Skip to content
PCplus Live PCplus Live
  • Berita Tekno
    • Terkini
    • Enterprise dan Korporasi
  • Belajar
    • Bikin Game
    • Belajar Hardware
    • Istilah-Istilah Komputer dan TI
  • Trik
  • Review
    • Smartphone
    • Laptop
    • Asesoris
    • Motherboard
    • Software
  • Komunitas
  • Blog
  • Hubungi Kami
  • Rekomendasi Produk
  • Computex 2026
0
PCplus Live
PCplus Live

Waduh, Jutaan Rupiah Melayang Gara-Gara Malware

Wiwiek Juwono, 04/10/201505/10/2015

ransomwareJAKARTA, PCplus – Bahaya malware sudah sering digembar-gemborkan. Software jahat ini tidak hanya merusak tapi juga bisa membuat pengguna Internet mengeluarkan banyak uang demi memperbaiki dampaknya.

Ya, malware jaman sekarang tidak hanya sekadar mengganggu atau merusak. Tapi juga ada yang dirancang untuk meminta tebusan uang dengan cara memblokir komputermu. Yang ini disebut ransomware.

Korban ransomware tidak hanya harus membayar untuk memulihkan perangkat atau data (membuka blokir data), tapi juga membeli perangkat baru. Menurut Kaspersky Lab, rata-rata setiap serangan menelan biaya US$ 160.

Agar kamu tak menjadi korban ransomware, ikuti petunjuk Elena Kharchenko (Head of Consumer Product Management, Kaspersky Lab) berikut. “Jangan menghubungkan USB yang tidak terverifikasi pada perangkat, hanya gunakan toko aplikasi resmi, menjaga sistem operasi dan aplikasi up-to-date dan scan data-data dengan program sekuriti sebelum membukanya. Kemampuan untuk memprediksi segala sesuatu yang berpotensi menjadi masalah dan mengambil langkah pencegahan adalah kunci agar tetap aman,” katanya.

Penelitian yang dilakukan oleh Kaspersky Lab dan B2B International mendapatkan bahwa hampir setengah dari pengguna Internet (45%) harus berhadapan dengan software berbahaya tahun lalu, yang mayoritas (81%) berdampak buruk terhadap pengguna dan perangkatnya. Malware paling sering ditemukan di komputer berbasis Windows – 83% pengguna Windows menyatakan mereka telah terpengaruh dampaknya selama 12 bulan terakhir. Namun, pengguna perangkat berbasis Android dan Mac OS X juga tidak kebal, masing-masing pengguna, sebanyak 13% dan 6% menyatakan mereka juga terinfeksi.

Infeksi malware ditandai dengan gejala antara lain: performa komputer melambat, kebanjiran iklan yang tidak diinginkan, terpasangnya program yang tak diinginkan.

Berita Teknologi Kaspersky Labmalwareransomqwaresoftware jahatsoftware penyandera data

Post navigation

Previous post
Next post
shopee promo

Artikel Terbaru

  • Uji ASUS ExpertCenter PM670KA, Pakai AMD Ryzen AI 300 Series
  • FortiNDR Cloud PoP Singapura Perkuat Deteksi Ancaman
  • Kejahatan Siber Indonesia 2026, Ini Sektor Yang Paling Diincar
  • Cara Nonton Streaming Piala Dunia 2026 di HP Tanpa Boros Kuota
  • Review HONOR X7d, Uji Daya Tahan Baterai dan Kinerja
  • Eufy Perkenalkan Baby Monitor E21 Dengan Kamera 4K
  • Harga ROG Zephyrus Duo 2026 GX651 Resmi Indonesia
  • Disdik Jatim dan HGI Research Sepakati Kerja Sama di Shanghai
  • Citi Luncurkan Kemampuan AI di Indonesia
  • ZTE Raih Tiga Penghargaan di Selular Award 2026

Mengenal Istilah IT

  • Mengenal GenAI Agent: Asisten Virtual AI Serba Bisa Layaknya Manusia
  • Mengenal TOPs Di Prosesor NPU, Penting Buat AI?
  • Mengenal Google Search Generative Experience (SGE)
  • Mengenal SD-WAN Teknologi Jaringan Keren
  • Mengenal WiFi 6, Standar Baru Komunikasi Data Nirkabel
  • Persona Chatbot: Apa Itu dan Jenis-Jenisnya
  • Apa Itu Cache? Pentingkah?
  • SIM Swapping Apakah Berbahaya?
  • Mengenal Lebih Dekat JSON Script
  • Mengenal Neural Processing Unit (NPU), Chip Khusus AI

Cek Kecepatan Internet

Cek Lokasi 4G/5G

©2026 PCplus Live