Targetkan Raih 5 Juta Pengguna, Yogrt Perkenalkan Konsep Pertemanan Baru

yogrt

Yogrt, aplikasi sosial media berbasis lokasi dan terbuka, memperkenalkan konsep baru dalam jaringan pertemanannya. Sejak Yogrt diluncurkan ke pasar, Yogrt mulai menggali dan menganalisa berbagai data, termasuk data kebiasaan para penggunanya. Singkatnya, pengguna pada kategori usia 18 sampai 25 tahun selalu mencari “tempat” untuk mencari jawaban atau arah dalam kehidupan sosialnya.

Dari hasil olahan data tersebut, dalam versi terbaru aplikasi sosialnya, Yogrt memperjelas posisi uniknya dari aplikasi sosial yang lain dengan memperkenalkan YogrtTimeline (linimasa) dan “0”-friend concept. Konsep ini memungkinkan seorang pengguna untuk terhubung dengan teman-teman baru di luar lingkaran pertemanannya tanpa harus ‘memindahkan’ teman-temannya saat ini, fans maupun follower ke platform jejaring pertemanan yang baru. Sebagai hasilnya, mereka akan dihadapkan dengan aliran informasi yang lebih beragam dari lingkaran teman-teman baru berbasis lokasi, membuka beragam kesempatan, berbagi dan mendapatkan informasi tanpa batasan sosial.

Roby Muhammad, Ph.D, co-Founder  Yogrt menjelaskan, “Kami mempelajari pola interaksi para pengguna dan kami menemukan bahwa dalam jejaring media sosial, para pengguna lebih mencari teman untuk curhat dan berbagi informasi. Sebuah konsep pertemanan pada umumnya, bukan dalam konteks hubungan asmara. Siapa saja bisa menjadi superstar di Yogrt; bahkan Yogrt merupakan aplikasi jejaring sosial yang sebenarnya, yang menghubungkan Anda dengan lingkaran pertemanan baru dan membuka pada berbagai kesempatan baru.”

Tidak seperti aplikasi sosial media yang tersedia saat ini, seperti Facebook atau Path yang lebih ditujukan untuk lingkaran pertemanan tertutup, atau Twitter dan Snapchat, yang memerlukan followers/pengikut agar pikiran atau komentar Anda ada yang mendengarkan, Yogrt akan melengkapi pengalaman bermedia sosial pengguna di mana pengguna dengan jumlah teman nol masih dapat berbagi dan mendapat informasi melalui konsep aplikasi pertemanan berbasis lokasi dan terbuka.

Hal menarik dari konsep baru Yogrt adalah linimasa yang berbasis lokasi dan terbuka untuk publik. Melalui linimasa tersebut, para pengguna dapat terkoneksi dengan teman-teman memiliki minat yang sama atau sepemikiran, mencari informasi promo/acara, bertanya dan berbagi informasi, rekomendasi, hingga konten yang menghibur.

Beberapa fitur favorit yang sudah ada juga mengalami peningkatan. Fitur chat, kini memungkinkan pengguna untuk bertukar pesan berupa tulisan, gambar, suara dan stiker menarik antara dua pengguna atau grup, tanpa harus terkoneksi terlebih dahulu. Pengguna juga dapat mengenal lebih jauh teman-teman baru dalam Yogrt melalui mini games, games berbasis HTML-5 untuk menghilangkan kebosanan, dan beragam kuis kepribadian.

Saat ini Yogrt masuk ke dalam lima aplikasi sosial media teratas gratis di Google Playstore, bersaing ketat dengan aplikasi sosial global seperti Twitter dan Snapchat. Selain itu, Yogrt telah mencapai satu juta pengguna di Indonesia dengan tingkat rasio interaksi yang tinggi yakni 2 dari 3 pengguna terlibat di dalam posting, berkomentar, chatting dan bermain.

Basis pengguna Yogrt di Indonesia tersebar mulai dari Lhokseumawe di ujung Barat Indonesia hingga Jayapura di titik Timur Indonesia, dengan total meliputi 86 kota. “Dengan lonjakan pertumbuhan pengguna, kami menargetkan meraih 5 juta pengguna dalam 6 bulan ke depan dan terus mengembangkan fitur dengan selera lokal seperti postingan audio dan video pada timeline,” kata Jason Lim, Pendiri Yogrt.

Dayu Akbar

Penulis PCplus dengan spesialisasi review produk dan tutorial. Menyukai hentakan musik metal dan makan enak.

%d bloggers like this: