Dua Tantangan Berat Google di Indonesia

rintanganJAKARTA, PCplus – Teknologi seharusnya bisa membantu orang atau perusahaan agar bekerja lebih mudah, efektif, efisien. Ia seharusnya bisa menggerakkan bisnis.

Ddi tanah air kendati berguna, teknologi belum sepenuhnya dimanfaatkan. Masih ada sebagian yang enggan menggunakannya. Padahal teknologi, tutur Rudy Ramawy (Indonesia Country Head, Google) saat berbicara di ajang MarkPlus Conference 2015 di Jakarta tadi siang (11/12/2014), bermanfaat paling tidak  dalam dua hal.

Pertama adalah efisiensi. “Bisa kurangi cost, baik operasional atau fixed.” Selain itu juga bisa menjadi opsi sales revenue. “Untuk menjangkau kustomer baru,” kata Rudy Ramawy merujuk ke layanan terbaru Google untuk UKM, yakni Bisnisku.

Tantangannya ada dua, kata Rudy. “Pertama, knowledge, edukasi. Teknologi sudah canggih, tapi di Indonesia banyak perusahaan dan end user yang belum siap dengan teknologi.“

Tantangan kedua, tambah pria asal Jambi tersebut, adalah resource atau sumberdaya manusia. “Susah mencari talent yang adopsi teknologi.”

Mungkinkah orang Indonesia takut penggunaan teknologi akan mengurangi jumlah tenaga kerja? Anggapan ini, menurut Kusumo Martanto (CEO, Blibli.com), tidak benar. “Teknologi tidak akan mengurangi orang. Justru membuat perlu orang. Perlu orang untuk membuatnya (program). Justru teknolog bisa membuat (prosesnya) lebih cepat,” ucap Kusumo.

Wiwiek Juwono

Senior Editor di InfoKomputer dan PCplus. Memiliki spesialisasi di penulisan fitur, berita, serta pengujian gadget dan asesori komputer

Leave a Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: