Jakarta, PCplus – Paket sumber terbuka berbahaya telah ditemukan oleh tim Kaspersky GReAT. Target utamanya adalah pengguna Cursor, alat pengkodean berbasis AI yang terintegrasi dengan Visual Studio Code. Ekstensi palsu ini mengklaim mendukung bahasa Solidity, namun justru mengunduh kode berbahaya ke perangkat korban.
Baca Juga: Cara Aman Menyimpan Kripto: Tips Praktis untuk Investor
Setelah diinstal, ekstensi tidak memberikan fungsi pemrograman seperti yang dijanjikan. Sebaliknya, perangkat lunak ScreenConnect langsung dijalankan, memberi akses jarak jauh kepada pelaku kejahatan siber. Dengan kendali penuh, mereka menyebarkan backdoor Quasar dan stealer yang mengumpulkan data dari browser, email, dan dompet kripto.
Seorang pengembang blockchain asal Rusia menjadi korban setelah memasang ekstensi palsu tersebut. Akibatnya, aset kripto senilai sekitar $500.000 berhasil dicuri dari dompet digitalnya. Frasa awal dompet yang berhasil diambil digunakan untuk mengakses dan menguras saldo kripto korban.
Taktik Manipulasi Unduhan dan Replikasi Ekstensi
Penyerang menggunakan taktik manipulasi jumlah unduhan untuk meningkatkan visibilitas ekstensi palsu. Jumlah unduhan ekstensi berbahaya dinaikkan secara artifisial hingga 54.000, melampaui ekstensi sah yang hanya memiliki 61.000 unduhan. Setelah ekstensi dihapus, pelaku menerbitkannya kembali dan meningkatkan instalasi hingga 2 juta kali.
Selain ekstensi Solidity palsu, pelaku juga menyebarkan paket NPM bernama solsafe yang mengunduh ScreenConnect. Tiga ekstensi lain yang sempat beredar adalah solaibot, among-eth, dan blankebesxstnion. Semuanya telah dihapus dari repositori Open VSX dan Visual Studio Code.
Menurut Georgy Kucherin dari Kaspersky, mendeteksi paket berbahaya kini makin sulit. Bahkan pengembang berpengalaman bisa tertipu oleh taktik kreatif pelaku ancaman. Oleh karena itu, solusi keamanan khusus sangat disarankan untuk mencegah kerugian finansial.
Rekomendasi Keamanan dan Tren Pencurian Kripto Global
Kaspersky menyarankan kamu untuk memantau komponen sumber terbuka yang digunakan. Verifikasi kredibilitas pengelola paket sebelum menginstal ekstensi atau pustaka pihak ketiga. Jika ada dugaan kompromi, layanan Kaspersky Compromise Assessment bisa digunakan untuk mendeteksi serangan yang sedang berlangsung.
Tren pencurian kripto makin meningkat secara global. Laporan Chainalysis menyebutkan bahwa tahun 2025 berpotensi menjadi tahun terburuk dalam sejarah pencurian aset kripto. Lebih dari US$2,17 miliar telah dicuri, dengan dompet pribadi menjadi target utama. Serangan fisik terhadap pemilik kripto juga meningkat, menambah kompleksitas ancaman di dunia digital.
Dengan makin canggihnya metode pencurian, kamu disarankan untuk tetap waspada dan tidak mudah percaya pada ekstensi atau aplikasi yang belum diverifikasi. Dunia kripto memang menjanjikan, tapi juga penuh jebakan yang bisa bikin kamu kehilangan aset dalam sekejap.







