Review Software LibreOffice 3.4.3

Kamu yang sudah pernah mencoba menggunakan Ubuntu pasti terbiasa dengan aplikasi office dari OpenOffice.org. Namun semenjak Ubuntu 11.10, OpenOffice sudah tidak disertakan lagi. Sebagai gantinya, hadir aplikasi serupa, yaitu LibreOffice yang merupakan proyek pengembangan dari OpenOffice.org yang tahun lalu diakuisisi Oracle.

LibreOffice hadir dalam satu paket aplikasi office yang terdiri dari 6 aplikasi terpisah. Di antaranya adalah Writer untuk menyunting dokumen (mirip Microsoft Word), Calc sebagai aplikasi lembar kerja (layaknya Excel), dan Impress yang dapat kamu gunakan untuk keperluan presentasi seperti halnya PowerPoint—hebatnya, aplikasi ini bisa diekspor ke format SWF sehingga bisa digunakan sebagai file animasi berbasis Adobe Flash. Base dibuat untuk menggantikan fungsi Access-nya Microsoft. Draw dibuat seperti Visio dan bisa dibandingkan dengan CorelDraw versi awal. Sedangkan Math berguna untuk membuat dan menyunting formula matematika menggunakan format XML.

Salah satu keunggulan aplikasi ini adalah dukungan terhadap format ODF (Open Document File). Kamu juga bisa meng-ekspor-nya dari ODF ke format XML. Menyimpan  dokumen ke format PDF pun bisa dilakukan dengan mudah. Pun ia mendukung format dari Microsoft Office versi terbaru, yaitu docx. (Dayu Akbar)

Informasi

Situs web www.libreoffi%20ce.org
Ukuran file 188MB
Lisensi Gratis
Harga
Kebutuhan sistem Windows XP/2003/2008/Vista/7

Dayu Akbar

Penulis PCplus dengan spesialisasi review produk dan tutorial. Menyukai hentakan musik metal dan makan enak.

2 thoughts on “Review Software LibreOffice 3.4.3

  • 16/01/2012 at 21:28
    Permalink

    Nah gini nih harusnya, ada review untuk foss, baik aplikasi maupun distro.

    cuman lisensinya apa benar gratis atau gnu gpl?

    klo gratis, apa bedanya dgn freeware?

    trus untuk ketersediaannya, di ubuntu 11.04 jg defaultnya libre office.

    namun yg penting, di semua distro linux dan di windows, aplikasi ini tersedia dan bebas digunakan oleh siapa saja 🙂

  • 17/01/2012 at 08:40
    Permalink

    Makasih dah mampir bos Putu 🙂
    Lisensinya GNU GPL, free to distribute. Bedanya dengan freeware kalau freeware hanya sifat lisensinya tapi kode programnya propitari punya yang buat. Kalau GNU GPL bisa dimodif source code-nya dan disebar ulang 🙂

    Betul, sejak versi 10.04 (apa 10.10, lupa) Ubuntu sudah menggunakan LibreOffice.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.