Peliknya Mengembangkan Toko Online di Papua

online-shopping

Jakarta, PCplus – Mengembangkan layanan online di daerah seperti  Wamena, menurut RockyJ. Pesik, Chief Executive Officer Caraka Group ternyata lebih berat dari yang ia perkirakan. “Sebelumnya kami merenakan untuk memperkenalkan layanan belanja online di Wamena ini pertengahan Oktober lalu. Namun terkendala soal akomodasi dan layanan internet yang masih kurang memadai,” jelasnya usai konferensi pers peluncuran layanan belanja online di Wamena, Papua, bekerjasama dengan Rakuten.

Menurut Rocky, layanan internet di Wamena memang belum selancar di kota-kota besar. Hal senada juga diungkap Ryota Inaba, CEO Rakuten Indonesia, “kecepatannya masih sangat lambat,” tuturnya. Meski demikian mereka tetap optimis untuk memperkenalkan bisnis online di kota itu. Masalah lain adalah soal SDM, “Bisa ketemu dua orang lokal mantan guru yang kita rekrut untuk menjaga booth itu sebuah keajaiban,” cerita Rocky. Pasalnya, tak mudah menemukan orang yang fasih menjalankan komputer, mengakses internet, dan fasih berbahasa Inggris disana, katanya lagi. Disebutkan Werner Sutanto, Cheif Advisor Strategic Investment Department Rakuten, kota Wamena akan jadi pilot project dari proyek HOPE untuk kota-kota lain di Indonesia.

Dengan menyediakan layanan belanja online di Wamena, Rocky berharap masyarakat Wamena punya alternatif berbelanja dengan harga yang lebih murah. “Dibanding dengan harga setempat, bisa 35%, 20%, 15% lebih murah,” sebutnya ketika ditemui PCplus usai acara. Lebih murah karena harga barang yang dijual lewat Rakuten menggunakan harga yang sama se-Indonesia, tidak terkena hukum supply and demand. Sebab, Wamena merupakan pusat kegiatan ekonomi bagi delapan kabupaten lain di sekitarnya. Permintaan yang tinggi di kota ini, membuat harga barang -yang memang sudah mahal akibat tingginya biaya pengiriman- semakin menjulang.

Rocky juga prihatin dengan perekonomian di Wamena yang tidak mampu keluar dari daerahnya. “Di Papua, semua barang dikirim lewat udara, karena tidak ada akses darat. Baik kebutuhan pokok, keperluan bangunan, sampai mobil, semua mesti diangkut pesawat. Pesawat yang mengangkut barang dari Jayapura ke Wamena sekali jalan bisa mengangkut hingga 12 ton sekali jalan. Tapi dari Wamena ke Papua, tidak ada barang yang dikirimkan,” tuturnya. Ini membuat ongkos kirim, semua ditanggung oleh penjual di Jayapura, sehingga makin mahallah harga barang itu. Diharapkan, dengan bangkitnya ekonomi di Wamena, akan ada barang yang keluar dari Wamena, sehingga bisa mengurangi ongkos kirim ke daerah tersebut.

Eka Santhika

Travelling di dunia digital dan dunia nyata ^^