Wireshark Mudahkan Engineer Pecahkan Masalah

Director, Open Source Projects Riverbed Technology Gerald Coombs
Director, Open Source Projects Riverbed Technology Gerald Coombs

JAKARTA, PCplus – Kamu yang suka mengutak-atik jaringan pasti pernah melakukan troubleshooting saat jaringan kamu bermasalah bukan? Pusing tidak melihat dan menerjemahkan angka dan kode yang dihasilkan? Sebenarnya kamu tak perlu pusing seperti itu. Sebab ada tool yang bisa melakukannya untuk kamu. Gratis pula!

Namanya Wireshark. Ini penganalisis protokol IP jaringan dan  software yang bisa bekerja di OS Windows maupun Linux. Wireshark dikembangkan pertama kali tahun 2006 dengan nama Ethereal oleh Gerald Coombs dengan basis open source. Tahun 2010, Wireshark yang bergabung dengan Cace Technology diakusisi oleh Riverbed. Namun produknya sampai sekarang tetap sama. Bedanya, Riverbed menyediakan produk pelengkap, juga garansi dan dukungan (support).

Dijelaskan oleh Gerald Coombs (Director, Open Source Projects, Riverbed Technology) dalam jumpa pers di Jakarta kemarin (3/6/2014), Wireshark yang mencakup 1500 protokol, 117 ribu filter field, dan 2 juta baris kode itu merupakan mesin pemecah (dissection engine). “Wireshark memecah-mecahkan data dan mengategorikannya. Wireshark juga merupakan komunitas. Kami menggelar pertemuan dan konferensi setiap tahun di Bay Area,” tutur Coombs.

Hasil analisis dari Wireshark, ucap Coombs, mudah dipahami. “Karena bukan cuma angka dan kode. Ini tool terbaik untuk melihat apa yang terjadi di jaringan,” kata Coombs.

Siapa sih pengguna Wireshark dan untuk apa mereka memakainya? Engineer jaringan, ungkap Coombs, menggunakannya sebagai troubleshooting tool. Security engineer memanfaatkannya sebagai tool forensik, protocol engineer memakainya untuk tool validasi, sedangkan developer memakainya untuk debugging tool. Kalangan pendidik/pengajar juga memakainya loh. “Sebagai tool pengajar (teaching tool),” kata Coombs.

Mau mencobanya? Silakan. Wireshark gratis untuk diunduh dan dipakai. Juga bisa di-instal di mana saja. “Tapi perlu training untuk menggunakannya. Untuk itu ada universitas online dan juga ada sertifikasi,” kata Coombs.

Wiwiek Juwono

Senior Editor di InfoKomputer dan PCplus. Memiliki spesialisasi di penulisan fitur, berita, serta pengujian gadget dan asesori komputer

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.