Jakarta, PCplus – Citi AI dikenalkan di Indonesia pada Juni 2026. Dengan inisiatif ini, tools AI Citi kini tersedia di 87 negara dan dapat digunakan oleh sekitar 180.000 karyawan di seluruh dunia. Langkah ini mempertegas komitmen Citi untuk memperdalam adopsi Artificial Intelligence sepanjang tahun.
Baca Juga: Keren, Bayar Grab Bisa Pakai Poin Kartu Kredit Citibank
Batara Sianturi, CEO Citi Indonesia, mengatakan, “Penggunaan AI sangat penting bagi strategi kami dalam beroperasi, mendukung kebutuhan klien, dan membentuk masa depan perbankan. Dengan peluncuran ini, Citi Indonesia memelopori era baru perbankan, menjadi salah satu bank pertama di Indonesia yang memanfaatkan kekuatan AI untuk memodernisasi cara kami beroperasi,” jelas Batara.
Tools Citi AI: Stylus Workspaces dan Citi Assist
Karyawan Citi kini memiliki akses ke dua aplikasi utama:
- Citi Stylus Workspaces: memanfaatkan conversational AI untuk menyederhanakan tugas sehari-hari. Fitur utamanya meliputi pemrosesan dokumen cerdas, templat perintah siap pakai, riwayat percakapan, chat, peringkasan halaman browser, serta tanya jawab interaktif.
- Citi Assist: asisten desktop yang membantu mencari panduan kebijakan dan prosedur internal. Basis kontennya akan terus diperluas untuk memastikan kepatuhan dan meminimalkan risiko operasional.
Dengan adanya tools ini, produktivitas karyawan diharapkan meningkat signifikan. Selain itu, AI juga membantu mempercepat respons terhadap kebutuhan klien yang kompleks dengan presisi lebih tinggi.
Arc: Standarisasi AI Agent Global
Selain peluncuran di Indonesia, Citi juga memperkenalkan Arc. Sebuah platform inovatif untuk membangun dan menyisipkan AI Agent ke dalam operasional bisnis global. Arc dirancang untuk mengotomatisasi tugas manual, mempercepat riset, dan menyiapkan data klien secara otomatis.
David Griffiths, CTO Citi, mengatakan, “Untuk pertama kalinya, kami mengintegrasikan AI Agent di setiap lini bisnis dan setiap fungsi. Kami telah membangun infrastruktur industri untuk menjadikan AI Agent sebagai bagian inti dari cara kami melayani klien.”
Langkah ini selaras dengan tren global, di mana 60% eksekutif perbankan yakin AI Agent akan tertanam penuh dalam fungsi risiko, kepatuhan, audit, hingga deteksi penipuan dalam tiga tahun ke depan.
Dampak dan Prospek
Peluncuran di Indonesia bukan hanya sekadar adaptasi teknologi, tetapi juga membuka peluang pertumbuhan baru. Dengan dukungan AI, Citi memperkuat posisinya sebagai mitra perbankan lintas batas yang mampu menjawab tantangan klien dengan lebih cepat dan presisi.
Selain itu, adopsi AI di sektor perbankan Indonesia diperkirakan akan terus berkembang pesat. Perusahaan teknologi lain, seperti Indosat, juga mendorong pengembangan AI di sektor keuangan, menandakan bahwa ekosistem digital Tanah Air semakin matang.



