Bisa Online, Bisa Offline
Melihat peta pada GMapCatcher bisa dilakukan secara online dan juga offline. Tapi sebelumnya kamu memang mesti melakukannya secara online dulu untuk mengunduh data dari server mereka. Untuk itu, hilangkan tanda centang pada pilihan Offline. Begitu data terkumpul, kamu bisa melihat-lihat peta meski koneksi internet telah terputus karena data yang ada telah disimpan saat online tadi. Jika ketika offline kamu tidak mendapatkan tampilan peta yang diinginkan, barulah koneksi internet dibutuhkan kembali.
Data GMapCatcher dihimpun dari beberapa layanan peta lain seperti CloudMade, OpenStreetMap, Yahoo! Maps, dan Bing Maps. Dengannya, kamu bisa mencari lokasi berdasarkan nama kota, propinsi, dan juga kode pos. Fitur lain yang dihadirkannya adalah tampilan zoom in dan zoom out guna mendapatkan detail yang lebih jelas. Kamu juga bisa menandai suatu area, mengkopi lokasi ataupun GPS untuk dijadikan acuan.
GMapCatcher memiliki dua pilihan tampilan, yaitu Hybrid dan Satellite. Pilihan Hybrid akan menampilkan peta secara ilustrasi. sedangkan opsi Satellite akan menayangkan bumi dari ketinggian satelit secara nyata, mirip Google Earth. Pada kedua pilihan tersebut, detail mengenai nama lokasi, alamat, dan lainnya ditampilkan secara jelas.
GmapCatcher bersifat open source dan dibuat menggunakan bahasa pemrograman Python 2.7 dan dapat dijalankan pada sistem operasi desktop seperti Windows, Linux, dan Mac OS.
(day)
Informasi
| Situs web | http://code.google.com/p/gmapcatcher/ |
| Ukuran file | 9,5MB |
| Lisensi | Gratis |
| Harga | – |
| Kebutuhan sistem | Windows, Linux, Mac OS |



