetulan 2 dari 3 port ini mendukung teknologi Fast Charging. Entah kenapa, port ketiga, setelah PCplus coba dengan berbagai kabel dan ponsel, tidak dapat mengeluarkan fitur Fast Charging di ponsel yang mendukungnya. Jadi pastikan kamu menghubungkan kabel ke port pertama (dekat dengan status LED) dan kedua jika mau pakai fitur Fast Charging.

Pengujian Isi Ulang Baterai

Penasaran dengan kinerja Chaotech, PCplus mencoba mengisi ulang 4 jenis ponsel yang 3 diantaranya mendukung Fast Charging dengan model koneksi USB Type-C. Ponsel keempat adalah ponsel biasa dengan antarmuka micro USB (tidak mendukung Fast Charging). PCplus mencoba beberapa skenario untuk melihat bagaimana kecepatan isi ulang dan pengaturan arus yang bisa dilakukan perangkat ini.

Skenario 1: Ponsel A, mendukung Fast Charging diisi selama 30 menit.
Skenario 2: Ponsel B & C, mendukung Fast Charging diisi selama 30 menit.
Skenario 3: Ponsel B, C (mendukung Fast Charging) dan D (Tidak Fast Charging) diisi selama 30 menit.

Hasilnya sebagai berikut:

Skenario 1 (Voltase: 5.02 & Ampere: 1,94)
PerangkatPortBaterai AwalBaterai AkhirWaktu
Ponsel A111%75%30 menit
Skenario 2 (Voltase: 5.03 & Ampere: 2,86)
PerangkatPortBaterai AwalBaterai AkhirWaktu
Ponsel B15%23%30 menit
Ponsel C25%25%30 menit
Skenario 3 (Voltase: 5.02 & Ampere: 0.95)
PerangkatPortBaterai AwalBaterai AkhirWaktu
Ponsel B15%14%30 menit
Ponsel C25%16%30 menit
Ponsel D35%13%30 menit

Tabel di atas memperlihatkan bahwa saat Choetech dipakai hanya untuk mengisi ulang ponsel Fast Charging tunggal, maka ia bisa menyuplai daya sesuai kebutuhan maksimal dari ponsel. Proses isi ulang juga lebih cepat karena arus yang didapat maksimal.

Sementara jika port lain mulai diberi beban, charger ini langsung membagi suplai arus maksimal sesuai spesifikasi miliknya. Alhasil proses isi ulang menjadi lebih panjang. Hal ini juga terjadi saat seluruh port dipakai. Total arus yang disuplai terbagi hanya menjadi sekitar 1 ampere di masing-masing port.

Tentunya nilai pada hasil pengujian ini bukan merupakan nilai mutlak mengingat akan ada perbedaan dari kapasitas & jenis baterai, kualitas jaringan listrik rumah serta kualitas kabel yang kalian pakai. Jadi jangan bingung kalau ada perbedaan dengan nilai tadi ya.

Informasi arus saat perangkat dipakai untuk mengisi charger 3 perangkat
LED menunjukkan arus saat perangkat dipakai mengisi ulang ponsel.
Kesimpulan

Untuk charger seharga 130 ribuan (setidaknya saat PCplus beli), Choetech ini bisa jadi pertimbangan kamu yang lagi cari adaptor charger buat traveling dan butuh charger untuk 3 perangkat.

Voltase dan arus yang disuplainya cukup stabil, ditambah ketersediaan layar LED untuk memantau arus yang masuk ke ponsel kamu dan cukup informatif untuk memberitahu berapa daya yang ditarik ponsel.

Chaotech juga mengklaim menambahkan berbagai proteksi di produknya, seperti Surge Protector, Overload Protector, Short Circuit Prevention, Overcurrent Prevention, Overheat Prevention sampai material yang tahan api. Jujur PCplus tidak dapat menguji semuanya karena keterbatasan alat. Namun, untuk overheat prevention sepertinya cukup benar, karena perangkat ini sama sekali tidak mengeluarkan panas berlebih saat dalam beban tinggi di waktu yang cukup lama.

Nah, kalau tertarik memiliki perangkat yang PCplus uji ini, intip saja langsung di Shopee

Sudah Ada Samsung Galaxy S20 series, Masih Menarikkah Samsung Galaxy S10+?

Samsung Galaxy S20 series saat ini menjadi primadona buat para pecinta ponsel pintar Android. Flagship jagoan dari Korea Selatan tersebut cukup mengguncang dunia teknologi dengan segudang fitur yang dibawanya. Bahkan, Samsung mengeluarkan model baru untuk jajaran S series terbarunya itu. Ya, jika sebelumnya ada seri E, seri standar, dan seri Plus, kini Samsung menghilangkan seri E yang sebelumnya menjadi model paling bawah dengan seri Ultra yang saat ini menjadi model paling canggih.

Samsung Galaxy S10+ dalam genggaman penulis.

Dengan hadirnya Galaxy S20 series, tentunya akan membuat ponsel generasi sebelumnya, yakni Galaxy S10 series, akan mengalami penurunan harga yang cukup besar sehingga patut Anda pertimbangkan saat ini. Apalagi spesifikasinya masih sangat up-to-date dan tentunya jauh lebih tinggi jika kita bandingkan dengan ponsel pintar kelas upper midrange yang kini mengisi harga lebih kurang mirip dengan harga bekas dari Galaxy S10 series. Penulis sendiri sudah menggunakan Galaxy S10+ sejak April 2019 hingga sekarang, dan merasa bahwa ponsel ini masih sangat layak untuk Anda lirik.

Apa saja hal-hal yang membuat penulis jatuh cinta dengan Samsung Galaxy S10+ hingga masih betah menggunakannya sebagai daily driver hingga saat ini?

Artikel lengkapnya.

Laptop Murah Tapi Bagus Tak Sampai 5 Juta

Walaupun ditujukan bagi para pengguna entry level yang umumnya hanya menyanggupi untuk membeli laptop murah, tentunya tidak serta merta spesifikasi, desain dan teknologi yang dihadirkan pada laptop kelas tersebut harus murahan.

Notebook di jajaran ini pun perlu dilengkapi fitur terkini yang sangat dibutuhkan oleh pengguna modern. Sebagai contoh adalah Asus VivoBook 14 A420UA. Seri terbaru laptop VivoBook yang relatif terjangkau tersebut belum lama ini mendarat di pasaran Indonesia.

Kehadiran laptop ini pun menjadi salah satu topik yang menarik untuk dibicarakan. Kenapa begitu?

Artikel lengkapnya.

ZenBook 14 UX434, Laptop 14 Inci Paling Ringkas Kini dengan ScreenPad 2.0

Sejak awal diperkenalkan, ZenBook merupakan seri laptop paling ringan, paling cantik dan elegan yang dimiliki ASUS, namun tanpa mengorbankan soal performa. ZenBook terbaru, yakni ZenBook 13 UX334, ZenBook 14 UX434 dan ZenBook 15 UX534 menghadirkan era baru untuk sebuah laptop kompak, tipis, ringan, dengan display frame tipis NanoEdge di seluruh sisinya.

 

NanoEdge display juga memungkinkan dimensi laptop yang kompak, membuat ZenBook terbaru tersebut menjadi laptop paling ringkas di segmennya. Sebagai contoh, ZenBook 13 lebih kecil dari selembar kertas A4. ZenBook 14 lebih kecil dari ukuran laptop 13 inci pada umumnya. Adapun ZenBook 15 punya dimensi yang mirip dengan laptop ultra portabel 14 inci padahal layarnya 15,6 inci.

 

Dibanding ZenBook 13, 14 dan 15 yang diluncurkan di awal 2019, versi terbaru dari ZenBook classic tersebut kini sudah dilengkapi dengan ScreenPad. Fitur ini merupakan terobosan terbaru ASUS untuk area touchpad yang biasanya teknologinya itu-itu saja. Sebagai gambaran, di ZenBook seri lalu tersebut, area touchpad-nya sudah menggunakan fitur NumberPad.

 

 

ZenBook 14 UX434 yang akan kita bahas ini contohnya. Ia meng-upgrade pengalaman penggunaan laptop tradisional dengan menambahkan layar kedua yang bisa meningkatkan produktivitas serta mode penggunaan yang sangat luas. Antarmuka yang intuitif, serupa yang ditawarkan oleh smartphone, memungkinkan banyak tugas-tugas bisa dilakukan secara multitasking.

 

Dari sisi performa, ZenBook mutakhir ini diperkuat oleh CPU mutakhir Intel Core generasi ke-10, mulai dari Core i5 sampai Core i7 yang bertenaga, penggunaan grafis hingga Nvidia GeForce MX250, serta penyimpanan cepat berbasis SSD dan lega hingga kapasitas 1TB.

 

Yang menarik, seluruh model ZenBook terbaru, termasuk ZenBook 14 UX434 sudah lolos pengujian berat dan mendapatkan sertifikasi military-grade (MIL-STD-810G) untuk kehandalan yang tinggi. Testing seperti operasional di ketinggian, temperatur dan kelembaban ekstrim, serta pengujian terhadap guncangan, benturan ataupun jatuh, sudah dilakukan.

 

Tak hanya pengamanan fisik, lini produk tersebut di atas juga sudah mendukung modul TPM 2.0 untuk keamanan level enterprise yang memudahkan para IT manager menyediakan otentifikasi yang aman pada pengguna, di saat yang sama memberikan akses jarak jauh via jaringan intranet perusahaan.

 

Four-Sided NanoEdge Display

Didesain untuk memberikan area yang seluas-luasnya dalam bentuk fisik yang seminimal mungkin, ASUS memilih menggunakan desain NanoEdge yang kini diterapkan di seluruh sisi layar. Ia akan membuat visual menjadi lebih memuaskan.

 

Bezel ultra tipisnya hanya memiliki ketebalan 2,8 sampai 3 milimeter di area sisi, 3,3 sampai 4,5 milimeter di bagian bawah dan hanya 5,9 sampai 6,4 milimeter di bagian atas agar masih bisa menempatkan kamera web. Dan efeknya luar biasa. Ia bagaikan kolam renang tanpa batas atau infinity pool untuk memanjakan mata penggunanya dengan screen to body ratio mencapai 95 persen.

 

Sebagai gambaran, bezel dalam sebuah display LCD biasanya menyembunyikan banyak komponen penting seperti modul kamera dan sejumlah sirkuit terkait layar. Jika kita bongkar, kita bisa melihat bahwa secara internal, ASUS telah menggunakan metode untuk membelokkan dan menata ulang papan sirkuit layar yang bersangkutan demi membuat bezel jadi lebih tipis. Demikian pula untuk desain kameranya.

Hasilnya, ZenBook 13, 14 dan 15 bisa lebih ringkas dibanding laptop lain berukuran 13, 14 dan 15 inci. ZenBook 13 juga 14,3 persen lebih ringkas dibanding ZenBook 13 generasi sebelumnya yakni seri UX331 dan hingga 25 persen lebih mungil dibanding ZenBook UX330 yang hadir di tahun 2016 lalu. Padahal, ketika itu, ZenBook UX330 dinilai sudah sangat ringkas.

 

Dengan NanoEdge display di keempat sisi, ASUS memutuskan untuk tetap menempatkan kamera web di tempat biasa. Pasalnya, dari survey yang dilakukan secara internal, sekitar 76 persen pengguna laptop masih menggunakan kamera web, setidaknya satu kali sebulan.

 

Selain itu, tidak seperti produsen lain yang kadang menempatkan kamera web di bagian bawah layar agar bezel atas layar bisa dibuat tipis, ASUS tetap menempatkan kamera web tersebut di bagian atas kanera 80 persen pengguna lebih memilih penempatan di posisi ini.

Ultrathin webcam baru ZenBook 13, 14 dan 15 ini juga menggunakan modul ultra tipis. Meski demikian, ia sudah menggunakan empat elemen lensa untuk menghadirkan gambar yang lebih tajam dan noise yang lebih rendah. Selain itu, kamera Infra Red tersebut juga punya kemampuan untuk “melihat” di dalam gelap sehingga pendeteksian wajah untuk login dengan Windows Hello bisa dilakukan dengan lebih cepat. Bahkan di ruangan redup sekalipun, waktu wake-up sampai logged ini hanya dalam beberapa detik saja.

 

ZenBook series ini juga sudah menggunakan engsel khas ASUS yakni ErgoLift Hinge yang didesain untuk secara otomatis mengangkat bagian keyboard sehingga memberikan kenyamanan lebih saat mengetik. Namun tak hanya itu, sudut kemiringan tertentu yang dibuat juga berhasil meningkatkan kualitas pendinginan dan juga performa audio.

 

Intelligent Touchpad, the ScreenPad 2.0

Diperkuat software terbaru yakni ScreenXpert, ScreenPad 2.0 kini menggunakan layar touchscreen lebih luas yakni 5,65 inci yang menawarkan banyak fitur dan kelebihan. Layar kedua yang interaktif ini bisa meningkatkan produktivitas, memungkinkan pengguna untuk memiliki alur kerja yang lebih efisien.

 

ScreenPad 2.0 mencakup sejumlah tools yang sangat bermanfaat. Misalnya, Quick Key yang memungkinkan otomatisasi pengetikan keyboard yang kompleks menjadi cukup dengan satu sentuhan, pengenalan tulisan tangan untuk input yang alami, ataupun sebagai number key demi input data yang lebih cepat.

Antarmuka serupa smartphone yang telah diperbaiki ini kini semakin mudah digunakan dibandingkan dengan ScreenPad generasi awal yang ada di ZenBook Pro series terdahulu. Pengembang aplikasi pihak ketiga juga bisa memanfaatkan ASUS API untuk mengoptimalkan software mereka dan pengalaman penggunaan aplikasinya pada ScreenPad.

 

Tak hanya itu, dari sisi hardware, ScreenPad 2.0 juga kini lebih efisien dalam penggunaan energi dibanding versi sebelumnya. Ini membuat masa aktif baterai laptop menjadi lebih panjang meski ScreenPad terus digunakan.

Kini Anda juga dapat bekerja pada layar utama sambil menggunakan ScreenPad untuk mencari referensi atau aplikasi lain. Dengan layar yang lebih lebar, Anda bisa lebih fokus menyelesaikan pekerjaan.

 

Fungsi-fungsi baru pada ScreenPad membuat kedua layar bisa bekerjasama secara mulus dengan adaptive apps, antarmuka sentuh yang lebih baik, perangkat yang berfaedah dan manajemen aplikasi yang lebih baik.
Tak hanya aplikasi, efisiensi energi juga telah dioptimalkan secara lebih baik. Efisiensi energi di ScreenPad 2.0 mereduksi tingkat pengurasan baterai laptop. Dengan demikian, pengguna tidak perlu khawatir akan kehabisan energi saat menikmati manfaat ScreenPad di perjalanan. Saat tidak digunakan, ScreenPad 2.0 secara otomatis masuk ke mode battery saving saat tidak dipakai.

 

High Performance Component

ZenBook baru ini dibuat untuk menghadirkan performa tinggi bersama dengan mobilitas. Ia telah diperkuat oleh prosesor Inel Core generasi ke-10 terbaru dan pilihan grafis mumpuni hingga Nvidia GeForce MX250 untuk model UX334 dan UX434 dan Nvidia GeForce GTX 1650 yang bertenaga untuk seri ZenBook 15 UX534.

 

Seluruh seri ZenBook klasik terbaru ini juga sudah menggunakan media penyimpanan cepat berbasis PCIe SSD berkapasitas hingga 1TB dan RAM DDR4 hingga kapasitas 16GB. Artinya, dari sisi teknis, ZenBook ini cukup ideal untuk membuat dokumen kompleks, mengompilasi data, melakukan retouch foto, mengedit video, atau beristirahat sambil bermain game. Tak hanya melakukan beraneka ragam pekerjaan dengan lebih banyak, perangkat ini juga bisa membuat kita melakukannya lebih cepat.

 

Bagi para pekerja profesional, tetap terhubung ke jaringan Internet dengan kecepatan setinggi mungkin, sangatlah penting. ZenBook 13, 14, 15 terbaru sudah menggunakan gigabit WiFi yang dilengkapi fitur ASUS Wi-Fi Master untuk download ultra cepat dan streaming lancar pada jarak yang lebih jauh serta konesi yang lebih stabil.

 

ZenBook terbaru juga memberikan kebebasan penggunanya untuk bekerja seharian tanpa harus diisi ulang. Secara teoritis, ia bisa menawarkan kemampuan baterai hingga 13,2 jam untuk ZenBook 13, 12,3 jam untuk ZenBook 14 serta 14,9 jam untuk ZenBook 15. Berikut ini spesifikasi teknis ZenBook UX434 yang kita bahas kali ini:

 

Main Spec. ASUS ZenBook 14 UX434FLC
CPU Intel® Core™ i5-10210U Processor 1.6GHz (6M Cache, up to 4.1 GHz)
Operating System Windows 10
Memory 8GB SDRAM Onboard memory
Storage 1TB PCIe® Gen3 x4 SSD
Display 14.0″ (16:9) LED-backlit FHD (1920×1080) 60Hz Glare Panel with 72% NTSC with wide 178° viewing angles

5.65” FHD+ (2160 x 1080) Super IPS display, 178˚ wide-view technology

Glass-covered for fingerprint and smudge resistance, Precision touchpad (PTP) technology supports up to four-finger smart gestures

Graphics NVIDIA® GeForce® MX250 with 2GB GDDR5 VRAM
Input/Output 1x Type-C USB 3.1 (Gen 2), 1x Type-A USB 3.1 (Gen 2), 1x Type-A USB2.0, 1x HDMI, 1x micro SD card, 1x audio jack combo
Camera IR camera
Connectivity Integrated Wi-Fi 5 802.11 ac, Bluetooth® 5.0
Audio Built-in 1W Stereo Speakers Harman Kardon with Microphone, Supports Windows 10 Cortana with Voice
Battery 3-Cell 50Wh Polymer Battery, up to 12 hours battery life
Dimension 319 x 199 x 16.9 mm (WxDxH)
Weight 1.26 kg
Price Start from Rp19.299.000
Warranty 2 years global warranty

Dari sisi spesifikasi, prosesor Intel Core generasi ke-10 merupakan chip dengan mikroarsitektur terbaru yang menawarkan peningkatan performa sekaligus memperbaiki efisiensi energi dan suhu operasional. Berikut ini hasil uji performa laptop yang bersangkutan:

Untuk grafisnya, Nvidia GeForce MX250 merupakan GPU yang bertenaga yang dibuat dengan arsitektur Nvidia Pascal dan mampu menawarkan performa kelas desktop di sebuah laptop.

Dengan video memory terdedikasi, Nvidia GeForce MX250 menawarkan performa hingga 3,5 kali lebih cepat dibanding chip grafis terintegrasi dengan shared memory. Artinya, apapun tugas grafis yang dilakukan, entah video editing ataupun photo editing, ZenBook 14 UX434FLC akan mampu menyediakan performa yang dibutuhkan.

 

Digunakan untuk bermain game? Memang bisa. Tetapi tentunya jangan berharap performa yang didapat akan menyamai performa yang ditawarkan oleh laptop seri TUF Gaming apalagi ROG series.

 

Dari sisi media penyimpanan, sebuah SSD berkecepatan tinggi dengan interface PCIe 3.0 x4 mampu menawarkan performa yang sangat cepat. Dari pengujian yang kami lakukan, kecepatan baca tulisnya bisa mencapai di atas 3GBps dan 2GBps. Ini tentunya akan membuat laptop dapat menyelesaikan booting dengan sangat cepat dan loading aplikasi dengan sangat gegas.

Bagaimana dengan performa baterainya? Lewat aplikasi PCMark 10 yang melakukan simulasi pekerjaan modern office, alias mensimulasikan laptop untuk menjalankan aplikasi office sehari-hari, kami melakukan pengujian.

 

Ternyata, dari kondisi baterai terisi penuh, dengan default setting brightness dan performance mode, laptop mampu bekerja selama 8 jam 21 menit sampai baterainya tinggal tersisa 3 persen saja. Tentunya ini sudah sangat mencukupi untuk mereka yang bekerja di kantor, selama 8 jam sehari atau bekerja di perjalanan.

Jangan khawatir saat bekerja secara wireless. Laptop ini sudah mendukung Wi-Fi kelas Gigabit serta dilengkapi teknologi yang disebut sebagai ASUS Wi-Fi Master. Pengguna bisa menikmati transfer data kecepatan tinggi dan streaming data dengan stabil dari jarak yang lebih jauh.

 

Teknologi eksklusif ini menawarkan kecepatan hingga 12 kali lebih cepat, mendukung MU-MIMO dual-band 802.11ac dengan kecepatan hingga 1.734Mbps. Artinya, pengguna bisa melakukan streaming video FullHD dari YouTube, misalnya, dari jarak hingga 300 meter atau lebih. Dan jika Anda menggunakan perangkat USB 3, yang bisa menyebabkan interferensi, streaming YouTube tersebut masih tetap dapat dilakukan dengan lancar hingga 225 meter dari router, atau 65 meter lebih jauh dibanding laptop biasa yang tidak punya fitur Wi-Fi Master.

 

Dari sisi audio, sertifikasi Harman Kardon merupakan jaminan kualitas. Apalagi tim pakar ASUS Golden Ear juga sudah melakukan tuning khusus agar suara yang dihasilkan menjadi sangat maksimal untuk berbagai konten. Volume bisa diset maksimal tanpa mengorbankan kualitas suara sekaligus di saat yang sama, efek surround akan lebih nyata dibandingkan dengan laptop lain yang punya ukuran sama.

 

Kesimpulan

Sebagai sebuah laptop klasik ultra portabel, ZenBook 14 UX434 menghadirkan upgrade yang cukup signifikan dibanding generasi sebelumnya yakni ZenBook 14 UX433 yang hadir di awal tahun 2019 ini. Peningkatan performa dengan prosesor mutakhir Intel Core generasi ke-10, grafis yang lebih mumpuni berbasis Nvidia GeForce MX250, dan penggunaan SSD yang sangat cepat, menjadi kelebihan utama.

 

Hadirnya ScreenPad 2.0, menggantikan NumberPad, merupakan terobosan lebih lanjut. Kini pengguna dapat bekerja secara lebih produktif dengan adanya layar kedua yang bisa digunakan untuk berbagai kebutuhan. Tak hanya untuk pekerjaan, hiburan pun akan lebih nikmat dengan adanya layar tambahan Super IPS resolusi FullHD+ tersebut.

Review ASUSPRO P5440U, Laptop untuk Produktivitas

Bagi pebisnis atau eksekutif sebuah perusahaan, waktu adalah hal yang paling berharga. Mereka pun dituntut harus bisa bekerja di mana saja bahkan ketika sedang dalam perjalanan bisnis seperti di pesawat atau kereta api. Untuk itulah mereka harus dibekali dengan sebuah perangkat yang bisa menunjang semua kebutuhan pekerjaannya.

Hanya mengandalkan smartphone tentu tidak akan optimal karena fungsinya yang terbatas. Laptop adalah salah satu perangkat yang paling bisa diandalkan saat ini agar bisa bekerja secara nyaman dan optimal untuk saat ini. Namun, tidak semua laptop bisa diandalkan untuk bekerja. Tentu saja Anda tidak ingin membawa laptop besar, tebal, dan berat atau laptop dengan performa minim untuk bekerja bukan?

Permasalahan tersebutlah yang ingin dijawab oleh ASUSPRO P5440U. Laptop dari ASUS yang dirancang khusus untuk keperluan profesional dan bisnis ini hadir dengan bodi yang cukup ramping dan ringan, sehingga mudah dibawa bepergian. Satu lagi yang tidak kalah penting adalah laptop ini sudah dilengkapi dengan berbagai fitur khusus untuk memudahkan dan memberikan produktivitas lebih kepada para penggunanya yang merupakan pebisnis atau profesional dengan kegiatan padat dan sering bekerja secara mobile.

Desain Simpel, Fleksibel, dan Tetap Kokoh
ASUSPRO P5440U menggunakan desain ultraportable yang dirancang khusus agar penggunanya bisa lebih produktif di mana saja. Selain hadir dengan desain simpel yang memperlihatkan nuansa profesional, laptop ini juga memiliki bodi yang sangat tangguh. Selain itu, ASUSPRO P5440U memiliki layar dengan bezel yang tipis sehingga keseluruhan ukuran bodinya dapat hadir lebih ringkas. Itulah salah satu alasan mengapa laptop ini sangat mudah dibawa bepergian.

Kembali ke layar, ASUSPRO P5440U menggunakan desain bodi dengan layar yang bisa dibentangkan hingga 180 derajat sehingga mempermudah penggunanya untuk bekerja di berbagai posisi. Desain layar tersebut juga bisa digunakan untuk kebutuhan bekerja secara kolaboratif dan memungkinkan banyak orang untuk melihat konten yang ditampilkan.

Layar ASUSPRO P5440U sendiri menggunakan panel LED berukuran 14 inci beresolusi Full HD (1920×1080 pixel). Layar tersebut sudah dilengkapi fitur anti-glare sehingga kontennya tetap bisa terlihat meski layar terpapar cahaya. Hal tersebut sangat penting mengingat laptop ini ditujukan untuk bekerja secara mobile di berbagai kondisi, termasuk kondisi outdoor yang terpapar cahaya.

Sebagai laptop yang dirancang khusus untuk pengguna profesional yang sering bepergian, tentunya laptop ini harus nyaman ketika digunakan. Selain memiliki desain yang ergonomis, ASUSPRO P5440U juga memiliki keyboard yang didesain khusus agar penggunanya nyaman ketika mengetik.

Keyboard di laptop ini memiliki key pitch sebesar 19,05mm dan dish key 0,15mm, membuat jari dengan mudah dapat beradaptasi pada posisi setiap tombolnya. Agar lebih nyaman, keyboard di ASUSPRO P5440U hadir dengan key travel 1,5mm. Key travel tersebut memberikan sensasi mengetik yang pas, jadi tekanan tombolnya tidak terlalu dangkal dan tidak terlalu dalam.

Keyboard ASUSPRO P5440U telah dilengkapi dengan backlight yang tingkat kecerahannya dapat diatur langsung melalui tombol di keyboard. Fitur backlight di keyboard juga sangat penting untuk laptop penunjang produktivitas seperti ASUSPRO P5440U. Bayangkan ketika Anda harus bekerja saat perjalanan malam hari di pesawat yang cahayanya sangat terbatas. Kehadiran fitur backlight pada keyboard memungkinkan Anda untuk tetap dapat melihat semua tombolnya meski dalam keadaan gelap.

Yang paling menarik dari desain bodi ASUSPRO P5440U adalah bobotnya yang tergolong cukup ringan. Dengan fitur yang sudah disebutkan sebelumnya, ASUSPRO P5440U hanya memiliki bobot 1,23 kilogram saja. Tidak hanya itu, laptop ini juga cukup tipis dengan ketebalan berada di angka 18,5 milimeter. Tidak heran jika laptop ini merupakan salah satu laptop kelas enterprise paling ringkas dan ringan yang dimiliki oleh ASUS saat ini.

Konektivitas Super Lengkap untuk Produktivitas
Salah satu syarat sebuah laptop menyandang gelar sebagai laptop bisnis atau enterprise adalah kelengkapan konektivitasnya. Berbeda dengan konsumen biasa, pengguna di kalangan bisnis dan enterprise membutuhkan beragam konektivitas khusus untuk terhubung ke berbagai perangkat kustom.

Untuk itulah, ASUSPRO P5440U dibekali dengan segudang konektivitas. Tidak hanya konektivitas standar seperti USB dan WiFi, laptop ini juga dilengkapi dengan HDMI dan USB Type-C yang sangat fleksibel. Agar bisa terhubung dengan berbagai peripheral, ASUS menghadirkan beragam aksesori tambahan seperti USB to LAN dan USB Type-C to VGA converter.

ASUS juga memiliki perangkat bernama SimPro Docking yang dapat mengubah ASUSPRO P5440U menjadi memiliki konektivitas sekelas PC desktop. Tentu saja perangkat ini dijual terpisah dan tidak termasuk dalam paket penjualan ASUSPRO P5440U. Namun dengan perangkat ini, Anda bisa menghubungkan dua monitor tambahan.

ASUSPRO P5440U juga mudah untuk di-upgrade. Pengguna laptop ini dapat mengakses slot RAM dan penyimpanan dengan mudah. Kapasitas RAM ASUSPRO P5440U adalah 16GB dengan opsi dua penyimpanan melalui slot M.2 dan slot SATA yang tersedia.

Windows 10 Pro dan Sistem Keamanan Mumpuni
Sebuah laptop kelas enterprise juga memiliki perbedaan dari sisi software dan sistem keamanannya. ASUSPRO P5440U sendiri menggunakan sistem operasi Windows 10 Pro, bukan Windows 10 Home yang biasanya terdapat di laptop kelas konsumen biasa. Windows 10 Pro memiliki beragam fitur tambahan untuk pengguna profesional yang tidak ada di varian Windows 10 lainnya.

Di Windows 10 Pro, Anda akan mendapatkan beragam fitur eksklusif termasuk sistem keamanan canggih. Fitur eksklusif tersebut di antaranya adalah Domain Join, Group Policy Management, Bitlocker, Enterprise Mode Internet Explorer (EMIE), Assigned Access 8.1, Remote Desktop, Client Hyper-V, dan Direct Access. Sebagain besar merupakan fitur yang kerap digunakan di lingkungan perusahaan.

Assigned Access 8.1 misalnya. Fitur tersebut memungkinkan administrator untuk memblokir aplikasi tertentu agar tidak bisa digunakan oleh pengguna di User Account lainnya. Fitur lainnya seperti BitLocker membuat laptop ini semakin aman dengan mengenkripsi data yang ada di dalamnya. BitLocker bahkan merupakan salah satu fitur enkripsi data yang paling canggih saat ini.

Jika Anda bekerja dengan fasilitas cloud Microsoft Azure, Windows 10 Pro merupakan pilihan yang tepat. Sistem operasi ini sudah mendukung fitur seamless connectivity untuk Azure Active Directory. Bahkan Windows 10 Pro memiliki Business Store for Windows 10.

Keamanan juga nbukan hanya dari sisis software, tetapi juga hardware. ASUSPRO P5440U sudah dilengkapi dengan pembaca sidik jari alias fingerprint yang sudah terintegrasi dengan fitur Windows Hello. Dengan demikian, Anda tidak perlu lagi mengetik password untuk login ke dalam sistem. Cukup tempelkan jari ke fingerprint-nya dan Anda akan masuk ked alam sistem secara instant.

Performa Andal Untuk Produktivitas
Berbicara soal performa, ASUSPRO P5440U memang bukan perangkat untuk menjalankan pekerjaan super berat atau bahkan bermain game. Ia merupakan laptop yang dirancang khusus sebagai penunjang produktivitas dan perangkat bekerja secara mobile. Meski demikian, ASUS menghadirkan hardware yang bisa dikatakan sangat mumpuni. Berikut ini spesifikasinya:

Dimulai dari prosesor yang diusung, ASUSPRO P5440U ditenagai oleh prosesor Intel Core generasi ke-8 dengan opsi hingga Intel Core i7-8550U. Prosesor dengan 4 core dan thread tersebut memiliki kecepatan pemrosesan hingga 4GHz dan cache sebesar 8MB. Performanya cukup bagus dan untuk lebih jelasnya dapat dilihat dari hasil benchmark berikut ini.

ASUSPRO P5440U didukung oleh RAM DDR4 berkapasitas hingga 8GB. Melaui kapasitas tersebut, penggunanya bisa bekerja secara multitasking tanpa hambatan. Ditambah dengan penggunaan M.2 SSD, ASUSPRO P5440U juga semakin gesit. Selain memiliki durabilitas lebih tinggi, SSD juga memiliki performa lebih kencang dari hard-disk sehingga aplikasi bisa berjalan lebih gesit.

ASUSPRO P5440U memang tidak hadir dengan chip grafis tambahan dan hanya mengandalkan chip grafis terintegrasi (integrated graphics). Meski demikian, performa grafisnya cukup mumpuni sebagai penunjang produktivitas sehari-hari. Bahkan laptop ini masih bisa dihubungkan dengan dua monitor tambahan melalui perangkat docking khusus.

Performa pengolahan grafis 3D di laptop ini juga cukup bagus dengan hasil benchmark yang cukup memuaskan untuk sebuah laptop bisnis yang sangat portabel. Untuk lebih jelasnya, berikut adlaah hasil benchmark performa grafisnya.

Sebagai laptop yang dirancang khusus untuk dibawa bepergian, ASUSPRO P5440U hadir dengan baterai andal yang bisa bertahan cukup lama. Berdasarkan pengujian menggunakan PCMark 8, laptop ini dapat bertahan selama kurang lebih 5,5 jam dengan kondisi WiFi aktif, mode battery life, dan tingkat kecerahan layar 50%.

Kesimpulan
ASUSPRO P5440U memang didesain khusus untuk para pebisnis, profesional, dan untuk bekerja. Laptop ini bukan untuk bermain atau bahkan hanya sekadar menikmati konten multimedia saja. Hal tersebut dapat dilihat dari spesifikasi dan fitur yang ditawarkan, dimana sebagian besar memang ditujukan untuk kebutuhan bisnis.

Hadir dengan bentuk yang ringkas dan ringan, ASUSPRO P5440U dapat dijadikan sebagai perangkat andalan untuk bekerja secara mobile. Performanya juga sangat mumpuni untuk membuka berbagai aplikasi kantoran dan bekerja secara multitasking. Sementara daya tahan baterainya cukup untuk bekerja secara mobile.

Review Asus Zenfone 4 Max ZC520KL

Melengkapi Zenfone 4 Max Pro ZC554KL, Asus juga meluncurkan Zenfone 4 Max menjelang penghujung tahun 2017 lalu. Asus Zenfone 4 Max merupakan varian dengan bodi yang lebih kompak namun tetap menawarkan daya tarik baterai yang besar seperti ciri khas seri Zenfone Max.

Desain

Asus Zenfone 4 Max masih memiliki desain yang sangat identik dengan Zenfone 4 Max Pro. Smartphone ini memiliki material aluminium yang membuatnya terasa kokoh. Meskipun begitu, terkadang PCplus merasa bodinya sedikit terasa licin. Untungnya di dalam paket penjualannya Asus juga memberikan sebuah softacse untuk memberikan sedikit perlindungan tambahan buat bodi smartphone ini.

Posisi tombol navigasi pun tetap sama, tombol back di kiri dan task switcher di sebelah kanan. Tombol home di bagian tengah juga berfungsi sebagai pemindai sidik jari. Pemindai sidik jari ini memiliki kinerja yang cukup baik dan responsif untuk membuka kunci layar.

Jika Zenfone 4 Max Pro memiliki layar 5,5 inci dengan resolusi 720 x 1280 pixel, maka Zenfone 4 Max memiliki bodi yang lebih kompak. Smartphone ini memiliki layar berdiagonal 5,2 inci dengan resolusi 720 x 1280 pixel. Dengan layar yang lebih kecil, maka smartphone ini terasa lebih kompak dan lebih nyaman saat digunakan dengan satu tangan.

Spesifikasi

Asus Zenfone 4 Max masuk ke segmen entry-level. Diposisikan di bawah Zenfone 4 Max Pro, smartphone ini juga memiliki spesifikasi yang lebih sederhana. Smartphone ini menggunakan chip Qualcomm Snapdragon 425 dengan RAM sebesar 3 GB.

Untuk kapasitas memori penyimpanannya, smartphone ini memiliki penyimpanan internal sebesar 32 GB. Selain itu, masih tersedia tambahan selot kartu memori microSD yang mendukung hingga 128 GB.

Hasil pengujian Asus Zenfone 4 Max ini bisa diilihat pada gambar-gambar berikut.

Menggunakan chip Snapdragon 425 yang merupakan prosesor quad-core, kinerja smartphone ini berada di bawah Zenfone 4 Max Pro yang menggunakan prosesor octa-core Snapdragon 430. Namun kinerjanya secara umum masih mumpuni untuk menjalankan berbagai aplikasi sehari-hari seperti email dan media sosial. Sedangkan untuk bermain game, smartphone ini masih mampu untuk menjalankan hampir seluruh game yang ada di Play Store, kecuali game-game berat yang membutuhkan spesifikasi tingi.

Baterai besar merupakan salah satu daya tarik utama yang ditawarkan oleh Asus Zenfone 4 Max. Smartphone ini memiliki baterai sebesar 4.100 mAh atau sedikit lebih kecil dibandingkan baterai Zenfone 4 Max Pro yang sebesar 5.000 mAh. Kapasitas baterainya membuat smartphone ini bisa bertahan seharian untuk penggunaan sehari-hari.

Selain itu, fitur Reverse Charging juga hadir pada smartphone ini. Fitur ini dapat kamu manfaatkan untuk menggunakan baterai pada smartphone ini untuk mengisi daya baterai perangkat lain dengan menggunakan kabel USB on-the-go (OTG) yang disediakan.

Kamera

Sama seperti varian saudaranya yang berlayar lebih besar, Zenfone 4 Max juga memiliki konfigurasi kamera ganda. Ya, kamera ganda juga menjadi salah satu fitur utama yang ditawarkan pada Zenfone 4 Max ini. Kamera belakangnya menggunakan konfigurasi yang sama dengan Zenfone 4 Max Pro, yaitu kamera pertama dengan sensor 16 mega pixel dengan lensa 26 mm, dan kamera kedua dengan sensor 5 mega pixel dan lensa lebar 12 mm dengan sudut pandang 120 derajat.

Sedangkan kamera depannya memiliki resolusi 16 mega pixel. Untuk melakukan selfie, tersedia lampu LED flash yang ada di bagian depan.

Memiliki konfigurasi yang sama dengan Zenfone 4 Max Pro, maka kamera Zenfone 4 Max ini juga mempunyai kualitas foto yang sangat mirip dengan saudaranya. Menggunakan kamera belakang utama, hasil fotonya terbilang bagus di kondisi terang dan cukup baik di kondisi minim cahaya. Sedangkan kamera belakang keduanya terasa kurang baik di kondisi minim cahaya. Absennya fungsi image stabilziation pada kameranya membuat kamu perlu memegang smartphone ini dengan stabil saat harus memotret di kondisi minim cahaya.

Soal fitur, kamera pada Zenfone 4 Max ini cukup lengkap. Tersedia berbagai modus pengambilan gambar termasuk modus Pro untuk mengambil foto dengan pengaturan manual. Kemudian tersedia juga berbagai filter efek menarik yang bisa diaplikasikan instan saat memotret.

Fitur dan Aplikasi

Saat PCplus melakukan pengujian, Asus Zenfone 4 Max menggunakan sistem operasi Android 7.1.1 Nougat yang dilapis dengan antarmuka ZenUI 4.0. Tersedia beberapa aplikasi seperti Mobile Manager dan Power Master untuk membantu kamu dalam mengelola penggunaan smartphone ini.

Kemudian, tersedia juga aplikasi SelfieMaster. Aplikasi ini bisa kamu gunakan untuk melakukan siaran langsung ke beberapa media sosial seperti Facebook dan Instagram dengan menggunakan efek beautification yang tersedia.

Kesimpulan

Asus Zenfone 4 Max merupakan varian keluarga Zenfone 4 yang paling terjangkau yang ada di pasaran saat ini. Dengan harga R2.299.000, Anda akan mendapatkan sebuah smartphone dengan kamera ganda dan baterai yang besar untuk menunjang kegiatan kamu sehari-hari.

Kinerjanya memang kurang gegas untuk bermain game, namun untuk kebutuhan lain, Asus Zenfone 4 Max ini masih mampu memberikan kinerja yang cukup mumpuni.

Plus: Kapasitas baterai besar, kamera ganda, ada pemindai sidik jari, harga terjangkau, bodi kompak

Minus: Kinerja kurang cepat, kualitas kamera agak kurang, bodi terasa agak licin

Review Western Digital My Passport Ultra

Bagi mahasiswa atau pekerja kantoran, sebuah hard disk eksternal mungkin menjadi salah satu perangkat yang perlu untuk dimiliki untuk menyimpan berbagai data penting dan membawanya kemana-mana dengan mudah. Dengan kapasitasnya yang besar, hard disk eksternal saat ini tetap memegang peranan yang penting walaupun telah banyak layanan cloud yang tersedia saat ini.

Bicara soal hard disk eksternal, Western Digital memiliki sebuah hard disk eksternal yang tak hanya memiliki kapasitas besar, tapi juga desain yang ringkas dan modern, yaitu Western Digital My Passport Ultra. Kesan modern hadir pada penggunaan bahan plastik yang dilapis sedemikian rupa sehingga terlihat seperti metal. Lalu untuk membuat tampilannya semakin keren, bodinya terbagi menjadi dua bagian. Bagian atas memiliki desain polos dengan lapisan matte, sedangkan bagian bawahnya berpola diagonal.

Western Digital My Passport Ultra tersedia dalam empat pilihan kapasitas yang bisa kamu pilih sesuai dengan kebutuhan kamu. Hard disk eksternal ini tersedia dalam pilihan kapasitas 1 TB, 2TB, 3 TB, dan 4 TB. Unit yang PCplus terima memiliki kapasitas sebesar 1 TB. Bodinya sendiri kompak dan tipis dengan ketebalan sekitar 13,5 mm. Sedangkan untuk kapasitas lainnya, bodinya sedikit lebih tebal, yaitu 21,5 mm.

Walaupun memiliki bodi yang tipis dan ringan, kamu tidak perlu khawatir soal proteksi pada perangkat ini. Ya, di dalamnya, Western Digital My Passport Ultra ini telah dilengkapi dengan semacam bantalan khusus yang dapat mengamankan hard disk dari guncangan saat kamu bawa kemana-mana. Namun karena tidak dilengkapi dengan proteksi tambahan di bodi luarnya, kamu tetap perlu berhati-hati agar hard disk ini tidak terkena benturan keras maupun terjatuh.

Western Digital My Passport Ultra menggunakan koneksi USB 3.0 dengan kabel yang telah tersedia dalam paket penjualannya. Sebagai indikator operasional, terdapat sebuah lampu berwarna putih yang menandakan perangkat ini sedang bekerja.

Bicara kinerjanya, Western Digital My Passport Ultra ini memiliki kinerja yang terbilang baik. Melalui sejumlah pengujian yang dilakukan oleh PCplus, hard disk eksternal ini mampu mencatatkan kecepatan baca tulis yang terbilang cepat. Untuk penggunaan sehari-hari pun seperti backup maupun menjalankan file besar langsung dari perangkat ini, kinerjanya juga terbilang bagus. Untuk mendapatkan kecepatan transfer data yang maksimal, tentunya perangkat ini harus dihubungkan ke komputer yang juga memiliki port USB 3.0.

Untuk melindungi serta mengamankan data dari kerusakan atau akses pihak yang tidak bertanggung jawab, Western Digital juga telah menyediakan beberapa aplikasi tambahan yang telah tersedia di dalam hard disk eksternal ini.

Jika kamu sedang mencari sebuah hard disk eksternal untuk menunjang aktivitas kamu sehari-hari, serta untuk kebutuhan penyimpanan tambahan seperti backup, Western Digital My Passport Ultra ini bisa menjadi sebuah pilihan yang baik. Kinerjanya yang kencang didukung bodinya yang keren dan ramping membuat hard disk eksternal ini dapat menjadi sarana penampung berbagai data yang mudah diakses di mana saja.

Plus:

  • Bodi tipis dan ringan
  • Kinerja terbilang cepat
  • Ada dukungan aplikasi tambahan untuk backup

Minus:

  • Bodinya mudah kotor

Spesifikasi Western Digital My Passport Ultra

Konektor: USB 3.0
Kapasitas: 1 TB (tersedia kapasitas 2 TB, 3 TB, 4 TB)
Dimensi: 110 x 81,5 x 13,5 mm
Website: www.wdc.com
Harga (kisaran): Rp900.000

Review Asus Zenfone 4 Selfie ZD553KL

Jakarta, PCplus. Seakan tak ingin tertinggal di industri smartphone khusus selfie yang semakin marak di pasaran Indonesia, Asus kembali merilis smartphone yang diciptakan bagi penggemar swafoto tersebut. Setelah menghadirkan varian Asus Zenfone 2 Selfie alias generasi pertama smartphone selfie di tahun 2015 lalu, kini Zenfone Selfie kembali hadir di jajaran Zenfone 4 series.

Tidak seperti pendahulunya, yang hadir sendirian dan memiliki masa jual yang cukup panjang, sekitar 2 tahun umurnya, Asus kini menghadirkan dua model Zenfone Selfie. Salah satunya adalah Zenfone 4 Selfie ZD553KL. Ditujukan untuk pengguna mainstream, tampaknya varian ini akan menjadi smartphone swafoto pilihan menarik bagi penggemar selfie. Berikut ini akan kita kupas sedikit terkait Asus Zenfone 4 Selfie ZD553KL.


Desain
ASUS ZenFone 4 Selfie menggunakan desain berbasis aluminium alloy dengan bahan polycarbonate dengan metallic finish. Penggunaan material yang kuat ini membuatnya nyaman dalam genggaman. Metode pembungkus jenis unibody membuat smartphone ini semakin tampak elegan.

Dari sisi body, ZenFone 4 Selfie ZD553KL diberi finishing permukaan yang diamplas menggunakan partikel berukuran 0,125 milimeter, serta sudut dan tepian yang membulat lembut. Material dengan penampilan premium ini tidak hanya membuat smartphone tampak cerdas, tetapi juga membuatnya punya daya tahan yang lebih baik.

Meski demikian, jika telapak tangan kita kering, memegang material casing seperti ini kadang terasa licin. Namun jika telapak tangan berkeringat, kadang pula casing terlihat jorok. Untuk alasan ini, Asus sudah menyediakan jelly case tambahan berwarna bening transparan agar warna Zenfone 4 Selfie tersebut tidak tertutupi.


Untuk menambah kenyamanan saat disentuh, layar depan Asus ZenFone 4 Selfie ZD553KL juga menggunakan kontur yang disebut dengan 2.5D. Kontur yang membulat sangat halus ini menghasilkan teknik manufaktur yang sangat presisi. Sudut dengan kontur 2.5D itu, tak hanya membuat smarthone tampak lebih cantik, tetapi juga membantu layar kaca berpadu sempurna dengan diamond cut metallic chamfered edge dan menambah kenyamanan saat menggenggam unitnya.

Pada ZenFone 4 series, termasuk ZenFone 4 Selfie ZD553KL, Asus telah memindahkan fingerprint sensor ke bagian depan smartphone. Sensor yang berfungsi sekaligus sebagai tombol home tersebut didesain dengan manis dengan lis metallic di sekelilingnya. Tak perlu ditekan, cukup disentuh, maka tombol tersebut sudah dapat langsung membuka kunci smartphone atau menuju ke home screen kurang dari 1 detik.

Fitur
Asus ZenFone Selfie yang menjadi salah satu anggota ZenFone 4 series ini memilik dua buah kamera depan. Penggunaan dua kamera tersebut merupakan peningkatan yang sangat signifikan. Selain dari jumlah kamera yang digunakan, resolusi sudah ditingkatkan. Adapun dua buah kamera yang disediakan sendiri memperluas kemungkinan apa yang bisa pengguna lakukan saat memotret selfie dengan kamera depan yang bersangkutan.

ZenFone 4 Selfie merupakan perangkat yang ideal untuk digunakan mengambil swafoto mandiri dan juga group atau wefie. Kedua kamera depan yang dimiliki sendiri memiliki fungsi yang berbeda. Tujuannya adalah agar penguna bisa mendapatkan foto selfie terbaik untuk segala situasi, baik sendiri ataupun bersama dengan teman-teman.


Kedua kamera tersebut salah satunya adalah kamera depan resolusi tinggi, yakni 20 megapixel yang mampu memproduksi selfie dengan detail yang sangat baik. Kamera ini dipasangkan dengan sebuah kamera depan wide angle hingga 120 derajat yang sangat ideal untuk mengambil foto group selfie atau wefie dengan latar belakang pemandangan yang luas.

Adapun untuk kamera belakang, ia punya resolusi 16MP. Dengan aperture f/2.0, kamera tersebut cukup baik untuk digunakan saat memotret dalam kondisi pencahayaan kurang. Namun demikian, Asus juga sudah melengkapinya dengan dual tone LED flash untuk memaksimalkan hasil foto saat kondisi redup. Adapun sudut pandanga kamera ini mencapai 80 derajat.

Spesifikasi
Sebelum membahas lebih lanjut, kita bahas sedikit spesifikasi teknis utama dari ASUS ZenFone 4 Selfie ZD553KL. Smartphone ini memiliki jeroan mesin antara lain, CPU Qualcomm Snapdrgon 430 octa-core up to 1.4GHz (8x ARM Cortex A53), GPU Qualcomm Adreno 505, RAM 4GB, storage 64GB, layar resolusi HD, sistem operasi Android 7.1.1 yang dilapisi oleh user interface atau sistem antarmuka ZenUI 4.0. Berikut ini spesifikasi lengkapnya:


Berhubung menggunakan desain unibody, ZenFone 4 Selfie tidak dapat dibongkar pasang casingnya. Untuk itu, di sebelah kiri body tersedia Micro SD dan SIM card tray. Pengguna dapat memasang dua buah SIM card (nano SIM card) dan satu buah MicroSD sekaligus ke dalamnya untuk menambah kapasitas penyimpanan data.

Pada ASUS ZenFone 4 Selfie, pengguna tidak perlu mengorbankan salah satu kartu SIM untuk mendapatkan tambahan kapasitas penyimpanan via kartu MicroSD karena SIM tray pada smartphone ini bertipe triple slot. Tidak seperti sebelumnya, atau pada smartphone lain pada umumnya yang bertipe hybrid.
Kedua slot SIM card milik smartphone ini juga mendukung koneksi 4G dengan kecepatan download hingga 150Mbps. Adapun untuk MicroSD, kartu yang didukung oleh slot tersebut adalah SDXC hingga berkapasitas 2TB, kapasitas terbesar saat ini untuk sebuah kartu MicroSD.

Kamera
Seperti sudah disebutkan di atas, Asus ZenFone 4 Selfie ZD553KL merupakan smartphone khusus swafoto. Untuk itu, kelebihan utamanya adalah pada kamera depan yang menggunakan system dual camera. Kamera depan utama menggunakan resolusi 20MP dengan angle hingga 69 derajat dan kamera depan kedua menggunakan resolusi 8MP dengan angle sangat luas hingga 120 derajat.

Pada kamera belakang, Asus menempatkan sebuah kamera 16MP dengan sudut pandang hingga 80 derajat. Berikut ini contoh hasil foto menggunakan Zenfone 4 Selfie ZD553KL:

Kamera Depan Utama

Kamera Depan (Portrait)

Kamera Depan (Low Light Condition)

Kamera Belakang (HDR)

Kamera Belakang (Manual Focus)

Performa
Berikut ini hasil pengujian dengan aplikasi-aplikasi benchmark populer seperti AnTuTu, 3D Mark, GeekBench dan PC Mark.

Dari pengujian dengan software AnTuTu, terlihat bahwa smartphone ini menawarkan performa yang memadai untuk ukuran smartphone mainstream masa kini. Demikian pula untuk aplikasi grafis yang ditunjukkan dengan software 3D Mark.


Performa single-core ataupun multi-core CPU yang digunakan, yakni Qualcomm Snapdragon 430 juga cukup baik. Tak ada masalah saat menjalankan aplikasi web, video editing, ataupun aplikasi umum secara multitasking.


Prosesor Qualcomm Snapdragon 430 yang digunakan, yang bekerja pada kecepatan 960MHz sampai 1,4GHz tergantung load yang sedang diberikan, menawarkan efisiensi yang cukup baik. Terlihat, jika smartphone sedang dalam kondisi idle, ia akan mematikan sebagian besar core yang dimiliki. Dan core yang aktif pun akan bekerja pada kecepatan terendah.

Hasilnya, baterai sebesar 3000mAh yang digunakan menawarkan masa aktif hingga 10 jam lebih saat digunakan untuk bekerja secara multi-tasking. Jika penggunaan Anda tidak terlalu intens, baterainya tentu akan bertahan jauh lebih lama.

Tak lengkap rasanya kalau kita tidak mencoba bermain game di smartphone untuk mengetahui performanya. Kali ini, game yang kita mainkan adalah Sim City dan Mobile Legends.

Memainkan game 3D casual seperti Sim City, Asus Zenfone 4 Selfie ZD553KL dapat melakukannya dengan tanpa masalah. Tampilan sangat smooth dan gameplay pun terasa menyenangkan.

Pada game bergenre Multiplayer online battle arena (MOBA) yang sedang kekinian, yakni Mobile Legends, game juga dapat dimainkan dengan lancar. Saat bermain, PCplus tidak merasakan framerate drop atau lag. Namun tentunya, jika dimainkan dalam durasi yang relatif wajar, sekitar 1-2 jam sebelum device mulai terasa hangat jika bermain non stop, apalagi di luar ruangan.

Kesimpulan
Dari pengujian yang dilakukan di atas, terlihat bahwa Asus ZenFone 4 Selfie ZD553KL merupakan smartphone selfie yang sangat menarik. Ia punya performa yang cukup memadai dan efisiensi energi yang juga baik. Dari sisi kamera, fitur dual camera di bagian depan smartphone menawarkan opsi yang menarik saat pengguna akan mengambil foto-foto selfie. Baik di tempat yang terang ataupun yang berpencahayaan kurang memadai.

Lensa wide yang disediakan juga membuat kita bisa melakukan banyak eksperimen, termasuk saat akan memotret selfie beramai-ramai atau menggunakan Portrait Mode alias bokeh yang saat ini sedang marak. Kamera belakang smartphone ini juga menawarkan kemampuan foto yang cukup baik.

Secara keseluruhan, untuk sebuah smartphone kelas menengah, ASUS ZenFone 4 Selfie sangat tepat untuk segmen penggemar swafoto. Harganya yang juga relatif terjangkau, di Rp3,4 jutaan sangat sepadan dengan performa dan fitur yang ditawarkan.

Review Asus Zenfone 4 Max Pro ZC554KL

Asus memulai lini produk Zenfone generasi keempatnya di Indonesia dengan varian Zenfone 4 Max Pro. Pemilihan varian ini tentu bukan karena tanpa alasan. Dari tren yang sudah-sudah, pengguna, termasuk di Indonesia, membutuhkan smartphone dengan performa yang cukup memadai untuk berbagai aktivitas, punya baterai yang cukup kuat untuk digunakan seharian atau bahkan kalau bisa lebih, dan yang penting, harganya murah.

Untuk itu, Zenfone 4 Max Pro paling tepat dirilis lebih dulu dibanding varian Zenfone 4 lainnya. Spesifikasinya cukup lumayan. Baterainya sangat kuat, yakni 5.000mAh, serupa dengan Zenfone Max versi pertama yang juga digemari di Indonesia. Untuk harga, juga relatif terjangkau untuk ukuran sebuah smartphone mainstream saat ini.

Zenfone 4 Max Pro ini sendiri ditujukan untuk melanjutkan seri sebelumnya yakni Zenfone 3 Max ZC553KL. Tetapi apakah teknologi terbarunya lebih baik dibanding varian yang baru 7 bulan lalu dirilis? PCplus kembali berkesempatan untuk mencoba-coba varian smartphone Asus terbaru ini. Berikut ini ulasannya:

Desain
Sepintas, Asus Zenfone 4 Max Pro ZC554KL tampak serupa dengan varian Asus Zenfone Zoom S. Dari sisi material pembuatan, desain dan juga warna body yang disediakan. Varian Deepsea Black dari Zenfone 4 Max Pro warnanya sama dengan Navy Black milik Zenfone Zoom S. Dari sisi material, juga sama. Bagian belakang body Zenfone 4 Max Pro berdesain premium metal unibody dengan bahan aluminium alloy.

Pemilihan bahan tersebut membuatnya terasa lebih kokoh saat digenggam. Finishingnya yang sandblasted tampak apik namun berdampak licin jika tidak dipegang erat. Tetapi masalah tersebut sudah diantisipasi oleh ASUS dengan menyediakan soft jelly case bening pada paket penjualannya. Selain agar tidak licin, soft case ini juga tentunya sekaligus berfungsi untuk meminimalisir baret atau penyok jika tidak sengaja terjatuh.

Di bagian belakang, pada body smartphone juga kini tidak dilengkapi dengan fingerprint sensor. Asus memindahkannya ke bagian depan agar semakin memudahkan untuk disentuh, pemindahan tempat ini juga membuat bagian belakang casing yang full aluminium tersebut tampak lebih rapi dan hanya menyisakan kamera di sudut kiri atas, LED flash serta antenna line.

Di bagian depan, Asus menempatkan kamera di sebelah atas, tepatnya di sisi voice call speaker output. Soft LED flash sendiri ditempatkan lebih ke sisi kanan dan tidak terlalu berdekatan dengan lensa kamera untuk meminimalisir efek bocornya cahaya. Sama seperti varian Zenfone 3 Max, ia juga punya desain 2.D curved glass sehingga tampak lebih manis dan nyaman digenggam karena semakin melengkung dan tak bersudut.

Layar smartphone ini juga masih dikelilingi oleh bezel, yang cukup tipis namun cukup tebal untuk menghindari benturan langsung pada layar saat smartphone terjatuh. Ini cukup penting mengingat karakteristik pengguna Zenfone Max series seharusnya adalah pengguna yang banyak melakukan aktivitas di luar ruangan dan sering berada di perjalanan.

Di bagian bawah, fingerprint sensor ditempatkan di bagian tengah. Ukurannya cukup besar dan juga berfungsi sekaligus sebagai tombol home yang cukup digunakan dengan sentuhan. Di sisi kiri dan kanannya terdapat soft button back dan recent apps. Tetapi sama seperti varian Zenfone 3 Max dan smartphone Asus yang sudah-sudah, soft button ini tanpa LED backlight.

Spesifikasi
Asus Zenfone 4 Max Pro menggunakan prosesor Qualcomm Snapdragon 430 yang punya performa memadai untuk aktivitas rata-rata sehari-hari. Ia diperkuat oleh grafis Qualcomm Adreno 505 yang menawarkan performa grafis yang cukup untuk menjalankan aplikasi grafis 3D, punya RAM sebesar 3GB dan storage 32GB. Relatif standar untuk ukuran smartphone mainstream saat ini. Berikut spesifikasi teknis lengkapnya:

Mulai Zenfone 4 series, Asus sudah meninggalkan hybrid SIM tray dan menggunakan triple slot untuk menampung dua buah SIM card plus sebuah microSD card. Penggunaan triple slot ini tentu sangat menguntungkan bagi pengguna karena ia tidak lagi harus mengorbankan salah satu SIM card ataupun microSD dan bisa menggunakan ketiganya sekaligus.

Yang menarik, saat menggunakan dua buah SIM card, kombinasi terbaik yang dimungkinkan untuk terhubung ke jaringan adalah 4G plus 3G, di slot manapun yang digunakan. Ini sangat bermanfaat karena kombinasi 4G plus 2G sudah kurang menguntungkan karena operator GSM sudah mulai meninggalkan jaringan 2G dan komunikasi voice berbasis 3G menawarkan kualitas yang lebih baik.

Saat terhubung ke jaringan 4G, secara teknis, Zenfone 4 Max Pro menawarkan teknologi LTE Cat 4 yang secara teknis smartphone mampu menyediakan kecepatan upload hingga 50Mbps dan download hingga 150Mbps. Tentunya tergantung operator GSM yang digunakan serta tingkat kepadatan BTS di kawasan yang bersangkutan.

Kamera
Pada semua varian Zenfone generasi ke-4, Asus berjanji menempatkan sistem dual camera. Baik di belakang ataupun di depan. Berhubung Zenfone 4 Max Pro bukan ditujukan bagi para penggemar swafoto, mereka menempatkan sistem dual camera di belakang body smartphone.

Pada Zenfone 4 Max Pro, resolusi kamera depannya sebesar 16MP. Pada versi Zenfone 3 Max, resolusinya hanya 8MP. Kamera belakangnya tetap 16MP namun sayangnya kini tanpa dilengkapi Laser Auto Focus. Hanya Phase Detection Auto Focus tetapi masih tetap menawarkan fokus cepat hingga 0,03 detik dan sebuah LED flash.

Sebagai upgrade, Asus menyediakan kamera tambahan beresolusi 5MP yang bertujuan untuk mengambil foto wide angle, sampai 120 derajat. Saat akan memotret, pengguna cukup menekan tombol untuk memilih, apakah ingin menggunakan lensa 16MP biasa atau lensa wide.

Tak hanya dari sisi hardware, Asus juga sudah melakukan perubahan dari sisi software yakni PixelMaster Camera. Kalau dulu produsen asal Taiwan tersebut menyediakan amat banyak sekali fitur pemotretan, pada Zenfone 4 series ini mode pemotretannya disederhanakan. Hanya tinggal 7 saja yang tersedia pada kamera Utama Zenfone 4 Max Pro. Adapun kalau akan memotret dengan kamera wide, mode pemotretan yang bisa dipilih ada 5. Jika akan mengambil foto dengan kamera depan, hanya 4 opsi yang bisa dipilih.

Berkurangnya jumlah modus pemotretan di sini karena beberapa fungsi, misalnya seperti low light mode dan HDR kini sudah diintegrasikan pada modus pemotretan Auto. Artinya, kalau kondisi pencahayaan redup, modus pemotretan Auto pun akan menghasilkan foto yang sama seperti saat menggunakan modus Low Light. Demikian pula saat memotret dengan kondisi pencahyaan silau dari arah belakang objek foto.

Mode pemotretan Selfie juga kini digabung dengan mode Beauty. Adapun mode pemotretan dengan efek kini berada di dalam modus pemotretan Auto. Slide ke kanan di bawah tombol shutter untuk menggunakannya. Mode Manual tidak ada? Tenang. Pada Zenfone 4 series, namanya kini menjadi mode Pro.

Berikut ini contoh hasil foto menggunakan kamera utama dan kamera wide milik Zenfone 4 Max Pro:

Dapat kita lihat, kamera wide sangat bermanfaat untuk mengambil foto pemandangan, atau mengambil foto wefie (kalau gemar melakukan selfie beramai-ramai). Akan ada lebih banyak objek yang tertangkap dalam frame karena kamera mengambil gambar dalam sudut yang sangat luas, hingga 120 derajat. Meski demikian, kamera wide kurang mampu menangkap objek dengan detail terutama di pemotretan indoor (atau dalam kondisi pencahayaan redup) karena resolusinya hanya 5MP dan aperture juga yang tidak sebaik milik kamera utama.

Baterai
Faktor utama yang membuat Zenfone 4 Max Pro unggul adalah dari sisi baterai dan teknologi yang disediakan. Dari sisi kapasitas, baterai sebesar 5.000mAh merupakan jaminan bahwa smartphone dapat digunakan dengan penggunaan wajar, minimal untuk satu-dua hari. Jika penggunaan tidak terlalu intensif, masa aktif baterai smartphone bisa mencapai 2-3 hari. Tentunya tergantung pada aktivitas yang dilakukan oleh pengguna smartphone.

Untuk memperpanjang masa aktif baterai yang sudah berkapasitas besar tersebut, Asus menyediakan beberapa metode efisiensi dari sisi software. Yakni dari opsi Battery modes, Battery-saving options dan juga lewat Auto-start Manager.

Dari Battery mode, pengguna bisa mengatur tipikal kinerja smartphone yang sangat erat kaitannya dengan pengurasan baterai. Kalau pengguna sedang akan bermain game 3D, tentu ia membutuhkan kinerja maksimal. Untuk itu, silahkan pilih opsi Performance. Namun pada opsi ini, kinerja baterai sangat boros. Kebalikannya, kalau ingin menghemat, silakan pilih opsi Super saving. Smartphone akan hanya dapat menerima panggilan masuk, SMS dan alarm. Seluruh jaringan lain dimatikan.

Pada opsi Battery-saving, pengguna bisa mematikan aplikasi yang tidak digunakan secara otomatis. Baterai aplikasi yang menguras baterai juga bisa dideteksi, sehingga pengguna bisa memilih untuk mematikannya. Bahkan tools ini juga bisa memblokir aplikasi agar tidak berjalan secara otomatis.

Lewat Auto-start manager, pengguna bisa memilih aplikasi apa saja yang secara otomatis dijalankan saat ia melakukan restart atau menyalakan smartphone mereka dari kondisi off.

Agar baterai tetap awet, Asus memperkenalkan teknologi yang disebut dengan 2x Lifespan. Teknologi ini memperpanjang umur baterai meski sudah diisi ulang hingga 500 kali. Seperti diketahui, baterai smartphone yang sudah digunakan selama setahun atau diisi ulang hingga ratusan kali akan mengalami penurunan kemampuan penyimpanan. Teknologi 2x Lifespan ditujukan untuk mengatasi masalah itu.

Performa
Berikut hasil pengujian software benchmark AnTuTu, Vellamo, Geekbench, 3D Mark, dan PC Mark.

Dapat kita ihat, performa Asus Zenfone 4 Max Pro sudah cukup baik untuk ukran smartphone mainstream terjangkau.

Prosesor Qualcomm Snapdragon 430 yang digunakan, khususnya saat bekerja secara penuh menggunakan seluruh core yang ada, menawarkan performa yang tidak jelek.

Menggunakan aplikasi benchmark PC Mark, smartphone ini mampu bekerja secara terus menerus menjalankan aplikasi kerja, bisnis dan secara multitasking selama minimal 20 jam. Dari battery statistic, dapat dilihat bahwa selama 17 jam non-stop menjalankan PC Mark, baterai masih tersisa sebanyak 20 persen dan dapat bertahan sekitar 4 jam lagi jika pola penggunaannya sama multitasking-nya seperti bagaimana PC Mark mempekerjakan smartphone.

Kesimpulan
Dari pengujian di atas, terlihat bahwa Asus Zenfone 4 Max Pro ZC554KL memang bukan sebuah smartphone yang ditujukan untuk “kebut-kebutan”. Seperti sudah disebut di atas, smartphone ini ditujukan untuk penggunaan harian yang pemiliknya tidak terlalu banyak fokus pada bermain game 3D, menjalankan aplikasi secara multitasking intensif ataupun fotografi profesional.

Smartphone ini dibuat untuk mereka yang butuh perangkat komunikasi mobile, punya performa memadai untuk aktivitas komunikasi umum baik voice ataupun data, tetapi dengan durabilitas baterai yang sangat baik. Untuk segmen pengguna tersebut, kami menjamin smartphone ini sudah lebih dari cukup. Apalagi banderol harganya relatif wajar. Tidak terlalu mahal.

Hadirnya dua kamera di belakang, yang dapat mengambil foto wide, kami nilai sebuah kelebihan yang menarik. Banyak foto-foto kreatif yang bisa diambil memanfaatkan kamera lensa wide tersebut kalau penggunanya gemar bereksperimen, apalagi menggunakan modus Pro. Namun demikian, dari sisi kualitas foto, tampaknya Asus masih harus berbenah. Seperti yang sudah-sudah, update software berikutnya mudah-mudahan akan mampu memperbaiki masalah ini.