Tiga Start-Up Indonesia Jadi Finalis Muru-D di Singapura

Erik Meijer (Presiden Direktur Telkomtelstra) bersama finalis Indonesia, dalam program Muru-D 2016 di Singapura.
Erik Meijer (Presiden Direktur Telkomtelstra) bersama finalis Indonesia, dalam program Muru-D 2016 di Singapura.

Tiga perusahaan rintisan (start-up) dari Indonesia baru-baru ini berhasil terpilih sebagai finalis program Muru-D, akselerator start-up dari Telstra, di Singapura. Ketiganya dipilih melalui seleksi ketat oleh Muru-D dan Indigo (Telkom Indonesia). Karena dalam musim pertama Muru-D Singapura tahun lalu tidak ada finalis dari Indonesia, di tahun ini ditargetkan Indonesia setidaknya mendapatkan minimal satu wakil.

Namun melihat kualitas start-up Indonesia yang sangat baik di tahun ini, akhirnya terpilih tiga peserta mewakili Indonesia dari sebanyak sebelas finalis dari tujuh negara.

Ketiga start-up Indonesia ini, yakni amtiss, Teman Usaha, dan Zelos, mempresentasikan kemajuan karya mereka di hadapan Erik Meijer (Presiden Direktur Telkomtelstra). Setelah mengikuti program Muru-D selama 1 dari total 6 bulan, ketiga start-up ini memiliki peluang untuk memenangi program Muru-D. Pasalnya, mereka memiliki keunikan dan keunggulan dalam mengkombinasikan bisnis dan teknologi untuk mengatasi masalah usaha dan sosial.

Sebagai informasi, amtiss merupakan solusi manajemen aset berbasis cloud yang membantu bisnis dan perusahaan meminimalkan biaya operasional aset dan memaksimalkan masa kerja melalui pemeliharaan yang bersifat prediktif. Sementara Zelos merupakan platform perekrutan kreatif yang menghubungkan calon karyawan berbakat dengan dunia bisnis. Mereka membantu mahasiswa aktif serta mahasiswa yang baru lulus untuk mendapatkan pekerjaan melalui algoritma perjodohan, analisis sosial, dan tes penilaian.

Terakhir, Teman Usaha merupakan aplikasi pembiayaan mikro yang menghubungkan pemberi pinjaman di Indonesia dengan pemohon pinjaman UKM dengan kualitas tinggi.

Menurut Telstra, terpilihnya ketiga start-up dari Indonesia ini merupakan langkah baik untuk menunjukkan bakat dan potensi usahawan muda Indonesia. Terlebih lagi, sebanyak dua dari tiga finalis ini merupakan alumni program Telkom Indigo Incubator. Hal tersebut membuktikan Indonesia mampu mencetak talenta muda berbakat di bidang teknologi, serta membawa hasil kreasi teknologi digital anak bangsa Indonesia bersaing di pasar global.

Pemilihan peserta dari Indonesia untuk Muru-D Singapura ini, selain didukung Telstra dan Telkom, juga dibantu oleh Kedutaan Australia dan AusTrade di Indonesia. Program Muru-D sendiri dikelola oleh Telstra di sejumlah negara. Sementara Singapura merupakan pusat pelatihan untuk program di Asia. Muru-D akan memberi modal awal kepada setiap start-up yang menjadi finalis sebesar SIN$40 ribu.

Selain itu, para finalis mendapatkan bimbingan intensif untuk mengasah kemampuan selama enam bulan. Muru-D juga menyediakan ruang kerja kolaboratif di jantung distrik bisnis sentral Singapura, akses untuk berkolaborasi dengan para mentor kelas dunia, para pelatih profesional, serta investor.

Ristianto W

Menyukai dunia elektronika, Linux, dan jaringan komputer. Saat ini aktif mengelola beberapa server berbasis Linux.