Symantec Siap Buktikan Orang dan Situs tidaklah Menipu

verisignJAKARTA, SELASA – Takut bertransaksi di Internet karena takut ditipu? Nah inilah yang antara lain ingin dibantu pengawasannya oleh Symantec.

Membuktikan bahwa orang dan situs tidak lagi menipu. Itulah salah satu dari lima kewajiban Symantec nanti setelah perusahaan sekuriti ini mengakuisisi bisnis keamanan Verisign.

Eh tahu Verisign kan? Ini adalah merek terpercaya di dunia online. Contoh produknya adalah SSL Certificate Services yang muncul di halaman Web yang kamu akses.

Jika semuanya beres, Verisign akan menjadi milik Symantec per September mendatang. Ini mencakup produk Secure Sockets Layer (SSL) Certificate Services, Public Key Infrastructure (PKI) Services, VeriSign Trust Services dan VeriSign Identity Protection (VIP) Authentication Service.

Akuisisi ini merupakan salah satu cara Symantec mewujudkan visinya, yakni dunia di mana semua orang punya akses yang mudah dan aman terhadap informasi dari mana pun.

“TI dihadapkan kepada tantangan untuk memberi akses yang sesuai kepada pengguna, seraya memastikan bahwa data perusahaan tidak menghadapi resiko. Kami percaya solusi terhadap dilema ini terletak pada keamanan berbasis identitas yang dapat diakses di mana saja,” begitu kata Enrique Salem, president and CEO, Symantec dalam rilis persnya.

Di dalam kepastian kesepakatan yang sudah ditandatangani, Symantec disebutkan akan membeli aset spesifik dari VeriSign, termasuk saham mayoritas di VeriSign Jepang, dengan harga pembelian sekitar USD$1,28 miliar secara tunai.

Wiwiek Juwono

Senior Editor di InfoKomputer dan PCplus. Memiliki spesialisasi di penulisan fitur, berita, serta pengujian gadget dan asesori komputer

One thought on “Symantec Siap Buktikan Orang dan Situs tidaklah Menipu

  • 25/05/2010 at 16:41
    Permalink

    wah-wah……Symantec makin oke aja nih…. tapi nih Symantec kadang kadang suka pasang harga setinggi langit…. nggak jadi deh beli nya

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.