Tag Archives: workstation

ExpertBook B6 Flip, Workstation Lipat dengan Core i9 dan Quadro RTX

ASUS terus menghadirkan update di line-up produk laptop bisnis mereka di pasar Indonesia. Kali ini, ASUS menghadirkan laptop convertible 2-in-1 yang lebih ditujukan untuk pengguna di segmen workstation berbasis NVIDIA® Quadro® RTX. Dia adalah ASUS ExpertBook B6 Flip (B6602F).

Sebagai salah satu pemimpin di dunia teknologi, ASUS dikenal terus menghadirkan inovasi terkini untuk masa depan. ExpertBook B6 Flip (B6602F) sendiri merupakan mobile workstation pertama untuk CAD modelling dari Expert series yang memiliki layar flippable.

Baca Juga: Review ASUS ExpertBook B3000 Detachable 2-in-1 Laptop

Workstation mobile dengan layar lipat 360° ini didesain secara untuk digunakan oleh para arsitek, engineer dan perusahaan yang bergerak di bidang konstruksi. Mereka biasanya menggunakan solusi dari produsen software seperti 3ds Max®, MicroStation®, and Vectorworks® yang memang harus dijalankan di komputer dengan spesifikasi khusus.

“Dengan tenaga luar biasa yang tersimpan di dalam sebuah laptop tipis dan bisa dilipat, ExpertBook B6 Flip sanggup menangani tugas-tugas kompleks secara mulus di seluruh sektor kreatif,” sebut Jimmy Lin, Regional Director ASUS South East Asia. “Ia dapat membantu pengguna menghadirkan konsep desain menjadi nyata dan menghadirkan solusi bagi industri,” sebutnya.

Menggunakan ExpertBook B6 Flip, software-software Building Information Modeling (BIM) seperti ArchiCAD dapat dengan mudah melakukan transformasi dari sketsa 2D ke 3D modelling lalu melakukan pencetakan lewat tool seperti Creo® dan Solidworks®. Pengguna laptop ini juga biasanya harus menangani aplikasi data-intensif untuk mendapatkan insight yang lebih dalam dan mengambil keputusan yang lebih tepat.

Sesuai dengan komitmen untuk menghadirkan masa depan yang berkelanjutan, ASUS menggunakan material ramah lingkungan di seluruh siklus produk ini. ExpertBook B6 Flip menggunakan kemasan ramah lingkungan dan material kertas dengan sertifikasi FSC di seluruh bagian dari paket penjualan laptop.

Tenaga Komputasi Luar Biasa

ExpertBook B6 Flip memaksimalkan tenaga komputasi dengan CPU hingga Intel® Core™ i9-12950HX Processor, grafis NVIDIA® RTX® dan juga dukungan terhadap memori dual channel DDR5-4800MHz hingga 128GB serta storage ultra cepat berbasis M.2 kapasitas hingga 4TB. Kombinasi hardware tersebut menghadirkan performa maksimal untuk desain 3D, machine learning dan lain-lain.

Industri Architecture, Engineering and Construction (AEC) sendiri diproyeksikan akan tumbuh dengan kecepatan yang sangat luar biasa. Kendalanya, project dalam bidang ini kerap kali sangat kompleks untuk dikelola dan dieksekusi. Dan menurut riset, lebih dari separuh pemimpin di industri AEC melihat bahwa tantangan terbesar adalah untuk menarik dan mempertahankan anggota tim berbakat.

Dari studi, diketahui pula bahwa dalam konsep Construction 4.0 dan Industri 4.0, teknologi merupakan jawabannya. Diproyeksikan, implementasi teknologi yang tepat bisa menghemat sekitar 950 juta dollar AS di industri AEC global di tahun 2025 mendatang.

Para pemimpin di industri AEC harus mampu menentukan perangkat digital mana yang layak untuk diinvestasikan. Dan di sinilah perangkat bertenaga seperti ExpertBook B6 Flip hadir.

Ilustrasi penggunaan ASUS ExpertBook B6 Flip (B6602)
Ilustrasi penggunaan ASUS ExpertBook B6 Flip (B6602)

Masalah berikutnya, menggunakan workstation bertenaga agar tetap dapat beroperasi maksimal sangatlah penting. Namun komponen performa tinggi biasanya menghadirkan panas berlebih dan perlu mendapatkan pendinginan yang hebat. Dan kondisi ini umumnya berarti menghadirkan tingkat kebisingan yang lebih tinggi.

Untuk itu, pada workstation bertenaga barunya yakni ExpertBook B6 Flip (B6602), ASUS menggunakan teknologi pendinginan inovatif demi menyejukkan prosesor Intel dan grafis NVIDIA bertenaga. Secara total, dua komponen utama tersebut mengonsumsi daya hingga 135 watt (55 CPU dan 80W GPU). Dengan pendinginan inovatif, keduanya dapat bekerja tanpa mengalami penurunan performa.

Bahkan dengan dukungan NVIDIA Max-P Dynamic Boost, pengguna masih bisa meningkatkan performa grafis laptop ini lebih jauh. Di saat yang sama, kipas dengan 98 buah blade, tiga buah heatpipe serta tujuh sensor cerdas akan menjaga semua tetap hening, di bawah 40dbA dalam mode Standar. Artinya, pengguna bisa tetap berkonsentrasi bekerja tanpa terganggu bising.

Lebih dari Sekadar Laptop Profesional

ExpertBook B6 Flip dilengkapi oleh grafis kelas profesional yakni NVIDIA RTX A2000 dengan arsitektur teknologi NVIDIA Ampere yang bisa membantu pengguna meningkatkan produktivitas. Baik saat digunakan untuk render video, memproduksi animasi serta model 3D atau desain grafis, semua dapat dilakukan dengan sangat lancar.  

Teknologi NVIDIA Ampere memiliki fitur ray-tracing dan Tensor core yang mendukung sparsity, teknologi AI resolusi super DLSS 2.0 dan juga streaming multipcocessor yang sanggup menghadirkan peningkatan performa yang masif. GPU luar biasa tersebut menawarkan grafis ray-traced yang sangat realistis, fitur terbaru serta memanfaatkan kemampuan AI.

Aplikasi profesional untuk arsitektur, engineering and construction seperti Revit®, 3dsMax® and Maya® dapat dijalankan dengan lancar. Demikian pula dengan aplikasi product design and manufacturing seperti Creo®, SolidWorks® atau Microstation® dapat menjalankan render dengan mulus. Adapun aplikasi creative and media seperti Adobe® Premiere® yang haus akan resource juga dapat dijalankan dengan bebas hambatan.

Ilustrasi penggunaan ASUS ExpertBook B6 Flip (B6602)
Ilustrasi penggunaan ASUS ExpertBook B6 Flip (B6602)
Kemanan Kelas Bisnis

Industri AEC kerap kali menghadapi risiko akan upaya penerobosan keamanan karena banyaknya data project bersifat sangat confidential yang mereka tangani dan besarnya jumlah informasi yang mereka transmisikan baik secara internal ataupun eksternal. Untuk industri AEC, pengamanan digital kelas atas baik untuk melindungi properti intelektual dan data finansial sensitif sangatlah penting.

Di sinilah ExpertBook B6 Flip menawarkan kelebihannya. Hadir dengan platform Intel vPro Enterprise dan juga Windows 11 Pro, workstation bertenaga ini juga menawarkan produktivitas lebih tinggi. Dengan performa yang ditopang keamanan kuat, proses pengambilan keputusan dan pengiriman informasi yang lebih lancar, serta penyelesaian project bisa dilakukan dengan lebih cepat.

ExpertBook B6 Flip hadir dengan pengamanan berlapis yang sangat ideal untuk digunakan dalam lingkup pemerintahan dan industri finansial. Di dalamnya terdapat storage berbasis TCG Opal SSD yang mendukung self-encryption untuk mencegah akses yang tidak berwenang pada data, serta chip TPM 2.0 untuk mengamankan informasi otentifikasi seperti password ataupun kunci enkripsi.

Laptop ini juga menyediakan smart card reader untuk memudahkan two-factor authentification dua arah, lewat password dan kartu dengan chip nirkabel untuk login. Dan untuk pengamanan lebih lanjut, tersedia kamera infra merah agar login dapat dilakukan dengan lebih mudah ke Windows Hello.



Main Spec.
ASUS ExpertBook B6 Flip (B6602)
CPUIntel® Core™ i7-12850HX vPro® Processor 25M Cache (16 core 24 thread 4,80GHz)
OSWindows 11 Pro
Memory32GB LPDDR5X 4800MHz (4x DDR5 SO-DIMM slots up to 128GB)
Storage1TB M.2 NVMe™ PCIe® 4.0 Performance SSD (2x M.2 2280 PCIe 4.0×4 up to 4TB)
Display16.0” touch WQXGA (2560×1600) 16:10, anti-glare display, LED Backlit, 500nits, DCI-P3: 100% with stylus support
GraphicsIntel® UHD Graphics, NVIDIA® Quadro® RTX A2000 8GB
Input/Output2x USB 3.1 Gen 2 Type-A, 2x Thunderbolt™ 4 compliant with USB 4, display/power delivery support, 1x HDMI 2.0b, 1x audio, 1x RJ45 Ethernet, smart card reader
ConnectivityWi-Fi 6E (802.11ax) (Dual band) 2*2 + Bluetooth® 5.3 Wireless Card (vPro)
Camera1080p FHD camera with IR to support Windows Hello with privacy shutter
AudioDolby Atmos with Smart Amp Technology, Built-in speaker, Built-in array microphone, harman/kardon (Premium) with Cortana support
Battery90WHrs, 4S1P, 4-cell Li-ion with 20V DC, 12A, 240W adapter
Dimension38.30 x 27.20 x 2.70
Weight2.70 kg
PriceRp49.999.000
Warranty3 years On-Site Service ASUS Expert Warranty

HP Rilis ZBook x2, Workstation dalam Bodi 2-in-1

Jakarta, PCplus. Sebuah workstation umumnya memiliki bentuk yang besar untuk menampung berbagai komponen yang memiliki spesifikasi tinggi. Namun, HP menghadirkan sesuatu yang berbeda dengan meluncurkan ZBook x2.

Diluncurkan pada gelaran Adobe MAX yang diadakan di Las Vegas, Nevada, Amerika Serikat, HP ZBook x2 ini adalah workstation pertama HP yang tampil dengan bodi 2-in-1. Dengan bodi 2-in-1, HP ZBook x2 ini memiliki ukuran yang sangat ringkas dengan keyboard yang bisa dilepas sehingga bisa juga digunakan sebagai komputer tablet.

HP ZBook x2 ini memiliki empat mode penggunaan, mulai dari notebook mode, tablet mode, docked mode, dan detached mode yang memungkinkan penggunanya menggunakan notebook ini untuk berbagai pekerjaan.

Selain itu, HP juga bekerja sama dengan Adobe untuk mengoptimalkan perangkat ini dengan aplikasi-aplikasi Adobe CC. Terdapat sebuah layar 14 inci yang memiliki resolusi ultra HD 3.840 x 2.160 pixel dengan kedalaman warna 10 bit serta akurasi Adobe RGB hingga 100 persen.

Layar tersebut juga memiliki fitur layar sentuh serta mendukung penggunaan stylus yang bisa mendeteksi hingga 4.096 tingkat tekanan. Stylus yang ada menggunakan teknologi Wacom EMR yang tidak menggunakan baterai, serta diklaim tidak memiliki latency saat digunakan.

HP ZBook x2 ini menggunakan prosesor Intel Core i7 generasi 7 dan 8, yaitu i7 7500U dan i7 8650U. Notebook 2-in-1 ini juga memiliki kapasitas RAM hingga 32 GB dan media penyimpanan M.2 hingga 2 TB. Untuk pengolahan grafis, HP ZBook x2 ini juga memiliki kartu grafis Nvidia Quadro M620.

HP ZBook x2 ini rencananya akan mulai diluncurkan ke pasaran di bulan Desember 2017 mendatang. Harganya mulai dari US$1.749 (sekitar Rp23,7 juta) untuk konfigurasi spesifikasi paling standar. Belum ada informasi apakah notebook 2-in-1 ini akan hadir di Indonesia.

HP ZBook 14, Workstation Pertama dengan Gaya Ultrabook

HP-ZBook-15JAKARTA, PCplus – Workstation dibuat tipis dan ringan sehingga enak dibawa-bawa ke lokasi kerja, misalnya ke lapangan pengolahan minyak atau lokasi shooting film? Masa bisa? Nyatanya bisa kok. HP sudah membuktikannya dengan merilis HP ZBook 14. Inilah mobile workstation dengan kategori ultrabook pertama di dunia.

“Hanya ditawarkan oleh HP,” kata Erric H. Budiono (Market Development Manager – Workstation, Printing & Personal Systems Group, HP Indonesia) dalam acara peluncuran di Jakarta (28/11/2013). “Tebalnya sekitar 2 senti, dilengkapi opsi touch screen,” tambahnya.  Perangkat berdimensi 33,9×23,7×2,1 cm yang ditujukan pada kalangan profesional  yang membutuhkan kinerja tertinggi dan grafis 3D dari sebuah notebook ini  ringan, hanya membuat jarum timbangan bergeser sampai angka 1,62kg.

Kendati tipis dan ringan, jeroannya kelas berat. Mengusung sistem operasi Windows 8 Pro, ia dikemasi dengan prosesor Intel generasi keempat (Haswell) Core i5 atau Core i7, SDRAM DDR3 1600MHz maksimal 16GB, storage hard disk/SSD, grafis integrated Intel HD Graphics 4400, discrete AMD FirePro M4100 (1GB DDR5 dedicated) dan AMD Dynamics. Tiga port USB 3.0 tertanam di badannya, begitu pula konektor Display Port , port VGA, port RJ-45 dan side docking connector. Sebuah smart card reader pun hadir.

Selain dalam ukuran 14”, ZBook hadir dalam dua ukuran lain: 15” dan 17”. ZBook 17 yang menawarkan resolusi 1600×900 datang dengan port Intel Thunderbolt yang bisa mentransfer data sampai 10Gbps atau 2x kecepatan USB 3.0. “Bisa koneksi ke monitor dan daisy-chain, juga ke device,” kata Erric. Mobile workstationyang mendukung DreamColor Dipslay panel  ini datang dengan prosesor quad-core Intel generasi ke-4,grafis NVidia Quadro K610M/K4100M/K5100M, dan bisa dipasangi maksimal tiga hard disk.

Dua port USB 3.0, satu port USB 2.0, port DisplayPort, port RJ-45, dan port VGA, smart card rader, juga ExpressCard/S4 sudah  tersedia. “Port USB 2.0 diberikan karena ada yang tidak kompatibel dengan USB 3.0,” kilah Erric tentang perangkat berbobot 3,48kg tersebut.

Versi 15” juga menyertakan port Thunderbolt. Yang ini menawarkan display dengan resolusi lebih tinggi, 16920×1080. Yang satu ini mencatatkan bobot 2,82kg.

Ketiga mobile workstation ini mengadopsi switchable graphics yang bisa menghemat daya baterai. Ketika GPU aktif dan memproses data, iGP hanya dipakai untuk mengontrol tampilan. Sementara saat iGP tidak aktif, GPU pun mati sehingga hemat baterai.

HP ZBook 14 dijual dengan harga mulai dari Rp 18 juta, sementara ZBook 15 mulai dari Rp 23 juta, dan ZBook 17 dari Rp 28 juta.

hp elitebook 800Selain ZBook, untuk kalangan commercial HP juga memperkenalkan jajaran EliteBook yang kini lebih ringan dan tipis, ala ultrabook. EliteBook 820 G1 dengan layar 12” menawarkan bobot 1,33kg. Sementara EliteBook 840 G1 dengan layar 14” menawarkan opsi touch screen dan tambahan baterai yang mampu bekerja sampai 33 jam.

Keunikan EliteBook 800 series terletak pada fitur 3D LifeGuard yang akan menghentikan jarum hard disk drive ketika sensor accelerometer mendeteksi notebook jatuh. Notebook ini juga sudah disertifikasi standar militer MIL-STD 810G, yang antara lain mencakup uji kelembaban dan suhu ekstrim, kelembaban dan debu. Selain itu ada aplikasi HP Client Security yang memberikan keamanan tiga lapis (hardware, software, BIOS) dan HP Sure Start untuk menghindari kerusakan BIOS dan HP Trust Circles untuk memproteksi data.

EliteBook menyasar mereka yang butuh mobilitas dan kinerja. Sementara yang membutuhkan port lama, seperti port serial, disodori ProBook 400.

EliteBook 800 series yang lulus pengujian MIL-STD 810G ini dijual dengan harga mulai dari Rp 15 juta. Sedangkan ProBook 600 dengan harga mulai dari Rp 11 juta.

Gandeng EMC, Lenovo Sodorkan Produk Storage Jaringan

lenovo storageJAKARTA, PCplus – Lenovo makin sibuk membesarkan semua lini bisnisnya. Network storage pun ingin dikuasainya dengan menggandeng pemain ternama di sektor itu, yakni EMC, sejak tahun lalu.

Kemarin siang (14/11/2013), di Jakarta diperkenalkanlah jajaran storage Lenovo berteknologi EMC yang ditujukan untuk lingkungan PC, Mac dan Linux dari Lenovo. Perusahaan skala besar, usaha kecil dan menengah (UKM) dan bahkan pengguna rumahan disebutkan bisa memanfaatkan storage LenovoEMC tersebut.

Storage LenovoEMC ini terdiri dari pxc2-300d, px4-300d, px6-300d, px4-300r, px4-300r dan px12-450r. Seri px2-300d, px4-300d, dan px6-300d ber-chassis kecil dengan kapasitas sampai 3TB. Saat bekerja, ia tidak berisik. Storage ini mendukung beberapa tingkat RAID (redundant array of independent disks), UPS (uninterruptible power supply), layanan pencetakan, kuota pengguna, replikasi data perangkat-ke-perangkat, dan tersertifikasi untuk kebanyakan lingkungan tervirtualisasi.

Sementara itu px4-300r, px12-400r dan px12-450r merupakan NAS (network attached storage) yang  ditujukan pada UKM dan perusahaan besar. Per single array, tersedia kapasitas 4TB. Seri rackmount ini ideal untuk data produksi, virtualisasi server, backup-to-disk dan video surveillance. Dukungan dan solusi manajemen untuk sampai 16 kamera per perangkat juga terkemas.

Bagi kantor kecil dan pengguna rumahan yang perlu menyimpan, membagi dan melindungi file-file penting secara lokal maupun remote dengan kemudahan cloud, tersedia Lenovo Iomega ix2, ix4-300d dan EX Media & Backup Center. Dua yang pertama ditujukan untuk. Lenovo Iomega ix2 dan ix4-300d menawarkan kapasitas sampai 3TB. Solusi video surveillance sudah tertanam, sementara fitur berbagi via cloud merupakan opsi.

Lenovo Iomega EX Media & Backup Center juga ditujukan untuk pengguna rumahan. Menawarkan kapasitas sampai 3TB, ia menghadirkan fitur aplikasi mobile LenovoEMC Personal Cloud dan LenovoEMC Link.

LenovoEMC px2-300d, px4-300d, px6-300d, px4-300r, px12-400r, px12-450r dan Lenovo Iomega ix2, ix4-300d sudah tersedia di tanah air melalui PT Ingram Micro. Harganya dimulai dari Rp 3,9 juta. Sedangkan Lenovo Iomega EZ Media & Backup Center baru akan tersedia akhir tahun ini/awal tahun depan. Belum ada informasi tentang harganya.

Semua produk storage LenovoEMC ini bisa diintegrasikan dengan seluruh keluarga PC  dan workstation Lenovo, termasuk ThinkStation S30 dan E32 yang akan meluncur dalam satu atau dua bulan mendatang.

HP Sajikan Workstation All-in-One 27” Pertama di Dunia

JAKARTA, KAMIS – Biasanya yang namanya all-in-one itu ya PC. Tapi HP punya ide lain. Worstation terbarunya. Z1, juga dibuat dalam bentuk all-in-one. Maka tak ada tower yang terlihat di sini. Yang ada hanyalah sebuah layar LED 27”. Angkatlah layar tersebut ke atas, dan keberadaan sebuah workstation yang lengkap terkuak.

Ya, inilah workstation all-in-one dengan layar 27” pertama di dunia. Mengapa HP membuatnya? Tak lain adalah alasan penghematan ruang kerja. Maklum ruang kerja makin mahal bukan?

Kendati fisiknya tak memakan banyak tempat, workstation ini tetap mumpuni. Layar IPS 27”-nya misalnya, disebutkan mampu menampilkan 1 miliar warna. Untuk grafis, ia bisa dilengkapi dengan chip nVidia Quadro 4000 atau grafis terintegrasi dari Intel. Sedangkan untuk prosesor, bisa dipilih antara Intel Xeon E3 1200 quad-core atau Intel core i3 2120 dual-core.

“Jadi bisa dikonfigurasi sebagai PC juga,” terang Bimo dari HP Indonesia saat acara peluncuran HP Z1 di Jakarta (15/4/2012). Sistem dual monitor juga bisa diterapkan dengan menambahkan stand opsional.

Dalam kondisi menyala, pengguna boleh membuka casing Z1 untuk melihat bagian dalamnya. “Untuk ganti memori atau storage pun tak perlu pergi service center. Bisa dilakukan sendiri tanpa membuat garansi hangus. Ini kecuali untuk prosesor dan motherboard. Mudah karena tool-less,” jelas Bimo.

Workstation all-in-one HP Z1 dengan chipset Intel C206 ini dipasarkan dengan harga mulai dari US$ 2000, tergantung spesifikasi.

Selain workstation Z1 yang bersifat all-in-one, pada saat sama HP meluncurkan tiga workstation seri Z terbaru yang menggunakan chipset Intel C602 dan prosesor Intel Xeon E5, yakni Z420, Z620 dan Z820. “Desainnya sama dengan produk yang diluncurkan tiga tahun lalu, tapi dengan prosesor dan spesifikasi lebih baru,” kata Bimo.

Z420 merupakan workstation single-core dengan kapasitas memori sampai 64GB. Sementara itu Z620 merupakan workstation dual-processor yang tipis  dengan kapasitas memori maksimal 96GB. Kapasitas memori pada Z820 lebih tinggi lagi, mencapai 512GB DDR3 melalui 16 slot DIMM. X820 ditujukan ke sektor perminyakan dan pertambangan, sementara Z620 ke sektor finansial.

Keempat workstation ini datang lengkap dengan software HP Remote Graphics Software (RGS) untuk melakukan modeling 3D secara remote dengan Internet dan HP Performance Advisor untuk melakukan tuning. HP Z420 dijual dengan harga mulai dari US$ 1500, HP Z620 mulai dari US$ 2000, sedangkan HP Z820 mulai dari US$ 3000.