Jakarta, PCplus – Telkomsel dinobatkan sebagai brand telekomunikasi terkuat ke-17 secara global oleh Brand Finance dalam laporan Telecoms 150 2026. Skor Brand Strength Index (BSI) Telkomsel mencapai 85,2/100, menunjukkan kepercayaan tinggi dari pelanggan dan pemangku kepentingan. Nilai merek Telkomsel tercatat sebesar USD 2,5 miliar, menempatkannya di posisi ke-56 sebagai merek telekomunikasi paling berharga di dunia.
Baca Juga: Telkomsel – Nuon Hadirkan IndiHome Gamer Kecepatan 1:1
Keberhasilan ini didukung oleh strategi Telkomsel dalam memperkuat ekosistem digital dan memperluas jangkauan pasar. Pendapatan dari layanan digital menjadi salah satu faktor utama yang menjaga stabilitas nilai merek.
Sementara itu, pesaing lokal seperti IM3 dan XLSMART mengalami penurunan nilai merek. IM3 turun 13 peringkat ke posisi 104 dengan nilai merek USD 565 juta, sedangkan XLSMART berada di posisi 108 dengan nilai USD 525 juta.
Persaingan Global dan Posisi Telkomsel
Secara global, Deutsche Telekom masih menjadi merek telekomunikasi paling berharga, sementara Viettel Group dari Vietnam berhasil menjadi brand telekomunikasi terkuat. Nama lain seperti Proximus, Turkcell, Elisa, dan Globe Telecom juga masuk dalam daftar 10 besar brand terkuat.
Telkomsel dianggap mampu menjaga reputasi melalui investasi berkelanjutan di jaringan dan layanan digital. Menurut Brand Finance, keberhasilan Telkomsel menunjukkan pentingnya kombinasi antara kinerja finansial dan persepsi positif pelanggan.
Di sisi lain, IM3 dan XLSMART menghadapi tantangan berupa kompetisi harga dan masalah kepercayaan layanan, yang berdampak pada penurunan skor BSI mereka.

Tantangan dan Peluang Telkomsel
Telkomsel masih harus menghadapi persaingan ketat di pasar telekomunikasi Indonesia. Namun, dengan strategi digital yang kuat, Telkomsel berpeluang memperkuat posisinya di tingkat global.
Brand Finance menekankan bahwa persepsi merek akan menjadi faktor penting dalam menjaga nilai jangka panjang. Telkomsel perlu terus berinovasi agar tetap relevan di tengah perubahan teknologi dan kebutuhan pelanggan.







