Waduh, URL Pendek Twitter Dimanfaatkan

JAKARTA, SELASA – Kamu suka nge-tweet alias berkicau di Twitter? Twitter memang populer karena kegegasannya dalam menyebarkan topik informasi terpanas  secara singkat, atau breaking news. Cuma yakinkah kamu kalau sumber berita di Twitter itu benar-benar bonafid, bukan isapan jempol atau gosip?

Faktanya, Twitter sudah sering disalahgunakan orang yang memang berniat jahat. Untuk tahu topik-topik yang lagi in, para penyerang ini tidak perlu kerja keras. Ia cukup mengecek halaman utama Twitter, lalu memilih kicauan yang berisi URL pendek, lalu menggantinya dengan URL pendek lain yang mengarah ke situs yang berbahaya. Pesannya sama, jadi pengguna tidak tahu kalau URL pendek tadi bukan menuju ke berita asli.

Meski tidak mustahil, sulit untuk mengatakan apakah sebuah postingan asli atau tidak hanya dengan melihatnya. Belum lagi website asli bisa jadi juga dibajak dan diubah menjadi host serangan drive-by download. Jadi ada baiknya – agar tidak jadi korban serangan drive-by-download, jika kamu menambal komputer dan software, termasuk browser, dan menginstal software keamanan.

Twitter bukannya tidak tahu masalah di atas. Makanya ada langkah pencegahan awal dalam bentuk pemendekkan t.co <http://t.co/>  (saat ini digunakan dalam email notifikasi DM).

Twitter juga punya cara lain, yakni tombol “expand”, yang muncul setelah link pertama di dalam screenshot.  Jika ini ditekan, kamu bisa memperluas link pendek dan tahu ke mana sebenarnya link itu menuju. Saat ini Twitter masih mengerjakan konsep ini untuk memastikan bahwa URL yang pendek  kemudian dipendekkan lagi oleh pemendek URL lain dan dapat diperluas.

Twitter juga mengatakan bahwa mereka bekerja aktif pada fitur lain yang mereka percaya akan meningkatkan keselamatan dan keamanan pengguna.

Wiwiek Juwono

Senior Editor di InfoKomputer dan PCplus. Memiliki spesialisasi di penulisan fitur, berita, serta pengujian gadget dan asesori komputer

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.