HomeBerita TeknologiWaymo, Mobil Tanpa Sopir Yang Siap Ancam Driver Online

Waymo, Mobil Tanpa Sopir Yang Siap Ancam Driver Online

Jakarta, PCplus – Ekspansi layanan drive online Waymo semakin meluas ke berbagai kota di Amerika Serikat. Perusahaan robotaxi milik Alphabet ini baru saja mengumumkan uji coba kendaraan tanpa sopir di Baltimore, Pittsburgh, dan St. Louis. Langkah tersebut menambah daftar wilayah operasional Waymo yang kini mencapai 26 pasar.

Baca Juga: Akuisisi Kudo, Grab Indonesia Bangun Pusat  R&D di Indonesia

Uji coba manual akan dilakukan terlebih dahulu sebelum layanan penuh diluncurkan. Harapannya, perjalanan sepenuhnya otonom dapat segera tersedia di kota-kota tersebut. Perluasan ini terjadi di tengah persaingan ketat dengan Amazon dan Tesla. Amazon melalui Zoox sudah menawarkan perjalanan gratis di Las Vegas dan San Francisco. Tesla juga menghadirkan layanan ride-hailing dengan pengawas manusia di Austin dan San Francisco.

Waymo sebelumnya mengonfirmasi rencana uji coba di Minneapolis, Tampa, dan New Orleans. Target berikutnya adalah Houston, San Antonio, dan Orlando pada 2026. Layanan robotaxi Waymo kini mencatat lebih dari 250.000 perjalanan berbayar setiap pekan di Austin, Bay Area San Francisco, Phoenix, Atlanta, dan Los Angeles. Sejak 2020, lebih dari 10 juta perjalanan berbayar telah dilakukan.

Ekspansi ini menunjukkan keyakinan Waymo terhadap kematangan teknologi robotaxi. Namun, bagi jutaan pengemudi transportasi online, kabar ini menjadi ancaman nyata.

Waymo Siap Ekspansi ke Asia Tenggara

Industri Waymo tidak hanya berkembang di Amerika dan China. Asia Tenggara mulai dilirik sebagai pasar potensial. Perusahaan May Mobility dari Amerika Serikat telah mengamankan investasi dari Grab, raksasa transportasi online asal Singapura. Kesepakatan ini membuka peluang besar bagi robotaxi masuk ke kawasan regional.

Grab bahkan menambah investasi senilai US$60 juta ke Vay Technology, perusahaan pengemudian jarak jauh. Model bisnis hibrida diproyeksikan akan menggabungkan kendaraan otomatis dengan layanan pengemudi jarak jauh. CEO Grab, Anthony Tan, menegaskan masa depan mobilitas Asia Tenggara akan mengandalkan kombinasi teknologi dan mitra pengemudi.

Jika rencana ini berhasil, bukan mustahil robotaxi akan hadir di Indonesia melalui platform Grab. Hal tersebut bisa menjadi sinyal kuat bahwa masa depan transportasi online akan berubah drastis. Para pengemudi harus bersiap menghadapi era baru mobilitas yang semakin otomatis.

Iqbal Ramadhan
Iqbal Ramadhanhttps://www.pcplus.co.id
Tech professional from Jakarta, Indonesia. Specializes in software development and has a passion for innovation. I'm enjoys exploring new technologies, reading about AI advancements, and contributing to open-source projects.
ARTIKEL TERKAIT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
shopee promo

ARTIKEL TERBARU

TUTORIAL

REKOMENDASI PRODUK

- Advertisment -