Jakarta, PCplus – Fenomena sharenting semakin marak di era media sosial. Orang tua membagikan foto, video, dan cerita anak mereka untuk membangun komunitas dan menyimpan kenangan. Namun, penelitian Kaspersky dan SIT menunjukkan 75% orang tua di Asia Pasifik dan Mesir khawatir unggahan mereka disalahgunakan. Bahkan, 74% takut lokasi rumah terungkap dan 73% khawatir sekolah anak diketahui orang asing.
Baca Juga: Sharenting Dan Risiko Privasi Anak di Era Digital
Profesor Madya Jiow Hee Jhee dari SIT menegaskan, “Kekhawatiran ini valid dan menunjukkan betapa rentannya anak-anak tanpa disadari sepenuhnya oleh orang tua.”
Selain itu, 82% orang tua takut dampak buruk dari pengungkapan lokasi anak. Sebanyak 69% percaya unggahan memalukan bisa disalahartikan di masa depan.
Dilema Sosial dan Validasi Emosional
Meski risiko tinggi, banyak orang tua tetap berbagi karena alasan sosial. Separuh responden merasa mendapat dukungan dari komunitas orang tua lain, sementara sisanya tidak merasakan hal tersebut.
Trishia Octaviano, Manajer Senior Edukasi Keamanan Siber Kaspersky, menjelaskan: “Ada cara untuk mempraktikkan sharenting yang bijaksana, dan itu dimulai dengan lebih berhati-hati dalam mengelola jejak digital anak-anak.”
Hampir 47% orang tua senang berbagi kabar anak dengan kerabat jauh, namun 53% tidak merasakan hal yang sama. Meski begitu, mayoritas tetap berhati-hati dan jarang memperbarui pencapaian keluarga secara rutin.
Tips Sharenting Digital yang Aman
Para ahli Kaspersky menyarankan langkah praktis untuk melindungi privasi anak:
- Hapus akun lama yang tidak digunakan.
- Atur akun menjadi privat agar konten tidak terbuka untuk publik.
- Periksa pengaturan privasi secara berkala, karena sering berubah.
- Hindari mengungkap geolokasi dan hapus metadata dari foto.
- Tarik unggahan sensitif yang memperlihatkan lokasi anak secara real-time.
- Pantau aktivitas online anak dengan aplikasi kontrol orang tua.
- Gunakan Kaspersky Safe Kids untuk membatasi konten, melacak lokasi, dan mengatur waktu layar.
Fenomena sharenting membawa manfaat sosial, tetapi risiko digital tidak bisa diabaikan. Dengan menerapkan tips sharenting digital, orang tua dapat tetap berbagi momen berharga tanpa mengorbankan keamanan anak. Kesadaran dan langkah protektif menjadi kunci menjaga privasi keluarga di dunia maya.







