Tag Archives: bisnis online

10 Kesalahan Pemula Saat Memilih WordPress Hosting

Jakarta, PCplus – Memilih penyedia hosting yang tepat adalah kunci utama untuk memastikan bahwa situs web kamu dapat berjalan dengan lancar, aman, dan efisien. Tapi bagaimana kalau kamu termasuk orang yang benar-benar baru dalam dunia hosting? Pastinya jangan buat kesalahan saat memilih WordPress Hosting.

Baca Juga: Mengenal Beragam Jenis Layanan Hosting Untuk Para Pemula!

Sebagai pemula, mungkin kamu akan dihadapkan pada berbagai opsi dan istilah teknis yang dapat terasa membingungkan. Namun, jangan khawatir, PCplus siap membantu melalui langkah-langkah ini. Dari pemahaman kebutuhan situs, memilih jenis hosting murah yang sesuai, sampai memperhatikan faktor kinerja, keamanan, dan dukungan pelanggan.

Nah, langsung aja kita simak apa saja yang penting saat memilih WordPress Hosting.

Kesalahan Pemula Saat Memilih Hosting

Buat kamu yang baru mulai dalam membeli WordPress hosting sering kali membuat kesalahan-kesalahan tertentu. Berikut adalah beberapa kesalahan umum yang perlu dihindari saat membeli hosting:

Tidak melakukan riset terlebih dahulu

Pemula sering kali tidak melakukan riset cukup sebelum membeli hosting. Mereka mungkin memilih penyedia hosting pertama yang mereka temui tanpa membandingkan berbagai pilihan yang tersedia. Penting untuk memahami kebutuhan dan melakukan riset untuk menemukan penyedia hosting yang sesuai.

Memilih berdasarkan harga terendah

Harga hosting yang sangat murah mungkin tampak menggiurkan. Tetapi ini bisa menjadi kesalahan layanan yang diberikan kurang memadai. Hosting yang sangat murah mungkin memiliki kinerja yang buruk, dukungan pelanggan yang buruk, atau fitur yang terbatas. Selalu pertimbangkan nilai yang kamu dapatkan daripada hanya berfokus pada harga terendah.

Tidak memperhitungkan kebutuhan

Setiap situs web memiliki kebutuhan yang berbeda. Misalnya, situs web pribadi mungkin memerlukan hosting yang berbeda dengan situs web e-commerce atau perusahaan. Pastikan untuk memahami kebutuhan spesifik situs, seperti ruang penyimpanan, bandwidth, dan jenis server yang diperlukan.

Tidak memperhatikan uptime dan keandalan

Uptime adalah waktu ketika situs dapat diakses oleh pengunjung. Hosting yang tidak andal dan sering mengalami downtime dapat merugikan situs web kamu. Pastikan untuk memeriksa catatan uptime dan keandalan penyedia hosting sebelum memutuskan membeli jasa.

Tidak memeriksa dukungan pelanggan

Dukungan pelanggan yang baik sangat penting, terutama jika kamu seorang pemula. Pastikan penyedia hosting memiliki tim dukungan pelanggan yang responsif dan dapat membantu jika kamu mengalami masalah.

Tidak mempertimbangkan skalabilitas

Situs web mungkin berkembang dari waktu ke waktu. Pastikan penyedia hosting kamu memiliki opsi untuk meng-upgrade atau mengubah rencana hosting saat situs tumbuh.

Tidak memperhitungkan keamanan

Keamanan situs web adalah faktor penting. Pastikan penyedia hosting memiliki langkah-langkah keamanan yang memadai, seperti firewall, SSL, dan pemindaian keamanan rutin.

Tidak memahami perjanjian kontrak

Baca dengan seksama perjanjian kontrak dengan penyedia hosting. Pastikan untuk memahami batasan dan kewajiban kamu. Termasuk kebijakan pemutusan kontrak jika kamu ingin beralih ke penyedia hosting lain di masa depan.

Tidak memahami jenis hosting

Ada berbagai jenis hosting, seperti shared hosting, VPS hosting, dan dedicated hosting. Pilih jenis hosting yang sesuai dengan kebutuhan. Pemula sering kali memilih shared hosting karena harganya murah, tetapi mungkin tidak sesuai jika situs berkembang pesat.

Tidak membackup data

Penting untuk secara teratur mencadangkan data situs web kamu. Pemula sering kali mengabaikan proses pencadangan dan hanya menyadari pentingnya saat terjadi masalah.

Dengan mempertimbangkan hal-hal ini dan melakukan riset yang cermat, kamu dapat menghindari banyak kesalahan umum yang sering dilakukan oleh pemula saat memilih wordpress hosting.

Faktor Utama Di Balik Suksesnya Bisnis Online

Pasar bisnis online Indonesia sangat menggiurkan. Menurut data Hootsuite per Januari 2019, setidaknya ada 107 juta orang di Indonesia yang melakukan pembelian barang konsumsi melalui e-commerce dengan total nilai transaksi tahunan sebesar lebih dari 9,5 Miliar Dolar Amerika, atau setara dengan 133 Triliun Rupiah.

Melihat besarnya potensi pasar online, tidak sedikit pelaku bisnis konvensional (offline) yang tertarik untuk memasuki pasar online. Dalam perpindahan tersebut, banyak yang berhasil, namun tidak sedikit juga yang berakhir gagal.

Ryan Gondokusumo, Founder dan CEO Sribu mengatakan “Sebagai perusahaan startup yang bergerak di bidang penyediaan jasa solusi konten dan pemasaran digital berbasis crowdsourcing, saat ini Sribu telah membantu lebih dari 30.000 pelaku bisnis skala kecil hingga besar yang ingin mengembangkan bisnis online. Dan pihaknya melihat bahwa kendala terbesar yang sering terjadi ketika klien datang untuk berkonsultasi mengenai bisnis online adalah kurang matangnya perencanaan manajemen untuk memulai bisnis online dan kesiapan sumber daya manusia untuk menjalankan strategi pemasaran digital yang efektif.”

Lalu, apa faktor penting yang perlu dipahami oleh para pelaku bisnis agar dapat sukses merambah bisnis online?

Artikel lengkapnya.

Bantu UKM Berbisnis Online, Google Diskon Google Apps for Work

google apps for worksJAKARTA, PCplus – UKM (usaha kecil menengah) di tanah air sungguh banyak, berjumlah sekitar 55 juta. Mayoritas masih berusaha secara tradisional, seperti buka toko secara fisik. Yang menjalankan bisnisnya secara online sangat sedikit, kurang dari 1%, atau sekitar 75.000.

Padahal peluang bisnis online terbuka lebar. Apalagi di negara kita ada 88 juta orang yang aktif mengakses Internet melalui perangkat seluler.

Gaptek biasanya menjadi salah satu penghalang bisnis online. Harga perangkat yang tak terjangkau juga menjadi salah satu ganjalan. Belum repotnya memilih software dan hardware agar up-to-date.

Agar tak repot, sebenarnya UKM yang sudah punya akses Internet bisa membeli Google Apps for Works.Ini adalah rangkaian tool produktivitas online,terdiri dari layanan e-mail profesional, penyimpanan online, kalender bersama, dan alat untuk rapat video termasuk Gmail, Kalender, Drive, Dokumen, dan Hangouts. App ini bisa diaktifkan dari ponsel Android, iOS atau BlackBerry. Bisa dipakai kapan saja dan dari mana saja.

Mahal? Hmm, dulu memang. Tapi kini Google memberikan diskon 40% khusus bagi UKM di Indonesia. Kalau dulu harganya per pengguna per tahun US$ 50, kini turun menjadi US$ 30 per tahun.

Kalau mau bulanan, ada paket Fleksibel seharga US$ 3 per orang. Bayarnya bisa pakai kartu kredit atau kartu debit bank. Kamu akan mendapatkan jaminan availability 99%, bebas gangguan downtime, dan dukungan 24/7 dari Google.

“Dengan Google Apps, pemilik bisnis akan mendapatkan e-mail resmi untuk perusahaannya, fleksibilitas untuk bekerja kapan saja dari perangkat apa saja, dan kontrol serta keamanan yang mereka butuhkan. Dengan menurunkan harga Google Apps agar lebih terjangkau di Indonesia, kami ingin memudahkan perusahaan kecil agar bisa menggunakan alat online yang hebat, dan membantu mereka tetap fokus melaksanakan tugasnya dengan baik — menjalankan bisnis, bukan mengurusi sektor TI di perusahaan,” ucap Kevin Akhurst (Google for Work Managing Director untuk wilayah Asia Pasifik).

Eh iya, sebelum beli kamu boleh mencobanya secara gratis 30 hari loh.