Swedia, PCplus – Laporan terbaru HMS Networks tahun 2026 menunjukkan pergeseran besar dalam teknologi jaringan pabrik global. Saat ini, tren Ethernet Industri kian mendominasi pasar dengan menguasai 79% dari total pemasangan node baru di seluruh dunia. Angka tersebut meningkat dari tahun sebelumnya yang berada di kisaran 76%. Sebaliknya, penggunaan teknologi fieldbus tradisional terus mengalami penurunan yang cukup signifikan.
Baca Juga: HMS Ixxat CAN@net Basic, Gateway Hemat Biaya untuk Industri
Kondisi rantai pasok komponen elektronik sekarang telah kembali normal di berbagai negara. Siklus persediaan barang di sektor manufaktur juga sudah berhasil diselesaikan dengan baik. Meskipun industri otomotif Eropa masih menghadapi tantangan berat, aktivitas manufaktur global mulai pulih secara bertahap. Belanja modal untuk proyek otomatisasi baru kini kembali berjalan dengan lancar.

Pertumbuhan tahunan instalasi node baru diprediksi mencapai rata-rata 7,7% selama lima tahun ke depan. Migrasi massal dari fieldbus ke Ethernet menjadi pendorong utama pertumbuhan tersebut. Di dalam ekosistem baru ini, tiga protokol utama terus memperkuat dominasi mereka. PROFINET memimpin pasar dengan pangsa 30%, disusul EtherNet/IP sebesar 25%, dan EtherCAT yang mencapai 20%.
Perkembangan ini juga didukung oleh adopsi teknologi mutakhir di beberapa kawasan industri maju. Di Eropa, integrasi Advanced Physical Layer (APL) dan Single Pair Ethernet (SPE) mulai marak digunakan. Sementara itu, pasar Amerika Utara lebih fokus pada implementasi keamanan siber berbasis standar IEC 62443.
Tantangan Baru Keamanan Siber Otomasi Pabrik
Ketika mayoritas sistem manufaktur beralih ke Ethernet, fokus industri kini mulai bergeser. Pembahasan utama tidak lagi sekadar memilih protokol jaringan yang akan digunakan. Mengikuti perkembangan tren Ethernet Industri saat ini, tantangan baru yang muncul adalah kesiapan sistem dalam mengelola keamanan data operasional. Kompleksitas integrasi teknologi kini berada pada lapisan di atas protokol dasar tersebut.
Faktor keselamatan fungsional dan keamanan siber menjadi perhatian utama para pengelola pabrik sekarang. Isu interoperabilitas antara teknologi informasi (TI) dan teknologi operasional (OT) juga semakin mengemuka. Berdasarkan survei global, keamanan siber dianggap sebagai tantangan integrasi paling krusial oleh separuh responden. Sembilan puluh tiga persen responden memperkirakan lanskap keamanan OT akan berubah drastis.
Direktur Pemasaran Produk di HMS Networks, Magnus Jansson, memberikan pandangannya mengenai fenomena ini. “Ketika hampir semuanya menggunakan Ethernet, pembahasannya bergeser dari protokol mana yang digunakan menjadi apa yang berjalan di atasnya. Protokol memang penting, tetapi lapisan-lapisan di atasnya semakin menentukan bagaimana pabrik sebenarnya beroperasi,” ujar Magnus Jansson.
Di sisi lain, teknologi nirkabel mencatat angka pertumbuhan yang cenderung stabil di angka 7%. Jaringan nirkabel ini berfungsi sebagai pelengkap efektif untuk area yang sulit dijangkau kabel. Penggunaan utamanya mencakup perangkat bergerak seperti Automated Guided Vehicles (AGV) dan Autonomous Mobile Robots (AMR). Meskipun diminati, implementasi jaringan 5G privat di pabrik masih berjalan lambat karena kendala kerumitan infrastruktur.



