Wah, Pemasang Iklan di Instagram Capai 500 Ribu

insta

Instagram baru-baru ini mengumumkan bahwa jumlah pemasang iklan di Instagram telah mencapai lebih dari 500 ribu. Menurut siaran pers Instagram, hanya dalam waktu enam bulan, jumlah pengiklan global via Instagram di berbagai industri telah bertumbuh lebih dari dua kali lipat. Pertumbuhan ini mencakup berbagai macam bisnis dari seluruh dunia.

Instagram menyatakan bahwa lima negara yang menunjukan adopsi pengiklan terbesar adalah Amerika Serikat, Inggris, Australia, dan Kanada. Berikut ini menurut Instagram adalah alasan mengapa para pemasang iklan itu memasang iklannya di Instagram.

1. Mengubah Minat menjadi Pembelian

Menurut siaran pers ini, Instagram merupakan tempat orang mengubah minatnya menjadi pembelian. Dengan keberadaan perusahaan‐perusahaan dari berbagai industri di platform ini, tidak mengherankan jika sebanyak lima puuh persen dari Instagrammer mengikuti sebuah akun bisnis.

Tidak hanya itu, sebanyak enam puluh persen orang mengaku mempelajari produk dan layanan baru di Instagram. Contohnya adalah Love Your Melon. Ini merupakan bisnis pakaian skala kecil yang mendonasikan sebagian besar dari hasil penjualannya untuk membantu melawan kanker yang diderita anak. Perusahaan ini menggunakan Instagram untuk menyebarkan misinya dan memaksimalkan kontribusi amal.

Love Your Melon meningkatkan return on ad spend sebesar 66x dengan menggunakan iklan tautan yang menargetkan para pengasuh dan Custom Audience berdasarkan pengunjung di situs, konsumen sebelumnya dan mereka yang tergabung dalam mailing list.

“Saat memulai bisnis kami, kami menempatkan ide di Instagram dan Facebook. Tiga setengah tahun kemudian, kami menggunakan akun Instagram untuk terhubung dengan orang-­‐orang yang telah bergabung dengan misi kami untuk melawan kanker pada anak. Tanpa Instagram, kami tidak akan bisa membuat perubahan seperti ini terhadap hidup anak-anak yang melawan kanker,” kata Brian Keller (Co‐Founder dan Chief Operating Officer Love Your Melon).

2. Inspirasi yang Menimbulkan Aksi

Dengan pemasaran yang menyasar minat, bisnis mengubah inspirasi menjadi aksi. Faktanya menurut Instagram, sebanyak 75% Instagrammer mengambil tindakan karena terinspirasi oleh sebuah posting, seperti mengunjungi situs, melakukan pencarian, berbelanja ataupun memberitahukan temannya. Sejak peluncuran Ads di bulan September lalu, sudah ada satu miliar aksi yang dilakukan oleh pengguna di Instagram ads.

Sekitar 70% kinerja kampanye mendapatkan kenaikan konversi online atau install aplikasi mobile dengan signifikan secara statistik. Instagram mengklaim bahwa setelah mengubah format iklan tautan di bulan Juni lalu, kinerja iklan-iklan tersebut meningkat hingga lebih dari 45%. Nilai iklan ini melampaui iklan mobile dan berkontribusi terhadap kenaikan penjualan offline sebanyak dua persen.

3. Fitur Baru Khusus untuk Bisnis

Menurut Instagram, dengan bantuan Instagram Business Tools baru, bisnis akan dimudahkan untuk menemukan konsumen baru dan membangun hubungan yang berarti dengan mereka yang peduli akan bisnisnya. Dalam waktu dua bulan setelah peluncuran, sebanyak lebih dari 1,5 juta bisnis mengubah profilnya menjadi sebuah profil bisnis.

Untuk pertama kalinya pada platform ini, para pebisnis dapat belajar apa yang diinginkan oleh konsumennya melalui insight dan mempromosikan sebuah post di aplikasi tersebut.

Contohnya adalah Grabble. Perusahaan ini merupakan aplikasi belanja dari Inggris dengan seleksi produk fashion dan kecantikan. Menurut Instagram, perusahaan yang mengutamakan fashion ini menilai Instagram Business Tools memiliki dampak secara langsung terhadap strategi pemasaran.

“Dengan sebuah profil bisnis, konsumen lebih mudah untuk terhubung dengan kami – semuanya ada dalam satu wadah sehingga mereka tidak perlu ke tempat lain untuk mendapatkan informasi lebih lengkap,” jelas Jack Rogers (Head of Marketing Grabble). Demi memudahkan keterhubungannya dengan konsumen, Grabble juga telah menggunakan insight untuk mempertajam target audiensi.

“Kami selalu berpikir untuk mem-posting konten seputar wanita. Namun, insight yang kami dapatkan di Instagram Business Tools adalah 21% dari pengikut kami ternyata pria,” kata Jack. Pada akhirnya, merek asal Inggris ini menggunakan Instagram untuk beriklan agar dapat menjangkau konusmen baru, meningkatkan angka pengunduhan aplikasi dan menaikkan penjualan.

“Dengan menggunakan format iklan di Instagram untuk menunjukkan tampilan yang kami pilih sendiri, kami berhasil mendapatkan penambahan pengguna sebanyak 23% setiap bulannya dan peningkatan sebesar 3x dalam penjualan pada beberapa kategori,” tambah Jack.

Ristianto W

Menyukai dunia elektronika, Linux, dan jaringan komputer. Saat ini aktif mengelola beberapa server berbasis Linux.