Thursday, May 30, 2024
Event

Pemimpin Millennial Lebih Pesimis tentang Kesiapan Digital Organisasinya

going-digital

Menurut SAP, sebanyak 2 dari 5 perusahaan di Jerman tengah menuai manfaat dari ekonomi digital,  dibandingkan dengan hanya 1 dari 100 perusahaan di Inggris. Para pemimpin perusahaan di Eropa mulai menyambut transformasi digital. Namun menurut penelitian yang dilakukan oleh Oxford Economics dan didukung oleh SAP SE ini, tingkat adopsinya berbeda-beda secara signifikan di setiap negara,.

Hasil secara resmi kajian ini diumumkan di acara SuccessConnect, yang berlangsung pada bulan November 28-29 di Wina, Austria. Studi Leaders 2020 ini didasarkan pada hasil survei atas 4.100 eksekutif dan karyawan di 21 negara. Temuan ini meneliti karakteristik-karakteristik dari karakteristik perusahaan yang berhasil dalam ekonomi digital di negara Jerman, Spanyol, Prancis, Rusia dan Inggris.

Oxford Economics dan SAP mengidentifikasi sekelompok organisasi yang tengah mendapatkan manfaat dari ekonomi digital, yang disebut Digital Winners, di enam belas persen perusahaan yang disurvei secara global. Namun, dalam menganalisis Digital Winners di seluruh Eropa, kepemimpinan digital bervariasi secara luas di setiap negara. Jerman (41 persen) dan Spanyol (22 persen) melampaui rata-rata global, diikuti Prancis (15 persen), Rusia (3 persen), dan Inggris (1 persen).

Menurut studi tersebut, secara global, Digital Winners lebih cenderung melihat peningkatan keragaman dalam tenaga kerja di tingkat manajemen tingkat menengah. Selain itu, mereka juga memiliki proporsi karyawan wanita yang sedikit lebih tinggi dari perusahaan lain.

Di Eropa sendiri, tingkat keragaman tidak berada pada level yang seharusnya bagi sebagian besar perusahaan, tetapi lebih tinggi pada mereka dengan kepemimpinan eksekutif yang unggul dan kinerja keuangan yang lebih kuat. Rata-rata, sebanyak 39 persen dari Digital Winner di seluruh dunia melaporkan adanya program keberagaman yang efektif, dibandingkan dengan 36 persen dari semua perusahaan di Prancis, 33 persen di Rusia, 32 persen di Jerman, 30 persen di Inggris dan 23 persen di Spanyol.

Kajian ini juga menyatakan bahwa di seluruh dunia, pemimpin millenial lebih pesimis dibandingkan eksekutif lainnya dalam hal kesiapan digital organisasinya. Eksekutif millenial memberikan peringkat atas keterampilan kepemimpinan organisasi mereka antara 15 dan 23 persen lebih rendah dari eksekutif non-millennial seputar berbagai atribut, termasuk memfasilitasi kolaborasi, mengelola keragaman, memberikan umpan balik dan proses birokrasi yang mengecewakan.

Kajian ini juga menampilkan kenyataan bahwa karyawan yang bekerja di perusahaan dengan kepemimpinan eksekutif progresif cenderung merasa lebih puas dan dilibatkan – dan lebih kecil kemungkinannya untuk mencari pekerjaan baru. Sementara Inggris (91 persen) dan Jerman (87 persen) memiliki tingkat kepuasan tertinggi di seluruh dunia, di mana 87 persen karyawan puas atau sangat puas di tempat kerja, Prancis (76 persen), Spanyol (64 persen) dan Rusia (32 persen) menempati urutan ketiga, keempat dan kelima. Selanjutnya, sementara Inggris (80 persen) dan Jerman (77 persen) kembali mengalahkan Digital Winners di seluruh dunia, di mana 75 persen karyawan akan memilih tidak pergi jika ditawari pekerjaan lain, Perancis (72 persen), Spanyol (56 persen) dan Rusia (32 persen) diyakini akan mendapatkan hasil yang lebih baik bila kemampuan kepemimpinan digital lebih tinggi.

Secara global, sebanyak 78 persen dari Digital Winners membuat keputusan berdasarkan data, dibandingkan dengan hanya 55 persen dari seluruh perusahaan. Sementara beberapa negara Eropa melampaui rekan-rekan mereka dalam kategori ini, termasuk Jerman (72 persen) dan Perancis (55 persen), sebagian besar perusahaan-perusahaan Eropa menyepakati perlunya manajemen untuk meningkatkan keterampilan pengambilan keputusan.

Menurut kajian ini, dalam perusahaan-perusahaan yang tergolong Digital Winners ini, jauh lebih mungkin untuk mempertahankan kinerja keuangan baik dari segi pendapatan dan profitabilitas. Di saat kepemimpinan telah bertransformasi secara digital, perusahaan ini akan:

*38 persen lebih mungkin melaporkan pendapatan yang kuat dan pertumbuhan laba

*memiliki strategi yang lebih matang dan program untuk mempekerjakan bakat terampil

*mencapai 87 persen kepuasan karyawan dan tingkat loyalitas karyawan yang lebih tinggi secara signifikan

*lebih siap untuk perencanaan suksesi

*mendengarkan eksekutif millenial, yang sarannya dapat memberikan jalan pintas untuk transformasi digital

Ristianto W

Menyukai dunia elektronika, Linux, dan jaringan komputer. Saat ini aktif mengelola beberapa server berbasis Linux.