resiko chatbot anak

Ini Dia Resiko Chatbot AI Untuk Anak-Anak

Jakarta, PCplus – Chatbot Artificial Intelligence makin banyak dipakai masyarakat luas. Tak terkecuali anak-anak yang saat ini sangat melek teknologi. Tapi ternyata ada lho resiko dari chatbot AI ini untuk anak-anak.

Baca Juga: Gandeng LINE, Microsoft Hadirkan Chatbot Berbasis Kecerdasan Buatan Bernama Rinna

Adalah Kaspersky yang mangangkat isu keamanan dari chatbot yang mungkin saja mengancam anak di bawah umur. Pasalnya, anak-anak di seluruh dunia dapat menggunakan berbagai alat AI dengan mudah dan tanpa izin. Hal ini bisa membawa risiko seperti kebocoran data pribadi, serangan siber, dan konten yang tidak sesuai.

Alat AI memang dapat membantu anak-anak belajar dengan lebih efektif dan menarik. Anak-anak dapat mencari informasi tentang apa saja dengan chatbot AI, serta melatih keterampilan bahasa dan berdiskusi tanpa batasan dengan chatbot AI. Namun, chatbot AI juga memiliki kelemahan dan bahaya.

Bisa dipakai tanpa verifikasi usia

Contohnya adalah ChatGPT, chatbot AI yang paling populer dan berkembang pesat. Chatbot ini tidak memiliki verifikasi usia yang memadai. ChatGPT juga dapat memberikan konten yang tidak akurat dan menyesatkan, serta merugikan anak-anak. Misalnya, beberapa siswa menggunakan ChatGPT untuk plagiat dan mendapatkan referensi palsu. Resiko lain ada pada anak gadis atau remaja yang mendapatkan rencana diet dan informasi medis yang tidak berdasarkan data ilmiah dari chatbot AI.

“Ada banyak chatbot AI yang dibuat untuk memberi pengalaman “erotis” kepada penggunanya. Chatbot ini berbicara dengan bahasa yang vulgar dan seolah-olah sedang berpacaran. Hal ini sangat berbahaya karena beberapa chatbot tidak meminta verifikasi usia, sehingga anak-anak bisa saja mengaksesnya dengan mudah,” jelas Noura Afaneh Analis Konten Web Kaspersky.

“Misalnya, MyAnima, salah satu chatbot yang saya coba, memberi respons seksual tanpa memeriksa usia saya. Botfriend adalah aplikasi AI dewasa yang ditujukan untuk permainan peran seksual yang hanya membutuhkan email untuk menggunakannya. Ini menunjukkan betapa pentingnya kita waspada terhadap penggunaan internet oleh anak-anak dan risiko yang mereka hadapi terkait privasi data dan penyalahgunaan informasi,” tambah Noura.

Tips untuk meminimalkan resiko chatbot AI untuk anak
  • Memberikan edukasi tentang keamanan dan privasi internet.
    Anak-anak harus tahu bahwa mereka tidak boleh memberikan data pribadi kepada siapa pun, termasuk chatbot AI.
  • Mencoba chatbot AI bersama-sama dengan anak-anak.
    Orang tua harus mengetahui apa saja yang bisa dan tidak bisa dilakukan dengan chatbot AI. Orang tua harus memberikan contoh chatbot AI yang aman dan bermanfaat, serta menghindari chatbot AI yang berbahaya dan tidak etis.
  • Mengawasi, mengontrol, dan mengatur pengaturan privasi internet.
    Orang tua harus menggunakan solusi keamanan komprehensif yang bisa melindungi perangkat dan data mereka dari ancaman siber. Orang tua juga bisa menggunakan aplikasi pengasuhan digital yang bisa membantu mereka mengatur aktivitas online anak-anak. Aplikasi ini bisa menyediakan fitur-fitur seperti pemfilteran konten, manajemen waktu pemakaian perangkat, penelusuran aman, dan lain-lain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *