Tag Archives: tablet PC

Review ASUS ExpertBook B3000 Detachable 2-in-1 Laptop

ASUS belum lama ini menghadirkan laptop detachable 2-in-1 mereka yakni seri ExpertBook B3000. Sesuai namanya, selain berfungsi sebagai laptop biasa, keyboard laptop bisa dilepas sehingga membuatnya berfungsi sebagai tablet.

Yang menarik, laptop yang sejatinya didesain untuk digunakan oleh para pelajar sekolah dasar tersebut juga menyediakan bundling ASUS pen stylus. Ketersediaan stylus semakin membuat para siswa bisa mempelajari banyak hal dengan cara yang lebih menarik dan interaktif.

Apalagi perangkat ini juga menggunakan sistem operasi Windows 11 yang lebih nyaman dan familier jika digunakan untuk bekerja dibandingkan dengan tablet berbasis Android.

Meski demikian, tak hanya pelajar sekolah saja yang akan diuntungkan oleh kehadiran laptop detachable ExpertBook B3000. Pengguna umum, khususnya mereka yang banyak bepergian namun membutuhkan alat bekerja mobile sekaligus perangkat multimedia, juga bisa memanfaatkan laptop ini. Apa alasannya? Mari kita bahas secara singkat:

Desain

Perangkat yang satu ini dimensinya sangat ringkas. Secara total, bodinya hanya berukuran 26.03 x 17.21 cm. Sangat mudah untuk dibawa-bawa oleh penggunanya ke manapun ia pergi.

Dari sisi layar, ukuran layarnya 10,5 inci dengan rasio aspek 16:10 yang lebih berguna untuk bekerja dibandingkan layar dengan rasio 16:9. Resolusinya pun sudah Full HD+ 1920 x 1200 pixel, cukup tinggi untuk menikmati konten multimedia.

Layarnya ini juga merupakan layar sentuh tentunya, yang punya tingkat kecerahan maksimal 320 nits dan akurasi warna 121% sRGB. Berhubung layar sentuh, pada paket penjualannya ia juga dilengkapi dengan stylus pen yang disimpan dalam garage yang berada di area kanan body tablet.

Dimensi tablet-nya juga tipis dengan ketebalan yang hanya 0,9 cm. Untuk para traveller, ia sangat mudah untuk diselipkan ke dalam tas. Adapun untuk para pelajar, ukurannya hanya sebesar buku tulis namun tentunya bisa menyimpan berbagai catatan, tugas sekolah sampai aplikasi edukasi.

Saat digunakan sebagai laptop, ExpertBook B3000 hadir dengan cover yang juga berfungsi sebagai kickstand untuk membuat layarnya dapat ditegakkan dengan sudut kemiringan berapapun sesuai kebutuhan. Dan kalau sedang butuh mode vertikal, kickstand yang tersedia juga akan menopang laptop hingga ia dapat berdiri tegak dengan kokoh.

Keyboard yang dipasangkan dengan konektivitas pogo pin magnetik juga akan sedikit terangkat di bagian belakang yang menempel ke layar laptop atau bodi tablet. Ini membuat perangkat menjadi lebih nyaman digunakan untuk mengetik karena lebih ramah pada pergelangan tangan dibandingkan dengan mengetik pada keyboard berposisi flat atau datar.

Saat menjadi tablet, pengguna tinggal melepas keyboard. Dan jika ingin lebih tipis lagi, cover kickstand bernama ExpertStand yang juga berfungsi sebagai pelindungnya juga bisa dilepas. Jika semuanya dilepas, tablet berbasis Windows 11 S Mode tersebut menjadi sangat ringan, dengan bobot hanya 0,59 kilogram saja.

Fitur

Dari sisi fitur, ASUS ExpertBook B3000 Detachable dilengkapi dengan ExpertBoard alias keyboard khusus yang bisa dipasang lepas ke tabletnya. Keyboard ini menarik. Selain menawarkan pengalaman mengetik yang cukup baik dengan travel distance 1,5 milimeter, keyboard tersebut juga menyediakan touchpad yang cukup lega untuk sebuah perangat berukuran mini.

Tak hanya itu, keyboard-nya ini juga memiliki fitur spill resistance. Seperti diketahui, kecelakaan penggunaan kerap terjadi, dan ExpertBoard siap untuk itu. ASUS mengklaim, keyboard bisa tahan terhadap tumpahan air dan dapat menampung hingga 60 cc cairan tanpa membahayakan.

Artinya, tumpahan air pada tombol keyboard dapat dengan mudah dialirkan, dibersihkan, dan dikeringkan lalu keyboard dapat digunakan kembali.

Yang menarik lagi, keyboard yang juga mengusung ErgoLift design tersebut dapat secara otomatis memiringkan keyboard ke posisi mengetik yang paling nyaman. Posisi ini juga menawarkan umpan balik sentuhan responsif untuk pengetikan yang lebih akurat.

Terakhir, keyboard-nya juga sudah mendukung fitur ASUS Antibacterial Guard. Seperti diketahui, permukaan laptop manapun menyimpan ribuan bakteri yang berpotensi berbahaya untuk para penggunanya.

Demi menjaga kebersihan ExpertBook B3 Detachable, keyboard, touchpad, dan palm rest laptop-tablet ini dilindungi dengan perawatan antibakteri. Hal ii telah ditunjukkan secara ilmiah oleh standar ISO 22196 yang diakui secara internasional untuk menghambat pertumbuhan bakteri lebih dari 99% selama periode 24 jam.

ASUS Antibacterial Guard juga dibuat untuk tahan terhadap produk pembersih berbasis alkohol dan air asam hipoklorit, sehingga permukaan laptop tetap bersih dan sehat dan membatasi penyebaran bakteri berbahaya.

Performa

Sebagai sebuah laptop, ExpertBook B3000 Detachable ini diperkuat oleh chip processor Qualcomm® Snapdragon™ 7c Gen 2. Ia merupakan prosesor 8 core dengan L3 cache sebesar 1MB dan bisa bekerja hingga kecepatan 2,55GHz.

ASUS sendiri memasangkannya dengan RAM LPDDR4X berkapasitas 8GB di dalamnya, dan yang tentu saja tidak bisa di-upgrade mengingat bentuknya yang sangat mini dan tipis. Untuk grafisnya sendiri ia memanfaatkan fitur yang disediakan oleh chip Qualcomm tersebut yakni GPU Qualcomm® Adreno™ GPU 618. Untuk storage, kapasitas yang tersedia secara offline adalah 128GB berbasis eMMC.

Seperti kita lihat, spesifikasinya memang bukan ditujukan untuk pengguna kelas berat. Sesuai target market yang dituju, user yang diincar adalah anak-anak pelajar sekolah dasar hingga menengah, para pekerja yang hanya membutuhkan perangkat untuk pencatatan, atau para traveller yang butuh compact device untuk mengetik di bangku pesawat misalnya.

Lalu, apakah kinerjanya memble? Tentu saja tidak.

Dari pengujian yang kami lakukan, dari sisi content creation, laptop ini masih bisa digunakan untuk mengedit dan membuat video sederhana untuk Tiktok, IG Reels ataupun YouTube Shorts dengan mudah. Cukup menggunakan Microsoft Clipchamp, yang sudah tersedia di dalamnya, kita bisa melakukan foto dan video editing bahkan membuatkan voice over dengan fitur text to speech.

Untuk sebuah video vertikal format mp4 singkat resolusi FullHD 1080p berdurasi 1 menit 50 detik, ASUS ExpertBook B3000 dapat menyelesaikan proses rendering dalam waktu 7 menit 38 detik saja. Memang bukan yang tercepat, namun ini membuktikan bahwa platform Qualcomm Snapdragon 7c Gen 2 ini sudah cukup memadai untuk basic content creation.

Lalu saat kita mencoba kemampuan GPU Adreno 618 yang digunakan untuk animasi 3D dengan software Check GPU di resolusi FullHD+ dengan beban 1 object 3D, ia bisa menjalankan animasi dengan kecepatan rata-rata 26fps dengan minimum frame rate di 19fps.

Adapun saat object yang diolah kita naikkan jumlahnya menjadi 20 item, kecepatan prosesnya rata-ratanya tetap di 26fps, namun frame-rate bisa turun sampai 9fps saja. Artinya, laptop ini memang bukan untuk menjalankan aplikasi 3D ataupun gaming. Namun kalau terpaksa, ya masih bisa, dengan kecepatan yang semaksimalnya.

Dari sisi penyimpanan, storage berbasis eMMC memang tidak menawarkan kecepatan setinggi storage berbasis SSD terutama PCIe NVMe. Namun demikian, tentunya masih lebih cepat dibandingkan dengan harddisk konvensional biasa. Pada laptop ini, kecepatan baca tulis datanya bisa mencapai 255MB/s untuk baca dan 232MB/s untuk kecepatan tulis.

Kamera

Ya, laptop ini bisa berfungsi sebagai sebuah tablet. Dan seperti tablet pada umumnya, ia memiliki kamera depan dan belakang untuk berbagai kebutuhan. Kamera depan bisa digunakan untuk selfie, video call ataupun livestreaming sementara kamera belakang bisa dipakai untuk memotret atau merekam video dengan kualitas yang lebih memadai.

Nah, ASUS ExpertBook B3000 Detachable ini menggunakan kamera depan berukuran 5MP. Untuk sebuah laptop, kamera depan ini mumpuni untuk melakukan video call ataupun online meeting. Sebagai gambaran, laptop pada umumnya hanya menyediakan webcam resolusi HD atau FullHD saja.

Adapun untuk kamera belakang, tablet ini menyediakan sebuah kamera tunggal resolusi 13MP. Memang bukan kamaera terbaik untuk memotret, jauh dibandingkan dengan hape. Namun berhubung tablet ini ditujukan untuk pelajar dan proses belajar mengajar, kamera 13MP sudah cukup kalau kita gunakan untuk merekam video guru yang sedang mengajar di kelas lalu untuk nanti kita tonton lagi di rumah.

Meski demikian, tentunya demi rasa penasaran, kami coba juga memotret dengan kamera belakang tablet ini. Berikut hasilnya:

Meskipun kualitas hasil jepretan kameranya tidak sebagus smartphone mainstream terkini, namun kamera belakang ExpertBook B3000 ini lumayan bisa diandalkan untuk memotret di kondisi outdoor. Detail kurang begitu jelas di kondisi indoor ataupun pencahayaan kurang. Namun ini sangat wajar.

Kesimpulan

Dari percobaan singkat yang kita lakukan, kami berani menyatakan bahwa laptop 2-in-1 ini merupakan perangkat yang tepat untuk segmen pengguna yang dituju yakni pelajar sekolah, guru-guru dan mereka yang butuh laptop dengan masa aktif baterai sangat panjang.

Performa laptop ini sudah memadai untuk kebutuhan komputasi mendasar. Desain dan dimensinya yang kompak juga merupakan kelebihan tersendiri untuk anak-anak sekolah ataupun para traveller. Apalagi dia punya kamera yang cukup lumayan untuk video call ataupun memotret.

Sedikit kekurangan adalah pada storage-nya yang kurang gegas dan kapasitasnya terbatas. Namun demikian, mengingat ini bukan perangkat yang wajib bekerja keras, kekurangan tersebut relatif bisa dipahami. Semoga model berikutnya di masa datang sudah mendapatkan upgrade di aspek yang satu ini.

Review Asus FonePad 7 FE375CXG

fe375cxg-featured

Biar nggak bingung saat baca review ini, PCplus perlu jelasin dulu ke kamu soal jajaran tablet 7 inci milik Asus. Di Indonesia ada jenis 3 Fonepad berukuran 7 inci yang didatangkan Asus, ketiganya bernama Fonepad 7, tapi dengan seri berbeda, yaitu: FE170CG, ME372CG dan FE375CXG. Beda seri, tentu beda kemampuan. Yang paling mendasar adalah jenis prosesor yang dipakai, di mana seri yang datang ke PCplus ini adalah yang punya prosesor paling tinggi. Continue reading Review Asus FonePad 7 FE375CXG

Acer Aspire P3, Ultrabook yang Bisa dijadikan Tablet juga Laptop

Acer-Aspire-P3

Jakarta, Jumat – Acer meluncurkan Acer Aspire P3 Hybrid Ultrabook. Sebagai ultrabook hybrid, Aspire P3 tentu menghadirkan kemudahan perangkat hybrid yang bisa dimanfaatkan baik dalam mode tablet ataupun notebook. Casing ultrabook ini dapat ditekuk untuk bersandarnya layar Aspire P3 juga dapat dilepas pasang sehingga ultrabook ini bis digunakan layaknya tablet. Continue reading Acer Aspire P3, Ultrabook yang Bisa dijadikan Tablet juga Laptop

MBC 2013: Tabulet Gelar Promo Sampai Luncurkan Tablet Baru

troy duos3g

Jakarta, Jumat – Ajang tahunan Mega Bazaar Computer (MBC) 2013 beanr-benar dimanfaatkan produsen tablet lokal, Tabulet, untuk mengembangkan sayapnya. Selain menggelar aneka promo menarik, Tabulet juga memperkenalkan 2 jagoan barunya yakni Tabz Voice dan Troy Duos. Continue reading MBC 2013: Tabulet Gelar Promo Sampai Luncurkan Tablet Baru

Toshiba Rancang Image Sensor untuk Smartphone

toshibaJAKARTA, RABU – Toshiba dilaporkan sedang merancang image sensor khusus untuk smartphone dan tablet. Dengan sensor tersebut, pengguna smartphone dan tablet bisa mengambil gambar sekelompok orang – kemudian memilih wajah tertentu untuk menjadi fokus setelah gambar itu diambil. Continue reading Toshiba Rancang Image Sensor untuk Smartphone

Keyboard Nirkabel untuk Tablet PC dari Genius

JAKARTA, SENIN – Pengguna tablet Android, apakah kamu ternyata masih membutuhkan keyboard sebagai alat input? Jika ya, tawaran Genius boleh diperhatikan.

Sebagai pendamping tablet yang menggunakan sistem operasi Android 3.0 atau lebih tinggi, Windows 7/Vista/XP, atau Mac iOS (iPad), Genius menghadirkan LuxePad 9100 yang berbasis Bluetooth. Jadi tak akan ada kabel teruntai dari tabletmu.

Genius LuxePad 9100 punya casing pelindung jadi tak mudah rusak. Tombol-tombolnya disebutkan nyaman diketuk dengan respon tactile yang empuk. Disediakan pula kunci fungsi khusus untuk akses sekali-sentuh ke berbagai fitur yang ada di tablet atau iPad.

Tertarik? Sediakan saja dana US$ 69,90 dan kamu bisa menggunakan Genius Luxepad 9100 untuk memudahkan input di tablet PC atau iPad kesayangan.

Review Tablet PC Advan Vandroid T6

Ini adalah penerus sukses Vandroid T1c yang laris manis di pasaran. Tapi yang datang ke Lab PCplus kali ini bukan Vandroid yang tanpa banyak perubahan. Selain ukurannya yang membesar, Vandroid T6i juga sudah memiliki prosesor berkecepatan 1GHz, lengkap dengan sistem operasi Android 4.0 (Ice Cream Sandwich). Continue reading Review Tablet PC Advan Vandroid T6

PCplus 410: Kembalikan Data yang Hilang

Terbit: Selasa 24 April 2012

“Jiah, data gue nggak sengaja kehapus”, “aduh flashdisk ngak kebaca, katanya harus diformat, datanya ilang nggak ya?”. Keluhan dan pertanyaan itu sering datang ke pengguna yang punya data penting. Kehilangan data memang menjengkelkan, tapi ini bukan akhir semuanya. Di edisi ini, PCplus beberkan beragam cara mengembalikan data yang hilang akibat beragam sebab.

Oke, kita mulai dari rubrik trik. Di halaman 7 ada cara mengembalikan data-data di ponsel yang hilang, menggunakan Rseven. Kemudian ada juga mengatasi SMS yang terhapus di iPhone. Yang punya Windows Phone 7 dan kehilangan aplikasinya juga bisa melihat cara memulihkannya di halaman ini. Di halaman berikutnya PCplus suguhkan cara mengembalikan file yang raib di Android, membackup aplikasi Android, dan mengembalikan aplikasi, data, kontak dan SMS di Android.

Kemudian buat pengguna PC dengan sistem operasi Windows, ada trik menarik cara membuat tools recovery dengan USB. Cocok buat PC yang nggak punya CD/DVD ROM. Lanjut ke halaman berikutnya,  ada cara mengembalikan file yang rusak di partisi CD/DVD yang rusak serta cara mengembalikan data dengan apikasi Hex Editor.

Keren? Belum selesai sampai kamu benar-benar baca tutorial edisi ini. Ada bahasan tentang cara memulihkan data di media eksternal Mac OS, cara memulihkan data di kartu memori dengan Aidfile, Merecovery data di Mac OS X, merecovery data pakai UndeletePlus, dan langkah-langkah cara mengembalikan data hilang di Linux. Kamu yang punya Android jangan lupa menyimak halaman 39 yang menjelaskan  bagaimana melakukan pencadangan data kamu di Android tanpa harus melakukan rooting.

Jangan lupa simak 5 aplikasi penyelamat data terbaik yang bisa kamu pakai untuk memanggil kembali data kamu yang hilang di halaman 6. Dan coba 4 aplikasi recovery data yang kami rekomendasikan di halaman 14.

Oh ya, ada oleh-oleh menarik lho dari lab PCplus edisi ini. Kami menguji 4 tablet PC berbasis Android teranyar dan satu smartphone. Merek adalah: Huawei Mediapad S7-301u, Samsung Galaxy tab 7.7, Sony Tablet S, Tablet Octa 2 dan HTC Explorer. Kalau kamu kebetulan lagi berburu salah satu perangkat di atas, maka jangan lupa buka halaman 4. Kalau tidak sedang cari tablet, mungkin Axioo Neon HNM Core i3 seharga 4 jutaan atau Lenovo Thinkpad Edge E120 seharga 800 dolar dengan Core i3 yang kamu cari.

PCplus Rocks edisi 410 mengetengahkan komunitas belajar desain. Eh, komunitas ini keren lho, sebab jika kamu bergabung di sana bisa saja belajar aneka macam desain, dari arsitek, desain grafis, dan lain sebagainya. Yang gabung juga nggak selalu mesti udah jago kok, sebab mereka membuka pintu lebar juga buat awam. Nah, seperti apa kegiatan mereka? Simak deh obrolan PCplus di halaman 21.

Selain komunitas belajar desain, kamu juga patut menyimak cerita Ryan Gondokusumo, founder situs Sribu.com. Yap, dengan ide cemerlangnya, Ryan bisa menyediakan “rumah” buat ribuan freelance desainer agar mereka bisa berkembang. Langsung simak deh cerita menariknya di halaman 26.

Selamat membaca!

Bonus DVD: Aplikasi data recovery, game gratis, antivirus gratis, tutorial video “Membuat efek transparan pada teks″ dan aneka aplikasi keren.

Informasi Penjualan Tabloid PCplus:
SMS. 0811 908 680
Tel 021-530 6263
Fax. 021-536 99096
email. subscribe@cc.kompasgramedia.com

Untuk Kaum Profesional, Dell Hadirkan Tablet Windows 7

JAKARTA, SELASA – Tablet PC hari-hari ini makin ramai dihadirkan vendor PC. Belakangan oleh lembaga riset independen, sebutan ini dikoreksi menjadi slate PC.

Apa bedanya? Tablet PC, begitu terang si lembaga riset itu, merujuk pada perangkat yang layarnya bisa diputar dan dilipat, serta memiliki keyboard fisik. Sementara slate PC adalah perangkat mobile yang tidak punya keyboard fisik, tapi berlayar sentuh. Di layar itu bisa dihadirkan keyboard virtual. Namun sementara waktu, kedua istilah ini masih campur-aduk. Ah, apalah arti sebuah nama. Begitu kata Shakespeare.

Selama ini tablet atau slate PC yang sekarang banyak beredar biasanya bersistem operasi Android yang open source. Peruntukannya pun lebih banyak untuk mendukung penggunanya bersenang-senang, bukan bekerja serius.

Saat ini tablet/slate PC yang menggunakan sistem operasi Windows 7 memang masih bisa dihitung dengan jari. Di antara yang sedikit itu, salah satunya adalah Dell Latitude ST.

Dimotori Windows 7 dan prosesor Intel Atom , Latitude ST dengan layar multi-touch 10” pun ditujukan untuk kalangan profesional yang mobile. Agen asuransi, dokter, perawat dan profesional medis, serta para guru adalah beberapa dari target pasar perangkat yang datang dengan fitur Wi-Fi dan opsi mobile broadband ini.

Agen asuransi  bisa menggunakannya untuk mendokumentasikan kecelakaan, mengisi form secara lengkap, mendapatkan tandatangan dan klik Submit di lokasi yang tepat. Sementara itu dokter, perawat dan profesional medis lain bisa memanfatkannya untuk melihat catatan rekam medis pasien, membuat saran medis, menuliskan resep dan melakukan riset dengan aman saat di perjalanan.  Sebuah stylus disertakan untuk memermudah proses input, andai sapuan dan tekanan ujung jari kurang fasih dilakukan penggunanya. Juga tak perlu kuatir layarnya tergores, karena layar sudah terlindung oleh Corning Gorilla Glass.

Layaknya perangkat mobile, Dell Latitude ST sudah dilengkapi webcam dengan kamera depan dan belakang, mikropon built-in dan software videokonferensi Skype. Sejumlah port built-in tersedia untuk koneksi ke proyektor, printer atau perangkat lain.

Eh iya, karena ditujukan untuk kalangan profesional, Latitude ST juga mengusung fitur PC jaringan sehingga memudahkan administrator TI yang mengelolanya. Solusi remote management yang ada atau Dell KACE appliances tetap bisa dipakai. Data penting pun bisa diproteksi dengan Dell Data Protection/Encryption. Latitude ST juga dapat diintegrasikan ke solusi virtual desktop.

Uji Tablet PC Acer Iconia A500

Acer Iconia A500 tampil cukup menarik dibalut brushed aluminium yang memberikan kesan eksklusif. Layar 10,1˝ 1280 x 800 piksel menghiasi mayoritas bagian muka tablet. Kualitas layarnya sendiri terbilang baik, walau sifat mengkilapnya agak mengganggu. Terdapat juga sebuah kamera 2MP (selain kamera utama 5MP di belakang) untuk aktivitas video chat/call. Continue reading Uji Tablet PC Acer Iconia A500

Uji Tablet PC EGTouch ET-2818

Masih dalam lini tablet PC 3 jutaan, produsen eletronik besar dari Hongkong, EG Memory, tidak mau ketinggalan memasarkan tablet 7 inci terbarunya di pasar Indonesia. Meskipun sekilas mirip dengan tablet 7 inci lain yang juga diuji edisi ini, EG Touch kelihatannya mau tampil sedikit berbeda dibanding pesaingnya. Continue reading Uji Tablet PC EGTouch ET-2818