Ganti Jaringan Nirkabel, Universitas Lampung Pilih Aruba

unilaJAKARTA, PCplus – Kampus modern harus punya Wi-Fi dong ya. Sebaiknya juga koneksinya stabil dan tak lelet ya. Nah masalah tak stabilnya koneksi rupanya dialami oleh Universitas Lampung (UNILA).

Masalahnya, titik-titik akses nirkabel UNILA berdiri sendiri. Sementara di kampus utama yang luasnya 700 meter persegi, jaringan nirkabel dipakai oleh lebih dari 5000 pengguna (mahasiswa dan staf) yang membawa sendiri perangkat mobile masing-masing.Maka beban berlebih itu juga membuat titik-titik akses akan turun secara berkala.

“Setiap kali akses poin habis terpakai oleh pengguna, kami harus melakukan restart. Kami juga tidak memiliki visibilitas yang cukup ke dalam infrastruktur jaringan, sehingga sulit untuk mengelola dan menjamin keamanan jaringan dan data mahasiswa kami, “ kata Muhamad Komarudin, Kepala Pusat Informasi dan Komunikasi Satuan Teknologi, yang bertanggung jawab atas layanan dan infrastruktur TI di UNILA.

Untuk meningkatkan kualitas jaringan nirkabelnya, UNILA akhirnya memilih solusi jaringan Mobility-Defined Aruba. Dengan solusi Aruba, kata Muhamad, cakupan jaringan nirkabel UNILA kini aman dan akses Wi-Fi tersedia bagi mahasiswa di seluruh penjuru kampus – dari ruang kelas sampai ruang terbuka di taman.

Dengan AP-175 titik akses luar ruangan dari Aruba, UNILA mampu menerapkan mesh-coverage di seluruh kampus, sehingga menciptakan hotspot di areal-areal yang sebelumnya tidak berada dalam jangkauan koneksi jaringan nirkabel. Teknologi ClientMatch unik Aruba diadopsi dalam jaringan UNILA untuk secara kontinu mengumpulkan data metrik kinerja sesi koneksi, dan secara cerdas mengarahkan setiap perangkat ke access point terdekat, sehingga meningkatkan kinerja jaringan nirkabel secara keseluruhan.

Sedangkan untuk meningkatkan visibilitas dan keamanan dalam jaringan dan pengelolaan akses, UNILA menggunakan ClearPass Access Management System Aruba. Sistem ini merupakan solusi pengelolaan kebijakan keamanan tingkat enterprise yang memberikan overview jaringan dan platform untuk pengendalian akses dan keamanan kepada tim teknologi informasi (TI) sekolah.

Dengan sistem manajemen jaringan sederhana, mahasiswa dapat mengotentikasi perangkatnya sendiri. Dengan Single Sign-On (SSO), mahasiswa hanya memerlukan satu username dan password untuk login ke jaringan. Sistem ini mampu mengingat log-in jaringan masing-masing pengguna dan secara otomatis mengotentikasi pengguna untuk aplikasi mobile-nya.

Untuk memantau perangkat yang merek dan generasinya berbeda-beda, digunakan juga AirWave network management dari Aruba. Ini membuat UNILA mampu menekan biaya, karena jaringan baru ini mampu menyertakan peralatan lama sehingga tidak perlu melakukan perombakan infrastruktur secara total.

Wiwiek Juwono

Senior Editor di InfoKomputer dan PCplus. Memiliki spesialisasi di penulisan fitur, berita, serta pengujian gadget dan asesori komputer