Project 1: UNITY3D Game Level Design

heroogeswrks

>> Tutorial Sebelumnya: Membuat game dengan Unity3D Session 1

unity_2_a

Buat project baru di menu File>New Project, pada bagian Project Wizard, berikan nama project baru kamu dan pilih Packages berupa:

– Character Controllers
– Skyboxes
– Terrain Assets
– Water (Pro Only) selain versi pro kamu bisa memilih versi basic untuk latihan.

Klik tombol “Create”, untuk sesaat Unity akan restart dan memulai project baru dengan packages yang kamu pilih.

unity_2_b

unity_2_c

Di dalam project baru, kamu bisa melihat packages yang kita sudah pilih masuk kedalam daftar asset pada project window.

ada satu package yang kurang dan memang tidak termasuk kedalam installer Unity sehingga kita harus mendownloadnya dari website unity, paket tersebut adalah “Terrain Toolkit”.

Setelah kamu download, kamu bisa mengimportnya dengan cara klik menu Asset > Import Package>Custom Package, dan memilih package Terrain Toolkit yang barusan di download, seketika kamu akan  ditanya apakah ingin memasukan semua asset didalam package tersebut ? Kamu pilih ‘All’, lalu Import…

Dengan demikian sekarang kita sudah mempunyai asset yang lengkap untuk sementara.

unity_2_d

 

Terrain

unity_2_e

Ok, dalam sesi ini kita akan memulai project game kita dengan membuat Terrain , klik menu Terrain>Create Terrain. Disini kamu akan langsung mendapatkan area terrain yang cukup luas, sekitar 2km X 2km.

sebelum kita merubahnya kita akan belajar mengenai viewport navigation, atau bagaimana cara mengoperasikan mouse di dalam Unity Scene.

  • Tekan kunci ALT dan klik tombol mouse Kiri, maka kamu akan merotate tampilan / camera.
  • Tekan kunci ALT dan klik tombol mouse Tengah , maka kamu akan panning (menggeser)  tampilan / camera.
  • Tekan kunci ALT dan klik tombol mouse Kanan, maka kamu akan Zoom in/out  tampilan / camera.

Ya  setelah berlatih dengan mouse, sekarang mari kita lanjutkan dengan memberikan nama baru pada Terrain kita. Di dalam project window kamu pilih New terrain dan klik sekali saja (jangan double click) lalu berikan nama baru misalkan “Project 1 Terrain” (hati2 dalam memberikan nama karena jika nantinya kamu tidak hapal dengan nama object sendiri, jika salah menghapus, maka terrain yang sudah kamu design tidak bisa ditampilkan kembali / tidak bisa (UNDO).

Sekarang kita akan mengubah ukuran Terrain, perlu kamu ketahui ukuran terrain ada pada satuan meter.

  1. Klik menu terrain dan pilih ‘Set Resolution’  Ubah beberapa nilainya seperti contoh pada gambar.
  2. Untuk Width dan Length kamu ubah menjadi 256 meter. dan height nya  menjadi 200 meter.
  3. Untuk heightmap resolution, sebetulnya ukurannya adalah 128 akan tetapi ketika menekan kunci tab untu berpindah, kamu akan mendapatkan nilainya ditambah 1, pengertian disini adalah coba kamu berpikir terrain itu seperti Grid, jika diminta menulis jarak ukuran diantara Grid  itu sebesar 128, maka penggambarannya grid selalu ditambah satu garis extra pada bagian akhir grid.
  4. Untuk bagian Detail resolution kamu turunkan sebesar 128 dan patchnya sebesar 8, ukuran ini cukup lumayan untuk menhandle penempatan materi lain seperti r bebatuan dan lainnya menutupi seukuran yang sudah kita tentukan di bagian ini.
  5. Untuk control texture sebesar 128 dan base texture sebesar 512 (pengertian ini akan dibahas pada pembahasan  terrain lebih dalam lagi).
  6. Pada project window asset, buatlah satu bua folder dan berikan nama Terrain, lalu pindahkan atau drag “Project 1 Terrain” kamu kedalamnya. disini secara langsung juga kamu membuat folder pada hard disk di dalam folder project unity.
  7. Terakhir berikan juga nama yang sama untuk terrain didalam hierarchy. Sebagai pengertian untukkamu,  object didalam hierachy adalah object yang ada di dalam scene, sedangkan object didalam asset adalah object yang disiapkan untuk dimasukan kedalam scene.

 

Scene

Saat menyimpan scene /save ada baiknya kamu memberikan nama sesuai dari design level yang dibuat. Misalkan pada bagian ini kita mengerjakan level 1 maka ada baiknya kita berikan nama scene kita seperti “level1_proj1”.  Lalu buat folder baru dengan nama “scenes” dan drag drop scene kedalam folder baru tersebut.

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, scene disini tidak hanya untuk menyimpan level design, tapi bisa juga sebagai opening screen, configuration screen ataupun option menu.

Terrain Design

Disini kita akan mulai merancang lapangan atau arena kita, hanya saja kita tidak menggunakan alat bantu yang dikemas di dalam Terrain. Ini bisa dilihat di inspector window.

unity_2_f

 

Di sini kita akan menggunakan Terrain toolkit yang sudah kita import sebelumnya. Caranya dengan membuka folder terrain tool kita pada project window dan pilih terrain toolkit (dengan icon C Sharp),  lalu drag kedalam Terrain di dalam hierarchy window.

unity_2_g

 

unity_2_hDi dalam inspector window kamu akan menemukan komponen dari terrain toolkit.

Cara lain memasukan Terrain toolkit adalah,  pertama dengan memilih dahulu Terrain sehingga muncul di dalam Inspector Window, lalu drag dan drop terrain toolkit ke dalam Inspector Window untuk Terrain. Atau bisa juga mendrag drop langsung ke objectnya.

Inspector window adalah kumpulan properti, setting dan komponent pada gameObject yang kamu seleksi. Bayangkan kamu mempunyai terrain dengan ukuran yang cukup luas. Jika hanya menggunakan tools dari terrain saja, maka kamu akan melakukan proses sculpting / design terrain yang cukup lama, oleh karena itulah kita menggunakan terrain toolkit yang merupakan base design dari terrain yang bisa mencakup banyak area sesuai settingan yang kita tentukan (preset).

setelah melakukan proses design terrain dengan menggunakan  terrain toolkit, maka kamu bisa mengkoreksinya dengan menggunakan tools standard dari terrain.

kita mulai dengan terrain toolkit, pastikan kamu mengklik tombol create dan lihat banyak pilihan metode create yang  disediakan, semuanya mempunyai setingan yang berbeda untuk membuat bentuk baru bagi terrain kamu.

saya akan mencoba metode “Perlin” dan pada bagian presetnya saya memilih “Rolling Hills”, klik tombol Generate Perlin Terrain dan  coba kamu perhatikan perubahan bentuknya..

unity_2_i

 

Kamu bisa melihat dengan cara merotate, menggeser dan zoom in/out camera. Jika object terlalu jauh, kamu bisa memilih object tersebut, baik itu didalam scene lalu tekan kunci “F” di keyboard sehingga tampilan layar akan fokus ke object yang dipilih.

Kamu bisa melihat perbukitan yang terlalu tinggi, ini disebabkan oleh setingan Set Resolution pada terrain height di set cukup tinggi.

Tapi disini tidak perlu diubah setingan set resolutionnya, kita akan mengubah dengan cara lain.

Kita kembalikan dulu seperti semula dengan menekan kunci CTRL+Z, lalu  perhatikan pada pilihan “Blend” pada Create Perlin, pengertian angkanya disitu adalah ‘Berapa banyak kalkulasi nilai dari setiap setingan yang akan di apply pada terrain kita’, jika ter set pada angka 1 maka pengertiannya adalah 100%, coba kamu rubah ke angka 0.2 (20%), tentunya  akan melihat perbedaan bentuk yang ada, karena kalkulasi hanya menggunakan 20% saja dari nilai yang ada.

unity_2_j

 

Coba kamu UNDO lagi dan rubah bagian dari “Frequency” menjadi : 3 dan “Amplitude” menjadi 0.4 dan “Blend diturunkan setengahnya menjadi 0.5. “Frequency” adalah berapa banyak potongan atau jug dan “Amplitude”  adalah mengatur berapa ketinggian yang diperlukan.

unity_2_k

 

Kamu bisa juga mencoba fitur yang lain seperti Voronoi yang fungsinya membuat perbukitan yang terpisah, ataupun Fractal yang merupakan fungsi noise yang berbeda dari Perlin.

Nantinya ketika sudah selesai menggunakan Terrain Toolkit, kamu bisa Mengeditnya lebih detail dan spesifik lagi dengan tool standar dari terrain.

Sculpt Terrain

unity_2_l

 

Kita akan menggunakan tool pertama yaitu, raise and lower, di tools ini jelas sekali instruksinya, yaitu click untuk meningkatkan terrain dan tekan shift untuk menurunkan terrain.

Dan jika  menggeser mouse di atas terrain, kamu akan melihat warna biru mengikuti arah pergerakan mouse dengan ukuran sesuai setting pada brush size didalam raise/lower terrain setting.

jika kamu perhatikan, terdapat perbedaan pada saat mensculpting dengan kondisi camera terlalu dekat dengan object terrain dan dengan camera yang jauh dari object terrain.

Sekarang mari kita buat semacam dinding sekitar terrain dengan ukuran brush : 25 dan opacity 50 pada raise/lower terrain.

unity_2_m

 

unity_2_n

 

Kamu  bisa menurunkan area yang terlalu tinggi dengan cara menekan kunci Shift di keyboard.

Opacity : kekuatan tekanan brush pada terrain.

Sebagai contoh saja, ada lihat gambar disamping ini dimana ada batas dari tingginya gunung dengan permukaan yang datar, itu disebabkan oleh setingan terrain height yang ada pada set heightmap resolution.

ok kita lanjutkan lagi mensculpting terrain kita..

unity_2_o

 

Pada contoh gambar di atas coba kamu buat bukit disudut terrain.

Tools berikutnya, Paint Height, terdapat setingan tambahan yaitu height: di mana kamu bisa membatasi tinggi  dari pembuatan bukit atau gunung, dan jika menekan kunci Shift’ sambil menggerakan mouse ke area terrain, maka kamu akan mendapatkan ukuran yang berbeda-beda dari tinggi terrain tersebut.

Sebagai contoh gambar dibawah, saya membuat bukit dengan ukuran height 40 dan ukuran height 20

unity_2_p

Sekarang mari kita sculpting lagi area disudut dengan bantuan paint height serta raise and lower seperti contoh gambar dibawah, dalam hal inikamu tidak perlu persis sekali dengan contoh yang ada, yang penting letak dari point-pointnya sama.

unity_2_r unity_2_q

Gunakan juga Tool Smooth Height untuk membuat permukaan menjadi halus, disini tingkat kehalusan ditentukan oleh opacity.

selanjutnya kita akan  membuat area untuk danau dan juga area untuk perkemahan,  sebagai contoh gambar dihalaman berikutnya.

unity_2_s unity_2_t

 

Ok, dalam membangun level design menggunakan terrain, tahap inilah yang pertama kali harus kamu lakukan, karena setelahnya kamu baru bisa dengan tenang memikirkan untuk menambah texturing.

Jangan lakukan texturing sebelum yakin dengan sculpting terrain.

Nah kita akan lanjutkan dengan texturing pada sesi mendatang.

unity_2_u

 

bannerwp

 

Penulis : Heroges Matrik Niames

 

 

Tanggapan Kamu

komentar