HomeBerita TeknologiKaspersky: Keamanan Perangkat Keluarga Di Indonesia Rendah

Kaspersky: Keamanan Perangkat Keluarga Di Indonesia Rendah

Jakarta, PCplus – Studi Kaspersky pada November 2025 mengungkapkan fakta menarik. Secara global, 47% orang berbicara tentang keamanan online, namun hanya 33% yang benar-benar mengamankan seluruh perangkat keluarga. Di Indonesia, angka kesadaran lebih tinggi, yaitu 53% membicarakan keamanan digital. Meski begitu, hanya 38% yang memastikan semua perangkat keluarga terlindungi.

Baca Juga: Tips Aman Smart Home buat Keluarga Modern

Fenomena ini menyoroti pentingnya peran Manajer Digital Keluarga. Biasanya, satu atau dua orang dalam keluarga bertugas mengelola langganan, menyiapkan perangkat baru, dan memastikan perlindungan siber. Namun, kesenjangan antara kesadaran dan tindakan nyata masih terlihat jelas.

Menurut data Kaspersky, banyak keluarga global sudah melakukan langkah edukatif. Sebanyak 47% melatih anak-anak dan lansia tentang praktik aman. Lalu, 45% menyarankan penggunaan pengelola kata sandi, dan 42% mendorong otentikasi multi-faktor.

Di Indonesia, persentasenya lebih tinggi. Sebanyak 65% menyarankan pengelola kata sandi, 49% mendorong MFA, dan 50% aktif meninjau pengaturan privasi. Meski begitu, masih ada 4% responden yang sama sekali tidak mengambil tindakan.

Tantangan Generasi dan Perlindungan Multi-Perangkat

Generasi lebih tua, khususnya usia 55 tahun ke atas, cenderung kurang terlibat. Sekitar 21% dari kelompok ini tidak melakukan tindakan apa pun untuk melindungi keluarga mereka. Hanya 24% yang memasang solusi keamanan di perangkat keluarga.

Langkah paling populer di kalangan mereka adalah penggunaan pengelola kata sandi. Sebanyak 40% merekomendasikan hal ini kepada anggota keluarga. Namun, perlindungan komprehensif tetap diperlukan.

Marina Titova, Wakil Presiden Bisnis Konsumen Kaspersky, menekankan pentingnya perlindungan multi-perangkat. Menurutnya, setiap perangkat baru memperluas area serangan bagi penjahat siber. Oleh karena itu, keluarga membutuhkan pendekatan keamanan terintegrasi.

Selain Kaspersky, laporan dari Trend Micro juga menyoroti tren serupa. Banyak keluarga di Asia Tenggara masih menganggap keamanan perangkat sebagai hal sekunder. Padahal, serangan siber kini semakin menargetkan perangkat rumah tangga, termasuk smart TV dan router.

Kesadaran memang meningkat, tetapi implementasi masih tertinggal. Perlindungan menyeluruh untuk perangkat keluarga harus menjadi prioritas. Dengan begitu, lingkungan digital bersama bisa tetap aman dan nyaman.

Iqbal Ramadhan
Iqbal Ramadhanhttps://www.pcplus.co.id
Tech professional from Jakarta, Indonesia. Specializes in software development and has a passion for innovation. I'm enjoys exploring new technologies, reading about AI advancements, and contributing to open-source projects.
ARTIKEL TERKAIT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
shopee promo

ARTIKEL TERBARU

TUTORIAL

REKOMENDASI PRODUK

- Advertisment -