Taipei, PCplus – Intel kembali menunjukkan ambisinya di pasar infrastruktur kecerdasan buatan melalui peluncuran Intel Xeon 6+ dan solusi jaringan Ethernet E835 dalam ajang COMPUTEX 2026. Bersamaan dengan itu, detail baru mengenai akselerator AI generasi berikutnya dengan nama kode Crescent Island juga mulai diperlihatkan.
Baca Juga: Intel Panther Lake: Lompatan Besar Menuju Era AI PC Berbasis 18A
Langkah tersebut memperlihatkan perubahan strategi yang sedang ditempuh Intel. Jika beberapa tahun terakhir perhatian industri tertuju pada GPU sebagai mesin utama AI, kini peran CPU kembali diperkuat sebagai pusat pengendali seluruh sistem.
Pendekatan ini diambil karena kebutuhan AI modern mulai berubah. Model AI terbaru tidak lagi hanya menghasilkan jawaban berdasarkan perintah pengguna. Sistem mulai dikembangkan menuju konsep agentic AI, yaitu AI yang mampu mengambil keputusan dan menjalankan serangkaian tugas secara mandiri.
Dalam kondisi seperti itu, beban kerja tidak hanya berada di akselerator. Orkestrasi sistem, perpindahan data, koordinasi proses, serta inferensi skala besar juga harus ditangani secara efisien. Di sinilah CPU dianggap kembali menjadi komponen penting dalam data center modern.
Intel Xeon 6+ Dibuat untuk AI, Cloud, dan Data Center Modern
Sorotan utama pengumuman kali ini tentu berada pada Intel Xeon 6+. Prosesor ini dibangun menggunakan proses manufaktur Intel 18A dan menjadi salah satu implementasi awal teknologi tersebut untuk pasar data center.

Secara teknis, Intel Xeon 6+ dirancang untuk menghadapi kebutuhan komputasi yang semakin besar. Prosesor ini hadir dengan hingga 288 Efficient Core (E-core) yang difokuskan pada efisiensi daya dan kepadatan komputasi.
Selain jumlah inti yang besar, tersedia pula dukungan DDR5 12-channel, 96 jalur PCIe Gen 5, serta kompatibilitas CXL untuk ekspansi memori dan konektivitas tingkat lanjut. Intel juga menambahkan fitur Application Energy Telemetry (AET) agar konsumsi energi dapat dipantau secara langsung berdasarkan beban kerja yang sedang berjalan.
Intel menyebut peningkatan performa dapat mencapai sekitar 2,5 kali dibanding generasi sebelumnya, sambil tetap menjaga efisiensi energi. Fokus utamanya bukan sekadar kecepatan mentah, melainkan kemampuan menjalankan lebih banyak layanan dalam ruang server yang sama.
Menariknya, Intel juga memperluas portofolio server dengan memperkenalkan Xeon 6300 12-core untuk kebutuhan bisnis kecil dan menengah. Dengan strategi tersebut, Intel mencoba menjangkau seluruh lapisan pasar infrastruktur.
Ethernet E835 dan Crescent Island Jadi Pelengkap Ekosistem AI Intel
Selain prosesor, Intel turut memperkenalkan Ethernet E835 yang menjadi bagian penting dari infrastruktur AI.
Solusi jaringan ini mampu menyediakan konektivitas hingga 200GbE dan mendukung berbagai konfigurasi port. Kehadirannya ditujukan untuk mengurangi hambatan transfer data yang sering muncul ketika model AI dijalankan dalam skala besar.

Intel mengklaim adapter ini menawarkan rasio performa per watt yang lebih baik sehingga biaya operasional data center dapat ditekan tanpa mengorbankan throughput.
Tidak berhenti di sana, Intel juga membuka lebih banyak informasi mengenai Crescent Island, GPU data center generasi berikutnya yang dibangun menggunakan arsitektur Xe 3P.
Produk tersebut difokuskan pada kebutuhan inferensi AI. Berbeda dari GPU kelas data center yang umumnya memakai HBM, Crescent Island menggunakan LPDDR5x dengan kapasitas hingga 480GB. Desain referensinya disiapkan dengan kapasitas 160GB dan konsumsi daya sekitar 350 watt menggunakan pendingin udara.
Pilihan memori tersebut diyakini dapat membantu mengurangi ketergantungan terhadap pasokan HBM yang semakin terbatas sekaligus menjaga biaya implementasi tetap kompetitif. Dukungan berbagai format komputasi, mulai dari FP4 hingga FP64, juga disebut telah disiapkan untuk kebutuhan AI dan komputasi ilmiah.
Meski performa nyatanya masih menunggu pengujian saat produk tersedia luas, arah yang dipilih Intel mulai terlihat jelas. Perusahaan tidak lagi hanya menawarkan satu komponen, tetapi membangun ekosistem lengkap yang menggabungkan CPU, jaringan, dan akselerator AI untuk menghadapi era komputasi generasi berikutnya.



