Taipei, PCplus – Nvidia resmi meluncurkan RTX Spark Superchip di Computex 2026, menandai langkah besar masuk ke pasar PC dengan chip berbasis Arm yang menggabungkan CPU Grace 20-core dan GPU Blackwell RTX berisi 6.144 CUDA core. Chip ini dirancang untuk menjalankan AI agents langsung di perangkat dengan performa hingga 1 petaflop dan memori terpadu 128GB.
Baca Juga: NVIDIA Dongkrak Kemampuan Generative AI Mahasiswa
Chip ini mengintegrasikan CPU Grace berbasis Arm dengan GPU Blackwell RTX, menghadirkan efisiensi tinggi dan performa grafis kelas atas. Fokus utama adalah mendukung AI agents lokal, sehingga pengguna bisa menjalankan model AI tanpa bergantung pada cloud.
Spesifikasi Utama
- CPU: Nvidia Grace, hingga 20 inti komputasi
- GPU: Blackwell RTX, 6.144 CUDA core (setara RTX 5070)
- Memori: Hingga 128GB LPDDR5X unified memory
- Proses manufaktur: TSMC 3nm node
- Performa AI: 1 petaflop compute untuk on-device AI
Implementasi di Produk
Saat ini Nvidia RTX Spark sudah ditanamkan Nvidia di beberapa merek OEM terbana seperti ASUS, Dell, HP, Lenovo dan bahkan perangkat Surface milik Microsoft. ASUS ProArt P16 & P14 adalah 2 aptop kreator AI dengan layar OLED Lumina Pro yang sudah dibekali prosesor ini. Sementara Dell, HP, Lenovo, MSI, Microsoft Surface Laptop Ultra akan meluncurkan perangkat premium berbasis RTX Spark pada musim gugur 2026.
Dampak Pasar
Menariknya setelah pengumuman ini, saham Nvidia langsung naik 5%. Sementara saham Qualcomm turun 7% karena RTX Spark langsung menargetkan pasar Snapdragon X PC. Sementara itu, saham Arm Holdings melonjak 14% berkat dukungan arsitektur chip ini.
Dengan arsitektur Arm, memori terpadu, dan efisiensi daya, RTX Spark diposisikan sebagai pesaing serius chip Apple. Jensen Huang menyebut peluncuran ini sebagai revolusi PC terbesar dalam 40 tahun, setara dengan transformasi ponsel menjadi smartphone.







