HomeBerita TeknologiDitutup, Kursus Hacking di China

Ditutup, Kursus Hacking di China

Hacker_DetectedJAKARTA, SELASA – Keterampilan meretas (hacking) itu bak pisau bermata dua.  Jika salah digunakan, ia bisa merugikan banyak pihak. Mungkin karena satu sisi inilah Pemerintah China menutup apa yang kabarnya merupakan situs pelatihan terbesar untuk para hacker di China. Tiga orang pun ditangkap. Begitu lansir China Daily.

Sekitar 50 polisi China telah menyelidiki situs pelatihan Black Hawk Safety Net, yang secara terang-terangan merekrut calon hacker secara online. Dengan membayar sedikit biaya, para hacker akan mendapatkan pelajaran tentang perang cyber (cyberwarfare). Mereka juga mendapat kesempatan untuk mengasah keterampilannya dalam serangan-serangan Trojan.

Black Hawk Safety Net membuka pendaftaran pertamanya pada tahun 2005. Saat ini, kursus tersebut memiliki lebih dari 12.000 anggota VIP . Melalui sistem keanggotaannya, mereka sudah mengumpulkan lebih dari tujuh juta yuan, yang kira-kira setara dengan 5 juta poundsterling.

Masih menjadi pertanyaan apakah sekolah atau para anggotanya terlibat dalam serangan Google beberapa minggu lalu. Namun bagi pemerintah China, jawabannya tidak terlalu penting. Yang penting,  saat ini pemerintah China terlihat mengambil langkah proaktif dalam memerangi kejahatan cyber dan bukannya sekadar omong doang.

Wiwiek Juwono
Wiwiek Juwonohttp://www.pcplus.co.id
Senior Editor di InfoKomputer dan PCplus. Memiliki spesialisasi di penulisan fitur, berita, serta pengujian gadget dan asesori komputer
ARTIKEL TERKAIT

32 COMMENTS

  1. di indonesia gak ada kursusnya aja malingnya banyak, apalagi ada kursusnya makin jadi aja…”

  2. yeheeeee. china bisa kayak gitu…. gimana indonesia ya……? pokoknya jarang-jarang deh ada yang jebol-jebolan kayak gitu di indonesia yah… orang baik smua sich!!!

  3. di indonesia ada tapi bukan untuk kejahatan,hanya sekedar untuk mengasah otak manusia bisa nggax memecahkan masalah tersebut(virus),nama perguruannya HLCI(hacking life community)

  4. Diindo juga banyak orang ahli peretas, tapi gak pada nongolin muka. Apalagi sekarang undang undang IT. Bahaya buat peretas. Juga kalau diindo kedapatan orang hacking bukan dibina malah dibinasakan alias dipenjara bareng2 ama maling dan rampok. Coba dibina kan bisa jadi aset negara. Bisa bantu kepolisian dalam menangani masalah cyber crime. Ibaratnya nyuruh mantan maling jadi anggota keamanan, khan pola pikirnya masih sama dengan maling jadi gampang nyari maling yang lain.

  5. wah, berani org cina y,,,

    setujuh ama bang ghozim,,,
    mang sih pemerintah belum bisa menghargai kelebihan putra bangsa,,,
    terlalu nurut ma donatur,,,

  6. Memang Seperti itu seharusnya diadakan sekolah Hacking, Memang tidak aneh kalaw cina anak smp aja sudah bisa.

    Seharusnya di Indonesia juga ada penerapan pembelajaran seperti itu agar di Indonesia lebih maju dalam dunia cyber.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
shopee promo

ARTIKEL TERBARU

TUTORIAL

REKOMENDASI PRODUK

- Advertisment -