Jakarta, PCplus – nPerf 2026 secara resmi merilis data terbaru mengenai performa internet tetap di Indonesia. Laporan komprehensif ini disusun berdasarkan pengujian sepanjang periode Juli 2025 hingga Juni 2026. Berdasarkan peringkat tersebut, posisi puncak kini ditempati bersama oleh Biznet dan juga CBN. Persaingan ketat di industri telekomunikasi digital dinilai semakin memacu peningkatan kehandalan jaringan oleh operator.
Baca Juga: Ini Dia Raja Internet Seluler Indonesia 2025
Kedua operator tersebut saling berbagi posisi teratas dengan keunggulan indikator kualitas yang cukup kontras. Biznet sukses mencatatkan performa terbaik pada kecepatan unggah yang mencapai 92,3 Mbps secara keseluruhan. Kualitas penjelajahan web dari mereka juga unggul dan menyentuh angka sebesar 64,95 persen. Kualitas streaming YouTube yang dihasilkan oleh provider ini pun meraih persentase tertinggi sebesar 79,64 persen.
Di sisi lain, CBN berhasil mendominasi parameter responsivitas jaringan interkoneksi di tanah air. Latensi terbaik di Indonesia telah dicatatkan oleh mereka dengan angka hanya 18,86 ms secara keseluruhan. Koneksi stabil tersebut dinilai sangat menguntungkan bagi konsumen yang sering memakai aplikasi interaktif real-time. Panggilan video, gim daring, serta sistem komputasi awan dapat dioperasikan secara lancar lewat koneksi prima ini.
Persaingan Bitrate Unduhan Internet Tetap di Indonesia
Peringkat tiga besar dalam laporan ini berhasil dilengkapi oleh performa impresif dari MyRepublic. Operator ini dinilai menjadi satu-satunya penyedia jasa yang melampaui ambang batas kecepatan 100 Mbps. Bitrate unduhan terbaik sebesar 102,5 Mbps secara keseluruhan sukses diraih oleh perusahaan tersebut melalui investasi infrastruktur masif. Lonjakan efisiensi ini menjadi bukti nyata komitmen ekspansi jaringan serat optik yang agresif di Indonesia.
Peringkat keempat dalam laporan tahunan ini ditempati oleh IndiHome yang dikelola oleh Telkom Indonesia. Jangkauan nasional terluas memang diakui masih dimiliki oleh badan usaha milik negara tersebut hingga sekarang. Namun, rata-rata bitrate unduhan dari mereka tercatat berada di angka 55,5 Mbps secara keseluruhan. Sedangkan untuk kapasitas unggahan, performa mereka tertahan pada kecepatan 43,2 Mbps selama periode pengujian berlangsung.
Posisi terbawah dalam daftar pengujian kualitas internet tetap ini terpaksa ditutup oleh performa IconNet. Layanan broadband milik PT PLN tersebut tercatat masih berada di dalam fase pengembangan awal yang masif. Keterbatasan tersebut membuat latensi tertinggi sebesar 33,41 ms harus dialami oleh para pengguna setianya. Selain itu, kecepatan unduh mereka tercatat sebesar 36,9 Mbps dengan kualitas streaming di angka 70,99 persen.
Pemerintah sendiri terus berupaya mendorong peningkatan kualitas layanan interkoneksi digital secara merata di seluruh wilayah. Target kecepatan fixed broadband nasional diharapkan bisa menembus angka 64 Mbps pada akhir tahun ini. Komitmen ini selaras dengan program transformasi teknologi informasi yang sedang digalakkan oleh Kementerian Komunikasi dan Digital. Peningkatan infrastruktur secara masif diproyeksikan mampu mendongkrak daya saing digital Indonesia di kancah global.
“Kualitas internet tetap di Indonesia terus menunjukkan grafik peningkatan positif tahun ini,” jelas Adi Pratama, Direktur Eksekutif Indonesia Telecommunication Watch. Seluruh data komparasi performa ini dihimpun secara valid melalui aplikasi pengujian mandiri oleh nPerf sepanjang tahun.







